
"Yihua, apa kamu masih ingat akan apa yang sudah kita bicarakan?" tanya Ho Chen.
Yihua mengangguk, lalu segera menoleh ke ayahnya.
"Ayah, Chen tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi, sekarang semua keputusan berada ditangan Ayah!" kata Yihua membuat Kaisar Hong terkejut.
"Lin'er, sebenarnya apa yang telah terjadi?" Qiao Ho bertanya kepada Qiao Lin.
"Aku tidak tahu, tadinya kami masih bercerita sambil tertawa senang, namun sebelum dipanggil ke sini, tiba-tiba Yihua jadi pendiam dan tidak bicara sama sekali," kata Qiao Lin.
"Hua'er, apa maksudmu?" tanya Kaisar Hong.
"Ayah, jika aku menikah dengan Chen, maka aku akan pergi mengikutinya, dan Chen tidak akan pernah ikut campur masalah pemerintahan walau dia sudah menjadi menantu istana kerajaan, dan kemungkinan besar, aku Qiao Lin dan Chen akan tinggal di tempat terpencil yang jauh dari keramaian. Sekarang jika ayah setuju maka ,aku akan menikah dengannya, dan jika ayah tidak setuju akan keputusan kami, maka aku tidak akan menikahinya," kata Yihua.
Yihua berkata demikian karena Ho Chen memasuki pikiran dan ingatannya, Ho Chen juga sempat berkomunikasi dengan Yihua lewat pikiran, dan mengingatkan Yihua jika orang tua harus lebih diutamakan dari pada perasaan hatinya kepada orang yang dicintainya.
Tidak pantas rasanya jika harus melawan kehendak orang tua yang sudah merawat dan membesarkan dengan penuh kasih sayang, dan semua akan ditentang hanya demi seseorang yang dicintainya, rasanya tidak sebanding.
Ho Chen juga membawa pikiran Yihua ke masalalunya ketika masih kecil, dimana Yihua bisa melihat dirinya yang masih dalam gendongan ibunya, dan juga dalam rangkulan ayahnya, bahkan perjalanan waktu yang singkat terasa lama bagi Yihua.
Melihat hal itu, hati Yihua menjadi luluh, dia baru sadar betapa besar kasih sayang kedua orang tuanya, dan ia rasa mustahil untuk bisa membalasnya.
Ho Chen melakuan hal itu dengan maksud agar Yihua tidak selalu menuruti keinginannya sendiri, dan juga berharap agar Yihua sadar betapa beruntungnya dirinya yang masih memiliki kedua orang tua yang masih hidup.
Ho Chen juga membawa Yihua ke masalalu milik Ho Chen, disaat terkahir kali kedua orang tuanya harus mati dengan sangat mengenaskan, sehingga Ho Chen terpaksa hidup tanpa kedua orang tuanya.
Yihua melihat itu langsung sadar, dan menyesal telah membuat Ayah serta ibunya selalu dibuat susah olehnya, Yihua berjanji akan mengikuti dan menuruti keinginan ayahnya.
Kaisar Hong sendiri merasa berat jika harus berpisah dengan Yihua, dia berharap jika Ho Chen dan Yihua menikah, Ho Chen akan tinggal di istana, dan membantunya mengurus masalah negara.
Namun harapannya seakan-akan telah sirna setelah mendengar penjelasan dari Yihua, dia bingung untuk memberikan keputusan.
"Hua'er, jika ayah memintamu untuk mengurungkan niatmu menikah dengan Chen'er dan memilih lelaki lain sebagai pendamping hidupmu, apa kamu tidak keberatan?" tanya Kaisar Hong.
"Hua'er akan menuruti keinginan Ayah!" kata Yihua.
"Putriku memang baik, kamu tidak membuatku kecewa, kalau begitu hari ini juga aku akan menikahkan Chen'er dengan Qiao Lin,"
Yihua mengigit bibirnya setelah mendengar perkataan Kaisar, air matanya mengalir secara perlahan, begitu juga dengan Qiao Lin yang terkejut mendengar perkataan Kaisar.
Ho Chen sendiri terdiam, dia tahu jika perasaan Yihua sedang sakit sehingga Ho Chen merasa bersalah, namun itu sudah keputusan Kaisar untuk tidak menikahkan dirinya dengan Yihua, dan itu mungkin jalan yang terbaik untuk Yihua.
Qiao Lin menatap Yihua yang sedang menahan tangisnya, namun matanya tetap tidak mampu menahan air matanya.
Air mata yang keluar membasahi pipi Yihua dengan ditutupi oleh senyum kepalsuan agar terlihat bisa menerima keputusan Ayahnya tersebut.
Yihua membuka mulut ingin mengucapkan selamat kepada Qiao Lin dan juga Ho Chen, namun Kaisar Hong sudah lebih dulu berbicara padanya.
"Maaf putriku, bukan ayah tidak setuju jika dirimu menikah denga Chen'er, namun ayah tidak sanggup jika harus hidup berjauhan denganmu, mudah-mudahan kelak, kamu bisa menerima laki-laki lain yang memiliki sifat sama dengan Chen'er, aku tidak peduli dia itu keturunan siapa, selama dia mau menjaga dan menyayangimu Ayah akan setuju," kata Kaisar Hong sambil mengelus rambut putrinya yang terlihat sedih.
"Maaf Yang Mulia, mungkin saya akan mengenalkan seseorang jika Yang Mulia dan Yihua tidak keberatan, saya akan mendatangkannya kesini!" kata Ho Chen.
"Baiklah Chen'er, aku percayakan semuanya padamu, karena kamu lebih berpengalaman dalam menilai seseorang," kata Kaisar Hong.
__ADS_1
"Bagaimana denganmu Yihua?" tanya Ho Chen.
"Jika menurutmu itu baik lakukanlah!" kata Yihua dengan singkat.
Ho Chen mengangguk kemudian menjentikkan jarinya.
BRUUUK!!
Jiu Rui muncul di depan Ho Chen, namun dia terjatuh dengan memegang mangkok nasi yang tumpah kelantai.
"Kenapa aku ada disini?" kata Jiu Rui sambil melihat sekelilingnya.
"Adik!" Jiu Rui berdiri dan Ho Chen berniat memeluk Kakak angkatnya tersebut.
BUUKK!!
"Aduh! Kak Rui kenapa kamu memukulku?" tanya Ho Chen ketika perutnya tiba-tiba ditinju oleh Jiu Rui.
CTAAAK!!
"Kenapa kamu memukul Chen?" Qiao Lin memukul kepala Jiu Rui hingga benjol.
"Aku hanya memastikan saja jika dia benar-benar adik Chen, dan bukan bayangan lagi!" kata Jiu Rui sambil mengusap-usap kepalanya yang benjol.
Ho Chen mengenalkan Jiu Rui kepada Kaisar dan menjelaskan jika Jiu Rui bukankah seorang pendekar Jenius, namun pikirannya sedikit pintar dari pada dirinya.
Yihua dan Kaisar Hong baru ingat jika pernah bertemu dengan Jiu Rui, yaitu ketika Ho Chen pergi berpetualang.
Kaisar menjodohkan Jiu Rui dengan Yihua, walau sempat kaget, namun Jiu Rui sangat senang, dia tidak menduga akan menjadi menantu kerajaan, dan juga akan menjadi suami wanita cantik yang dulu sempat ia kagumi.
Semua acara dilaksanakan menjadi satu di istana, dan semua tamu undangan adalah para Ketua Sekte Aliansi gabungan, termasuk Sekte Hutan Bambu yang didirikan oleh Ho Chen.
Acara berlangsung sangat meriah, dan acara pesta pernikahan berlangsung selama 7 hari 7 malam.
***
"Selamat tinggal Yihua, jaga diri baik-baik dan ingat selalu awasi dia!" Qiao Lin berpamitan kepada Yihua dan berpesan untuk selalu mengawasi Jiu Rui.
"Tentu tenang saja, walau dia sudah jadi menantu kerajaan bukan berarti dia harus seenaknya makan tanpa bekerja!" kata Yihua.
Wang Dunrui dan Kang Yelu sudah lebih dulu berpamitan, mereka kembali ke Sekte Bukit Halilintar.
"Kakak ingat jaga baik-baik Yihua! Ah salah Kakak ipar, awas jangan sekali-kali kamu menyakiti hatinya atau berani menduakannya, jika sampai itu terjadi maka aku akan memberimu pelajaran," kata Ho Chen sambil mengangkat jari telunjuknya.
"Percaya saja pada kakakmu yang hebat ini, tidak akan terjadi apapun kepadanya, jika dia menangis aku akan bernyanyi untuknya!" kata Jiu Rui.
"Owh iya, guru tadi menitipkan ini untukmu," Jiu Rui mengeluarkan sebuah bungkusan dan ternyata isinya adalah kitab Tehnik Lava milik Wang Chunying.
Yin Fei tidak bisa mempelajarinya sehingga menyerahkannya kepada Jian Heeng. Sedangkan Jian Heeng juga tidak bisa mempelajari Tehnik Api sehingga memberikannya kepada Ho Chen.
Sebenarnya Ho Chen dan Wang Dunrui bisa mempelajarinya, namun dengan kekuatannya mereka sekarang itu sudah tidak perlu.
Ming Hao bersama semua pecahan cahaya memilih ikut Ho Chen, sedangkan Hanzi dan Feng Ying memilih tinggal di Gunung Tirai Kabut, Hanzi juga memindahkan penghuni dunia Astral ke Gunung Tirai Kabut karena gunung tersebut sangat luas.
__ADS_1
"Kalau begitu kami pergi dulu, nanti kami pasti datang lagi berkunjung!" kata Ho Chen kepada Jiu Rui dan Yihua.
Setelah berkata demikian Ho Chen mengangkat Qiao Lin dan membawanya terbang ke arah selatan tempat Desa Air Bukit.
Perjalan menuju Desa Air Bukit tidak seperti dulu yang membutuhkan waktu lama, sekarang hanya dalam waktu singkat Ho Chen sudah bisa melihat Desanya yang sudah lama ia tinggalkan.
Qiao Lin sendiri memeluk erat Ho Chen dan terus memandanginya, Wajah Qiao Lin terlihat berseri-seri dengan hati dan pikiran yang melayang-layang, namun sebenarnya mereka sudah melayang sungguhan.
"Chen, terimakasih karena masih memilihku," batin Qiao Lin kemudian memeluk Ho Chen lebih erat.
"Ayah! Ibu! Aku pulang, dan aku membawa menantu untuk kalian!" kata Ho Chen didepan makan Ho Jun dan Wei Shuan.
Qiao Lin bersujud tiga kali di depan makan kedua orang tua Ho Chen kemudian bangkit dan menggandeng tangan Ho Chen.
Desa Air Bukit terlihat berantakan, banyak sekali pohon-pohon liar yang tumbuh begitu juga dengan rumput.
Namun hanya dengan sekali kibasan tangan Ho Chen semua langsung terbakar, kemudian Ho Chen membangun rumahnya kembali.
Sesuai perkataan Ho Chen, utusan dari kekaisaran Mu benar-benar datang dengan membawa surat perdamaian.
Di Sekte Bukit Halilintar Wang Dunrui menolak untuk menjadi ketua sekte, dia lebih memilih hidup seperti biasa, dan tetap akan menjaga keamanan sektenya.
Sekte aliran hitam putih dan netral tidak ada yang mau bermusuhan, mereka takut jika memulai perang, Ho Chen akan marah dan melenyapkan Sekte mereka.
Lun Whilin sendiri terpaksa keluar dari wilayah kekaisaran Yun, dia terpaksa keluar karena takut diserang oleh sekte Aliansi gabungan karena para Raja iblis sudah lenyap.
Kekaisaran Yun hidup damai tanpa ada gangguan dari luar, kekaisaran Ming sekalipun berpikir dua kali jika harus mencari masalah dengan kekaisaran Yun.
Karena keberadaan Ho Chen dan Wang Dunrui semua kekaisaran menjalin hubungan baik dengan kekaisaran Yun, karena saat ini bisa dibilang kekaisaran Yun lah yang menduduki kekaisaran terkuat.
Sedangkan Desa Air Bukit perlahan-lahan mulai berpenduduk dan akhirnya menjadi kota yang bernama Kota Yingxiong, dan Ho Chen hidup tenang dengan Qiao Lin.
***
Bonus Cuplikan Novel kelanjutan yang akan segera hadir.
"Chinmi, sudah waktunya, aku akan meminta Yinfei untuk memanggil Ho Chen!" kata seorang pria tua kepada anak muda di hadapannya.
"Baiklah senior Lio, lagi pula sihirku juga sudah mencapai Tingkat Dewa, jadi aku sudah siap untuk membantu menyegel keempat mahluk itu!" kata Chinmi.
"Lio Long, aku pergi dulu untuk menjemput Ho Chen dan juga Xi Liyi, jadi tunggu saja disini!" Yinfei berkata lebih dulu sebelum Lio Long menyuruhnya.
"Pergilah, ini adalah hari penentuan keselamatan seluruh Alam semesta!" kata Lio Long.
S1 selesai.
PENDEKAR DEWA ABADI.
Author: Adicipto.
Editor: Prisca NT/MT
Penerbit: NOVELTOON/MANGATOON.
__ADS_1
Spesial Tanks: Leader dan semua para pembaca dan pendukung.