
"Apa kamu tidak sedang berbohong pada kami?." Tanya Qiao Lin dengan nada dingin.
"Benar! Bagaimana kami bisa percaya bahwa kamu tidak sedang membohongi kami?." Jiu Rui juga ikut bersuara.
Naga putih hanya menatap tajam ke arah mereka dia ingin bertanya hal yang sama namun tidak bisa berbicara selama dia masih dalam wujud kuda.
Shou Jie hanya bisa tersenyum kecut, dia sadar akan sangat sulit baginya untuk bisa di percaya oleh orang lain, mengingat dia selalu menipu dan melakukan banyak kejahatan.
"Lihatlah diriku, aku sekarang sudah tidak berdaya karena kalah bertarung dengan pendekar Chen, pendekar Chen memberiku kesempatan hidup namun dengan syarat agar bisa membantu kalian dalam perjalan hingga sampai ke kota, jika tidak! Pendekar Chen akan benar-benar membunuhku dan meleyapkan semua kelompok Ular Hijau dari dunia ini." Kata Shou Jie menjelaskan dengan terpaksa merendahkan diri di hadapan Qiao Lin Dan Jiu Rui.
"Lalu kemana perginya Adik Chen sekarang?." Tanya lagi Jiu Rui.
"Setelah selesai berpesan dia terbang ke arah Timur, aku tidak tau kemana tujuannya!." Jawab Shou Jie.
Dahi Jiu Rui mengerut. "Ke timur? Mau kemana dia pergi ke timur?." Pikir Jiu Rui.
"Naga putih, apa kamu tahu akan hal ini?." Tanya Qiao Lin kepada naga putih.
Naga putih hanya menggeleng-gelengkan kepalanya artinya juga tidak tau kemana tujuan Ho Chen sebenarnya.
Shou Jie menjadi heran melihat Qiao Lin yang berbicara kepada seekor kuda putih,namun anehnya kuda tersebut mengerti akan apa yang di katakan oleh Qiao Lin.
"Baiklah kami percaya kepadamu! Tapi awas jika kau membohongi kami." Kata Jiu Rui, walau dia tidak mungkin bisa melawan Shou Jie dan 8 jagoan bersamanya, namun dengan keberadaan naga putih itu sudah cukup baginya.
Setelah berbicara beberapa saat akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dan di temani 5 jagoan dari kelompok Ular Hijau, sedangkan Shou Jie kembali ke markas utama di untuk memulihkan diri.
***
Ho Chen terus terbang dan tidak berhenti, dia merasakan ada aura dari jarak yang sangat jauh, walau jauh namun Ho Chen bisa merasakan jika Aura tersebut berhasil menyedot energi raja apinya hingga tidak tersisa.
Semakin lama Ho Chen bisa melihat sesuatu di depan, terlihat dua orang sedang berdiri di atas batu besar dan menghadap ke arah Ho Chen yang mendekatinya.
"Siapa mereka? Kenapa energinya sangat kuat?." Batin Ho Chen.
Setelah tiba Ho Chen mendarat dan mengamati mereka berdua, setalah beberapa saat baru Ho Chen tau siapa mereka itu.
__ADS_1
"Iblis? bagaimana mungkin..?." Ho Chen kaget setelah melihat wajah mereka, mereka memiliki tanduk di kepala dan salah satunya memiliki dua tanduk tajam yang menyala berwarna biru dan tanduk itulah yang menyerap semua Energi Raja Api milik Ho Chen.
Yang membuat Ho Chen heran, kenapa iblis tersebut bisa muncul di siang hari? Kerena sepengetahuannya para Raas iblis akan lemah di saat siang hari.
"Kau mengenali Kami.?." Tanya salah satu dari mereka berdua yang memiliki Tandu menyala merah tersebut.
"Siapa yang tidak mengenal bentuk dan wajah kalian." Kata Ho Chen.
"Lancang sekali kau berbicara seperti itu manusia." Bentak salah satunya lagi, Ho Chen bisa merasakan kekuatan iblis yang membentaknya setara dengan kekuatan milik Jendral Ori namun lebih tinggi lagi.
"Aku hanya menjawab, lagi pula bukankah dia bertanya kepadaku?." Jawab Ho Chen yang merasa tidak bersalah karena menjawab pertanyaan Iblis bertanduk biru tersebut.
"Sepertinya semua manusia memang memiliki watak aneh! Apa kau tau siapa yang ada di hadapanmu ini?." Kata iblis itu lagi.
Ho Chen memiringkan kepalanya. "Aku tahu! Dia iblis kan? Di lihat dari manapun dia tetaplah iblis." Kata Ho Chen.
"Dia bukan iblis sembarangan, dia adalah raja iblis daji atau di panggil raja iblis biru." Ucapnya.
Ho Chen langsung terkejut mendengarnya, kali ini dia benar-benar bisa melihat wujud dari salah satu raja iblis, namun Ho Chen tidak menduga jika kekuatanya Raja iblis tenyata sangat besar, bahkan Ho Chen yakin tidak akan mampu melawannya jika pertarungan harus terjadi.
"Maksudmu, kekuatanku tersegel?." Ho Chen belum sempat ingin bicara sudah lebih dulu di tebak oleh Raja iblis tersebut.
Ho Chen diam, yang di katakan Raja iblis memang sama dengan yang ingin di tanyakan.
"Perlu kau tahu, aku sudah tidak lagi tersegel seperti dulu, sudah lama aku bebas, namun bukan di duniamu ini. Aku datang kesini hanya untuk membunuh mu!." Kata Raja iblis Daji.
"Kau mengetahui ku?." Tanya lagi Ho Chen.
"Aku sudah tahu dari laporan Lima jendral milik Wu. Dan aku juga dapat melacak keberadaamu karena kamu memiliki sebagian kekuatanku." Kata Raja iblis Daji kemudian mengangkat jari telunjuknya dan mengeluarkan api birunya.
"Jadi ilmu Raja api adalah milikmu?." Tanya lagi Ho Chen dengan penasaran.
"Ilmu Raja api? Ternyata kalian memberi nama energiku seperti itu! Tidak buruk." Kata Raja api Daji merasa bangga karena energi apinya di akui dan di beri nama sangat bagus.
Ho Chen merapatkan giginya, dia ingin menyerang Raja iblis tersebut, karena ini satu-satunya kesempatan untuk bisa membunuh salah satu dari Raja iblis.
__ADS_1
Namun Ho Chen tidak yakin, karena energi milik Raja iblis tersebut sangat besar, dan bahkan melebihi energi milik naga putih sekalipun.
"Kenapa apa kau terkejut setelah merasakan energiku?." Tanya lagi Raja iblis Daji seolah-olah mengetahui akan apa yang Ho Chen pikirkan.
Ho Chen tidak menjawab, dia hanya bersiap hawatir jika Raja iblis tersebut menyerang.
Raja Iblis Daji melangkah mendekati Ho Chen hingga ada di jarah 1 meter dengan Ho Chen.
"Perlu kau tahu, kekuatan ku sekarang berada di Puncak Tingkat Raja Alam, sedangkan kamu baru berada di Tingkat Raja langit." Kata Raja iblis.
"Raja Alam.? Raja Langit.?." Ho Chen kebingungan mendengar nama tingkat energi tersebut.
Raja alam adalah Tingkat tertinggi dan biasa di sebut sebagai Dewa Abadi, sedangkan Raja langit di sebut Alam Dewa.
Di dunia mereka nama tingaktnya berbeda dengan nama di dunia milik Ho Chen.
Tingkat awal.
Tingkat Prajurit , (Tingkat Jiwa)
Tingkat jendral, (Tingkat Bumi)
Tingkat Raja,. (Tingkat Langit)
Tingkat Raja Bumi, (Tingkat Alam)
Tingkat Raja Langit, (Tingkat Alam Dewa)
Tingkat Raja Alam , (Tingkat Dewa Abadi)
Ho Chen mulai kehilangan rasa percaya dirinya setelah mengetahui jika Raja iblis tersebut berada di Tingkat Dewa Abadi.
Raja iblis yang melihat itu hanya tersenyum kemudian mengedipkan matanya satu kali, seketika itu juga Ho Chen terpukul dan terpental mundur hingga belasan meter, darah keluar dari tepi bibirnya.
"Hebat, kekuatan Dewa Abadi memang sangat besar." Batin Ho Chen dia mengusap darah di tepi bibirnya kemudian kembali bangkit.
__ADS_1