
“Saudara muda, kami sudah memutuskan, dan kami semua sepakat akan bersatu untuk saling membantu jika mereka menyerang." Xiu Huan menyampaikan hasil pertemuan kepada Ho Chen.
Ho Chen mengangguk setelah mendengar penyampaian dari Xiu Huan. Kemudian Ho melangkah kedepan dan berbicara. “Terima kasih atas kerja sama para senior semua, semoga kita bisa menghadapi masalah ini dengan mudah." Seru Ho Chen.
Pertemuan berjalan sangat lancar, setelah berbicara beberapa saat mereka pun keluar meninggalkan ruangan pertemuan.
Ada yang duduk di depan sekte, ada juga yang menikmati pemandangan, dan sebagian saling berbincang-bincang.
Ming Mei dan biksu Shao Sheng berjalan mendekati Qiao Ho, mereka ingin mengetahui apa yang telah ia bicarakan dengan Ho Chen di dalam.
“Saudara Ho. Kalau ada masalah serius kamu bisa membicarakan pada kami..!"
Qiao Ho berpikir sejenak, dia tidak yakin harus menceritakan atau tidak. Setelah beberap saat, Qiao Ho memutuskan untuk menceritakannya. Qiao Ho berharap agar mereka mendukung Ho Chen ketika latihan nanti.
“Biksu dan saudari. Yang kami bicarakan di dalam adalah...!" Qiao Ho menjelaskan semuanya, bahkan Qiao Ho meminta kepada mereka berdua untuk membantu Ho Chen agar bisa berlatih dengan aman.
Yuen juga mendengarkan perbincangan mereka bertiga dan segera datang menghampiri mereka.
“Maaf saya mendengar pembicaraa kalian, jika boleh saya memiliki usul yang baik." Kata Yuen membuat mereka bertanya-tanya.
“Apa yang ingin saudara Yuen usulkan?." Tanya biksu Shao Sheng.
“Di belakang sekte, ada sebuah pintu rahasia yang terbuat dari batu, jika kita membuka pintu tersebut, Murid sesepuh Feng bisa berlatih di dalamnya dengan aman."
“Saudara Yuen. Saya tidak mengerti sama sekali. Pintu apa itu?." Ming Mei bertanya kebingungan.
“Itu adalah pintu menuju ke dunia yang berbeda. Di dunia itu memiliki waktu yang berbeda dengan dunia kita, satu tahun di sana sama dengan satu bulan di sini."
“Tunggu dulu, kalau sektemu memiliki tempat seperti itu, kenapa kalian tidak menggunakannya sendiri?." Tanya Qiao Ho dengan alis terangkat.
Yuen hanya tersenyum kecut. “Kalau kami bisa membukanya, tentu kami sudah menggunakannya dari dulu. Kami mengetahui semua itu juga dari para pendahulu kami, dan yang bisa membuka pintu tersebut hanya orang yang memiliki Tehnik Bumi."
“Kalau begitu, bukankah yang bisa membuka pintu tersebut saat ini adalah Biksu Shao Sheng?." Ming Mei menatap Biksu Shao Sheng. “Bagaimana menurut anda maha guru Shao?." Tanya Ming Mei yang memberikan pendapat.
“Jika saudara Yuen mengijinkan, saya akan membukanya." Jawab Biksu Shao Sheng dengan singkat.
“Tentu saja saya akan mengijinkan..!" Sebenarnya Yuen juga ingin berlatih di sana, namun dia menyadari kalau Ho Chen lebih memerlukannya, namun Yuen lebih memilih untuk mengutamakan prioritas utama.
__ADS_1
“Panggil murid senior Feng kemari, aku ingin memeriksa sesuatu..!" Kata Biksu Shao Sheng.
Yuen segera mencari Ho Chen, sedangkan Qiao Ho, Ming Mei dan Biksu Shao Sheng menunggu di belakang sekte.
***
“Murid Rui, kenapa kamu duduk disini?."
Jiu Rui duduk di sebuah kursi kayu sendirian, dia menikmati pemandangan yang begitu indah, hamparan daratan yang luas, dan terlihat burung-burung beterbangan di langit.
Ketika Jiu Rui sedang menikmati pemandangan tersebut, Kang Jian datang bersama Fingyun dan Mayleen.
“Hormat kepada ketua para senior." Jiu Rui langsung berdiri dan memberi hormat.
“Maafkan saya ketua karna pergi tanpa persetujuan ketua terlebih dahulu." Jiu Rui berkata dengan canggung.
“Aku sudah mengetahui semuanya, jadi aku tidak akan menyalahkan atau melarangmu. Pesanku jaga diri baik-baik, dan jangan merepotkan Chen'er." Kata Kang Jian sambil memegang pundak Jiu Rui dan tersenyum lembut.
Ho Chen berjalan menghampiri mereka yang sedang berbincang-bincang. “Ketua Jian, mohon maafkan atas kelancangan saya..!."
“Hmm.. Kenapa kamu meminta maaf kepadaku?." Tanya Kang Jian.
“Sudahlah, ini semua sudah keputusan Murid Rui, jadi kamu tidak perlu merasa bersalah." Kata Kang Jian.
Andai orang lain yang megajak Jiu Rui pergi, mungkin Kang Jian tidak akan memberikan toleransi. Kang Jian sudah menganggap Ho Chen sebagai bagian dari sekte Bukit Halilintar.
“Saudara Yuen, ada apa? Kenapa kamu terlihat terburu-buru?."
Ketika mereka sedang asik mengobrol, Yuen datang dengan tergesa-gesa. “Saudara Jian maaf aku mengganggu pembicaraan kalian. Namun ada hal penting yang harus aku sampaikan kepada Saudara Chen."
“Hal penting apa itu senior?." Tanya Ho Chen.
“Saya akan jelaskan nanti, mari ikut dulu denganku kebelakang." Yuen kemudian berbalik dan berbicara kepada Kang Jian.
“Saudara Jian, tunggulah dulu, nanti aku akan memberikan penjelasannya juga padamu."
“Sepertinya sangat penting, kalau begitu cepat pergilah..! dan kamu juga memiliki hutang penjelasan padaku saudara Yuen." Kata Kang Jian.
__ADS_1
“Kalau begitu kami permisi dulu."
Yuen dan Ho Chen pergi menuju ke belakang sekte. Ho Chen sangat penasaran, namun melihat Ketua Yuen begitu tergesa-gesa, Ho Chen tidak menanyakannya.
“Biksu, murid sesepuh sudah berada di sini." Kata Yuen ketika tiba di tempat mereka berada.
Ho Chen merasa heran karena di situ sudah ada Qiao Ho Ming Mei dan Biksu Shao Sheng.
“Terima kasih saudara Yuen..! Saudara muda kemarilah..!" Kata biksu Shao Sheng.
Biksu Shao Sheng memegang telapak tangan Ho Chen, dan mengalirkan energi ke telapak tangannya. Ho Chen bisa merasakan energi yang mesuk dari telapak tangannya dan mengalir ke tubuhnya.
“Tidak salah lagi..! Ternyata senior Feng memilih murid yang tepat..!."
“Biksu Shao maksudnya..?." Ming Mei kebingungan.
“Saudara muda, aku akan memberikan kitab Tehnik Dewa Bumi padamu. Berlatihlah dengan kitab tersebut, suatu saat ilmu ini akan berguna untukmu." Biksu Shao Sheng menyerahkan kitab berwarna abu-abu.
“Kenapa anda memberikan kitab ini pada saya?." Tanya Ho Chen yang kebingungan.
“Saudara muda. Di tubuhmu ada energi yang begitu murni, dengan energi itu kamu bisa mempelajari semua Tehnik berbagai unsur."
Semuanya begitu terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Biksu Shao Sheng. Ho Chen juga mengetahui hal tersebut.
“Saya sudah mengetahuinya, namun guruku berpesan agar jangan dulu mempelajari benyak Tehnik, karna akan memperlambat latihanku."
“Yang di katakan sesepuh Feng memang benar, namun jika kamu berlatih dengan waktu yang lama, maka kamu akan bisa menguasai semuanya." Kata Yuen.
“Kalau begitu aku juga akan memberikanmu kitab Tehnik Air suci, ini akan membantumu jika kelak kamu berhadapan dengan lawan yang memiliki kekuatan Tehnik api." Ming Mei menyerahkan kitab berwarna putih.
Ho Chen menerima kitab-kitab tersebut dengan perasaan tidak nyaman. Ho Chen berpikir akan butuh waktu lama untuk mempelajari semua kitab tersebut.
“Apa yang kamu pikirkan.?." Tanya Yuen ketika melihat Ho Chen seakan-akan memikirkan sesuatu.
“Senior, Tidak mungkin saya bisa mempelajari semua kitab ini dalam waktu singkat, pastinya akan butuh tahunan untuk mempelajari semuanya..!" Jawab Ho Chen dengan wajah lesu.
“Itulah sebabnya aku membawamu kemari.." kata Yuen dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
“Apa maksud senior..?." Ho Chen bertanya dengan penasaran.