Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Ratu Sihir sudah dikalahkan


__ADS_3

"Segel Dewa,"


Tali yang terbuat dari lingkaran putih tersebut melebar dan mulai menutupi tubub Ratu Sihir, sedangkan Ratu Sihir terus berusaha melepaskan dirinya dari ikatan tersebut.


Ratu Sihir berniat memisahkan diri dari sihir gabungannya, namun tidak berhasil. Lingkaran hitam dibelakang kepalanya juga berusaha menahan pelebaran lingkaran putih, namun juga tidak mampu karena lingkaran putih milik Ho Chen lebih kuat dari lingkaran hitam milik Ratu Sihir.


"Kamu tidak akan bisa melepaskan diri dari segelku ini! Segel ini bukanlah segel biasa, melainkan Segel Dewa," kata Ho Chen.


Ratu Sihir hanya menatap Ho Chen dengan tatapan kemarahan, "Suatu hari aku akan kembali dan akan membalas semua perbuatanmu ini padaku," kata Ratu Sihir.


Ho Chen tertawa kecil seperti ada yang lucu dari perkataan Ratu Sihir sehingga membuat Ratu Sihir ingin sekali memakan Ho Chen hidup-hidup.


"Kamu mau membalas dendam dengan apa? Perlu kau tahu, segelku ini bukan hanya menyegel saja, melainkan melenyapkan kalian semua hingga tidak akan bisa lagi untuk bangkit," kata Ho Chen.


Ratu Sihir terkejut, biasanya setelah disegel tubuh maupun kekuatannya, jika ada orang atau kaum Org yang membangkitkan mereka kembali, mereka akan bisa kembali bangkit walau terkadang kekuatan mereka cuma separuh saja.


Namun kali ini, segel yang Ho Chen gunakan bukan cuma untuk menyegel saja, melainkan melenyapkan semua yang tersegel, artinya mereka tidak akan pernah lagi bisa untuk bangkit, bahkan dengan bantuan ritual sekalipun tidak akan bisa.


"Selamat Tinggal!" kata Ho Chen kemudian menggenggam tangannya erat-erat.


"Kau akan..!"


"Aaaaaaaaaaaaa.....!,"


Ratu Sihir ingin berbicara namun berhenti dan berteriak dengan sangat keras karena merasa tubuhnya seperti ditusuk oleh ribuan pedang sebelum akhirnya suara teriakan tersebut menghilang karena tertutup oleh lingkaran putih.


Lingkaran putih tersebut menutup seluruh tubuh Ratu Sihir kemudian dengan sekali genggam lingkaran putih yang membungkus tubub Ratu Sihir mengecil dan terus mengecil hingga sebesar buah anggur.


Ho Chen mengambil lingkaran putih yang sudah menjadi bulat yang di dalamnya ada Ratu Sihir yang bergabung dengan ketiga Raja iblis dan juga kelima jendral iblis.


Ho Chen menatap lagi sesaat, kemudian menghancurkan segel tersebut dengan menggunakan energinya sehingga segel tersebut hancur dan menjadi butiran-butiran cahaya putih sebesar pasir halus kemudian menghilang. Ho Chen menjentikkan jarinya dan waktu berjalan kembali seperti biasanya.


"Buka kembali perisai dan katakan kepada mereka semua bahwa mulai hari ini semua anggota Iblis sudah musnah! Hari ini dunia kita sudah aman," kata Ho Chen menyampaikan kepada ke Lima belas bayangannya yang berada diberbagai tempat.


Ho Chen kembali kewujud semula dia kembali ketempat Qiao Lin dan yang lainnya berada. Ho Chen ingin segera menemui yang lainnya sekaligus ingin mengantarkan Yihua ke tempat peristirahatan terakhirnya.


"Lin...!" Ho Chen mau memanggil Qiao Lin, namun suaranya tersangkut di tenggorokannya. Ho Chen diam membeku, matanya melebar, mulut menganga. Dia terkejut melihat pemandangan yang berada di hadapannya.

__ADS_1


****


"Mustahil!"


"Bagaimana bisa?"


"Amithafa, Budha welas asih, ampuni dosa-dosaku ini!"


Semuanya terkejut setelah Hanzi dan Wang Dunrui selesai memberikan energi kehidupan kepada Yihua, mereka serasa tidak percaya akan apa yang mereka lihat. Kulit Yihua yang sudah terlihat pucat tanpa darah kini wajahnya terlihat segar.


Secara perlahan-lahan Yihua kembali bernafas, tidak lama setelah itu dia membuka mata dan samar-samar dia melihat banyak orang yang mengelilinginya.


"Hua'er..!" Kaisar Hong langsung memeluk tubuh Yihua yang kembali hidup, dia menangis sambil memeluk erat putrinya erat-erat.


"A-ayah, lepaskan pelukannmu! Aku tidak bisa bernafas," kata Yihua dengan suara sesak, dia sulit bernafas karena Kaisar Hong memeluknya dengan sangat erat.


"Owh maaf! Aku terlalu bahagia hingga bersemangat," Kaisar Hong melepaskan pelukannya dan menatap kembali putrinya, dia masih sulit untuk percaya jika putrinya kembali hidup.


"Yihua!" Qiao Lin lansung membantu Yihua berdiri kemudian memeluknya.


"Qiao Lin maafkan aku telah membuatmu khawatir," kata Yihua, dia juga memeluk erat Qiao Lin.


KABOOM!!


Saat semua masih terkejut dengan hidupnya kembali Yihua, mereka kembali dikejutkan oleh suara ledakan besar di langit.


Ledakan tersebut membuat tanah berguncang hebat, bahkan gelombang kejut terlihat menabrak perisai pelindung, namun tidak bisa menghancurkannya walau sudah terlihat retak.


"Chen!" Qiao Lin hampir lupa jika saat ini Ho Chen sedang bertarung dengan Ratu Sihir. Yihua juga menoleh keatas kemudian kembali menoleh kearah Qiao Lin.


"Lin, maafkan aku yang telah egois memaksa Chen untuk mengatakan cintanya padaku, sekarang aku akan menyerahkan Chen padamu, dia lebih baik bersamamu dari pada diriku!" kata Yihua.


"Tidak Yihua, dia sudah menyatakan cintanya padamu, mana Mungkin aku bisa memilikinya jika dia sudah memilihmu?" kata Qiao Lin.


"Chen mengatakan cintanya padaku karena dia tidak ingin aku mati dalam kesedihan. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa kembali hidup, yang jelas aku sudah lebih baik dari sebelumnya dan seharusnya Chen sudah tidak perlu lagi mengatakan cinta palsunya padaku," kata Yihua.


Yihua sadar jika sebenarnya Ho Chen tidak menyukainya. Dia sangat mengetahui jika Ho Chen sangat terpaksa mengatakan cintanya karena tidak mau dirinya kecewa.

__ADS_1


"Mungkin benar, namun saat kamu sudah tidak lagi bernafas dia sempat... Eh! Sempat mencium," Qiao Lin berhenti bicara, dia hanya menunjuk bibirnya sendiri sebagai isyarat.


Yihua terkejut mendengarnya, dia sampai menyentuh bibirnya sendiri dengan wajah memerah.


Tanah yang bergetar akibat pertempuran di udara sudah tidak lagi mereka khawatirkan, karena mereka sudah tahu jika Ratu Sihir bukankah tandingan Ho Chen, ditambah lagi perisai Ho Chen yang sangat kuat.


"Ehem! Apa kalian sudah selesai?" Tanya Qiao Ho.


Qiao Lin dan Yihua sama-sama menoleh dan melihat Qiao Ho dan Kaisar Hong serta semuanya berada di hadapan mereka berdua.


"Eh! Maaf..!" kata mereka berdua secara bersamaan.


"Kalian tahu? Banyak gadis yang mencari suami pendekar hebat seperti Chen'er, jika kalian masih memperebutkannya terus, dia pasti akan bingung dan akhirnya tidak akan memilih satupun dari kalian," kata Qiao Ho.


"Benar! Coba kalian bayangkan jika sampai Chen'er tidak memilih satupun dari kalian, apa kalian rela jika nantinya Chen'er memilih wanita lain?" kata Kaisar Hong sambil bertanya kepada mereka berdua.


"Tidak!" jawab mereka berdua secara bersamaan.


Qiao Ho dan Kaisar Hong saling berpandangan kemudian tertawa, begitu juga dengan semua yang ada disana.


"Kalau begitu, kalian berdua jadilah istri Chen'er! Seorang pendekar hebat sepertinya sangat wajar jika memiliki lebih dari satu istri," kata Feng Ying sehingga membuat Qiao Lin dan Yihua terkejut, mereka berdua saling berpandangan dengan sedikit aneh.


"Apa menurutmu dia akan mau memiliki dua istri?" tanya Yihua kepada Qiao Lin.


"Mana aku tahu!" jawab Qiao Lin, dia merasa aneh dengan pertanyaan Yihua.


"Lin, jika seandainya kita berdua menjadi istrinya apa kamu tidak keberatan?" tanya Yihua, dia yakin tidak ada wanita yang mau cintanya dibagi.


"Jika kamu tidak keberatan aku juga tidak keberatan!" jawab Qiao Lin singkat sehingga membuat Yihua sedikit terkejut akan jawaban Qiao Lin.


"Aku juga tidak keberatan, namun sebaiknya kita tanyakan dulu padanya!" kata Yihua.


"Benar, sebaiknya kita tanyakan dulu padanya, jika dia setuju maka kita berdua akan menjadi istrinya," kata Qiao Lin.


Mereka berdua hanya berpikir singkat tanpa tahu akan apa jawaban dari Ho Chen, mereka tidak mengetahui jika waktu sempat berhenti dan Ratu Sihir sudah dikalahkan. Yang mereka tahu Ho Chen sudah datang ke arahnya.


"Lin...!" Ho Chen ingin memanggil Qiao Lin namun dia terdiam dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar setelah melihat Yihua berdiri disamping Ho Chen.

__ADS_1


"Apa yang telah terjadi?" tanya Ho Chen dengan heran.


__ADS_2