Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Pedang Dewa Air


__ADS_3

"Ikutlah dengan ku sebentar ada yang ingin aku beritahukan padamu." Kata Feng Ying kepada Ho Chen.


Ho Chen mengangguk walau sebetulnya dia ingin lekas pergi untuk ke desa Hutan Bambu. Jendral Yin Lun menghampiri mereka, kondisi sedikit terluka namun itu bukan luka serius.


"Tu-tuan pendekar semua, saya harap Tuan semua mampir singgah ke istana, Kaisar pasti senang dan menjamu tuan pendekar." Kata Jendral Yin Lun dengan suara gugup.


"Terima kasih jendral, kami masih memiliki urusan lain, sampaikan saja salam dari kami, sekaligus ketiga saudara ku yang datang dari kekaisaran Ming ini." Kata Feng Ying.


"Kekaisaran Ming, jadi tuan-tuan ini dari kekaisaran Ming?." Jendral Yin Lun dan jendral lainnya ter kejut begitu mengetahui nya, termasuk Kang Jian dan Qian Shin.


"Pantas jika kekaisaran Ming mejadi kekaisaran nomer 1 di dunia, pendekar yang dimiliki nya saja sebanyak ini!." Kata Qian Shin.


Su Hui tersenyum mendengarnya lalu berkata. "Di kekaisaran kami ada Lima orang yang memiliki kekuatan Alam Dewa, dua orang tidak datang ke sini karena menjaga keamanan di sana! Namun dalam waktu dekat ini sepertinya wilayah kekaisaran mu ini akan menjadi kekaisaran terkuat berikutnya." Kata Su Hui dan melirik Ho Chen yang sejak tadi hanya diam mendengarkan obrolan mereka


"Anda ini bisa saja! Bagaimana mungkin kekaisaran kami bisa menyusul kekaisaran Ming, biarpun bisa! Mungkin butuh waktu ratusan tahun lagi baru bisa terwujud." Ucap Jendral Shing.


"Kami pergi dulu!." Kata Feng Ying yang tidak mau berbasa-basi lagi.


"Sekali lagi atas nama kekaisaran, saya ucapkan terima kasih banyak." Kata para jendral membungkuk kepada Feng Ying dan lainnya.


Feng Ying mengangguk kemudian membawa Ho Chen dan ketiga lainnya menghilang dari tempat itu menggunakan ilmu Ruang Waktu nya.


Sebenarnya Feng Ying ingin membantu mereka yang terluka, namun ketika para jendral mengajaknya ke Istana, Feng Ying membatalkan niatnya dan memilih pergi.


Feng Ying dan lainnya muncul kembali di salah satu atap bangunan warga kemudian mengajak mereka berempat untuk membicarakan sesuatu.


Ho Chen pun melepas kan topeng nya karena selain gurunya tidak ada lagi yang akan mengenalnya.

__ADS_1


"Jadi saudara kecil ini murid yang kau ceritakan itu?." Tanya salah satu dari mereka.


"Benar!." Jawab Feng Ying singkat.


Ho Chen segera maju dan menyapa mereka bertiga. "Hormat kepada para senior, nama Junior adalah Ho Chen." Kata Ho Chen dengan mengepalkan kedua tangan kedepan.


"Nama ku Su Hui, Pendekar Tapak Air." Ucap Su Hui.


"Senang bisa mengenal pemuda sehebat kamu! Nama ku Gwo Jian, aku di juluki pendekar Tongkat perak."


"Kalau namaku Jhin Kwen kau bisa memanggil  ku pendekar Harimau timur." Kata Jhin Kwen.


Ho Chen tersenyum canggung mendengar mereka menyebut nama gelar masing-masing. Kemudian menundukkan badannya menghormati mereka.


"Ho Chen, Nama mu sangat bagus, apalagi kamu masih sangat muda dan sudah memiliki kekuatan yang setara dengan kami, aku tidak bisa membayangkan dalam waktu tiga puluh tahun lagi, akan menjadi sekuat apa kamu nantinya!." Kata Jhin Kwen.


"Saudara Feng, kau sangat beruntung sekali memiliki murid yang sangat hebat, aku pun juga memiliki seorang murid namun tidak sehebat murid mu ini." Kata Gwo Jian.


"Yang di katakan saudara Gwo benar, sangat sulit rasanya mencari murid yang memiliki bakat seperti murid mu, jika pun ada mungkin hanya satu orang saja di setiap kekaisaran." Su Hui menambahkan.


"Terima kasih atas sanjungan kalian, namun bukankah kita akan membahas hal yang lebih penting dari ini?." Kata Feng Ying.


"Ah Aku sampai lupa! benar kita akan membahas masalah para iblis ini, bukankah kau bilang murid mu ini memiliki informasi lengkap tentang mereka ini?." Ucap Su Hui setelah mengingat akan tujuan mereka berkumpul di tempat itu.


"Saudara kecil, bisakah kamu memberikan informasi terkait para iblis itu, kami berencana ingin menyerangnya secara langsung ke markas mereka, namun kami harus mengetahui dulu akan siapa sebenarnya mereka dan sekuat apa mereka itu!." Kata Gwo Jian kepada Ho Chen.


Jangan mereka bahkan Feng Ying juga berencana demikian, namun begitu mengetahui jika jendral iblis bukan hanya jendral Ori dan Jendral Sui saja, dia menunda rencana nya.

__ADS_1


Kedatangan ke tiga pendekar dari kekaisaran Ming juga karena Feng Ying yang meminta, mereka juga menunggu tiga pendekar lainnya dari Kekaisaran dua dari kekaisaran Liu dan satu lagi dari kekaisaran Mu.


Namun mereka juga belum muncul juga, sehingga Feng Ying mencoba mengulur-ulur waktu sekaligus mencari informasi lebih tentang kekuatan mereka.


Ho Chen tidak keberatan memberikan informasi tersebut, dia mulai memberitahukan tentang kekuatan para anggota iblis sekaligus menceritakan tentang raja iblis dari jumlah dan kekuatan mereka  masing-masing.


Ho Chen berharap mereka tidak terlalu gegabah dan mengambil keputusan yang tepat, walau mereka di kenal sebagai pendekar tanpa tanding di dunia ini, namun bagi para raja iblis itu tidak ada artinya, bahkan salah satu Raja iblis saja sudah cukup untuk mengalahkan mereka berempat.


Semuanya hanya bisa menahan nafas setelah mendengarkan cerita dari Ho Chen, walau mereka sebelumnya sudah memperkirakan akan kekuatan raja iblis itu, namun begitu mendengarkan cerita Ho Chen sudah sangat cukup bagi mereka untuk berpikir ulang akan rencana mereka itu.


"Kalau begitu bukan hanya wilayah mu saja yang terancam, namun semua wilayah di dunia ini juga akan terancam." Ucap Jhin Kwen dia yakin walau kekaisaran memiliki Lima pendekar Alam Dewa itu tidak akan cukup untuk bisa bertahan jika harus melawan Raja iblis, belum lagi para jendral iblis yang juga akan membuat mereka kerepotan nantinya.


"Jika dunia ini memang akan di kuasai oleh  para iblis itu, tidak masalah, namun aku akan tetap melawan walau harus kehilangan nyawa, lebih baik mati secara terhormat dari pada harus mati karena menyerah kepada mereka." Su Hui menambahkan.


Feng Ying sendiri kehabisan Kata-Kata dia memang sudah mendengar cerita dari Ming Hao sekaligus memiliki sedikit gambaran tentang Raja iblis, namun yang ia tahu kekuatan para raja iblis masih di segel.


Namun begitu Ho Chen menceritakan tentang Raja iblis biru yang sudah mendapatkan kembali kekuatannya membuat Feng Ying sedikit ragu mengingat dirinya yang pernah kerepotan melawan jendral Ori saat itu.


"Saudara kecil, aku tahu kau akan memikul takdir ini, jadi aku serahkan dan percayakan masalah ini padamu! Kulihat kau memiliki Tehnik Air bukan, jadi terimalah pusaka ini, ini adalah Pedang Dewa Air, jika kau memiliki Tehnik es, pedang ini juga bisa kau gunakan." Kata Su Hui menyerah sebilah pedang yang gagangnya terukir kepala naga berwarna biru Serta dua permata yang menempel di kedua sisi.


Ho Chen ingin menolaknya karena dia sudah memiliki banyak senjata dan satu pusaka yang berasal dari tempat yang sama yaitu pedang lidah api dari kekaisaran Ming yang tidak sengaja ia temukan di Toko Elang Emas kemudia membelinya.


"Aku mohon terimalah, karena hanya kamu yang dapat melawan mereka nantinya, mudah-mudahan pedang ini bisa sedikit membantumu sekaligus aku mempercayakan semuanya padamu." Kata Su Hui dengan sedikit memaksa Ho Chen.


Ho Chen menoleh ke gurunya meminta pendapat nya, dan Feng Ying mengangguk kepada Ho Chen agar muridnya mau mengambil nya.


Ho Chen menerima pedang tersebut, terasa hawa dingin terpancar dari pedang tersebut. Setelah di amati baik-baik pedang tersebut hampir memiliki kwalitas yang sama dengan pedang yang ia berikan kepada Liu Yu Huan.

__ADS_1


"Terima kasih senior, saya akan menjaga dan akan menggunakan pedang ini dengan bijak." Kata Ho Chen dengan canggung.


__ADS_2