
Seluruh Penduduk kekaisaran Yun sangat panik ketika ada getaran di tanah, di tambah lagi ada bebarapa gunung besar yang juga meletus bersamaan dengan getaran tanah.
Namun para warga yang panik ternyata tidak bisa lari dan keluar dari kota maupun desa yang mereka tinggali karena bayangan Ho Chen sudah memasang perisai pelindung untuk mereka.
Sedangkan di sekte-sekte yang lain, mereka hanya bisa melihat semua fenomena aneh tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa karena perisai Ho Chen membuat mereka hanya bisa berharap pertempuran antara Ho Chen dan Ratu Sihir cepat selesai.
Tentu saja mereka berharap Ho Chen bisa memenangkan pertempuran tersebut sehingga kekaisaran Yun kembali damai.
***
"Tenanglah, dia pasti akan menyelamatkannya!" Liu Wei berusaha meyakinkan Yin Fei yang terlihat gelisah.
Sejak bayangan Ho Chen membuat perisai pelindung untuk Bukit Halilintar dan menjelaskan situasi yang terjadi, Yin Fei mulai terlihat khawatir karena bayangan Ho Chen menjelaskan jika Wang Dunrui sedang berhadapan dengannya.
Liu Wei sebenarnya juga sama khawatirnya dengan Yin Fei, namun bukan Wang Dunrui yang ia khawatirkan, melainkan Ho Chen yang saat ini sedang bertarung sendiri melawan Ratu Sihir dan para Raja iblis.
Liu Wei memang sudah menekan perasaannya kepada Ho Chen dalam-dalam, dia akan berusaha menerima Kang Yelu yang sudah menjadi tunangannya.
Dia juga berusaha menganggap Ho Chen sebagai saudaranya, walau berat namun secara perlahan-lahan Liu Wei mulai bisa menerima semua itu.
Jiu Rui dan Kang Yelu saat ini sedang bersama dengan Kang Jian, Jian Heeng dan semua para jagoan sekte Bukit Halilintar.
Mereka semua tentu mengkhawatirkan Ho Chen. Walau Kang Jian dan beberapa jagoan sudah melihat kekuatan Ho Chen saat pertempuran di Gunung Es, namun Kang Jian tetap khawatir karena musuh yang Ho Chen hadapi kali ini adalah musuh terkuat.
"Ketua, kenapa kita tidak meminta bayangan Pendekar Chen untuk membiarkan kita pergi kesana?" salah satu jagoan bertanya kepada Kang Jian.
"Aku juga sempat memiliki rencana seperti itu, namun aku tahu sifat Chen'er, dia tidak akan setuju dengan rencana tersebut," kata Kang Jian.
"Jadi kita hanya terus berdiam diri disini saja tanpa berbuat apa-apa?!" tanya Jian Heeng.
"Lebih baik begitu dari pada pergi kesana! Jika kita kesana! Kita hanya akan membebani Chen'er," kata Kang Jian.
"Yang dikatakan ketua Jian benar. Ini bukanlah pertempuran pendekar biasa seperti kita, jadi kita datang kesana sekalipun tidak akan banyak membantu Guru besar!" Yuan berpendapat.
Mereka akhirnya hanya bisa pasrah dan berharap Ho Chen bisa mengalahkan Raja iblis dan Ratu Sihir.
__ADS_1
***
Booom!!
Ledakan pertarungan antara Ho Chen dan Ratu Sihir terdengar keseluruh wilayah kekaisaran Yun. Pertarungan mereka semakin sengit karena kekuatan yang berimbang.
Ho Chen berkali-kali berhasil melukai Ratu Sihir dengan pukulan tangan yang diselimuti energi Logam. Namun setiap kali Ratu Sihir terluka atau kehilangan satu lengannya, lengan tersebut akan tumbuh kembali, begitu juga dengan luka-lukanya akan juga akan sembuh dengan cepat.
Ho Chen sendiri juga mendapat pukulan dari Ratu Sihir, namun semua pukulan tersebut sama sekali tidak berpengaruh kepada Ho Chen.
"Rasakan ini!"
"Sihir Alam Mencengkeram Langit,"
Ratu Sihir melepaskan kekuatan lingkaran hitam yang ada di belakang kepalanya. Lingkaran hitam tersebut berubah menjadi telapak tangan raksasa dan menangkap tubuh Ho Chen.
"Bagaimana? Apa kamu masih bisa melepaskan diri dari cengkeraman tangan sihir hitamku ini?" kata Ratu Sihir sambil menggenggam telapak tangannya dengan tersenyum lebar.
"Aku akui kau lebih kuat dari yang aku pikirkan, bahkan kekuatanmu melebihi kekuatan Hanzi," kata Ratu Sihir.
Ho Chen sendiri tidak menjawab dia hanya tersenyum dingin sambil menatap Ratu Sihir yang terlihat sangat bangga karena berhasil menggenggam tubuh Ho Chen dengan sihir lingkaran hitamnya.
Ratu Sihir menggenggam tangannya lebih erat, sihir lingkaran hitam bisa dikendalikan dengan tangannya. Ratu Sihir berniat meremukkan tubuh Ho Chen dengan sekali remas.
"Arghh!!"
Ho Chen berteriak keras setelah tubuhnya diremas dengan sangat erat oleh Sihir lingkaran hitam sebelum akhirnya diam dengan tubuh tidak bergerak lagi.
"Chen'er..!"
"Chen..! tidak..!"
"Tuan...!"
"Saudara Chen..!"
__ADS_1
Semuanya berteriak memanggil Ho Chen yang terlihat sudah mati digenggaman Sihir lingkaran hitam Ratu Sihir, bahkan Qiao Lin berteriak lebih keras dari semuanya.
Para Jendral dan para prajurit hanya menelan ludah mereka melihat pemandangan yang mengerikan tersebut, mereka tidak bisa membayangkan jika mereka yang diremas oleh Lingkaran hitam tersebut, yang pasti tulang-tulang mereka akan hancur.
"Chen..!" Qiao Lin berniat menerobos perisai pelindung yang Ho Chen buat, namun dia tidak berhasil.
Qiao Ho sendiri berusaha menenangkan Qiao Lin, sedangkan Feng Ying, Wang Dunrui, Hanzi dan keenam pecahan energi berusaha menghancurkan energi tersebut agar bisa keluar dan menolong Ho Chen.
Sebenarnya Feng Ying, Ming Hao dan Hanzi bisa berpindah tempat, namun perisai yang dibuat oleh Ho Chen benar-benar tidak bisa mereka tembus bahkan dengan sihir ruang waktu sekalipun.
Saat semua sudah mengira Ho Chen sudah tewas, tiba-tiba tubuh Ho Chen yang masih digenggam oleh Lingkaran hitam tersebut berubah menjadi asap putih dan kemudian menghilang.
"Eh.! Apa yang terjadi?" Wang Dunrui kaget setelah melihat tubuh Ho Chen menghilang, begitu juga dengan Ratu Sihir.
"Kemana dia? Apakah dia sudah mati?" Ratu Sihir kebingungan dia berusaha mencari keberadaan Ho Chen namun tidak juga menemukannya, sebelum akhirnya dia melihat Ho Chen sedang duduk bersila di atap istana.
"Kau...?!" Ratu Sihir terlihat sangat geram, dia sudah yakin jika Ho Chen sudah mati dengan kondisi tulang-tulang yang hancur. Namun nyatanya Ho Chen masih duduk santai menatap ke arahnya dengan wajah datar.
"Lin'er tenangkan dirimu! Chen'er masih baik-baik saja, Lihatlah!" kata Qiao Ho menunjuk ke atap istana tempat Ho Chen sedang duduk bersila.
Qiao Lin menoleh keatas dan melihat Ho Chen yang ternyata baik-baik saja, bahkan seperti tidak bertarung sama sekali.
Feng Ying, Hanzi, Wang Dunrui dan semuanya juga menoleh, mereka bingung sekaligus bernafas lega setelah melihat Ho Chen masih baik-baik saja.
"Kau hampir membuat jantung tuaku ini ingin copot saja Chen'er!" gumam Feng Ying.
Ho Chen kemudian bangkit dan mengerakkan punggungnya, dia terlihat seperti sudah lama duduk disana sehingga meluruskan semua tulang-tulangnya.
"Apa kau sudah selesai? Mengalahkan salah satu bayanganku saja sampai membuatku bosan menunggu," kata Ho Chen, walau dia berbicara pelan, namun suaranya terdengar keseluruh kota Anming.
"Bayangan? Sejak kapan?!" Ratu Sihir mengerutkan dahinya dia benar-benar kehabisan kata-kata. Ratu Sihir tidak menduga jika sejak awal dia hanya bertarung dengan bayangan Ho Chen sehingga membuatnya kesal.
Bukan hanya Ratu Sihir yang terkejut, bahkan Wang Dunrui saja juga ikut terkejut. Dia tidak menduga jika bayangan Ho Chen saja sudah mampu mengimbangi Ratu Sihir yang sudah bergabung dengan delapan iblis terkuat, bahkan dirinya saja tidak yakin bisa mengimbanginya.
"Baiklah, sekarang giliranku!" kata Ho Chen kemudian melayang ke udara dan melepaskan semua energinya.
__ADS_1
Setelah itu muncul cahaya putih berbentuk lingkaran di belakang kepalanya dan terlihat lima cahaya yang berbeda membentuk seperti unjung tombak yang sangat runcing berdiri di setiap pinggir lingkaran tersebut.
Energi yang dilepaskan oleh Ho Chen membuat semuanya terkejut, bahkan Ratu Sihir sampai terdorong mundur oleh gelombang energi milik Ho Chen, dan perisai yang melindungi mereka mulai terlihat retak.