Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Pertandingan 1


__ADS_3

Sebenarnya Ho Chen tidak terlalu memikirkan masalah nama besar kekaisaran Yun, namun dia masih sangat mengingat atas perlakuan ke sepuluh pendekar yang ingin membuat ribut di rumah makan.


"Jika saudara Chen tidak tertarik dengan sayembara ini, maka pastikan saudara Chen bisa masuk final dengan saya!." Kata Tiao Ji.


"Kenapa begitu?." Ho Chen bertanya dengan menaikan alisnya.


"Saat terakhir di pertarungan kita nantinya, saudara Chen bisa mengalah untukku, dan aku bisa menikahi Tuan Putri nantinya!." Kata Tiao Ji dengan tertawa kecil.


Ho Chen hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala pelan, akhirnya Ho Chen setuju untuk mengikuti keinginan Tiao Ji.


"Semua peserta silahkan mengambil nomor angka yang ada di dalam kotak yang ada di depan." Kata Jendral Lin Shang.


Kesepuluh peserta segera bangkit dan berjalan ke arah kotak hitam yang ada di depan dekat dengan tempat Kaisar Cao duduk.


Satu persatu memberi hormat kepada Kaisar Cao kemudian mengambil nomor yang ada di dalam kotak tersebut.


Ho Chen dan Tiao Ji juga mengambil nomor mereka, dan setelah selesai mereka di minta untuk duduk di kursi depan dekat dengan arena.


"Baiklah, sekarang saya akan memanggil dua peserta untuk memasuki arena pertandingan! Peserta nomor satu melawan peseta nomor dua. Kedua peserta yang memegang nomor tersebut di persilakan naik." Kata Jendral Lin Shang.


Dua orang pemuda segera bangkit dan berjalan memasuki arena, mereka adalah Tuan Muda Hang Kwe, dari kekaisaran Liu, dan lawannya adalah Pangeran Tang Shai, dari kekaisaran Ming.


Tuan Muda Hang Kwe berada di Tingkat Langit Puncak 1, dan Pangeran Tang Shai juga berada di Tingkat yang sama.


Mereka berdua masing-masing memberi hormat kepada Kaisar kemudian kepada penonton dan yang terakhir lawan yang akan di hadapi nya.


"Saya Hang Kwe, dari kekaisaran Liu, mohon bimbingan pangeran!." Kata Hang Kwe.


"Saya Tang Shai, dari kekaisaran Ming!." Mereka berdua saling memperkenalkan diri.


"Baiklah dengan ini pertandingan di mulai!."


GOANNNG!!!


Suara Gong berbunyi keras pertanda di mulainya pertandingan. Pangeran Tang Shai mengeluarkan sebuah Tombak panjang, di belakang tombak terdapat bulu berwarna biru. Pangeran Tang Shai segera maju menyerang Hang Kwe.

__ADS_1


Hang Kwe juga mengeluarkan dua pedang pendek bermata tunggal dan bersiap menyambut serangan tombak dari pangeran Tang Shai.


"Tehnik Tombak - Tusukan Angin."


Ujung mata tombak menyerang cukup cepat dan juga melepaskan energi angin setiap kali di hujamkan ke arah lawan.


Hang Kwe berusaha menghindar dan menangkis setiap serangan sambil mundur secara perlahan.


Ho Chen sendiri memperhatikan keduanya dengan seksama, dia juga bisa mengunakan tombak sehingga mengetahui sekuat apa Tehnik tombak yang gunakan oleh Pangeran Tang Shai.


"Tehnik Pedang - Serangan Taring Srigala."


Hang Kwe kini balik menyerang dangan kedua pedangnya dan bergerak dengan sangat gesit dan berniat memberikan serangan tusukan.


Pangeran Tang Shai langsung memutar tombaknya dan tercipta energi angin di seluruh tubuhnya sebelum akhirnya di lepaskan ke arah Hang Kwe yang hampir mendekati dirinya.


Hang Kwe terlambat untuk menhindari serangan energi angin tersebut, namun dia berhasil menahan sebagian saja sedangkan sisanya yang tidak mampu dia tahan berhasil melukai lengannya.


"Kombinasi angin dan tombak, sepertinya selain menjadi pangeran, ternyata anda masih sempat mempelajari Tehnik tingkat tinggi ya!." Kata Hang Kwe memuji Pangeran Tang Shai.


Hang Kwe mengambil satu pedang lagi sehingga ada tiga pedang yang di gunakannya. Satu pedang di lempar ke arah Pangeran Tang Shai.


Pangeran Tang Shai menghindari pedang yang melayang ke arah nya dengan mudah, namun pedang tersebut berputar dan kembali arah seperti bumerang.


Hang Kwe menangkap pedang tersebut dengan salah satu pedangnya, kemudian di putar dengan cepat dan kembali di arahkan ke pangeran.


Tidak sampai di situ saja, secara bersamaan, Hang Kwe menyerang dengan dua pedang di tangannya dan Satu pedang melayang seperti bumerang.


Pangeran Tang Shai mulai kesulitan menghadapi serangan Hang Kwe yang sangat unik. Tubuh Pangeran Tang Shai mulai di penuhi banyak luka sayatan pedang, bahkan tombaknya terpotong menjadi dua.


"Tehnik Pedang - Membelah Angin."


Hang Kwe menebaskan kedua pedangnya secara bersamaan dan terlihat energi pedang berbentuk tanda (X) bergerak ke arahnya seperti ingin memotong tubuhnya menjadi empat.


Pangeran Tang Shai menahan dengan unjung tombaknya mengarah ke tengah-tengah tanda (X) tersebut, namun dorongan energi pedang begitu kuat sehingga tubuh pangeran terpental dan jatuh keluar dari arena.

__ADS_1


"Pertandingan pertama di menangkan oleh Tuan Muda Hang Kwe, dengan ini pertandingan pertama selesai, dan Tuan Muda Hang Kwe akan masuk ke pertandingan berikutnya!." Jendral Lin Shang mengumumkan jika pertandingan pertama sudah selesai dan dimenangkan oleh Hang Kwe, dari kekaisaran Liu.


Semua penonton yang berasal dari kekaisaran Liu bersorak karena Hang Kwe berhasil memenangkan pertandingan.


"Hebat sekali Tuan Muda Hang Kwe, dia bisa mengunakan Tiga pedang sekaligus, benar-benar akan menjadi lawan yang sulit nantinya!." Kata Tiao Ji dengan menghela nafas panjang.


Ho Chen sendiri sudah bisa memprediksi jika Pangeran Tang Shai akan kalah, itu karena dia sangat mengetahui kelemahan Tehnik Tombak yang di gunakan oleh Pangeran Tang Shai.


Pertandingan berikutnya akan di lanjutkan setelah beristirahat sebentar, dan beberapa pendekar memperbaiki arena yang sedikit ada kerusakan.


"Pangeran, maafkan saya!." Setelah selesai bertanding, Hang Kwe menghampiri Pangeran Tang Shai dan meminta maaf karena telah melukai sekaligus mengalahkannya.


"Kamu tidak perlu meminta maaf seperti itu, kalah dan menang dalam pertandingan itu sudah wajar, ini juga sebagai pelajaran bagiku agar aku bisa berlatih lebih giat lagi kedepannya. Jadi seharusnya aku sangat berterima kasih padamu karena sekarang aku sudah tahu akan kekurangan ku." Pangeran Tang Shai sadar jika ilmu beladiri dan Tehnik nya masih belum cukup kuat dan masih banyak kekurangannya sehingga dia tidak berkecil hati.


Di sisi lain pangeran Xiu Hei Kong sedang menatap Ho Chen dengan tajam, yang menganggu pikirannya adalah, dia tidak bisa mengukur dan mengetahui Tingkat kekuatan Ho Chen sama sekali sehingga membuat dirinya bingung dan di penuhi tanda tanya.


"Sebenarnya dia pendekar atau bukan..?." Batin Pangeran Xiu Hei Kong karena sama sekali tidak merasakan energi milik Ho Chen.


Setelah waktu istirahat selesai, Jendral Lin Shang kembali  memasuki arena pertandingan dan mulai memanggil peserta berikutnya.


"Sekarang sudah tiba waktu pertarungan peserta yang berikutnya, peserta nomor 3 dan nomor 4, silahkan untuk memasuki arena." Kata Jendral Lin Shang.


Dua orang memasuki arena, berbeda dengan sebelumnya karena identitas keluarga peserta sudah di ketahui, sekarang salah satu peserta tidak di ketahui, apakah dia berasal dari keluarga bangsawan, atau keluarga kekaisaran, hal ini menimbulkan perdebatan bagi semua penonton bahkan orang-orang penting yang hadir di sana.


Orang tersebut tidak lain adalah Ho Chen yang mendapatkan angka Nomor 4. Dan lawannya adalah Pao Zian, dia keturunan bangsawan dari kekaisaran Liu.


Mereka berdua memberi hormat kepada Kaisar Cao seperti yang di lakukan oleh peserta pertama.


"Saya adalah Pao Zian, dari kekaisaran Liu! Mohon bimbingan saudara!." Kata Pao Zian sambil tersenyum sinis karena tidak merasakan kekuatan Ho Chen sama sekali sehingga menganggapnya sebagai orang biasa.


Pao Zian yakin bisa mengalahkan Ho Chen tampa perlu mengeluarkan banyak jurus. Dan di kursi lain juga berharap Ho Chen akan kalah, mereka adalah Pangeran Xiu Hei Kong dan kesepuluh pengawalnya.


"Saya adalah Ho Chen, dari kekaisaran Yun." Ho Chen memperkenalkan dirinya sekaligus memberi hormat.


"Baiklah, sekarang pertandingan bisa di mulai!." Seru Jendral Lin Shang disertai dengan suara pukulan Gong.

__ADS_1


__ADS_2