Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Wali Kota Liung


__ADS_3

Ho Chen tiba di kota Dayuan dan berhenti sedikit jauh dari pintu masuk kota, dia tidak ingin menarik banyak perhatian.


Setelah berada di dalam kota! Ho Chen mencari penginapan sebelum mulai mencari keberadaan Jiu Rui dan Qiao Lin, dia juga ingin mencari informasi mengenai kabar 7 bulan terakhir yang ia lewatkan.


"Nona! Apa dulu ada dua orang anak muda yang menginap di penginapan ini? Satu orang laki-laki dan satu orang gadis muda, mereka membawa tiga kuda satu kuda hitam satu kuda abu-abu dan satu lagi kuda putih yang lebih besar dari dua kuda lainnya." Tanya Ho Chen kepada pelayan penginapan.


Pelayan tersebut berusaha mengingat-ingat namun tidak juga mengetahui ciri-ciri tersebut. "Maaf tuan saya tidak mengetahuinya, mungkin mereka menginap di penginapan yang lain." Kata sang pelayan penginapan berbicara dengan nada sedikit sungkan karena merasa tidak bisa memberikan informasi yang Ho Chen inginkan.


Ho Chen mengangguk kemudian menanyakan lagi. "Apa Nona mengenal nama pedagang Zhu Yu yang tiba di sini sekitar enam tujuh bulan yang lalu?."


Pelayan tersebut mengangguk. "Saya mengenalnya tuan, kalau tuan bersedia saya akan menyuruh salah satu pekerja penginapan untuk mengantarkan tuan ke kediaman tuan Zhu!."


Ho Chen kembali mengangguk kemudian memberikan satu Koin emas kepada pelayan tersebut. "Tuan kebanyakan! Saya tidak punya kembalikan nya." Kata pelayan tersebut yang terkejut ketika Ho Chen memberikan tips padanya.


"Kamu simpan saja kembalikan nya!." Kata Ho Chen kemudian masuk ke kamarnya meninggalkan pelayan tersebut yang masih bengong.


Pelayan tersebut baru tersadar ketika Ho Chen sudah menutup kamar nya, kemudian membungkukkan badannya ke arah pintu Ho Chen lalu pergi untuk mencari salah satu pekerja yang akan mengantarkan Ho Chen ke rumah Zhu Yu.


"Bukankah anda pendekar yang waktu itu menyelamatkan saya dari serangan kelompok Ular Hijau?." Zhu Yu memastikan karena dirinya hanya bertemu dengan Ho Chen secara singkat.


"Benar Tuan Zhu, bagaimana kabar anda? Apa setelah kepergian ku tidak ada kendala lain lagi yang menganggu kalian?." Tanya Ho Chen dan memperhatikan sekeliling ruangan milik Zhu Yu.


Zhu Yu menceritakan semuanya termasuk perjalanannya yang di jaga langsung oleh jagoan dari kelompok Ular Hijau dan semua itu juga atas perintah langsung dari Shou Jie.


Ho Chen mengangguk puas mendengar cerita Zhu Yu, setidaknya dia bisa membuat Shou Jie  tidak berbuat bodoh setelah dirinya pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


"Apa Tuan Zhu mengetahui kemana kakak Rui dan Qiao Lin menginap setelah tiba di sini?."


Zhu Yu terdiam sejenak sebelum mulai menceritakan nya.


"Liung Bhao ya..! Di mana dia sekarang?." Tanya Ho Chen setelah mendengar cerita Zhu Yu.


Walau Qiao Lin tidak menceritakan kepada siapapun tentang Liung Bhao yang ingin mencelakai nya serta berencana melecehkan Qiao Lin, namun sulit menutupinya karena kecacatan kaki Liung Bhao yang secara tiba-tiba.


Setelah di selidiki ternyata penyebab adalah Qiao Lin yang telah membuat satu kaki Liung Bhao hilang.


Liung Bhao sudah tidak ingin mempermasalahkan kejadian tersebut, karena dalam kasus ini dirinya lah yang sepenuhnya bersalah, namun pihak keluarga Liung Bhao lah yang tidak terima sehingga menyewa pendekar setingkat jagoan untuk memburu dan membunuh Qiao Lin.


"Apa mereka berdua masih berada di kota ini?." Tanya lagi Ho Chen.


"Mereka berdua kami amankan dan mengirim ke desa yang letaknya jauh dari Kota, sekaligus memberikan perlindungan dengan menyewa 4 pendekar untuk melindunginya!." Kata Zhu Yu.


"Katakan padaku di mana rumah keluarga Liung Bhao itu." Kata Ho Chen dengan nada dingin.


Zhu Yu menelan ludah dia sudah melihat sendiri seperti apa kekuatan Ho Chen, bahkan sebelas jagoan pelindung Ular Hijau saja tidak berdaya menghadapi kekuatan Ho Chen.


"Ba-baiklah pendekar! Sa-saya akan mengantarkan anda ke sana," Kata Zhu Yu dengan sedikit gugup dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan keluarga Liung Bhao nantinya, dia berharap semoga Ho Chen tidak melenyapkan seluruh keluarga Liung Bhao, karena bagaimanapun juga Keluarga Liung Bhao adalah keluarga terpandang sekaligus wali kota Dayuan.


Dalam perjalanan, Zhu Yu menjelaskan akan siapa keluarga Liung Bhao tersebut, dia berharap agar Ho Chen tidak bertindak gegabah untuk menghadapi keluarga Liung Bhao.


Nyatanya Ho Chen tidak memperdulikan penjelasan Zhu Yu, justru raut wajahnya semakin dingin setelah mendengar akan siapa keluarga Liung Bhao tersebut.

__ADS_1


"Tuan Zhu tidak perlu khawatir, aku hanya ingin meminta nya menarik kembali pendekar yang mereka sewa itu, jika mereka bersikeras menolak mungkin, mungkin aku hanya akan menghilangkan satu kaki mereka semua."


Perkataan Ho Chen membuat bulu kuduk Zhu Yu meriding, walau tidak membunuh mereka semua, namun menghilangkan satu kaki satu keluarga itu sudah terdengar mengerikan bagi Zhu Yu.


Ho Chen tidak memperdulikan reaksi Zhu Yu, mereka tetap melanjutkan perjalanan hingga sampai kerumah Liung Bhao yang sangat besar bagai rumah seorang kaisar.


"Tolong sampaikan kepada wali kota aku mau menemuinya ingin menemuinya." Kata Zhu Yu kepada penjaga pintu rumah keluarga Liung.


"Baik Tuan Zhu tunggulah sebentar!." Kata sang penjaga kemudian masuk kedalam untuk melaporkan.


Tidak butuh waktu lama terlihat penjaga tersebut kembali keluar. "Silahkan masuk tuan!." Kata sang penjaga.


Zhu Yu dan Ho Chen segera masuk kedalam menemui wali kota.


Di dalam ruangan Wali kota sedang duduk bersama tiga orang yang semuanya adalah pendekar, merekalah jagoan yang di sewa oleh wali kota untuk membunuh Qiao Lin.


Sudah hampir tujuh bulan mereka tidak menemukan keberadaan Qiao Lin sehingga wali kota sedikit tidak senang.


Liung Bhao juga terlihat duduk di samping ayahnya dia memegang sebatang tongkat untuk membantunya berjalan, hal itulah yang membuat wali kota sangat sedih melihat kondisi putranya tersebut.


Zhu Yu memasuki ruangan di ikuti oleh Ho Chen di belakang nya.


"Tuan Zhu ada keperluan apa kamu menemui sore begini? Seingat ku sekarang bukanlah waktunya membayar pajak." Kata wali kota.


"Maaf kan saya wali kota Liung saya kesini hanya mengantarkan pendekar ini untuk menemui anda." Kata Zhu Yu seraya menunjuk Ho Chen yang berdiri di belakang nya.

__ADS_1


Liung Bhao yang tidak memperhatikan Zhu Yu sejak tadi juga menoleh ke arah orang yang di maksud, setelah mengetahui siapa pendekar yang di maksud oleh Zhu Yu, tubuh Liung Bhao bergetar hebat bahkan kursi yang di duduknya juga terdengar getarannya.


Ho Chen tersenyum dingin kapada Liung Bhao kemudian menyapa nya dengan dingin. "Lama tidak bertemu, apa sebaiknya aku memanggilnya tuan muda Liung saja? Aku yakin Kau tidak akan lupa kapada teman se perjalanan mu ini!." Kata Ho Chen yang masih dengan senyum dinginnya sehingga membuat Liung Bhao merasa sekujur tubuhnya terasa membeku hanya melihat tatapan dan senyuman dingin Ho Chen.


__ADS_2