
"Pendekar, namaku adalah Sui Long, maafkan atas apa yang sudah di lakukan oleh murid-murid ku yang telah menyinggung mu." Kata orang tersebut dengan mengepalkan kedua tangan nya kedepan.
Orang tersebut terlihat sangat sepuh, jenggot dan alisnya sudah putih semua apalagi rambutnya, kulitnya juga sangat keriput, Ho Chen juga merasakan jika orang tersebut berada di Tingkat Alam puncak 2.
"Senior adalah guru mereka ini?." Tanya Ho Chen sekali lagi ingin memastikan.
"Seperti yang sudah aku katakan tadi, aku memang guru mereka. Jadi jika pendekar berkenan memenuhi permintaan maaf orang tua ini, maka aku akan sangat berhutang budi kepada kebaikan pendekar." Ucapnya dengan merendah.
Ho Chen menatap mereka semua yang masih duduk dengan menundukkan kepala kemudia kembali berbicara kepada Sui Long. "Senior tahu apa yang telah mereka perbuat? Mereka hampir ingin melecehkan teman ku." Kata Ho Chen yang mengarahkan pandangan nya kepada Qiao Lin yang berdiri bersama Jiu Rui.
Sui Long juga melihat ke arah Qiao Lin lalu berkata. "Owh, jadi wanita itu adalah teman pendekar? Pantas kalau para murid-murid ku menjadi tidak terkendali ketika melihatnya, dia sangat cantik sekali. Andai mereka tahu jika dia adalah teman pendekar pasti mereka tidak akan berani berbuat macam-macam." Kata Sui Long.
"Apa maksud senior? Andai dia bukan teman ku, apa mereka boleh melecehkan nya, apa itu maksud senior?." Tanya Ho Chen yang merasa ada yang salah dengan perkataan Sui Long.
"Pendekar terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan! Tentu saja bukan itu maksud ku! Begini saja andai pendekar masih marah atas apa yang telah mereka perbuat, bagaimana jika pendekar menghukum ku, sebagai gantinya tolong lepaskan mereka, dan biarkan mereka menjalani hidup mereka." Kata Sui Long.
"Guru, apa yang guru katakan?." Mereka bertanya serempak karena kaget mendengar perkataan Gurunya.
"Diam kalian, aku sudah mengajarkan kepada kalian agar mengunakan ilmu kalian untuk membantu orang lemah, namun apa? Lihat akibat perbuatan kalian, adik ke enam kalian sudah mati karena sikap kalian yang kurang ajar itu." Kata Sui Long dengan suara membentak mereka semua.
"Ampuni kami Guru, kami tahu kami sudah melakukan kesalahan, jadi biar kami yang menanggung semuanya ini." Kata muridnya yang memegang tongkat.
"Selama ini, aku terlalu memanjakan kalian sehingga kalian selalu saja berbuat onar!." Kata Sui Long kemudia mendekati mereka.
"Yin, karena kamu adalah murid tertua, maka aku titipkan pesan kepadamu. Walau kita bukan pendekar yang berasal dari aliran manapun, namun bertindak lah layak nya seorang pendekar dari aliran Putih, kita memang berasal dari Goa tengkorak, namun bukan berarti kamu harus bersikap seperti aliran hitam, karena ilmu yang aku ajarkan adalah ilmu aliran putih." Kata Sui Long.
__ADS_1
Tehnik Tongkat memang berasal dari aliran putih yaitu dari Kuil Lonceng Suci. Sui Long mendapat kitab tersebut sewaktu masih muda dia di beri kitab oleh seorang biksu. Biksu tersebut memberi kitab tersebut karena Sui Long tidak mau ikut menjadi biksu, sikap Sui Long yang lembut membuat biksu tersebut mengangkatnya menjadi murid, dalam aturan sekte manapun, di larang mengajarkan ilmu sekte mereka kepada orang luar, kecuali orang tersebut mau menjadi murid sekte dan tinggal menjadi bagian dari sekte tersebut.
Namun biksu tersebut tidak memperdulikan aturan tersebut, dan mengajarkan Sui Long secara sembunyi-sembunyi. Seseorang di ajarkan oleh seorang pendekar dari salah satu sekte, namun orang tersebut tidak menjadi bagian dari sekte tersebut, maka mereka di sebut Murid Liar.
Sedangkan nama biksu yang mengajari Sui Long adalah Biksu An Xuan. Maha Guru generasi ke tiga dari Kuil Lonceng Suci.
"Guru maafkan kami yang telah menyalah gunakan ilmu ini, mulai saat ini Liang Yin berjanji kepada Langit dan Bumi akan menjadi pendekar yang baik. Kami akan memberantas kejahatan dan akan melindungi yang lemah, jika kami melanggar semoga kami mati di sambar petir." Kata Liang Yin sambil bersujud berkali-kali dan di ikuti oleh rekan adik seperguruan mereka.
Ho Chen mulai sedikit menurunkan energinya, amarah dan emosinya mulai reda dan hanya mendengarkan perbincangan antara guru dan murid dan tidak mengganggunya. Ho Chen merasa heran melihat mereka, dimana gurunya sangat baik dan sopan namun para murid-murid nya begitu sangat arogan.
Setelah selesai berbicara Sui Long menghampiri Ho Chen, walau dia tahu sudah melihat Tingkat kekuatan Ho Chen yang menurutnya lebih besar dirinya dari pada Ho Chen, namun dia yakin Ho Chen masih memiliki kekuatan yang jauh lebih besar namun tidak menunjukkan nya.
"Pendekar, sekarang silahkan hukum lah aku sebagai ganti atas kesalahan murid-murid ku itu." Kata Sui Long.
Ho Chen menghela nafas panjang, andai saja tadi Sui Long tidak datang tepat waktu, pasti dia sudah membunuh murid-murid nya yang arogan itu. "Senior, aku akan memaafkan murid-murid senior, namun dengan satu syarat. Kalian harus tinggal di desa ini dan melindungi seluruh warga Desa Hutan Bambu, jika perlu kalian mendirikan sekte di sini dan mengajari anak-anak beladiri dan jadikan anak-anak itu menjadi bagian dari sekte." Kata Ho Chen.
Liang Yin dan ke enam saudara seperguruan nya segera mendekat dan bersujud di hadapan Ho Chen. "Terima kasih pendekar, kami juga akan mengikuti apa yang pendekar katakan." Ucap mereka serempak.
"Kalian berdirilah, dan jangan memanggil ku Pendekar, panggil saja aku Chen tanpa ada sebutan pendekar di depannya." Kata Ho Chen.
"Baik Pendekar, maksud saya Chen, eh saudara Chen." Kata Liang Yin dengan sedikit gugup.
Ho Chen menghampiri Qiao Lin dan membantunya membawa Jiu Rui ke tempat mereka tinggal, namun Liang Yin dan ke enam saudara seperguruan nya menghadang jalan mereka kemudia berlutut di depan Ho Chen dan yang lainnya.
"Nona dan tuan, maaf kan atas sikap kami tadi yang telah membuat nona dan tuan jadi seperti ini!." Kata Liang Yin, dia tidak berani menatap Qiao Lin karena malu atas perbuatannya.
__ADS_1
"Pergilah aku mau masuk untuk ganti baju!." Kata Qiao Lin yang memerintahkan mereka untuk pergi dari hadapannya.
Mereka tidak juga bergeming, karena mereka menunggu Qiao Lin menerima permintaan maaf Mereka.
Qiao Lin menjadi kesal kemudian karena sudah tidak tahan lagi karena malu lengan bajunya sudah tidak ada dan ada Ho Chen di sampingnya, membuat Qiao Lin menjadi semakin malu karena penampilannya.
"Pergilah sebelum aku berubah pikiran!." Bentak Qiao Lin membuat mereka segera berdiri dan memberi jalannya.
Setelah tiba di dalam, mereka membaringkan Jiu Rui di tempat tidur. Qiao Lin sendiri masuk ke kamarnya sendiri untuk mengganti bajunya kemudian mengobati goresan luka di lehernya sebelum kembali keluar menemui Ho Chen.
Ho Chen sedang mengobati luka dalan Jiu Rui dengan menggunakan energi es miliknya sehingga luka dalam nya sembuh, namun Jiu Rui sendiri malah tertidur sangat lelap.
"Chen, kamu kemana saja selama ini?." Tanya Qiao Lin setelah melihat Ho Chen duduk di kursi.
Ho Chen menatap Qiao Lin yang sudah mengganti bajunya dan luka di lehernya yang di tutup menggunakan energi es miliknya sendiri. Qiao Lin terlihat cantik alami karena Qiao Lin tidak terlalu suka berdandan seperti kebanyakan wanita pada umumnya, sehingga kecantikannya sangat natural.
"Sangat panjang ceritanya! Namun singkatnya aku sedang berlatih di dunia lain!." Kata Ho Chen yang hanya memberikan penjelasan singkat.
Qiao Lin tentu percaya akan penjelasan Ho Chen karena dia juga mengetahui jika ada dunia lain selain dunianya dia sendiri. Tanpa terasa mereka berbincang semalaman penuh, dan mereka saling menceritakan pengalaman mereka masing-masing.
Jiu Rui bangun di pagi hari dan menyadari jika luka dalamnya sudah sembuh sepenuhnya kemudian bangun dan mencari keberadaan Ho Chen dan Qiao Lin.
***
Pe**ngumuman.
__ADS_1
Besok malam saya hanya akan up dua bab saja semoga kalian tidak keberatan.
Terima kasih**.