
Feng Ying menatap jendral iblis yang mulai bangkit kembali setelah terkena serangan dari Feng Ying.
Feng Ying mengerutkan dahi ketika melihat jendral iblis masih baik-baik saja. Setelah mendapat serangan darinya yang begitu dahsyat, nyatanya jendral iblis tidak terlihat melemah sedikitpun.
Jendral iblis kembali melayang dan berhenti di hadapan Feng Ying dengan tersenyum lebar. “Aku akui kekuatanmu memang besar, aku tidak mengerti dari mana kamu mengetahui tentang salah satu kelemahanku, namun ada satu hal yang tidak kamu ketahui." Jendral iblis melayang sedikit lebih tinggi di atas Feng Ying.
“Aku memang lemah ketika siang hari, bahkan energi ku bisa berkurang hampir dari separuh itu pun jika mataharinya asli. Sedangkan ini hanya matahari buatan, jadi hanya mengurangi energi ku sebanyak 10 persen saja. Aku akan menunjukkan padamu seberapa jauh perbedaan kita yang sebenarnya."
Setelah berkata demikian, jendral iblis mengarahkan tangannya ke kumpulan pasukan iblis, dan tiba-tiba sekitar 5 pasukan iblis yang memiliki Tingkat Alam ketarik ke arah tangan jendral iblis.
Begitu ke lima pasukan iblis tersebut dekat dengan tangan jendral iblis, pasukan tersebut berubah menjadi api dan menyatu dengan tubuh jendral iblis.
Api di tubuh jendral iblis menjadi besar, bahkan energinya lebih besar dari sebelumnya sehingga membuat suhu di seluruh wilayah sekte Pilar Angin menjadi sangat panas.
Feng Ying mulai berkeringat di keningnya ketika merasakan energi yang di pancarkan oleh jendral iblis tersebut.
Wei Heng berhenti menyerang Qiao Ho, kemudian dia mundur mendekati anggotanya yang bertarung untuk kembali berkumpul.
Touli dan Peiyu juga langsung bergerak mundur menuju tempat Wei Heng berada. Setelah semua anggotanya berkumpul menjadi satu, Wei Heng dan Touli segera membentuk perisai untuk menahan suhu panas yang semakin meningkat.
Qiao Ho dan ketua sekte lainya juga menyadari akan suhu yang terasa semakin panas, kemudian mereka semua juga bergerak mundur dan berkumpul dengan jagoan yang lain.
“Saudari Ming mohon bantuanya..!" Qiao Ho meminta bantuan kepada Ming Mei.
“Saya mengerti ketua Ho..!" Jawab Ming Mei.
Ming Mei dan ke empat jagoannya berpencar ke berbagai sudut puncak gunung sekte Pilar Angin kemudian mengeluarkan Tehnik airnya.
__ADS_1
“Tehnik Air - Tarian Naga Air."
Ming Mei dan ke 4 jagoan lainya melepaskan air yang berbentuk ular naga. 5 ular naga yang yang sangat besar keluar, mereka bergerak dan melingkari seluruh area puncak sekte Pilar Angin, sehingga lingkaran tersebut membentuk sebuah kubah air raksasa yang sangat besar.
“Tehnik Es - Pembekuan Alam"
Qiao Ho dan anggotanya segera membekukan air tersebut, sehingga kubah air tersebut menjadi kubah es raksasa yang sangat besar.
Guru An Xuan juga membentuk sebuah tembok tanah raksasa yang sangat besar, agar dampak panas tersebut tidak cepat melelehkan dinding es tersebut.
Semua bernafas lega setelah terbebas dari tekanan suhu panas tersebut. Xiu Huan menghampiri Kang Jian yang terlihat terluka akibat racun dari Peiyu.
“Sepertinya ini racun jenis baru, saudara Shi apa anda bisa memeriksa saudara Jian." Tanya Xiu Huan setelah selesai memeriksa kondisi Kang Jian.
Shilin mendekat dan memeriksanya. Shilin memang mengetahui banyak tentang racun.
“Apa racun ini sangat berbahaya saudara Shi?." Tanya Yuen.
“Untungnya saudari Peiyu belum bisa menyempurnakannya, andai racun ini sudah sempurna maka nyawa saudara Jian tidak akan tertolong lagi."
Shilin mengeluarkan sebuah botol giok yang begitu kecil. Dia mengeluarkan 3 butir pil yang sangat kecil berwarna merah dan menyerahkannya kepada Kang Jian. “Saudara Jian kalau kamu percaya padaku maka aku sarankan untuk meminum pil ini, setelah kamu meminumnya kondisimu akan pulih lagi."
Kang Jian menerima pil tersebut, dan tanpa ragu dia segera menelan ke tiga pil tersebut Tampa merasa curiga apapun, karena Kang Jian yakin Shilin memang tidak berniat mencelakainya.
Setelah menelan pil tersebut, Kang Jian segara duduk bersila dan menyerap khasiat dari pil tersebut, dan benar saja, wajah Kang yang awalnya pucat perlahan-lahan mulai terlihat segar. Setelah beberapa saat, kondisi Kang Jian sudah hampir pulih sepenuhnya.
“Terima kasih saudara Shi, kali ini aku berhutang nyawa padamu.." kata Kang Jian yang kondisinya sudah hampir stabil.
__ADS_1
“Tidak perlu di pikirkan, aku hanya tidak mau kekuatan kita jadi melemah karena harus kehilangan satu orang." Jawab Shilin dengan kembali ke posisi sebelumnya.
Di tempat Wei Heng, Peiyu sedang di obati oleh Touli mengunakan energinya. Peiyu mengalami luka dalam yang cukup parah, andai Peiyu tidak menahan luka dalamnya dengan energinya, mungkin Peiyu akan benar-benar mati.
Setelah beberapa saat Peiyu memuntahkan darah hitam, dia sudah tidak merasakan sesak di dadanya dan tubuhnya mulai kembali bertenaga.
“Istirahatlah dulu sebentar dan Pulihkan energimu, kali ini jangan sampai gegabah lagi." Kata Touli.
Peiyu hanya tersenyum kecut mendengar kata-kata dari Touli. Dia tidak bermaksud meremehkan Kang Jian, namun karena dia lengah akibat Feng Ying yang melemparkan api dari jendral iblis kepada anggotanya, sehingga membuat anggotanya banyak yang tewas.
Wei Heng mampu menyembuhkan kondisinya dengan cepat, begitu juga dengan Touli, jadi mereka bedua tidak membutuhkan bantuan orang lain untuk membantu memulihkan kondisinya.
Suhu di luar semakin bertambah panas, pepohonan yang ada di luar mulai terbakar akibat suhu panas yang sangat besar. Hutan yang begitu lebat dan lebar kini menjadi lautan api.
Feng Ying hanya bisa menyaksikan itu Tampa mampu berbuat apa-apa. Saat ini Feng Ying tidak bisa mendekati atau menyerang jendral iblis, karena jika Feng Ying mendekat, Feng Ying pasti akan terbakar.
Bahkan jika Feng Ying mengunakan energinya untuk melindungi tubuhnya sekalipun, tidak akan cukup untuk bertahan. Karena itu Feng Ying sedikit menjauh lalu membuat energi pelindung di beberapa hutan tertentu.
“Bagaimana dengan yang lainya?." Gumam Feng Ying kemudian menatap ke arah puncak gunung Pilar Angin dengan mengunakan mata dewa.
Feng Ying bisa melihat dua kubah besar yang menutupi dua bagian, Feng Ying bisa melihat masing-masing orang yang berada di dalam kubah tersebut.
Feng Ying bernafas lega setelah melihat orang-orang yang berada di sekte Pilar Angin sudah aman kemudian dia menatap Jendral iblis yang sedikit jauh darinya.
Setelah beberapa saat api jendral iblis berhenti membesar, namun tekanan panas nya masih sama besarnya. Dia mengibaskan tanganya ke arah matahari buatan Feng Ying.
Dan dalam beberapa tarikan nafas, matahari tersebut hancur menjadi butiran cahaya kecil.
__ADS_1
Kini hari kembali menjadi gelap, dan yang bersinar hanya api di tubuh jendral iblis yang masih menyala.