
"Dasar manusia berhati iblis..!?." Ho Chen terlihat murka setelah melihat banyak tawanan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Banyak tawanan dari pria muda hingga tua, wanita muda hingga yang tua, bahkan anak-anak pun juga di tawan, tubuh mereka semua terlihat sangat kurus akibat kurang gizi.
Setiap sel akan di berikan satu mangkok nasi tampa lauk apapun, dan satu mangkok untuk belasan orang yang ada di dalam tahanan.
Yang lebih menyakitkan lagi, ada seorang pria paruh baya yang kedua tanggan serta kakinya di belenggu dengan rantai, terdapat banyak luka bekas cambukan di tubuhnya, dan badannya hampir tidak ada dagingnya, dan terlihat hanya tulang yang di bungkus kulit yang luka.
Andai tidak memikirkan keselamatan mereka semua, mungkin sudah dari tadi Ho Chen mengamuk, untungnya dia masih bisa mengontrol emosinya sehingga berusaha menahan amarahnya.
Semua orang yang ada di dalam tahanan terlihat ketakutan ketika melihat Ho Chen yang berdiri di depan sel penjara. Melihat itu Ho Chen akhirnya bersuara. "Tenanglah! Kalian tidak perlu takut! Aku datang ke sini untuk menyelamatkan kalian semuanya!." Seru Ho Chen membuat mereka semua terkejut.
Nyatanya mereka masih terlihat takut dan tidak percaya dengan perkataan Ho Chen. Ho Chen menyentuh jeruji besi tersebut dan dalam waktu singkat jeruji tersebut menjadi debu besi halus.
"Berkumpullah kalian dalam satu tempat, aku akan mengirim kalian semua ke tempat yang aman!." Kata Ho Chen.
Walau terlihat takut, mereka tetap menuruti perkataan Ho Chen, karena mereka takut jika Ho Chen marah jika tidak di ikuti perintahnya.
Namun salah satu tawanan wanita paruh baya berbadan kurus segera memeluk kaki Ho Chen sambil menangis kencang kemudian berkata. "Tuan, selamatkan putri ku, saya yakin tuan adalah orang baik! Jadi tolonglah Tuan..!." Kata Wanita tersebut memelas sambil menangis kencang.
"Nyonya, bangunlah, katakan di mana putri anda sekarang?." Kata Ho Chen bertanya dengan lembut.
Wanita tersebut menunjuk ke satu arah, Ho Chen menoleh kearah tersebut dan melihat pintu yang terbuat dari besi tebal. "Tuan pintu itu hanya bisa di buka dengan kode rahasia, hanya anggota Kelompok ini saja yang bisa membukanya!." Kata salah seorang dari mereka dengan nata gugup.
"Baiklah kalian tunggu di sini dan jangan kemana-mana!." Kata Ho Chen kemudian berjalan ke arah pintu besi tersebut.
Ho Chen kembali menyentuh pintu tersebut dan dalam sekejap pintu tersebut menjadi butiran debu besi halus.
Ho Chen terkejut melihat pemandangan di hadapannya dan segera memalingkan wajahnya sambil menutup mata, dia menoleh ke arah wanita yang meminta bantuan tersebut kemudian berkata. "Nyonya saya butuh bantuan mu!." Kata Ho Chen.
__ADS_1
Yang Ho Chen lihat adalah seorang wanita muda agak kurus, kedua kaki dan tangannya di ikat dalam posisi berdiri, namun tidak sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya, Ho Chen bisa menebak jika wanita tersebut menjadi bahan pelampiasan nafsu para manusia berhati iblis tersebut.
Setelah tubuh wanita tersebut sudah tertutup sebagian, Ho Chen segera menghancurkan rantai besi tersebut, namun tatapan wanita tersebut terlihat kosong dan sepertinya trauma dan juga syok!."
Ho Chen juga melepaskan rantai satu orang laki-laki yang hanya terlihat tulang terbungkus kulit tersebut, dia juga melihat ada satu ruangan yang di penuhi banyak tengkorak, namun tidak satu orang pun di dalamnya.
"Kalian semua berpegangan, aku akan mengirim kalian semua ke tempat yang lebih aman!." Kata Ho Chen sambil menyerahkan satu kertas dangan tulisan singkat.
"Serahkan ini kepada Kaisar setelah kalian tiba di sana!." Kata Ho Chen membuat mereka kebingungan.
Setelah mereka semua berpegangan tangan, Ho Chen menjentikan jarinya dan seketika itu juga mereka menghilang dari sana dan kembali muncul tepat di depan Kaisar Cao yang sedang melakukan pertemuan dengan para pejabat istana.
Setelah selesai mengirim mereka semua ke istana, kedua mata Ho Chen berubah bercahaya emas, tubuhnya juga di selimuti oleh aura berwarna emas.
"Kalian semua...! Tidak akan aku maafkan...!." Ho Chen melepaskan 10 persen energinya, dia sungguh sudah tidak bisa menerima perbuatan para pengikut iblis tersebut.
Kondisi kedua pendekar sepuh tersebut tidak terlalu bagus, mereka berdua terlihat kesulitan menghadapi kedua Jendral iblis tersebut sehingga banyak luka di tubuh mereka.
Alasannya sederhana, mereka tidak mampu mengalahkan kedua Jendral iblis tersebut karena mereka mengunakan Tehnik energi angin untuk berhadapan dengan kedua Jendral iblis tersebut.
Angin tidak akan berpengaruh kepada kedua jendral iblis tersebut, karena api lebih cocok dengan angin, sehingga kedua pendekar sepuh tidak di untungkan sama sekali dalam pertarungan tersebut.
Mereka semua berhenti bertarung setelah merasakan energi besar yang terpancar dari bawah tanah, bahkan Bao Lee sampai menelan ludah nya. "Energi milik siapa ini?." Ucapnya dengan berkeringat dingin, dia baru merasakan energi sebesar itu dalam hidupnya.
Setelah beberpa saat tanah di bawah meledak besar dan menimbulkan daya kejut yang luar biasa besarnya. Bahkan semua pendekar yang berdiri di atasnya beterbangan, bahkan pendekar Tingkat Langit juga banyak yang tewas, dan menyisakan 10 jagoan Tingkat Alam yang terlihat terluka.
"Murid si tua Feng memiliki kekuatan sebesar ini..?." Kata Mao Xuan dengan tatapan mata tidak percaya melihat Ho Chen yang secara perlahan muncul dengan Aura emas yang aneh.
"Bagaimana bisa dia memiliki kekuatan sebesar itu..!." Bao Lee juga sama terkejutnya.
__ADS_1
Ho Chen menatap ke arah para jagoan tersebut dengan kedua mata masih bercahaya emas. "Kalian semua tidak akan aku ampuni.! Setelah berkata demikian Ho Chen menghilang dari sana dan muncul di dekat ke sepuluh jagoan tersebut.
"Kau..! Siapa kau..." Salah seorang Jagoan belum sempat menyelesaikan kalimatnya namun tubuhnya langsung terpotong menjadi dua hanya dengan tebasan jari tangan Ho Chen.
Kedua pendekar sepuh juga melihat jika Ho Chen terlihat begitu murka, bahkan kemarahan Ho Chen membuat kedua Jendral iblis mulai takut.
Ho Chen melirik ke arah kedua Jendral tersebut, dia mengibaskan tangannya ke arah para pendekar yang tersisa, dan kemudian energi api berwarna biru melahap mereka semua, namun Song Ye dan Meng Yin berhasil menghindari api tersebut.
Ho Chen menghilang dari tempat tersebut dan muncul tepat di hadapan kedua Jendral dan mencekik leher kedua-dua nya.
"Selama kalian masih hidup, maka tidak ada kata damai di duniaku, karena itu matilah kalian berdua!."
"Tehnik Kristal Es - Pembekuan Abadi."
Ho Chen membekukan kedua Jendral iblis tersebut dengan Tehnik Kristal Es sehingga kedua Jendral iblis sama sekali tidak berkutik.
Kedua jendral iblis akhirnya membeku, Ho Chen yang sudah sangat marah langsung memukul kedua Jendral iblis tersebut yang membeku menjadi serpihan-serpihan Es kecil.
Sebenarnya tidak perlu mengunakan Tehnik bagi Ho Chen jika ingin membekukan mereka berdua, karena dia sudah bisa mengendalikan seluruh Alam.
Mao Xuan dan Bao Lee sama-sama tidak percaya akan apa yang mereka lihat, padahal mereka berdua sudah berjuang sekuat tenaga namun tidak berhasil melukai kedua mahluk tersebut.
Namun Ho Chen mengalahkan mereka berdua hanya dengan satu jurus saja. "Aku tidak pernah mendengar jika ada kekuatan yang lebih tinggi dari kekuatan Alam Dewa!." Kata Mao Xuan sedangkan Bao Lee kehabisan kata-kata.
Ho Chen menoleh ke arah Song Ye dan Meng Yin yang mengalami luka serius, mereka terluka bukan karena bertarung, melainkan karena terkena dua ledakan besar, satu dari pertempuran du jendral melawan pendekar sepuh, yang ke dua ledakan dari Ho Chen.
"Bagaimana dengan mereka berdua!." Tanya Mao Xuan kepada Ho Chen.
"Jangan bunuh mereka berdua, aku masih ingin bertanya sesuatau yang penting kepada mereka berdua!." Kata Ho Chen kemudian berjalan mendekati mereka berdua.
__ADS_1