
"Saudara Chen, Tuan itu memintaku untuk menyalurkan energi kehidupan kepadanya kemudian dialirkan lagi ke Tuan Putri. Kerena itu Tuan Putri bisa hidup kembali," kata Wang Dunrui yang lebih dulu menghampirinya.
"Senior Han, kenapa kamu melakukan itu?" tanya Ho Chen kepada Hanzi.
"Maaf Ho Chen, aku melakukan semua ini karena dia tidak sepatutnya menjadi korban Ratu tua itu," kata Hanzi, namun sebenarnya dia memiliki alasan yang lain.
Ho Chen rasanya ingin marah kepada Hanzi dan juga Wang Dunrui. Ho Chen bisa saja menghidupkan Yihua dengan energi kehidupannya yang tidak terbatas.
Namun masalahnya, Ho Chen tidak mau melanggar Kodrat yang telah ditetapkan. Bagaimanapun juga itu adalah lingkaran kehidupan yang terus berputar, dimana yang hidup akan mati dan akan digantikan oleh kehidupan yang lain.
"Semoga tidak ada hal buruk setelah ini," gumam Ho Chen sambil mengehela nafas panjang.
Ho Chen akhirnya hanya memilih diam, dia sudah tidak mau mempermasalahkan hal yang sudah terjadi.
"Chen, apa kamu baik-baik saja?" tanya Qiao Lin dengan penuh perhatian.
"Chen, apa kamu terluka?" Yihua juga ikut bertanya dan memberikan perhatian yang sama.
Ho Chen sendiri mulai ke bingungan, yang lebih membingungkan adalah Qiao Lin yang sebelumnya sudah tidak mau lagi menunjukkan perhatian seperti ini padanya, apalagi dia sudah pernah mengalah pada Yihua.
Namun kali ini Qiao Lin menunjukkan kepeduliannya di depan Yihua, seolah-olah sudah tidak mau mengalah lagi kepada Yihua.
"Aku baik-baik saja!" kata Ho Chen dengan expresi wajah yang masih terheran-heran.
Ho Chen berjalan ke arah Qiao Ho dan juga Kaisar Hong, di sana juga ada Feng Ying, Hanzi dan semua pecahan energi dan juga Mahaguru An Xuan.
Feng Ying terlihat sedang bercerita panjang lebar dengan Hanzi. Sebelumnya Feng Ying menahan diri untuk tidak mengganggu Hanzi karena situasinya yang masih belum tepat.
Kini dia berkesempatan untuk berbicara dengan Hanzi yang sudah lama ia dengar kabar kehebatannya, bahkan Feng Ying memiliki tiga ilmu ciptaan Hanzi, yaitu Ilmu mata Dewa, Ilmu Ruang Waktu dan Ilmu Tehnik Matahari.
Hanzi pergi meninggalkan Ho Chen bersama kedua gadis setelah selesai menjelaskan alasannya kepada Ho Chen, kemudian pergi berkumpul dengan Ming Hao dan Feng Ying, sedangkan Wang Dunrui hanya duduk sendiri disamping kolam ikan.
Ho Chen heran melihat Qiao Lin dan Yihua berjalan mengekori dirinya di belakang, kemanapun dia berbelok, kedua gadis tersebut pasti ikut berbelok.
__ADS_1
"Argh.! Sial..!" Ho Chen yang berjalan menggerutu sambil menjambak rambutnya sendiri, dia sudah merasa lega karena musuh sudah dia kalahkan tanpa kesulitan, namun dia sangat kesulitan menghadapi hal yang semacam ini.
Ho Chen mempercepat langkahnya menuju ke arah Qiao Ho dan Kaisar Hong, dan kedua gadis yang mengekor juga ikut mempercepat langkahnya.
"Senior Ho, Yang Mulia! ada yang ingin saya bicarakan dengan kalian! saya harap kalian tidak keberatan," kata Ho Chen kepada mereka berdua yang sedang mengobrol.
"Tentu-tentu, kami tidak keberatan!" kata mereka berdua serempak.
"Hua'er..!" suara Permaisuri tiba-tiba terdengar, dia terlihat berlari kearah Yihua yang berdiri disamping Qiao Lin.
Permaisuri baru siuman, begitu dia sudah sadar, hal yang pertama dia sebut adalah Yihua dan segera pergi menemui Yihua, yang dia ingat bahwa Yihua saat terkahir dia lihat sudah tidak bernyawa.
Namun dia terkejut ketika melihat Yihua berdiri di samping Qiao Lin dan terlihat baik-baik saja, namun noda bekas darah dibajunya masih ada.
Permaisuri langsung memeluk Yihua sambil menangis kemudian melepaskannya lagi sambil memperhatikan Yihua sekali lagi untuk memastikan jika itu benar-benar adalah Yihua.
"Hua'er, aku pikir kamu! Kamu tadi sudah mati," kata Permaisuri dan kembali memeluk Yihua.
"Maafkan Hua'er sudah membuat Ibu khawatir," kata Yihua sambil membalas pelukan ibunya.
Walau begitu Ho Chen tetap menyayangkan akan hidupnya kembali Yihua yang mana telah melanggar Kodrat.
"Sudah-sudah, semua sudah berlalu, mari kita masuk kedalam!" kata Kaisar Hong kemudian mengajak mereka semua masuk kedalam istana.
****
Kabar akan musnahnya para anggota pasukan iblis segera didengar ke seluruh wilayah kekaisaran Yun, mereka langsung bersorak-sorai dengan gembira.
Ada yang berpelukan sambil menangis, ada juga yang sampai bersujud di hadapan bayangan Ho Chen dan menganggap Ho Chen sebagai Dewa pelindung kekaisaran Yun.
Pasukan iblis sudah membuat seluruh penduduk kekaisaran menjadi ketakutan. Selama hampir 10 tahun para pasukan iblis menebar kekacauan, kini semua sudah berakhir, dan mereka semua sudah bisa hidup dengan tenang.
Tentu saja yang paling terkenal adalah Ho Chen, dialah yang dianggap paling berjasa karena sudah berhasil membinasakan pasukan iblis seorang diri, sehingga semakin banyak yang memuji sekaligus memuja Ho Chen.
__ADS_1
Di Bukit Halilintar sendiri, Jiu Rui sampai melompat kegirangan setelah bayangan Ho Chen menyampaikan jika tubuh aslinya sudah berhasil mengalahkan Ratu Sihir sekaligus para Raja iblis yang sudah bergabung dengan Ratu Sihir.
Bayangan Ho Chen juga menambahkan bahwa Wang Dunrui saat ini sedang bersamanya dan sekaligus dalam kondisi baik-baik saja.
Hal itu membuat Kang Jian dan Yin Fei bernafas lega, mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Wang Dunrui, terutama Yin Fei.
Kang Jian sampai memiliki rencana, dia ingin menebus kesalahannya karena tidak bisa menolong Wang Chunying tepat waktu.
Kang Jian berencana menjadikan Wang Dunrui sebagai gantinya untuk menjadi ketua sekte, karena menurut Kang Jian, Wang Dunrui memang pantas mendapatkan posisi itu karena dia sudah menjadi salah satu pendekar terkuat setelah Ho Chen.
Di tempat yang masih berada di Bukit Halilintar, Liu Wei tersenyum-senyum sendiri setelah mendengar dari bayangan Ho Chen bahwa Ho Chen telah berhasil melenyapkan Raja iblis dan Ratu Sihir.
Kang Yelu juga berada disampingnya, dia juga ikut senang akan kabar tersebut, kedepannya seluruh kekaisaran Yun pasti akan damai, jika nantinya ada bahaya besar datang mengunjungi kekaisaran Yun, pastinya dia harus berhadapan dengan Ho Chen.
Setelah selesai menyampaikan kabar tersebut, bayangan Ho Chen membuka kembali perisai pelindung diseluruh kekaisaran Yun, setelah itu bayangan Ho Chen pun menghilang.
***
"Apa kalian tidak salah? Kalian menginginkanku menikahi kedua-duanya?" Ho Chen bertanya kepada Feng Ying, Qiao Ho, dan Kaisar Hong. Dia benar-benar tidak habis pikir akan pemikiran para orang tua yang ada di hadapannya.
"Memangnya ada masalah jika kamu harus menikahi kedua-duanya? Kan tidak ada larangan, selagi kamu adil dalam memberikan kasih sayang dan perhatian, seharusnya itu tidak akan menjadi masalah," ucap Feng Ying.
"Chen'er, mungkin ini memang sulit bagimu, namun mereka berdua sudah setuju jika kamu menikahi kedua-duanya," kata Kaisar Hong.
Ho Chen hanya bisa melongo. Jika dunia tahu kalau seorang pendekar berkekuatan Dewa ternyata tidak berkutik ketika menghadapi masalah asmaranya, pasti akan ditertawakan.
"Jadi apa kamu setuju untuk menikahi mereka berdua?" tanya Qiao Ho.
Ho Chen menelan ludah sambil menatap kedua gadis yang juga menatapnya dengan penuh harap. dia bingung mau berkata iya atau tidak.
"Beri aku waktu! Aku akan memikirkannya terlebih dahulu," kata Ho Chen, dia tidak mau terburu-buru dalam mengambil keputusannya.
***
__ADS_1
Untuk hari ini saya percepat lebih awal update nya karena nanti malam ada kesibukan.