
Kesepuluh pendekar dari kekaisaran Mu sudah jauh dari rumah makan tersebut, mereka berjalan sambil menggerutu karena tidak berhasil mengerjai Ho Chen yang mereka dengar jika dia berasal dari kekaisaran Yun.
Mereka menduga kemungkinan Ho Chen datang untuk mengikuti Sayembara pertandingan tersebut.
"Kakak, kita beritahu pangeran tentang masalah ini, jika dia benar-benar mengikuti pertandingan ini, pastikan dia tidak boleh menang, jika bisa bunuh saja dia sekalian!."
"Benar, mari kita laporkan ke pangeran!."
Mereka bergegas pergi ke sebuah penginapan yang lumayan besar dan masuk menemui pangeran untuk melaporkan keberadaan pendekar dari kekaisaran Yun.
"Pendekar Sun, dari mana saja kamu?." Seorang pria berumur 27 tahun berbicara kepada salah satu dari sepuluh orang tersebut.
"Maafkan pangeran, tadi kami sedang pergi keluar, dan pangeran tahu apa yang kami temukan?."
"Memangnya apa yang sudah kalian temukan?." Tanya pangeran tersebut penasaran.
"Kami menemukan satu pendekar yang berasal dari kekaisaran Yun!." Kata Pendekar Sun.
Pangeran tersebut sedikit ter kejut kemudian bertanya. "Apa kalian yakin, apakah dia cuma sendirian saja?." Tanya nya.
"Sangat yakin pangeran, seyakin-yakin nya. Namun saat ini, dia bersama Tuan Muda Tiao Ji."
"Tiao Ji..? Apa Tiao Ji dan pendekar itu juga akan ikut pertandingan ini?." Tanya Pangeran tersebut.
"Mungkin saja, aku masih belum tau pasti, namun jika memang benar, ini akan menjadi kesempatan untuk membunuh nya, agar kekaisaran Yun menjadi malu karena perwakilan mereka sudah di kalahkan." Kata Pendekar Sun sambil tertawa keras.
Nama pangeran tersebut adalah Pangeran Xiu Hei Kong, pangeran dari kekaisaran Mu, dan anak pertama dari Kaisar Xiu Tao Xang.
Mereka mulai mengatur rencana persiapan pertandingan untuk mereka sendiri, sekaligus mengatur siasat agar bisa berhadapan dengan pendekar dari kekaisaran Yun.
***
Semenjak sudah mencapai puncak Kekuatan Dewa, kini Ho Chen hanya bisa meditasi dan menyerap energi dari Alam Batin nya. Dia sudah tidak membutuhkan penjagaan ketika dirinya sedang memasuki Alam Batin, cukup dengan membuat satu bayangan untuk menjaganya, maka dia sudah bisa meditasi dengan aman.
Sebenarnya Ho Chen ingin lekas kembali ke wilayahnya sendiri, namun dia mengurungkan niatnya karena ingin melihat wilayah kekaisaran Liu lebih jauh lagi.
Menurut Ho Chen, kota yang saat ini dia tinggal sama besar dengan kota Anming. Walau sedikit berbeda.
__ADS_1
Selama ini dia tidak pernah keluar dari wilayah kekaisaran Yun, sehingga ini suatu kesempatan baginya untuk bisa mengetahui situasi di Dunia nya sendiri. Karena menurut Ho Chen ke empat kekaisaran yang berdiri masih termasuk dalam dunianya.
Kini sudah tiba waktunya untuk pergi menyaksikan pertandingan. Ho Chen berangkat bersama Tiao Ji ke pintu masuk aula pertandingan.
Setelah sampai di dalam, ternyata sudah banyak orang yang hadir di sana, namun kebanyakan dari mereka hanya ingin menonton saja.
Kursi untuk para penonton berbaris mengelilingi arena pertandingan, semakin kebelakang, maka tempat duduknya semakin tinggi, semua itu di buat agar penonton yang berada di kursi paling belakang juga bisa melihat dengan sangat jelas.
Di depan pintu masuk istana, ada barisan bendera berwarna biru dengan gambar enam Bintang. Sedangkan di tengah-tengah ada kursi megah menghadap ke arena.
Banyak prajurit bersenjata lengkap berjaga mulai dari pintu masuk, pinggir arena, di belakang kursi penonton, di samping kiri dan kanan depan kursi Megah tempat duduk Sang Kaisar.
Setelah melihat ke sekelilingnya, Ho Chen menatap ke atas langit sesaat kemudian tersenyum lebar dan kembali menatap arena kosong di hadapannya.
"Yang Mulia sudah tiba..!." Salah seorang penjaga pintu masuk istana berseru keras, kemudian terdengar suara bunyi Gong.
Seorang pria paruh baya memakai baju mewah yang di buat dengan benang khusus sekaligus memakai mahkota datang dengan dua orang perempuan, satu wanita paruh baya dengan gaun berkilauan, dan Satu wanita muda cantik berumur 23 tahun memakai gaun berwarna merah muda.
Semua orang berdiri dan memberi hormat kepada Kaisar Cao yang baru tiba, setelah Kaisar dan permaisuri sekaligus putrinya duduk, semua orang kembali ikut duduk.
"Para hadirin dan peserta yang akan ikut pertandingan! Hari ini sayembara pertandingan mencari pasangan untuk Tuan Putri, akan segera dimulai.
Untuk perwakilan dari berbagai kekaisaran, saya Jendral Feng Bhao akan memberikan penjelasan aturan pertandingan yang akan di mulai sesaat lagi." Jendral Feng Bhao membuka gulungan kertas kemudian membacakan aturan pertandingan.
"Aturan pertandingan! Para peserta tidak di larang untuk mengunakan berbagai senjata apapun.
Jika selama pertandingan lawan menyatakan untuk menyerah, maka lawan tandingnya yang akan menjadi pemenangnya, jika salah satu peserta jatuh atau keluar dari arena maka akan di anggap gugur.
Dan yang terkahir di larang membunuh lawan, baik di sengaja maupun tidak di sengaja. Jika sampai melanggar aturan tersebut, maka akan diskualifikasi.
Demikian aturan yang telah di tetapkan oleh Yang Mulia Kaisar Cao!." Jendral tersebut menutup penjelasannya.
Kaisar Cao bangkit dari tempat duduk nya dan berbicara pelan namun bisa di dengar ke seluruh penjuru arena.
"Para hadirin dan semua perwakilan dari tiga kekaisaran yang hadir pada hari ini! Saya Kaisar Cao ingin mengucapkan terima kasih karena kalian bersedia hadir memenuhi undangan saya ini." Kaisar Cao maju kedepan kemudian memandang semua para hadirin yang hadir kemudian kembali berbicara.
"Saya harap kalian bersaing dan bertarung secara adil dan juga jujur, dan siapapun nantinya yang akan keluar menjadi pemenang, maka dia berhak menikahi putri saya ini." Kata Kaisar Cao sambil menoleh ke putri nya yang duduk menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Sekarang aku persilakan kepada Jendral Lin Shang untuk menjadi wasit!." Kata Kaisar Cao kemudian duduk kembali di kursi nya.
Jendral Lin Shang membungkukkan badan kemudian melompat ke tengah arena pertandingan lalu berkata. "Saya Jendral Lin Shang akan menyebutkan semua peserta yang akan ikut bertanding.
Peserta yang akan ikut bertanding ada sepuluh orang.
Yang pertama. Tuan Muda Pao Zian, dari kekaisaran Liu.
Tuan Muda Shin Hai, dari kekaisaran Liu.
Tuan Muda Hang Kwe, dari kekaisaran Liu.
Tuan Muda Yang Gang, dari kekaisaran Liu.
Tuan Muda Hiao Lao, dari kekaisaran Ming.
Tuan Muda Tiao Ji, dari kekaisaran Ming.
Pangeran Ming Shai, dari kekaisaran Ming."
Ho Chen mendengarkan semua nama-nama yang di sebut oleh jendral Lin Shang dengan berdecak kagum, karena semua yang di sebut namanya adalah para Pangeran dan para anak bangsawan, mereka semua memiliki latar belakang yang sangat berpengaruh di wilayah mereka masing-masing.
"Pangeran Xiu Hei Kong, dari kekaisaran Mu.
Tuan Muda Ying Kai, dari kekaisaran Mu.
Ho Chen, dari kekaisaran Yun."
"Hah..!? Kenapa namaku juga di sebut..? Siapa yang memasukkan namaku..?." Ho Chen melotot ketika namanya ternyata juga ada di daftar peserta, padahal dia tidak merasa mendaftar atau mengajukan dirinya untuk ikut dalam pertandingan.
"Saudara Chen, maaf jika saudara Chen terkejut! Sebenarnya saya lah yang mendaftarkan saudara Chen untuk ikut serta dalam pertandingan ini!." Kata Pangeran Tiao Ji setelah nama Ho Chen di sebut.
"Kau...!." Ho Chen sampai kehabisan kata-kata, dia sama sekali tidak tertarik dengan pertandingan ini namun berikutnya kata-kata Tiao Ji mengejutkannya.
"Saya tahu saudara Chen tidak setuju, namun seluruh kekaisaran sudah mengirimkan perwakilan mereka masing-masing kecuali perwakilan dari kekaisaran Yun.
Karena sangat kebetulan sekali saudara Chen berada di sini sehinggga bisa menjadi perwakilan kekaisaran Yun, jadi saudara Chen jangan menolak, atau nama kekaisaran Yun akan lebih buruk di mata orang yang berasal dari kekaisaran Mu itu!." Kata Tiao Ji menunjuk ke arah pangeran Xiu Hei Kong dan sepuluh pendekar yang berada di sampingnya.
__ADS_1