Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Merebut Cincin


__ADS_3

"Siapa kamu? Berani-beraninya kamu berbicara seperti itu kepada Kami!." Seru salah satu dari mereka.


Sosok pria bertopeng tersebut adalah Ho Chen, yang saat ini hatinya sedang buruk, itu semua di sebabkan pemandangan yang ia lihat ketika masih berada di atas.


Yang Ho Chen lihat pertama kali tiba adalah para mayat penduduk desa yang bergelimpangan di jalan-jalan, dan juga hampir seluruh bangunan terbakar.


"Kalian tidak perlu tahu akan siapa diriku, yang perlu kalian ketahui, kedatangan ku ke sini untuk membunuhnya!." Ho Chen menunjuk ke arah Shuo Zie yang masih berada di atas kuda dan berkumpul dengan Lima jagoan.


Semuanya menoleh ke arah Shuo Zie termasuk Kelima jagoan tersebut dan kemudian tertawa keras, menurut mereka pria bertopeng tersebut sudah gila.


"Sudahlah, cepat habis saja mereka sekaligus dengan orang gila itu!." Perintah Shuo Zie dan tidak memperdulikan Ho Chen.


"Tehnik Bumi - Kurungan Bumi."


Ho Chen menghentakkan telapak tangganya ke tanah, setelah itu tanah di tempat ke sembilan pendekar berada terangkat dan membentuk kurungan tanah yang cukup tebal, namun ada beberapa lubang sebesar kepalan tangan agar orang di dalam kurungan tersebut bisa bernafas.


Ho Chen melakukan itu karena ingin melindungi kesembilan pendekar tersebut agar tidak terbunuh, begitu juga dengan kesembilan pendekar tersebut mengerti akan maksud Ho Chen.


Namun mereka sedikit khawatir, karena Ho Chen akan bertarung seorang diri menghadapi mereka semua, belum lagi ada Lima jagoan di antara mereka.


"Lawan kalian adalah aku!." Kata Ho Chen setelah selesai membuat kurungan tersebut.


Salah satu jagoan tertawa keras kalu berbicara. "Boleh juga kamu, namun apa kamu sadar jika perbuatan mu bisa membunuh mereka." Kata jagoan tersebut lalu dari telapak tangannya mengekuarkan api.


"Apa kamu berniat membakar mereka? Jika kamu yakin bisa, kenapa tidak mencobanya!." Kata Ho Chen.


"Kau terlalu percaya diri, baik! Aku akan membakar mereka dan akan menjadikan mereka daging panggang." Kata jagoan tersebut.


"Tehnik Api Bumi - Kobaran Bunga Api."


Api di telapak tangan jagoan tersebut membesar kemudian di semburkan ke arah kurungan tersebut.


Kesembilan pendekar memejamkan mata, mereka yakin mereka akan segera menjadi daging panggang melihat semburan api besar dan juga panas tersebut.


Api tersebut segera membungkus dan membakar kurungan tanah dengan sangat besar. Melihat warna tanah yang sudah menjadi merah menyala, mereka yakin kesembilan pendekar yang berada di dalam sudah matang, kemudian mereka tertawa keras.

__ADS_1


Para pendekar yang berada di dalam juga yakin mereka akan mati, namun setelah kobaran api tersebut berhenti, mereka sama sekali tidak merasakan panas nya api tersebut, melainkan sangat dingin, sehingga membuat tubuh mereka sedikit menggigil.


Setelah api padam dan meraka masih tertawa, tiba-tiba saja mereka tersedat nafasnya sendiri setelah mendengar suara para pendekar dari dalam kurungan tersebut.


"Kenapa mereka masih hidup?."


Mereka semua keheranan, termasuk jagoan tersebut, dia tidak percaya bahwa apinya tidak mampu membakar orang yang ada di dalam nya.


Sebenarnya api itu cukup untuk membuat mereka yang ada di dalam menjadi daging panggang, namun Ho Chen mengirimkan Energi es nya lewat bawah tanah yang ia lubangi dengan tehnik buminya.


"Sebelum aku kesini, aku sudah berjanji akan melenyapkan kalian semua, termasuk pemimpin kalian Shuo Jie." Kata Ho Chen.


"Beraninya kau menyebut nama paman ku, cepat habis bedebah itu!." Perintah Shuo Zie yang sudah merasa geram kepada Ho Chen.


Mereka semua langsung menyerang Ho Chen secara bersamaan, kecuali Shuo Zie dan kelima jagoan nya.


"Tehnik Angin - Seribu Pisau Angin."


Ho Chen memutar tangannya di depannya dan kemudian muncul energi berbentuk pisau kecil yang sangat banyak dan sekali kibasan tangan, energi pisau angin yang sangat banyak melesat menyerang mereka semua.


Melihat mereka semua mulai sibuk menangkis energi yang datang, Ho Chen tidak melewatkan kesempatan tersebut kemudian ingin kembali menyerang mereka.


"Ijinkan aku ikut membantu." Niu berbicara kepada Ho Chen dari balik bajunya.


"Baiklah jika kamu mau membantu, tapi ingat! Jangan biarkan mereka selamat walau satu orang pun, pastikan mereka semua mati!." Kata Ho Chen.


"Kau kejam sekali, tapi aku suka itu!." Kata Niu sambil tertawa kecil.


Niu segera turun dan melompat ke tanah, setelah menginjakkan kaki ke tanah! Tubuh Niu mulai membesar hingga setinggi Lima meter dengan tertawa keras.


Kemunculan Niu berhasil mengejutkan mereka semua, bukan hanya para musuh, melainkan ke sembilan pendekar yang berada di dalam kurungan juga ikut terkejut.


"Ilusi..! Tidak itu siluman pohon..! Tidak mungkin ini sihir..!." Para jagoan saling menebak setelah melihat Niu.


"Kalian sudah membuat tuan ku marah, jadi jangan harap kalian bisa pulang hidup-hidup dari sini." Ucap Niu dengan suara yang sangat besar.

__ADS_1


Niu mengeluarkan akar dari kakinya dan kemudia menjalar ke berbagai penjuru dan melilit para anggota Ular Hijau.


Mereka berusaha menghindar dengan cara melompat, namun Akar-akar tersebut justru lebih cepat dari gerakan mereka dan menangkap mereka semua tanpa masalah.


Setelah berhasil melilit mereka semua, akar-akar tersebut mulai meremas tubuh mereka dengan lilitannya. Mereka semua berteriak keras karena rasa sakit dari remasan akar tersebut, tidak lama terdengar suara retakan tulang yang patah, dan mereka semua diam tidak bersuara setelah tulang-tulang mereka semua remuk. Ratusan pendekar Tingkat Langit dan Tingkat Bumi tewas dengan mata terbuka, dan itu terjadi begitu cepat.


Shuo Zie melihat kejadian tersebut hanya bisa menelan ludah ketika semua anggota nya yang ia bawa tewas begitu saja di lilitan akar pohon, kini hanya tersisa Shuo Zie dan kelima jagoan nya.


"Sekarang Giliran kalian!." Ucap Ho Chen dengan memandangi mereka ber enam.


Kelima jagoan sedikit ragu setelah melihat kekuatan Niu yang mampu membunuh ratusan pendekar. "Bagaimana ini, apa kita akan menyerang nya?." Tanya salah satu dari mereka.


"Tidak ada pilihan lain, aku yakin pendekar bertopeng itu tidak akan membiarkan kita pergi begitu saja, jadi kita harus melawannya dengan kekuatan penuh." Ucapnya sambil menatap Ho Chen yang berjalan mendekati kurungan tanah.


"Kita mungkin bisa mengalahkannya, namun aku tidak yakin bisa mengalahkan siluman pohon itu!." Ucapnya sambil menunjuk ke arah pohon.


"Bukankah pohon sangat rentan terhadap api, jadi biar aku saja yang mengurusnya, aku akan membuat nya menjadi kayu bakar."


"Benar sekali, kau sibukkan dia, dan biar kami berempat yang akan membunuh pendekar bertopeng itu."


Mereka terus mengatur rencana, sedangkan Ho Chen membuka kurungan tanah tersebut. "Niu sembuh kan mereka!." Perintah Ho Chen.


Akar yang berada di dekat Ho Chen memanjang dan menyentuh tubuh mereka semua, dan seketika itu juga, luka-luka di tubuh mereka menghilang dan energi mereka pun juga pulih. "Terima kasih! Terima kasih pendekar..!." Kata mereka.


"Kalian istirahat saja dulu! Biar aku yang menangani mereka." Kata Ho Chen.


Mereka mengangguk dan tidak ada yang berani membantah atau pun melarang Ho Chen. "Niu, tolong jaga mereka dan pastikan mereka aman." Kata Ho Chen.


Niu sedikit kesal lalu berkata. "Aku masih belum puas bermain-main, jadi biarkan aku bermain dulu dengan mereka." Kata Niu.


"Tidak, mereka adalah bagian ku!." Kata Ho Chen lalu berjalan ke arah Shuo Zie dan kelima jagoannya.


Shuo Zie mengamati Ho Chen dari atas sampai bawah dan kemudian pandangannya jatuh ke cincin yang di gunakannya. "Itu..! Kenapa cincin itu ada pada mu, bukan kah seharusnya cincin itu milik kepala desa ini?." Kata Shuo Zie sambil menunjuk cincin yang di gunakan Ho Chen.


Ho Chen menghentikan langkahnya dan melihat cincin yang ia kenakan. "Benar, aku di beri cincin ini oleh Tuan Lho!." Kata Ho Chen kemudian kembali menatap mereka.

__ADS_1


"Aku tidak mau tahu, cepat kalian rebut cincin itu darinya, gunakan segala cara yang kalian bisa!." Kata Shuo Zie.


__ADS_2