Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kembalinya Sang Pendekar Dewa Muda


__ADS_3

***


Musnahnya ratusan ribu pasukan dan sekutu iblis mulai tersebar luas, sekte Gunung Es berhasil selamat dari kehancuran adalah sebuah keajaiban.


Beberapa sekte aliansi yang baru tiba di sekte Gunung Es terkejut setelah melihat bekas pertempuran disana, ditambah kekuatan sekte Gunung Es sama sekali tidak berkurang.


Ho Chen yang dikabarkan mati bahkan menghilang kini menjadi sorotan seluruh sekte, bahkan namanya kembali menggemparkan seluruh wiilyah kekaisaran Yun akibat kemunculannya diberbagai sekte dan aksinya di sekte Gunung Es.


Semua sekte yang sudah merasa putus asa kini memiliki kembali semangat mereka untuk terus berjuang, dengan adanya Ho Chen bukan tidak mungkin mereka akan memperoleh kemenangan dan membebaskan wilayah mereka dari jajahan kaum iblis.


Kabar kemunculan Ho Chen begitu cepat tersebar, bahkan sampai ketelinga Kaisar. Namun bukan hanya kemunculan Ho Chen di Gunung Es, melainkan Ho Chen muncul secara bersamaan diberbagai sekte membuat Kaisar Hong bingung, akan tetapi bayangan Ho Chen tidak ada disana.


"Kenapa dia berada di mana-mana? Apa dia benar-benar Chen'er, atau para pasukan iblis yang menyamar menjadi Chen'er?"


Kaisar Hong memijat kepalanya, dia merasa pusing mendengar laporan yang ia dengar, menurutnya itu aneh, satu orang bisa muncul di diberbagai tempat yang berbeda di waktu yang bersamaan, itu diluar nalar pikirannya.


Bahkan Sang Legenda sekalipun tidak akan mampu melakukan apa yang Ho Chen lakukan membuat Kaisar berasumsi bahwa kemungkinan itu ulah beberapa pasukan iblis yang menyamar.


"Menurut saya tidak yang mulia, menurut cerita yang saya dengar di Gunung Es, Pendekar ini bisa membuat tubuh yang sama seperti ilusi namun nyata, mereka mengatakan jika itu disebut Tehnik bayangan" kata Jendral Yin Lun, dia juga sempat tiba di Gunung Es, namun terlambat karena pertempuran sudah selesai.


Jendral Yin Lun mendapatkan informasi tersebut dari para murid sekte Gunung Es, setelah mengetahui jika itu adalah Ho Chen, Jendral Yin Lun tidak mau berlama-lama berada disana, dia ingin secepatnya menyampaikan kabar kemunculan Ho Chen kepada Kaisar.


"Apa kamu sudah melihatnya?" tanya Kaisar.


"Saya hanya menemui ketua Ho saja dan tidak keberadaan Pendekar Dewa Muda, saya sudah bertanya kepada ketua Ho namun dia bilang jika Pendekar Dewa Muda sedang beristirahat di kamarnya," kata Yin Lun.


"Sudah sangat lama sekali aku tidak melihatnya, mungkin dia sudah menjadi pria yang tampan dan juga gagah!" kata Kaisar Hong sambil tertawa kecil.


"Yang Mulia, bagaimana dengan Tuan Putri? Apa dia juga sudah mengetahuinya?" tanya Yin Lun, dia ingin tahu seperti apa reaksi Yihua setelah mengetahui jika Ho Chen sudah muncul kembali.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, lagi pula kabar ini terlalu besar untuk ditutupi darinya, cepat atau lambat dia pasti akan mengetahuinya juga," Kaisar tidak bermaksud menyembunyikan kemunculan Ho Chen kepada putrinya.


"Aku harap dengan kembalinya Sang Pendekar Dewa Muda akan bisa membuat kekaisaran kita menjadi damai dan menjadi kekaisaran terkuat setelah kekaisaran Ming," kata Yin Lun.


"Bagaimana dengan pasukan kita di perbatasan pantai utara, apakah kapal-kapal prajurit kekaisaran Mu masih bertahan disana?" Kaisar teringat dengan perbatasan yang saat ini masih kepung oleh pasukan kekaisaran Mu.


"Saya masih belum dapat informasi dari Jendral Shing," kata Yin Lun.


"Jika masalah pasukan iblis ini bisa selesai, aku akan menyerang kekaisaran Mu, mereka ini benar-benar sangat membuat kepalaku pusing!" gerutu Kaisar Hong, dia lebih baik berurusan dengan pasukan kekaisaran Mu dari pada pasukan iblis, namun pasukan iblis ini membuatnya tidak bisa fokus dalam menjalankan tugasnya sebagai kaisar.


"Sekarang saya hanya bisa berharap banyak kepada Pendekar Dewa Muda, semoga dia bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya!" kata Yin Lun, menurutnya hanya Ho Chen yang bisa menyelesaikan masalah pasukan iblis dan bukan pendekar lain.


***


"Apa kamu yakin ingin pergi ke istana?" tanya Qiao Ho kepada Qiao Lin.


"Aku yakin, lagi pula aku tidak sendirian kesana," jawab Qiao Lin


Namun Ho Chen tahu semua tak se sederhana yang dipikirkan. Dia masih berpikir keras akan apa yang harus dia sampaikan kepada Yihua nantinya.


Saat ini di hatinya hanya ada satu orang gadis saja dan tidak berniat mengisi dengan dua orang gadis.


"Kenapa aku selalu dibuat pusing saat berurusan dengan hal yang seperti ini!" Ho Chen memijati keningnya.


Ho Chen memang pendekar terkuat dari semua pendekar yang ada. namun memiliki kekuatan yang besar nyatanya tidak berguna ketika dirinya dihadapkan dengan masalah seperti ini.


Biasanya jika ada masalah seperti ini Ming Hao akan ikut berbicara, namun kali ini tidak ada satupun yang bersuara dari mereka semua.


"Kamu kenapa?" tanya Qiao Lin.

__ADS_1


"Em, tidak, aku tidak apa-apa!" jawab Ho Chen dengan memasang senyum hangat.


Qiao Lin memegang tangan Ho Chen dengan lembut lalu berkata. "Apa kamu masih ragu?" tanya Qiao Lin.


Ho Chen juga menggenggam tangan Qiao Lin lebih erat, seakan-akan tidak ingin melepaskannya lagi. "Lin'er maaf, aku tidak bisa memenuhi keinginanmu untuk memilihnya," kata Ho Chen dengan suara lembut namun genggaman tangganya semakin erat.


Qiao Lin hanya menatap Ho Chen dengan hati terpana, dia tidak menduga jika hati Ho Chen begitu kokoh, bahkan tidak goyah ketika dirinya meminta untuk memilih Yihua.


Qiao Lin melepaskan tangannya kemudian berbalik sambil berkata. "Jika kamu tetap memilih diriku, pastikan kamu tidak akan menyakiti perasaannya!" kata Qiao Lin kemudian melangkah pergi.


Ho Chen hanya terdiam, dia sendiri juga masih berusaha mencari cara agar bisa menyampaikan kepada Yihua tanpa harus menyakiti perasaannya.


Ho Chen pergi menyusul Qiao Lin kedepan sekte, disana sudah ada Qiao Ho dan Qiao Jin yang sedang menunggu.


"Chen'er, aku percayakan keselamatan Lin'er padamu, semoga urusan kalian lekas selesai, dan kami akan menunggu kabar dari kalian berdua," kata Qiao Ho.


Tanpa Ho Chen sadari, perkataan Qiao Ho mengandung arti berbeda, bisa dibilang dia menyerahkan Qiao Lin kepada Ho Chen. Qiao Ho berharap Ho Chen dan Qiao Lin benar-benar bisa menjadi pasangan hidup selamanya.


Qiao Lin hanya terdiam dia tidak berkata sepatah katapun kepada Qiao Ho maupun Qiao Jin, sedangkan Ho Chen segera berpamitan kepada mereka berdua.


"Kami pergi dulu, saya harap kalian jangan bertindak gegabah sebelum saya kembali kesini!" kata Ho Chen kemudian memegang tangan Qiao Lin dan mereka berdua menghilang dari pandangan Qiao Ho dan juga Qiao Jin.


"Aku akan mendengarkan nasehatmu dan akan menunggu kedatangan kalian kembali," kata Qiao Ho setelah Ho Chen dan Qiao Lin sudah menghilang.


Feng Ying muncul setelah kepergian Ho Chen, dan berada di hadapan Qiao Ho dan Qiao Jin. "Sesepuh Feng, Chen'er baru saja pergi dengan Lin'er ke istana," kata Qiao Jin.


"Biarkan saja, lagi pula dia sudah cukup dewasa untuk menyelesaikan permasalahan mereka itu," kata Feng Ying.


Anggota sekte Pedang Mata Dewa dan sekte Bukit Halilintar sudah diantarkan oleh Feng Ying ketempat masing-masing dan meminta mereka untuk membuat perisai pelindung energi, bahkan meminta sekte yang lain untuk melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Alasannya Feng Ying meminta semua sekte membuat perisai pelindung energi, kerena tidak lama lagi Ho Chen akan segera pergi ke markas para iblis setelah urusannya selesai.


Feng Ying yakin, jika sampai pertarungan Ho Chen terjadi dengan orang yang menjadi wadah kekuatan Raja iblis, pasti berdampak besar, sehingga meminta semua pendekar baik dari sekte maupun pendekar yang ada di desa dan kota-kota untuk bersiap-siap terhadap dampak dari pertempuran yang mungkin akan sangat mengerikan.


__ADS_2