
Seluruh penghuni sekte Pilar Angin segera keluar setelah mendengar suara lonceng, begitu juga dengan para jagoan yang masih menjaga sekte Pilar Angin.
Mereka tidak dapat melihat dengan jelas karena jarak antara perisai dan sekte memang cukup jauh, namun dengan melihat kilatan cahaya mereka bisa memastikan kalau musuh berusaha menghancurkan dinding perisai tersebut.
Yuen Linchen pergi menuju rumahnya dan meminta istrinya untuk membawa Yuen Fang dan Jiu Rui menghindar terlebih dahulu.
“Ketua gawat ketua.. sepetinya dinding perisai berhasil di hancurkan.." Salah seorang melapor kepada Yuen.
“Segera perintahkan kepada semuanya agar bersiap untuk menghadapi mereka..!" Seru Yuen.
Yuen mengambil pedangnya dan segera pergi kedepan, di depan halaman sekte, sudah terkumpul ribuan anggota sekte, mulai dari Tingkat Jiwa hingga Tingkat Alam.
Sekte Pilar Angin memiliki 17 jagoan, dan di tambah jagoan dari berbagai sekte sebanyak 40 orang, sehingga berjumlah 57 jagoan. Jelas masih kalah jumlah.
“Hari ini waktu yang kita takutkan akan terjadi, saya minta kepada para saudara dari berbagai sekte untuk berpikir kembali, bisa saja malam ini sekte Pilar Angin akan binasa. Jadi jika ada yang ingin pergi silahkan, kami tidak akan melarang kalian." Ucap Yuen dengan bersuara keras.
Seluruh para jagoan dari berbagai sekte saling berpandangan. “Ketua Yuen, ini sudah jadi kesepakatan kita, apapun yang terjadi saya akan ikut bertarung, walau harus mati sekalipun. Demi ke amanan dunia, demi kelangsungan hidup generasi berikutnya." Salah satu jagoan dari sekte Sisik Naga bersuara.
Mereka semua akhirnya meyuarakan hal yang sama, mereka yakin, jika sekte Pilar Angin musnah yang berikutnya pasti sekte mereka juga yang akan di musnahkan, jadi jalan satu-satunya adalah ikut bergabung dengan Sekte Pilar Angin.
“Terima kasih atas bantuan kalian semua." Yuen merasa tersentuh dengan ucapan tersebut, dia juga menghawatirkan keselamatan Yuen Fang, sehingga dia akan berusaha bertarung demi kelangsungan hidup generasi muda.
“Hancurkan sekte Pilar Angin, jangan biarkan siapapun hidup..." Suara Wei Heng terdengar menggema dari jauh.
Mereka semua segera bersiap untuk menyambut serangan yang akan segera datang, namun sebelum mereka mengambil posisi masing-masing, tiba-tiba muncul energi yang sangat besar dari langit, dan menekan mereka semua, sehingga mereka kesulitan untuk bernafas.
__ADS_1
Yuen menoleh ke atas dan melihat sesosok orang melayang di udara dengan tubuh bercahaya kemerahan.
Yuen menyipitkan matanya berusaha mengenali sosok tersebut, namun Yuen segera sadar jika sosok tersebut bukanlah manusia. “Itukah iblis yang memiliki kekuatan segera dengan Sesepuh Feng?."
Ini pertama kalinya Yuen melihat langsung wujud dari iblis tersebut. Sosok tersebut memiliki satu tanduk yang cukup panjang, dan mata bercahaya merah menyala.
“Kalian semua harus binasa malam ini..!" Ucap jendral iblis.
Jendral iblis membuka mulutnya, dan keluat semburan api mengarah ke pada mereka semua.
“Tehnik Air - Perisai Air." Dua Orang perempuan dari sekte Bunga teratai melepaskan air dan membentuk sebuah penghalang raksasa untuk menahan semburan air tersebut.
“Tehnik Es - Pembeku Alam." Dua jagoan dari sekte Gunung Es juga tidak tinggal diam, mereka segera membekukan air yang menghalangi semburan api tersebut.
Kedua unsur berlawanan saling bertemu sehingga membuat kabut putih dan tebal menutupi puncak gunung tersebut.
Jendral iblis masih keheranan, namun dari bawah ada tembakan Air dan Es yang melesat menuju ke arahnya. Jendral iblis yang belum siap dengan serengan tersebut terkena tepat di tubuhnya.
“Kurang ajar..!" jendral iblis menjadi murka walau tidak terlalu berdampak buruk baginya, namun tetap saja jendral iblis tidak lagi gegabah untuk bertindak.
“Owh.. owh.. owh..! Ternyata benar kalian sudah bekerja sama.." Wei Heng muncul dan melihat ada anggota sekte Gagak Hitam, sekte Hutan Siluman, dan sekte Lembah tengkorak.
Yuen mengerutkan dahinya. “Wei Heng..! kenapa dia bisa sekuat ini?.” Batin Yuen sambil menatap Wei Heng berada di samping kanan jendral iblis, yang melayang di udara.
Belum selesai keterkejutan Yuen yang melihat Wei Heng melayang, muncul lagi sosok lainya yang juga melayang di udara. Touli juga datang dan berada di samping kiri jendral iblis. Kini muka mereka terlihat buruk ketika melihat 3 orang yang melayang-layang di udara.
__ADS_1
“Sepertinya ini adalah akhir sekte Pilar Angin..." Kata Yuen dengan lesu
“Ketua Yuen, apa kamu akan menyerah semudah itu..? Ingat bukan hanya kita yang bertarung, semua sekte di seluruh kekaisaran Yun juga membantu.." Jendral Zhen mencoba menyemangati Yuen, walau dia sendiri juga tidak yakin akan bisa menang.
“Aku tau itu jendral, namun dengan seluruh kekuatan kita, tidak mungkin akan bisa menang melawan ketiga orang itu." Ucap Yuen sambil menunjuk keatas.
Menurut Yuen, andai cuma jendral iblis saja, mungkin masih bisa di kalahkan dengan bantuan dari jagoan sekte Bunga teratai dan Gunung Es. Namun jika ada tiga orang yang memiliki kekuatan yang sama besarnya dengan jendral iblis, Yuen tidak yakin akan menang, kecuali ada ke ajaiban.
“Kalian tidak perlu berpikir yang aneh-aneh, terima saja nasib kalian hari ini, aku pastikan kalian akan mati dengan cepat..!" Suara Wei Heng terdengar seakan-akan menggelegar bagai guntur.
“Kami tidak takut kepadamu, walau kami harus mati sekalipun, kami tetap akan melawanmu.." Kata Yuen berseru dengan lantang.
“Bodoh.. kalian benar-benar tidak menyadari perbedaan kekutan kita..! Hemm.. baiklah jika itu sudah menjadi pilihan mu.." Kata Wei Heng.
Wei Heng Touli dan jendral iblis mengeluarkan energi mereka secara bersamaan menunjukkan jika mereka memiliki kekuatan yang sudah melampaui Tingkat Alam.
Akibat energi mereka bertiga, bumi seakan-akan berguncang hebat. Awan gelap segera menutupi langit, dan angin kencang berhembus dengan sangat dahsyat.
Tubuh jendral iblis menyala sangat besar dan panas. Para jagoan dari Bunga teratai dan Gunung Es ingin mencoba menyerang jendral iblis dengan tehnik mereka. Namun Wei Heng dan Touli segera menekan mereka dengan Aura energi kematiannya yang sangat besar dan kental, sehingga para jagoan kedua sekte tersebut tidak bisa bergerak dan jatuh berlutut.
“Hahaha... Sudah kubilang itu akan sia-sia jadi menyerahlah..!" Ucap Wei Heng.
Wei Heng kemudian mengangkat tangan keatas dan berseru lantang. “Serang.. dan ratakan tempat ini...!"
Dari bawah terdengar teriakan dan gumaman yang begitu keras, mereka adalah pasukan iblis beserta gabungan dua kelompok dari sekte Racun Langit dan Darah iblis.
__ADS_1
“Sebanyak ini...!" Para jagoan yang berkumpul menelan ludah ketika melihat ratusan ribu pasukan musuh yang datang, bahkan mereka juga melihat terdapat jagoan yang jumlahnya lebih dari seratus orang.
Mereka semua hanya bisa melihat para pasukan musuh yang mendekat, mereka ingin bergerak maju namun tidak mampu akibat tekanan dari Touli dan Wei Heng. Sedangkan para pendekar yang berada di tingkat langit hampir kehabisan nafas, akibat tidak mampu menahan tekanan dari Tuoli dan Wei Heng.