
Ratusan siluman Elang tersebut terbang ke satu arah, masing-masing berukuran sebesar manusia dan kekuatan mereka berada di Tingkat Langit.
Tidak hanya siluman Elang saja yang terbang, melainkan banyak siluman lainnya yang juga ikut terbang, siluman gagak dan siluman raja wali juga terlihat terbang bersama, seolah-olah ada yang menggiring mereka ke satu tempat.
"Ketua, jika mereka semua menyerang kita, saya tidak yakin mampu melawannya!." Kata Wen Hua, dia bukan takut menghadapinya namun dengan kekuatan para siluman yang berada di Tingkat langit, sudah pasti anggotanya lah yang banyak menjadi korban.
Qiao Ho tidak menjawab, dia justru ter alihkan oleh sesuatu yang lain. Pandangan nya mengarah ke belakang anggotanya. "Ini bahaya, cepat suruh semua anggota bersiaga...!." Kata Qiao Ho dengan bersuara keras dan di dengar oleh seluruh anggotanya.
Semua anggotanya yang masih mengamati siluman Elang terkejut mendengar suara Qiao Ho yang sangat keras, mereka bingung karena tidak melihat tanda-tanda siluman burung akan menyerang, namun beberapa detik kemudian terdengar suara teriakan hewan dari tempat gelap.
Groaarrr!!!
Suara tersebut mengejutkan mereka dan langsung bersiaga.
"Itu..! Itu siluman Singa..!." Salah satu anggota langsung melihat sosok hewan tersebut, kali ini gerombolan siluman Singa juga muncul dalam jumlah yang sangat banyak.
Melihat siluman Singa yang banyak dan berlari ke arah mereka, mereka semakin waspada dan bersiap bertarung. Namun ada yang janggal, tidak terlihat tanda-tanda dari siluman Singa ingin menyerang, malah sebaliknya, siluman Singa tersebut seperti berlari ketakutan.
"Minggir, beri mereka jalan..!." Wen Hua memberi perintah.
Mereka semua segera menyingkir dan memberi jalan bagi siluman-siluman tersebut untuk lewat.
Benar saja, para siluman Singa berlari melewati mereka tanpa menoleh sedikit pun membuat mereka heran sekaligus bernafas lega.
"Kenapa anda menyuruh kami bersiaga? Tidak satupun dari mereka yang ingin menyerang." Wen Hua yang kebingungan segera bertanya kepada Qiao Ho.
"Bukan itu yang harus di khawatirkan, justru yang ada di belakang mereka yang aku khawatirkan!." Kata Qiao Ho dan pandangannya masih menuju ke arah yang ia maksud.
Wen Hua ikut memandang ke arah tersebut, namun dia tidak melihat siapa-siapa lagi selain para siluman yang masih berlari. Wen Hua segera mengunakan indra nya karena dia sadar yang di lihat Qiao Ho tidak bisa di lihat dengan mata, melainkan merasakan dengan indra nya.
"Ini..!." Wen Hua terkejut begitu berhasil merasakan sesuatu yang ada di belakang kerumunan siluman tersebut.
Para anggota lainnya tidak menyadari akan bahaya yang akan segera tiba dan masih memandangi siluman-siluman yang masih berlarian. Tidak berlangsung lama sebelum mereka juga ikut menyadarinya.
"Ma...mayat hidup...!." Seru salah satu dari mereka setelah menyadari bahwa ada sosok lain yang berjalan di belakang para siluman tersebut.
__ADS_1
Kali ini mayat-mayat tersebut bukan berjalan lurus seperti para siluman tersebut, melainkan mulai mengarah dan berusaha menyerang mereka.
"Semuanya bersiap bentuk formasi pertahanan..!." Teriak Wen Hua, dia melihat begitu banyak mayat-mayat yang datang, bau busuk yang keluar dari tubuh mereka juga menyengat, sehingga banyak sebagian yang tidak bisa berkonsentrasi.
Para gerombolan mayat mulai menyerang sebagian anggota Gunung Es, walau tidak mampu menahan aroma bau yang menyengat, namun mereka tetap berusaha melawan agar tidak mati sia-sia.
Barisan tengah langsung melempar kan anak panah, panah tersebut bukan panah biasa, melainkan panah yang sudah di aliri energi Es.
Andai musuh yang mereka panah adalah pasukan iblis merah, pasti sangat efektif, namun berbeda dengan para mayat-mayat tersebut, tidak satupun panah yang mampu melumpuhkan mereka, setiap anak panah langsung menancap dan menembus tubuh mereka, mulai dari badan sampai kepala, namun tidak satupun yang terlihat tumbang.
"Dari mana asal mayat-mayat ini? Dan siapa yang membangkitkan dan mengendalikan mereka?." Batin Qiao Ho dan memandangi ratusan mayat yang menyerang anggota nya.
Walau cuma ratusan, nyatanya tidak satupun dari mereka yang mati, sehingga seluruh anggota yang bertarung mulai kewalahan meladeni mereka.
"Sial, serangan kita tidak bisa membunuh mereka."
"Bagaimana ini? Jika terus begini kita yang akan mati kehabisan energi."
Mereka mulai terdesak dan mereka pun bergerak mundur. Para pendekar yang berada di Tingkat Langit segera maju setelah melihat barisan depan yang mulai terdesak.
"Barisan dua maju...!." Teriak pendekar yang paling depan dan langsung bergerak maju dan di ikuti oleh ratusan pendekar lainnya.
Kali ini pertarungan berbeda, karena yang maju adalah pendekar Tingkat Langit, jadi serangan mereka kebanyakan menggunakan perubahan energi.
"Tebasan membelah laut."
Pendekar paling depan lansung melepaskan tebasan lurus, energi tebasan berwarna biru lansung mengenai beberapa mayat di depannya, tubuh beberapa mayat yang terkena tebasan langsung terbelah menjadi dua kemudian membeku dan jatuh setelah itu hancur menjadi serpihan es kecil.
Melihat mayat yang sudah tidak bergerak setelah terkena serangan tersebut, yang lain segera mengikutinya dan mengunakan masing-masing Tehnik mereka.
Sembilan jagoan termasuk Qiao Ho dan Wen Hua tidak langsung ikut maju menyerang, mereka masih mengamati jalan nya pertarungan, jika para pendekar yang berada di Tingkat Langit memang tidak mampu melawan, maka mereka baru akan ikut turun tangan.
Melihat serangan mereka yang berhasil melenyapkan para kumpulan mayat tersebut, mereka mulai merasa lega, setidaknya mereka mampu mengatasinya.
"Jangan senang dulu, sepertinya ini masih awalnya saja." Perkataan Qiao Ho membuat mereka menelan ludah, mereka yang baru beristirahat dan memulihkan energi pun mulai merasa putus asa. Dengan gerombolan ratusan mayat saja sudah begitu menyusahkan, jika ada yang lebih kuat lagi, jelas mereka tidak bisa membayangkan bagaimana akhir pertempuran malam ini.
__ADS_1
Para pendekar barisan kedua yang mulai berada di atas angin segera menyadari sesuatu.
"Semuanya bentuk perisai energi..!." Kata salah seorang.
Mereka tidak banyak bertanya dan segera membuat perisai energi yang membentuk dinding Es. Tidak lama terlihat dari jauh bola cahaya biru datang dan menghantam perisai tersebut sehingga kedua energi berbenturan dengan sangat keras.
Jdaaaar!!!
Walau energi biru tersebut tidak mampu menembus perisai, namun retakan besar di dinding Es terlihat sangat jelas.
Belum sempat mereka berpikir untuk memperkuat dinding tersebut, bola cahaya biru kembali melesat ke arah mereka. Kali ini bukan satu bola biru saja, melainkan lebih dari 20 bola energi bercahaya biru yang melesat secara bersamaan.
"Kita tidak akan mampu menahannya..!."
Baru saja mereka berpikir bahwa mereka tidak akan mampu bertahan, tiba-tiba Qiao Ho dan Wen Hua di temani ke tujuh jagoan lainnya sudah berada di depan dan berdiri di luar dinding.
Mereka ber sembilan mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah bola energi yang datang.
"Tehnik Es - Es Abadi."
Seketika suhu di sekitar menjadi dingin dan kemudian mulai membeku, di depan mereka muncul tembok Es yang lebih besar dan sangat tebal, di depannya ada ukiran telapak tangan raksasa yang menghadap ke arah energi bola tersebut.
Jdeaaaaarr!!!
Ledakan lebih besar dan beruntun segera terjadi setelah bola energi tersebut membentur dinding Es yang di buat oleh ke sembilan jagoan.
Tidak ada retakan sedikit pun pada dinding tersebut, sehingga para pendekar yang ada di belakang mereka bernafas lega.
"Bagus-bagus, ternyata kalian memiliki kekuatan yang besar juga..!."
Tiba-tiba muncul sosok yang melayang di udara sekaligus berbicara kepada seluruh anggota sekte Gunung Es.
Qiao Ho dan semuanya segera menoleh ke atas dan menemukan sosok mahluk memiliki dua tanduk yang sedang melayang di udara, tatapan nya sangat lah menakutkan, karena kedua bola matanya hitam dan bukan merah seperti yang mereka ketahui.
Mengukur kekuatan sosok tersebut yang bisa melayang dan juga berbicara, maka Qiao Ho langsung bisa mengenalinya.
__ADS_1
"Jendral iblis lainnya? berapa banyak lagi jendral iblis yang ada di dunia ini?." Batin Qiao Ho dia tidak habis pikir jika masih ada jendral lain lagi yang memiliki wujud seperti itu.