
"Argh! Argh!."
Suara teriakan terdengar sangat jelas, anggota sekte Ular Hijau satu persatu tewas di lilit akar milik Niu. Dalam waktu singkat ratusan anggota Sekte Ular Hijau banyak yang mati.
Kelima Naga juga menyerang mereka para pendekar lainnya, dengan sangat mudahnya mereka menangkap dan memakan para pendekar tersebut hidup-hidup.
Ratusan pendekar Tingkat Langit menjadi santapan para Naga seperti memakan buah. Ke tujuh jagoan menghadapi tubuh besar Niu, mereka berusaha menyerang nya dari berbagai arah agar dapat mengalah kan nya..
"Hem..! Manusia rendahan seperti kalian ingin melawan ku!." Niu mendengus kesal lalu segera menyerang mereka dengan sangat buas.
Ribuan akar pohon kecil bagaikan cambuk keluar dari dalam tanah dan menyerang mereka ber tujuh, kecepatan akar kayu kecil tersebut begitu cepat, dan sangat sulit untuk di hindari.
"Kita tidak mungkin bisa mengalahkannya!."
"Benar, lebih baik kita mundur!."
Mereka bertujuh sadar jika mereka bukanlah tandingan Niu dan berniat menyelamatkan diri.
"Jangan harap kalian bisa pergi begitu saja dari ku!." Niu segera membuat akar kayu nya memutar membentuk dinding penghalang yang sangat tinggi.
Mereka bertujuh hanya bisa mengumpat dalam hati karena tidak bisa lolos dari pohon aneh tersebut.
Di sisi lain, ke delapan jagoan Tingkat Alam yang tersisa termasuk Zu Xuan dan Gui Lo berhadapan dengan Naga Putih.
Dengan tubuh yang begitu besar, para jagoan hanya se ukuran kurang dari satu jengkal. Sebisa mungkin mereka berusaha melukai bahkan mengalahkan Naga Putih. Namun semua usaha sia-sia saja. Tidak satupun senjata yang mampu melukainya, bahkan menggores kulit nya pun tidak mampu.
"Sial, tidak ada senjata dan Tehnik ku yang mampu menembus sisiknya. Jika begini terus kita sendiri yang akan mati!." Gui Lo putus asa, semua tehnik dan senjata andalannya tidak mampu menundukkan Naga raksasa tersebut.
Roaar!!!
Naga putih menghentakkan kakinya ke tanah sehingga bumi bergetar hebat membuat ke delapan jagoan Tingkat Alam hilang keseimbangan nya.
Melihat para kedelapan jagoan yang sibuk menstabilkan keseimbangan, Naga Putih langsung menyemburkan sesuatu dari mulutnya.
"Gawaat...!!!."
Mereka panik setelah melihat sesuatu keluar dari mulut Naga Putih. Naga Putih menyemburkan Api berwarna biru dan ada warna sedikit jingga. Panasnya pun tidak di ragukan lagi.
__ADS_1
Diantara mereka perdelapan, hanya Gui Lo yang paling tinggi ilmu meringankan tubuhnya. Gui Lo melompat dan menghindari semburan yang datang dari atas nya.
"Arghh!!!
Teriakan kepanasan terdengar ke seluruh penjuru sekte, api yang di semburkan Naga Putih sangat lah besar, begitu api tersebut mencapai tanah, api tersebut langsung menyebar luas seperti gelombang laut yang sedang menyapu daratan.
Zu Xuan dan ke enam jagoan lainnya berusaha melindungi dirinya dari api tersebut, namun semua nya tidak berhasil, karena energi api yang di semburkan sangat lah besar. Mereka ber tujuh akhirnya terbakar habis, hanya suara erangan teriakan kesakitan sesaat sebelum sunyi kembali.
Gui Lo sendiri tidak sepenuh nya berhasil lolos dari semburan api tersebut, sebagian baju dan tubuhnya habis terbakar, walau berhasil terhindar dari kematian namun dia masih belum bisa di katakan selamat, karena Gui Lo sangat dekat dengan akar kayu milik Niu.
Ternyata benar, baru saja Gui Lo ingin bernafas lega tiba-tiba muncul banyak akar menutupi seluruh tubuhnya sehingga terlihat seperti mayat yang di bungkus kain. Tidak butuh waktu lama bagi Niu untuk melenyapkan Gui Lo sehingga para jagoan mereka berkurang drastis.
***
Shou Jie saat ini masih di landa ketakutan, dia tidak menduga jika orang yang berada di hadapannya ternyata adalah Ho Chen yang ia kira sudah meninggal.
"Sekarang kamu tidak perlu memelas atau berharap aku akan melepaskan mu karena kedatangan ku ke sini hanya untuk membunuh mu. Jadi tidak ada tawar menawar lagi." Ho Chen mulai memasang kuda-kuda dan bersiap menyerang Shou Jie. "Ayo keluarkan semua kemampuan mu." Kata Ho Chen yang kemudian mulai maju menyerang Shou Jie.
Shou Jie hanya bisa mengepal kan kedua tangannya, dia sadar jika dirinya sudah membuat anak muda di depannya kecewa. Namun saat ini dia tidak punya pilihan lain lagi selain melawannya.
Shou Jie merapatkan gigi dan menyambut serangan Ho Chen. Pedang Ho Chen di tahan oleh Shou Jie dengan kedua telapak tanganya.
Shou Jie lansung melepaskan pedang Ho Chen setelah merasakan panas di telapak tangannya.
"Panas sekali api itu..!." Shou Jie berusaha menyembuhkan telapak tangannya yang terbakar dengan energi nya.
Ho Chen kembali menyerang tidak berniat memberikan jeda kepada Shou Jie. "Terima ini!."
"Tehnik Raja Api -Tebasan Pedang Dewa Api!."
Ho Chen mengayunkan pedang nya dengan kekuatan penuhnya, kali ini api di pedang lidah api menjadi sangat besar dan juga panas.
Shou Jie yang belum selesai menyembuhkan telapak tangannya berusaha menghindar, dia tahu api yang di lepaskan oleh Ho Chen sangat lah kuat, jika sampai terkena tebasan tersebut, Shou Jie yakin dirinya pasti akan tamat.
Shou Jie terbang menjauh dengan kecepatan tinggi menghindari serangan Ho Chen, namun tebasan api yang lepas Ho Chen sangat lah kuat dan juga mampu mengejarnya.
"Dia bernar-benar sangat kuat!." Shou Jie hanya bisa mengumpat dalam hati, dirinya kini yang seharusnya bisa menyandang gelar karena sudah mampu menembus batasTingkat energin Alam, nyatanya tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan pemuda di hadapannya yang bahkan belum berumur 20 tahun.
__ADS_1
Shou Jie terpaksa mengeluarkan pusaka berbentuk Gadah dengan bahan yang terbuat dari emas. "Siapa sangka aku harus menggunakan ini sekarang!." Gumam Shou Jie.
Ho Chen menyipitkan mata nya melihat pusaka yang di pegang oleh Shou Jie. Pusaka tersebut memancarkan Aura yang sangat kuat, bahkan mengimbangi pedang Dewa Air pemberian Su Hui.
"Kau memiliki pusaka yang bagus!." Kata Ho Chen memandang Shou Jie, Ho Chen merasa sayang pusaka tersebut jatuh ke tangan orang seperti Shou Jie.
"Jika tidak karena terpaksa, aku tidak akan menggunakan Gadah emas ku ini. Ayo sekarang kita bertrung dengan serius!." Kata Shou Jie dan mengangkat Gadah emasnya kemudian maju menyerang Ho Chen.
Ho Chen bisa merasakan energi Shou Jie meningkat ketika menggunakan Gadah tersebut.
"Baik, mari kita coba sekuat apa pusaka andalan mu itu." Kali ini energi dari tubuh Ho Chen berubah menjadi dingin.
Ho Chen menyimpan kembali pedang lidah apinya, kemudian menggantinya dengan pedang Dewa Air. Seketika itu juga aura yang lebih besar juga keluar dari pedang tersebut membuat Shou Jie terkejut, namun tidak menghentikan serangannya.
Ho Chen sendiri merasa energinya terhisap ke dalam pedang Dewa Air tersebut, untungnya saat ini Ho Chen masih dalam kondisi prima sehingga dia tidak akan cepat kehabisan energi miliknya.
"Tehnik Pukulan - Penghancur Gunung."
"Sihir Es."
"Tehnik Pedang - Membelah Langit."
Ho Chen menggabungkan dua kombinasi sihir Es dan tehnik pedang, Ho Chen mulai mengayunkan pedang nya untuk melawan Gadah emas milik Shou Jie.
Kedua pusaka saling berbenturan membuat daya kejut yang sangat besar, bahkan efeknya sampai menghancurkan seluruh yang ada di bawahnya.
Setelah bertukar sampai 200 jurus, wajah Shou Jie mulai pucat, bukan karena pertarungan, namun pusaka nya lah yang membuatnya seperti itu.
Setiap pusaka yang besar, pasti memiliki resiko yang besar juga. Energi milik Shou Jie perlahan-lahan mulai menghilang di serap oleh gadah nya sendiri.
Ho Chen bisa melihat kondisi Shou Jie yang mulai melemah seiring berjalan nya waktu, namun dia tidak mau tahu, yang ia inginkan sekarang menyelesaikan pertarungannya dengan cepat.
"Aku akui, kau memang sangatlah hebat, namun aku sudah ingin menghentikan pertarungan ini, jadi bersiaplah!." Kata Ho Chen.
Shou Jie menjadi lebih waspada. Namun tanpa ia ketahui tiba-tiba pandangannya berubah menjadi gelap sebelum akhirnya dia terjatuh dari ketinggian dengan kondisi kepala terputus.
Shou Jie tidak mengetahui bagaiman cara dirinya bisa mati begitu saja. Namun yang jelas mulai saat ini, sudah tidak ada lagi Nama Shou Jie. Ho Chen mengehela nafas panjang sebelum memasukkan kembali pedang ke dalam gelangnya.
__ADS_1
yang di lakukan oleh Ho Chen adalah menggunakan sihir Penghentian waktu sehingga dengan cepat dia membunuh Shou Jie.