Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Sumber kekuatan


__ADS_3

Qiao Jin hanya terdiam tidak menghiraukan perkataan Ziu Huan, sedangkan senyum Qiao Ho semakin melebar.


"Sebaiknya kita tidak perlu mengganggu mereka!" ucap Feng Ying.


Kang Jian, Liu Yin, dan Jian Heeng saling berpandangan. Kang Jian sampai menghela nafas pelan, sepertinya keputusannya menjodohkan Liu Wei dengan Kang Yelu adalah keputusan yang tepat.


"Baiklah kita masuk kedalam dulu!" kata Qiao Ho mengajak mereka semua untuk masuk kedalam.


Namun belum sempat mereka melangkah tiba-tiba mereka dikejutkan dengan sesuatu.


Jdarrr!!!"


Sebuah energi bola api hitam jatuh tepat di depan pintu gerbang, bahkan separuh pintu hancur, dan beberapa murid Gunung Es tewas karena ledakan tersebut.


"Musuh datang...!" teriak salah satu murid sambil menunjuk keudara.


Mereka semua menatap langit yang semakin lama semakin dipenuhi para siluman burung, lebih tepatnya mayat siluman burung. ada sekitar 7 jendral iblis yang juga melayang diantara para mayat siluman burung tersebut, merekalah yang melemparkan energi api hitam yang mampu membakar bongkahan es di pintu gerbang.


"Banyak sekali mereka!" kata Xiu Huan melihat pasukan mayat siluman burung yang jumlahnya ratusan.


"Musuh dari bawah juga datang..!" seru salah satu murid pemanah.


Kali ini mereka melihat ratusan ribu mayat dari siluman dan juga manusia bergerak maju menuju ke pintu gerbang yang sudah hancur.


Tidak sampai disitu, terlihat dibelakang para pasukan mayat, masih ada pasukan sekutu yang jumlahnya juga tidak kalah banyak, bahkan pasukan iblis juga terlihat diakhir barisan paling belakang.


Qiao Ho begitu murka, matanya terlihat memerah setelah melihat Wei Heng yang sedang melayang di udara dengan tersenyum mengejek.


Wei Heng sudah tidak takut lagi kepada Feng Ying, karena dipihaknya ada tujuh jendral iblis yang akan melindunginya.


Kang Jian mengajak semua anggotanya untuk maju dan menyerang musuh yang berada dibarisan depan, Xiu Huan juga mengikuti rombongan Kang Jian


"Kelompok pertahanan, bentuk formasi pertahanan!" Qiao Jin memberi perintah agar kelompoknya membentuk formasi.


Kelompok yang dipimpin oleh Qiao Jin membuat barisan didepan pintu masuk sehingga jalan pintu tertutup oleh mereka.

__ADS_1


Jian Heeng bersama anggotanya berbaris lurus kebelakang menjadi empat barisan. Yang berdiri dibarisan depan mengarahkan tampaknya kepada pasukan mayat yang berada di depannya, sedangkan yang lain menyalurkan energi dari belakang.


"Teknik Halilintar - Cambukan Halilintar,"


Empat Halilintar besar segera keluar mengarah kepada pasukan mayat, awalnya hanya empat Halilintar besar saja, namun setelah Halilintar besar itu sudah hampir mengenai salah satu dari pasukan mayat, Halilintar tersebut langsung pecah dan menyabar menghantam ratusan mayat.


Suara gemuruh dan ledakan terdengar keseluruh penjuru. Ratusan pasukan mayat dari siluman hingga manusia mulai tumbang, namun masih ada ribuan yang masih bergerak kearah mereka.


Kang Jian mengarahkan tangannya kelangit dan mengalirkan Energi yang sangat besar. Langit mulai tertutup awan yang sangat gelap dan juga tebal.


"Tehnik Halilintar - Penghancur Bumi,"


Seketika Langit mengeluarkan Halilintar yang begitu besar dan juga terang. Halilintar tersebut turun dari langit dengan kecepatan yang sangat tinggi dan jatuh di tengah-tengah para pasukan mayat.


Suara menggelegar disertai suara ledakan dan teriakan dari pasukan mayat mulai kembali terdengar, bahkan ledakan tersebut membuat ratusan mayat yang berjarak kurang dari 100 meter terlempar akibat ledakan tersebut.


"Kang Jian!" Wei Heng melihat semua itu dari atas, beberapa mayat siluman burung juga ada yang mati terbakar akibat terkena sambaran halilintar yang sangat besar itu.


"Kau urus dia! Aku akan mengurus Qiao Ho di sana, dan untuk orang tua itu, dia akan berhadapan dengan beberapa Jendral iblis. Itu sudah cukup untuk membunuh tua bangka itu," kata Wei Heng berbicara kepada Liu Qi Shu dan menunjuk kearah Feng Ying.


Liu Qi Shu segera turun untuk menghadapi Kang Jian, sedangkan Wei Heng dan ketujuh jendral iblis pergi ke arah Qiao Ho dan Feng Ying yang masih berada di belakang pagar es.


Ziu Huan yang sedang ikut bertarung bersama dua jagoan yang ia bawa melihat Liu Qi Shu yang bergerak kearah Kang Jian segera melompat ke samping Kang Jian.


"Sepertinya wanita itu sangat kuat!" kata Ziiu Huan.


"Saudara Ziu, sebaiknya kamu membantu yang lain, biar aku yang akan menghadapinya!" kata Kang Jian.


"Tapi saudara Jian, aku..!"


"Musuh sudah hampir mencapai pintu, jika kita biarkan, maka mereka akan berhasil masuk ke dalam," kata Kang Jian memotong perkataan Ziu Huan.


Saat ini mereka hanya mengunakan serangan jarak jauh untuk menahan mereka, itu karena jalan para pasukan mayat yang lambat.


"Baiklah, berhati-hatilah," kata Ziu Huan kemudian bergerak membantu yang lainnya.

__ADS_1


Wajah Feng Ying dan Qiao Ho sama-sama terlihat buruk ketika Wei Heng datang bersama tujuh jendral yang semuanya memiliki kekuatan Tingkat Alam Dewa.


Kang Jian juga menelan ludah setelah Liu Qi Shu mengeluarkan aura yang sama dengan Wei Heng dan bahkan lebih tinggi, ditambah Liu Qi Shu mengeluarkan gulungan dan muncul begitu banyak boneka kayu dengan berbagai bentuk.


Ziu Huan bersama dua jagoannya bersatu mengalirkan Energi membantu Jian Heeng bersama Liu Yin menyerang pasukan mayat dari jarak jauh.


Namun beberapa saat kemudian, mendadak gravitasi berubah begitu berat, semua mayat siluman burung yang ada diudara jatuh menghantam lapisan es sampai tubuh mereka hancur berkeping-keping.


Wei Heng dan ketujuh jendral iblis juga terjatuh karena tidak bisa menahan gravitasi yang mendadak naik.


Liu Qi Shu juga berat untuk melangkahkan kakinya, bahkan pasukan mayat dari manusia dan siluman yang berada di bawah juga berhenti bergerak.


Masalahnya lawan ataupun kawan dapat merasakan gravitasi yang mendadak menjadi lebih berat.


Kang Jian, Ziu Huan dan yang lainnya berkeringat dingin, mereka sama sekali sulit mengerakkan tubuh mereka, apa lagi Qiao Jin, dia sampai tidak bisa menahan kakinya sendiri.


Qiao Ho dan Feng Ying yang juga tidak bisa bergerak menoleh kearah sumber kekuatan yang menekan mereka semua.


"Chen'er, sebesar inikah kekuatanmu?" kata Feng Ying dengan tersenyum lebar setelah menyadari betapa besarnya kekuatan Ho Chen.


"Wei Heng, kanapa kamu tidak bilang jika musuh ada yang memiliki kekuatan yang sama dengan kekuatan Raja?" kata salah satu jendral iblis, dia juga sama seperti yang lainnya tidak bisa bergerak.


Wei Heng juga sama terkejutnya dengan para jendral iblis, dia juga tidak tahu jika ada orang lain yang memiliki kekuatan setingkat dengan Wang Dunrui. "Siapa dia? Kenapa aku tidak mengenalinya!" batin Wei Heng sambil melihat kearah sumber kekuatan tersebut.


Kini semuanya menoleh ke arah sumber kekuatan besar yang menekan mereka semua, mereka melihat dua orang remaja yang sedang berpelukan tanpa menghiraukan kekacauan yang terjadi disekitar mereka berdua, dan tubuh sang pria mengeluarkan aura biru.


"Lin'er, aku akan membereskan ini dengan cepat!" bisik Ho Chen kepada Qiao Lin.


Sebenarnya Ho Chen mengalirkan Energi murni kepada Qiao Lin, dan tanpa Qiao Lin sadari kekuatannya sudah meningkat, dan sekarang sudah berhasil mencapai Tingkat Alam Awal 1, dan dia sudah memiliki tubuh abadi. Qiao Lin mengangguk pelan kemudian melepaskan pelukannya.


Ho Chen menatap Wei Heng dengan tatapan dingin, dia tidak akan melupkan orang yang menjadi sumber masalah sejak dari dulu. Kematian kedua orang tuanya juga ada hubungannya dengan Wei Heng, dan semua kekacauan selama ini masih ada kaitannya dengan Wei Heng.


"Kalian telah mengganggu kebahagiaanku sekarang tidak satupun dari kalian yang boleh pergi dari tempat ini!" kata Ho Chen, namun suaranya begitu menekan membuat pasukan sekutu yang berada dibarisan paling belakang langsung muntah darah.


Wei Heng mengerutkan dahi, dia merasa tidak asing dengan wajah Ho Chen, namun dia lupa pernah bertemu dimana.

__ADS_1


Ho Chen melangkah maju, setiap pijakan kakinya membuat bumi bergetar pelan, aura yang berwarna biru berubah menjadi warna ke emasan dan satu garis muncul di keningnya.


"Inikah kekuatan Dewa Abadi itu?" kata Feng Ying, Feng Ying tidak mengetahui jika Ho Chen hanya mengeluarkan kekuatannya sebanyak 20 persen, namun cukup untuk meratakan kekaisaran Yun.


__ADS_2