Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kuil Dewa Langit


__ADS_3

"Ini kekuatan Dewa, Kita bukanlah tandingannya, cepat tarik mundur semua pasukan..!." Teriak Ma Gou karena merasa tidak mungkin mampu melawan kekuatan Ho Chen yang tidak masuk akal.


Ho Chen juga mendengar teriakan Ma Gou dan mengubah Energi serangannya.


"Kalian sudah repot-repot datang kesini, bukankah sudah kubilang untuk menyerah, jadi jangan harap kalian bisa pergi seenaknya!." Perkataan Ho Chen membuat kaki mereka semua gemetar, dan bahkan tidak mampu di gerakkan.


"Tehnik Angin - Hempasan Badai."


Ho Chen memutar kedua telapak tangannya kemudian mengeluarkan Energi angin yang sangat besar, angin tersebut membuat banyak kereta terbalik, bahkan kereta yang dinaiki oleh Pangeran Tang Zin juga ikut terbalik. Untungnya Tang Zin sempat melompat.


"Tehnik Raja Api - Membakar Jiwa."


Ho Chen terbang lebih tinggi dan mengaktifkan Raja Apinya, karena Ho Chen sudah mencapai Tingkat Alam Dewa, kekuatan Raja Apinya juga meningkat, bahkan hampir  seluruh wilayah kerajaan menjadi sangat panas.


"Ampuni kami Dewa..! Ampuni kami!."


"Ampun..! Kami menyerah..!."


Merasa tidak kuat menahan rasa panas, semua prajurit langsung berlutut dan menyerah bahkan Ke tiga Jendral pun ikut berlutut.


Semua ketua perguruan aliran sesat awalnya tidak mau menyerah, namun setelah dipikir-pikir lagi, mereka akhirnya ikut berlutut, karena menyadari jika kekuatan Ho Chen bukanlah kekuatan yang mampu untuk mereka lawan.


Nyatanya Ho Chen tidak langsung menarik kembali Tehnik Dewa Apinya, dia menatap semua pasukan yang sudah berlutut kecuali Pangeran Tang Zin.


Pangeran Tang Zin berusaha bertahan beberapa saat sebelum akhirnya jatuh tidak sadarkan diri.


Ho Chen melepaskan Aura Raja kepada Tang Zin sehingga Pangeran itu tidak mampu menahan tekanan sekuat itu dan jatuh.


"Bagus, sekarang kalian para prajurit yang dari kalangan Rakyat biasa segera pergi tinggalkan tempat ini!." Suara Ho Chen menggema di telinga mereka semua.


Ho Chen menarik kembali Energi Apinya dan melayang sedikit lebih rendah dan melayang di atas para Ketua perguruan aliran sesat.

__ADS_1


Beberapa ribu prajurit segera bangkit dan mengucapkan terima kasih kapada Ho Chen lalu pergi meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan bahagia, karena sudah bebas dari belenggu dan tekanan dari para Ketua perguruan aliran sesat.


Ho Chen juga meminta agar prajurit dan jendral yang berpihak kepada Pangeran Tang Li untuk menangkap para Ketua perguruan aliran sesat dan memasukkan mereka kedalam tahanan, sedangkan untuk Pangeran Tang Zin di bawa lansung oleh Ho Chen kedalam istana.


Para ketua aliran lurus dan aliran Bebas sudah melihat seperti apa aksi Ho Chen, sehingga tidak satupun dari para Ketua aliran lurus dan aliran bebas yang berani mengangkat kepala mereka di hadapan Ho Chen.


Mereka sadar karena sebelumnya sudah menyinggung pemuda tersebut sehingga takut jika pemuda tersebut melanjutkan masalah tersebut, walau mereka mempunyai sepuluh nyawa sekalipun tidak akan cukup untuk melawan kekuatan Ho Chen yang bisa di bilang tidak masuk di akal.


"Maaf sikap saya Dewa, saya tidak bisa melihat kebesaran Dewa sebelumnya, jadi mohon ampuni saya!." Li Gou Yi sampai bersujud  dan menempelkan dahi nya ke lantai, karena dia sudah menyerang Ho Chen sebelum nya..


"Lupakan saja senior, dan sekali lagi saya katakan, nama saya adalah Ho Chen, dan saya bukan Dewa, jadi tolong panggil saya Ho Chen saja!." Li Gou Yi tidak menjawab, bahkan semuanya tidak ada yang menjawab termasuk Pangeran Tang Li dan Wu Jian.


Namun melihat Ho Chen tidak mengungkit masalah sebelumnya dan melupakannya membuat hati mereka merasa lega.


Setelah beberapa saat barulah pangeran Tang Zin kembali sadar dan melihat ke sekelilingnya. Nafas nya terasa sesak setelah bertatap mata dengan Ho Chen.


"Ampuni saya, saya akan menyerah dan membiarkan adik saya untuk naik menjadi Raja, namun saya mohon jangan bunuh saya!." Kata Pangeran Tang Zin, dia sudah tidak lagi mau berurusan dan berusaha merebut tahta adiknya.


"Saya mengerti Pendekar, tidak maksud saya Dewa. Sekarang saya tidak mau lagi bersaing atau merebut tahta ini lagi!." Kata Pangeran Tang Zin.


Ho Chen mengangguk kemudian memandang Pangeran Tang Li sesaat kembali berbicara. "Pangeran, walau kamu sudah menyerah, namun bukan berarti kamu sudah bisa bebas, kamu tetap harus mendapat hukuman atas semua perbuatan mu sebelumnya, jadi semua keputusan ada di tangan pemerintah." Ho Chen menatap Pangeran Tang Li. "Aku serahkan dia padamu, sekarang tugasku sudah selesai!." Kata Ho Chen kepada pangeran Tang Li.


"Baik, terima kasih Dewa, maksud saya Pendekar Chen!." Kata Pangeran Tang Li.


Pangeran Tang Zin di masukkan kedalam penjara. Sedangkan Ho Chen meminta kepada  para ketua aliran lurus untuk membantu pangeran Tang Li mengurus rakyat yang sudah menjadi korban, tentu tidak ada yang menolak permintaan Ho Chen, bahkan mereka berjanji mulai saat itu, mereka akan sepenuhnya mendukung pangeran Tang Li dan bekerja sama membangun kerajaan.


Setelah hampir satu bulan selepas pertempuran tersebut, pangeran Tang Li resmi menjadi Raja dari kerajaan Luwuen, dia kembali mengatur pemerintahan yang sebelumnya sempat kacau akibat perang saudara.


"Bunga Lotus Emas..? Anda mencari Bunga Lotus Emas?."


Pangeran Tang Li, para Ketua aliran lurus dan aliran bebas, para pejabat istana termasuk Wu Jian yang di angkat menjadi penasehat Raja sedang berkumpul di Aula pertemuan utama.

__ADS_1


Ho Chen ingin pamit meninggalkan istana, karena tugasnya sudah selesai, sekaligus menyampaikan bahwa masih ada tugas yang belum di selesaikan, yaitu mencari Bunga Lotus Emas.


"Apa ketua Wo mengetahuinya?." Tanya Raja Tang Li.


"Saya tahu Yang Mulia, jika pendekar Chen ingin mencari keberadaan Bunga Lotus Emas, maka pendekar pergi ke arah selatan, dan carilah kuil Kuno bernama Kuil Gunung Suci.


Seingat saya, kabarnya dulu pernah ada Bunga Lotus Emas di sana, dan itupun sudah sekitar 300 tahun yang lalu." Kata Wo Aozi.


"Seberapa Jauh tempat itu?." Tanya Ho Chen.


"Tidak terlalu Jauh, jika menggunakan kuda, kemungkinan dalam waktu empat atau lima hari akan sampai disana." Kata Xin Fayun.


"Apa di Kuil kuno tersebut masih ada orang yang menjaganya?." Tanya lagi Ho Chen.


"Ada, Namanya adalah Biksu Gu Lixian. Beliau adalah kepala Kuil Gunung Suci." Jawab Wo Aozi.


"Terima kasih atas informasi kalian, sekarang saya akan segera berangkat kesana." Kata Ho Chen.


Mereka semua berjalan keluar mengantar Ho Chen, setelah berada di luar, Ho Chen menghampiri Wu Jian. "Saudara Wu, semoga kedepannya kita bisa bertemu lagi, jaga diri baik-baik, dan ingat untuk selalu membantu rakyat yang kesusahan dan jangan sampai terluka lagi." Kata Ho Chen sambil tertawa kecil.


"Tentu, saya akan mengingat itu!." Kata Wu Jian yang teringat akan pertemuannya dengan Ho Chen saat dirinya terluka.


"Baiklah, selamat tinggal..!." Kata Ho Chen sambil melambaikan tangan kemudian terbang ke arah selatan, dalam waktu kurang dari tiga kali terikan nafas, Ho Chen sudah tidak lagi terlihat.


Sejak saat itu sosok Ho Chen tidak pernah di lupakan, bahkan Raja Tang Li membuat kan Kuil untuk Ho Chen, dan membuat patung emas menyerupai dirinya di dalam Kuil, banyak yang datang untuk berdoa, bahkan memuja patung Ho Chen, tanpa sepengetahuan Ho Chen sendiri.


Jika Ho Chen sampai mengetahui nya mungkin dia akan sangat murka mengingat dirinya masih hidup justru di sembah dan di doakan seperti dirinya sudah mati.


Mereka semua menganggap Ho Chen adalah Dewa yang di utus oleh langit untuk membantu kerajaan nya melewati semua bencana, dan membuat seluruh wilayah kerajaan saat ini sudah terasa aman.


Kuil tersebut diberi nama Kuil Dewa Langit, yaitu Ho Chen yang di utus oleh Langit. Kuil tersebut di bangun di luar istana tempat Ho Chen bertarung melawan lebih dari 70 ribu prajurit seorang diri, dan kuil tersebut akan menjadi sejarah di masa depan.

__ADS_1


__ADS_2