
Sekitar hampir 300 orang pendekar yang berada di Tingkat Langit dari sekte Ular Hijau maju menyerang ke 80 pendekar Desa Jinhu, perbedaan jumlah yang sangat jauh.
Ke lima jagoan beserta ratusan anggota tersisa bergerak masuk ke dalam desa untuk membunuh para warga di dalam desa.
"Gawat mereka berhasil memasuki desa..!." Seru salah satu pendekar yang saat ini sedang di kelilingi lima pendekar. Namun dia juga sempat memperhatikan musuh yang mulai memasuki desa.
Pertempuran pun tidak bisa di hindari, pertempuran yang berat sebelah ini akan segera terlihat siapa yang akan musnah, berbagai tehnik sudah mulai di lepaskan dan energi saling berbenturan.
Para pendekar Desa Jinhu satu demi satu berguguran, namun itu tidak membuat yang masih hidup menjadi takut ataupun menyerah, mereka semakin gigih bertarung. Dari pihak Sekte Ular Hijau sendiri juga jatuh korban namun tidak terlalu banyak.
Lho Zian juga mendapatkan beberapa luka di sekujur tubuhnya, dia bertarung melawan tujuh pendekar yang berada di Tingkat yang sama dengannya.
"Tuan Lho, sebaiknya anda menyelamatkan diri dari sini, pergi dan cari bantuan secepatnya, kami akan bertahan semampu kami disini.!." Kata salah satu pendekar, dia juga mendapatkan banyak luka di tubuhnya namun masih berusaha bertahan.
"Tidak, aku tidak akan meninggalkan kalian, aku akan terus bertarung dengan kalian hingga akhir, jika kalian mati, aku pun juga akan ikut mati bersama kalian." Kata Lho Zian. Dia melihat pendekar di pihaknya kini tersisa Lima puluh orang saja.
Melihat anggotanya banyak yang gugur, Lho Zian tidak sampai hati jika harus pergi dan membiarkan mereka mengorbankan diri demi desa.
"Maaf Tuan Lho, mereka tidak akan membunuh anda, mereka sudah di perintahkan untuk menangkap anda hidup-hidup. Sebaiknya anda mengerti, lebih baik salah satu dari kita harus ada yang selamat dan mencari bantuan secepat mungkin, dan orang itu sebaiknya adalah anda." Kata salah seorang lagi.
"Aku tidak mau!." Jawab Lho Zian dengan tegas.
"Maaf Tuan Lho, ini sedikit menyakitkan namun anda akan kembali normal hanya dalam waktu beberapa waktu saja." Kata salah satu dari mereka yang berbicara dari belakang Luo Zian.
"Apa mak..!." Lho Zian tidak mampu berbicara dan juga tubuhnya sangat sulit di gerakkan.
Mereka sudah merencanakan hal ini, jika Luo Zian menolak maka mereka akan menghentikan pergerakan dengan mengunci beberapa otot tertentu sehingga Lho Zian tidak akan mampu bergerak atau pun berbicara.
Sekitar 30 pendekar Desa Jinhu mengelilingi Luo Zian yang saat ini sedang di pegang 10 rekannya. Mereka semua berusaha melindungi Lho Zian.
Lho Zian ingin bergerak dan berbicara namun apalah daya dengan tubuh kaku seperti boneka kayu. "Maaf kan kami Tuan Lho dan selamat tinggal, semoga di kehidupan berikutnya kita semua masih bisa menjadi saudara lagi." Kata salah seorang dari mereka kemudian dengan kekuatan ke sepuluh orang pendekar, mereka melempar tubuh Lho Zian ke langit agar para musuh tidak dapat menangkapnya.
"Apa yang kalian lakukan..! Kurang ajar musnahkan semuanya dan sebagian ikuti arah kepala desa, dan segera bawa kemari..!." Kata salah satu dari mereka.
Lho Zian dapat melihat dengan jelas dari langit, Desa Jinhu terbakar dan terlihat nyala api yang sangat terang, banyak jerit dan tangis para penduduk yang masih belum sempat kabur dari Desa.
__ADS_1
Samar-samar Lho Zian dapat melihat sebagian pendekar yang ia miliki sudah mulai berjatuhan, pandangan Lho Zian semakin lama semakin gelap karena dia sudah mulai menjauh dari Desa.
Air mata menetes di pipinya, hati nya terasa sakit dan dadanya terasa sesak, dia hanya memejamkan mata dalam hati penuh sesal mengingat banyaknya pendekar di Desa Jinhu yang akan mati, di tambah lagi dengan para warganya.
***
Di tempat yang agak jauh dari Desa Jinhu, Qiao Lin dan Jiu Rui sedang tertidur lelap.
Niu sendiri duduk di atas tubuh Naga Putih yang sedang berbaring di dekat tubuh Ho Chen. Sedangkan Ho Chen masih berlatih di Alam Batin dengan Ming Hao.
Niu memperhatikan tubuh Ho Chen yang memancarkan Aura putih. "Kun, sudah berapa lama kamu bersama nya?." Tanya Niu.
"Tidak terlalu lama, yang paling lama bersama nya adalah Ming dan Yu, sedangkan aku bertemu dengannya ketika dia datang ke tempat ku, saat itu dia ingin berlatih, mungkin karena dia sudah di takdirkan untuk bertemu dengan ku saat itu." Kata Naga Putih.
Niu mengangguk kemudian merebahkan tubuhnya di atas tubuh Naga Putih. "Aku penasaran, bagaimana kabar energi lainnya saat ini?." Kata Niu sambil menatap langit malam.
"Itu adalah tugas kita untuk mencarinya, saat ini hanya tersisa dua saja yang tidak tahu di mana mereka berada." Kata Naga Putih menjawab pertanyaan Niu.
"Ini adalah hal yang unik, ini sudah ke Tiga kali nya kita berpindah Tuan, andai saat itu Tuan Hanzi tidak memecahkan kita seperti ini, mungkin kita akan lenyap untuk selamanya." Kata Naga Putih.
"Benar! Sekarang kita hanya bisa berharap kepada manusia ini, semoga dia bisa melampui Tuan kita yang terdahulu, sehingga kita tidak perlu lagi keluar dan benar-benar menyatu dengan tubuh nya." Ucap Niu.
Ketika mereka sedang mengobrol, Ho Chen tiba-tiba membuka matanya, sedangkan Ming Hao muncul di belakang nya.
"Kenapa kalian berlatih secepat ini." Tanya Naga Putih.
Ho Chen tidak menjawab, dia malah menutup matanya sejenak kemudian kembali membuka matanya. "Aku mencium amis darah dan entah dari mana asalnya." Kata Ho Chen Kemudian bangkit dari duduk nya.
"Chen ! Sepertinya ada yang datang dari atas..!." Kata Niu yang masih menatap langit malam.
Niu dapat melihat sesuatu jatuh dari langit, dia bisa merasakan jika itu bukan benda, melainkan mahluk hidup.
"Itu manusia, dia tidak melayang melainkan jatuh." Kata Ming Hao.
Ming Hao dapat melihat dengan jelas begitu juga Naga Putih. "Kita harus menangkap tubuhnya, jika dia sampai membentur permukaan ini, tubuhnya pasti akan hancur!." Kata Naga Putih.
__ADS_1
Ho Chen mengeluarkan pedang lidah apinya kemudian menerbangkan nya ke arah sosok yang akan jatuh tersebut. Pedang lidah api segera melayang dan menangkap tubuh sosok tersebut kemudian membawanya ke hadapan Ho Chen.
Qiao Lin terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara pedang lidah api yang baru turun, kemudian di susul oleh Jiu Rui yang juga ikut bangun.
"Niu, sebaiknya kamu bersembunyi dulu! jangan sampai manusia lain melihat mu." Kata Ho Chen.
Niu segera menuruti perkataan Ho Chen, dia masuk kedalam baju Ho Chen dan bersembunyi di balik bajunya.
Ho Chen memperhatikan sosok tersebut kemudian memeriksa leher dan pergelangan lengannya. "Dia masih hidup, namun sebagian organ tubuhnya seperti terkunci, dan sepertinya dia hampir kehabisan darah." Kata Ho Chen.
"Biar aku yang mengobatinya dan memulihkan kembali kondisinya." Kata Niu yang kembali keluar dari balik baju Ho Chen.
Niu memiliki kekuatan yang unik, dia mampu menyembuhkan orang yang sedang terluka sangat parah dan membuatnya seolah-olah tidak pernah terluka, di samping itu Niu juga dapat mengembalikan sebagian energi orang yang ia obati.
Tanpa menunggu jawaban dari Ho Chen, Niu langsung menempelkan jari nya ke kening orang tersebut. Secara perlahan-lahan luka-lukanya menutup dan wajah orang tersebut kembali cerah, dia kembali pulih seperti tidak pernah terjadi sesuatu pada dirinya.
Niu segera melompat dan kembali ke balik baju Ho Chen dan bersembunyi, sedangkan Ho Chen membuka kembali beberapa organ pria tersebut yang terkunci.
Pria tersebut membuka matanya, yang pertama kali ia lihat justru wajah seekor kuda yang berada tepat di hadapannya.
Orang tersebut langsung kaget dan berusaha bangkit. "Paman, sebaiknya paman istirahat dulu, paman baru pulih, jadi tidak baik kalau terlalu banyak bergerak." Kata Ho Chen.
Orang tersebut menatap pemuda yang berbicara kepadanya kemudia menoleh ke samping dan menemukan dua pemuda lain datang mendekat.
"Siapa kalian? Dan.. di mana aku?." Tanya pria tersebut.
"Kami ini adalah pengembara yang sedang berpetualang kemudian beristirahat di jalan ini, kebetulan saya melihat tuan yang jatuh dari langit dan dalam kondisi terluka." Kata Ho Chen.
Lho Zian memeriksa tubuhnya, luka yang sebelum nya menggores sebagian tubuh nya kini sudah tidak ada. "Apa kamu yang mengobati ku?." Tanya Lho Zian.
Ho Chen hanya menjawab dengan anggukan pelan, lagi pula dia tidak mungkin mengatakan kalau yang mengobatinya adalah Niu.
"Chen, siapa dia?." Tanya Qiao Lin.
"Aku juga belum tahu!." Jawab Ho Chen.
__ADS_1