
Cambuk pendekar tersebut menyala biru, dan terlihat aliran seperti listrik di seluruh tali cambuk seakan-akan petir berada di genggaman pendekar itu.
Dengan kecepatan cambukan yang sangat mematikan tersebut, pendekar tersebut berusaha menyerang dengan seluruh kemampuannya.
Lantai rumah yang halus sudah mulai hancur akibat cambukan nya, bahkan tiang bangunan pun juga mulai retak.
"Kenapa kamu tidak mengunakan jarimu?." Kata Ho Chen seraya mengejeknya dan juga hanya menghindari serangan cambukan tersebut.
Pendekar tersebut mulai ragu, karena seluruh serangannya tidak dapat mengenai Ho Chen.
Pendekar tersebut mulai menjaga jarak dengan Ho Chen kemudian melirik ke tiga rekannya yang masih berdiri menyaksikan pertarungan nya.
"Dia dapat menghindari serangan ku dengan mudah, siapa pendekar muda ini sebenarnya?." Ucapnya.
Dia yakin jika Ho Chen memang masih berada di Tingkat Bumi, seharusnya sudah sejak tadi dia berhasil melukai bahkan membunuhnya.
"Apa kau masih berencana bertarung dengan ku sendiri? Ku sarankan agar kamu mengajak ke tiga rekan mu itu, jika tidak pergilah dari sini dan jangan lagi ikut campur urusanku, ini penawaran terakhir ku, jadi pikirkanlah." Kata Ho Chen setelah melihat pendekar tersebut yang mulai ragu.
Sekarang bukan hanya pendekar tersebut yang emosi, melainkan ke empat pendekar itu menjadi geram telah di remehkan oleh seorang pendekar yang masih sangatlah muda.
"Sudah cukup pendekar muda, akan ku buat kesombongan mu itu menghilang dari wajahmu." Ucap pendekar lainnya yang sudah tidak terima di anggap remeh oleh Ho Chen.
Ke empat pendekar langsung menyerang Ho Chen secara bersamaan dan melakukan serangan gabungan.
"Ini pilihan kalian dan jangan menyesalinya." Kata Ho Chen kemudian mengeluarkan pedang biasa yang sudah lama tersimpan di gelangnya.
"Tehnik Pedang Langit - Membelah Langit."
Dengan satu kali tebasan, Ke empat pendekar tersebut yang maju menyerang Ho Chen tidak sempat menghindari energi pedang yang Ho Chen keluarkan.
Ke empat pendekar tersebut akhirnya terkena tebasan tepat di bagian dada, dan tubuh mereka semua terpotong bagai kertas tanpa sempat memberi perlawanan apapun.
Energi pedang Ho Chen juga mengenai tiang utama sehingga rumah wali kota tersebut tidak lagi mampu berdiri.
__ADS_1
"Pusaran Angin."
Rumah tersebut roboh di bagian tengah, namun Ho Chen segera melepaskan Tehnik Angin nya dan menerbangkan reruntuhan bangunan yang berada di atasnya.
Semua orang mulai berkumpul begitu mendengar suara rumah yang ambruk, mereka semua penasaran dan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di rumah wali kota tersebut.
Liung Bhao beserta ayahnya tertimpa bangunan beruntung nya Liung Bhao selamat walau mengalami luka yang cukup serius, sedangkan ayahnya mengalami luka serius di bagian kepala serta kedua tulang tangannya patah, wali kota tersebut tidak sadar diri.
"Suara apa itu? Seperti suara anak kecil!." Ho Chen mendengar tangisan anak di dalam reruntuhan dan segera memeriksanya.
Setelah menemukan sumber suara tersebut, alangkah kagetnya Ho Chen melihat anak perempuan berumur tiga tahun berada di bawah tubuh seorang wanita yang tertimpa reruntuhan, terlihat dengan jelas wanita tersebut berusaha melindungi anak kecil tersebut, namun wanita tersebut tidak selamat karena banyak potongan kayu tajam yang menancap di punggung nya.
Ho Chen merasa bersalah melihat itu, dia sudah mengulur waktu sebisa mungkin agar orang-orang di dalam rumah bisa pergi keluar, nyatanya masih ada orang yang belum keluar.
Ho Chen segera menolong gadis kecil tersebut dan membawanya keluar dari reruntuhan.
Ho Chen berusaha mencari penjaga dan pengawal wali kota, namun tidak menemukan satu orang pun di sekitar rumah walikota karena mereka lebih dulu lari sebelum rumah tersebut ambruk.
"Liung Bhao! Ya Liung Bhao, dia pasti tahu sama anak ini." Kata Ho Chen kemudian kembali kedalam reruntuhan.
"Ampun! Ampun pendekar Chen, tolong jangan bunuh saya..!." Liung Bhao yang masih menahan sakit berusaha memelas agar Ho Chen tidak membunuhnya.
Ho Chen menyentuh pundaknya, membuat Liung Bhao berteriak histeris mengira Ho Chen akan membunuhnya, namun dia kaget setelah merasakan sakit yang di alaminya sudah tidak lagi terasa.
"Aku hanya mengampuni mu, namun tidak untuk ayahmu!." Kata Ho Chen menatap Ayah Liung Bhao yang tidak sadarkan diri.
"Ah aku lupa, apa kamu mengenal anak kecil itu?." Ho Chen menunjuk ke arah anak kecil yang berdiri tidak jauh darinya.
"Dia adalah adik saya nama nya Liung Yu Huan." Kata Liung Bhao.
Ho Chen mengangguk, kini dia berencana membawa gadis kecil tersebut ke rumah Zhu Yu.
"Kamu sudah baikan bukan, lebih baik kau urus ayah mu itu, aku akan pergi kerumah Tuan Zhu Yu untuk menitipkan adik mu di sana." Kata Ho Chen.
__ADS_1
Dia tidak perduli apa yang akan terjadi nanti kepada walikota tersebut, yang dia perlukan saat ini hanya adik Liung Bhao, dia ingin Liung Yu Huan mendapatkan orang yang mau merawatnya dan mendapatkan didikan yang baik, karena kelak dia berharap Liung Yu Huan tidak memiliki sifat seperti ayahnya atau pun kakaknya.
Ho Chen langsung pergi kerumah Zhu Yu dan meninggalkan Liung Bhao beserta ayahnya di sana.
"Pendekar Chen! Bagaimana dengan Keluarga Liung?." Tanya Zhu Yu yang sejak tadi menunggu kedatangan Ho Chen.
"Walikota itu sudah mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan! Jika dia masih bisa hidup, dia tidak akan lagi hidup normal." Kata Ho Chen.
"Tuan Zhu bisakah aku meminta bantuan mu?." Kata Ho Chen.
"Tentu saja, bantuan apa yang pendekar inginkan dari saya? Saya akan melakukan nya selama saya masih bisa melaksanakannya." Kata Zhu Yu dengan mengusap-usap kedua telapak tangannya.
Ho Chen tersenyum mendengarnya perkataan Zhu Yu kemudia memanggil Liung Yu Huan masuk kedalam.
"Aku ingin menitipkan gadis kecil ini kepada mu tuan, dia adalah anak walikota yang saya selamatkan tadi dari reruntuhan, apa tuan Zhu tidak keberatan?." Kata Ho Chen sekaligus bertanya untuk memastikan kesediaan Zhu Yu.
"Saya mau tuan, akan tetapi..! Bagaimana dengan Keluarga nya nanti?." Tanya Zhu Yu yang khawatir jika keluarga Liung menyalahkan nya atas kejadian ini dan menganggap dirinya mengambil gadis kecil tersebut secara paksa.
"Tuan Zhu tidak perlu memikirkan itu, saat ini mereka sudah tidak lagi mampu mengurusi anak ini, lagi pula cara mereka mendidik anak juga tidak baik, ku harap Liung Yu Huan mendapatkan perawatan yang baik dan juga di didik sebaik mungkin agar kelak bisa membuat nama keluarganya menjadi lebih baik." Kata Ho Chen.
Ho Chen mengeluarkan satu kitab satu pedang di tambah satu baju berwarna hijau, baju tersebut adalah pemberian peri terbang ketika Ho Chen masih berada di Dunia Astral.
"Carikan dia seorang Guru, jika umurnya sudah menginjak lima belas tahun berikan Baju, pedang pusaka dab Kitab ini padanya, disini juga tertulis bagaimana cara mengunakan nya." Kata Ho Chen.
Kitab yang di berikan Ho Chen adalah Kitab sihir elemen Air yang ia dapatkan di dunia Astral.
Ho Chen tidak mau ada orang yang akan melecehkan Liung Yu Huan nantinya, dan berharap Liung Yu Huan akan menjadi pendekar hebat dan bisa menjadi orang terkuat di kekaisaran Yun kelak.
Liung Yu Huan akan menjadi orang kedua setelah Ho Chen yang mempelajari kitab sihir di seluruh dunia kekaisaran dan mereka berdua akan bertemu kembali seratus tahun yang akan datang.
Zhu Yu menerima semua barang tersebut dan menyimpan nya di tempat yang aman dan tidak ada satu orang pun yang akan mengetahuinya.
"Tuan Zhu bagaimana kabar kekaisaran Yun selama enam bulan terakhir ini?." Tanya Ho Chen setelah Liung Yu Huan sudah di bawa masuk oleh salah satu pelayan Zhu Yu.
__ADS_1
Zhu Yu mengerutkan dahi sebelum balik bertanya kepada Ho Chen. "Kenapa pendekar tidak mendengar kabar selama enam bulan ini? Apa pendekar pergi ke tempat lain?." Tanya Zhu Yu.
"Benar! Selama hampir 7 bulan ini aku berada di luar kekaisaran Yun, jadi tidak mengetahui apa yang telah terjadi di dalam kekaisaran." Kata Ho Chen.