
"Ikutlah Dengan ku! Ada yang ingin aku tunjukkan padamu." Suara tersebut membuat semua nya hampir jatuh karena kaget, mata mereka melotot merasa tidak percaya akan apa yang mereka lihat.
Sosok wanita yang sangat cantik dan terlihat sangat feminim justru bersuara seperti laki-laki muda dengan nada berwibawa.
Ho Chen tidak langsung menurut, dia sangat waspada kerana tidak bisa merasakan energi dari sosok tersebut, menurut Ho Chen kekuatannya sosok tersebut lebih besar dari Raja iblis biru, bahkan Hanzi sekalipun masih belum ada apa-apannya.
"Maaf senior, jika boleh junior tahu, siapa sebenarnya senior ini?." Tanya Ho Chen, dia tidak mau terjebak dan di bawa oleh orang yang ia sendiri belum kenal.
Gou Shen sendiri baru tiba di samping Ho Chen, dia juga sempat terpana dan tertarik dengan sosok tersebut sebelum akhirnya ingin muntah darah setelah mendengar suaranya yang ternyata seorang laki-laki.
"Aku akan menjelaskan nya nanti. Sekarang apa kamu mau ikut dengan ku?." Tanya lagi sosok misterius itu.
Ho Chen terlihat ragu untuk menjawab apa lagi mengikuti nya. "Sebaiknya kau ikut saja..!." Tiba-tiba Ming Hao muncul di samping sosok tersebut.
"Guru..!?." Ho Chen jelas terkejut melihat kemunculan Ming Hao di samping sosok tersebut, dia ingin bertanya namun Ming Hao lebih dulu bicara padanya.
"Kalau kamu ingin bertanya, nanti saja! Sebaiknya kamu bersiap-siap untuk ikut dengan kami!." Kata Ming Hao.
Ming Hao hanya bisa di lihat oleh Ho Chen dan sosok misterius tersebut, sedangkan yang lain tidak akan bisa melihatnya.
"Aku mengerti guru, tapi saat ini..!." Ho Chen menoleh ke arah Shi Yao dan Lun Yu, yang masih terpana melihat kejadian itu.
Shi Yao dan Lun Yu segera tersadar setelah Ho Chen menatap mereka berdua, mereka sadar jika tidak segera pergi bisa-bisa nyawa mereka tidak akan selamat.
"Kau abaikan saja mereka berdua, lagi pula, suatu saat nanti, kamu bisa menemukan mereka kembali. Sekarang lebih baik kamu ikut kami dulu!." Kata Ming Hao yang tidak memperdulikan Shi Yao dan Lun Yu.
Shi Yao dan Lun Yu segera pergi dari tempat itu tampa menoleh lagi kebelakang. Gou Shen ingin mengejar mereka namun Ho Chen melarangnya.
Sebenarnya dia juga sama seperti Gou Shen, tidak ingin membiarkan Kedua pasangan suami istri itu pergi, namun dia tidak punya pilihan lain karena dia harus menuruti perkataan Gurunya.
"Guru aku akan ikut, namun sebelum itu ada yang ingin aku lakukan terlebih dahulu." Kata Ho Chen, dia teringat akan Qiao Lin dan Jiu Rui beserta Naga Putih dan juga Niu.
"Aku tahu apa yang ingin kamu lakukan!." Kata sosok tersebut kemudian menjentikan jarinya.
__ADS_1
Satu jentikan jari saja, semua muncul di hadapan nya. Qiao Lin, Jiu Rui, Naga Putih dan Niu. Mereka sudah berada di hadapan Ho Chen hanya dengan satu jentikan jari.
"Chen.!."
"Adik!."
"Apa yang terjadi?."
"Di mana ini?."
Mereka berempat sama-sama terkejut karena tidak lagi berada di dalam penginapan, dan tiba-tiba saja sudah berpindah tempat berada di pinggir danau.
Jiu Rui yang sejak tadi melamun karena hatinya tidak tenang memikirkan kematian Wang Chungying, kini terpana terhadap sosok misterius yang berdiri di atas air tersebut.
Dia akui sosok tersebut sangatlah cantik, sampai-sampai dia menelan ludah nya sendiri. Begitu juga dengan Qiao Lin yang ikut terpana.
"Apa mereka boleh ikut?." Tanya Ho Chen kepada sosok misterius tersebut.
"Selain kedua mahluk itu, yang lain tidak akan ikut." Kata sosok tersbut sambil menunjuk Ke arah Naga Putih dan Niu.
"Benar Chen'er, sebaiknya mereka berdua kembali saja ke tempat mereka, lagi pula kamu akan pergi dalam waktu mungkin sangat lama!." Kata Ming Hao menambahkan.
Ho Chen tidak punya pilihan sebelum menjelaskan kepada mereka semua tentang situasi yang saat ini akan ia jalani.
"Adik aku tahu, tapi kalau aku pulang..!." Jiu Rui merasa khawatir karena jarak sekte nya dengan tempat ini sangatlah jauh.
Qiao Lin yang paling keberatan dengan keputusan Ho Chen, dia tidak lagi ingin berpisah dengannya. Namun Ho Chen mencoba berbicara kepada Qiao Lin agar dia menurut.
"Jika aku sudah kembali, aku akan langsung menemui mu terlebih dahulu!." Kata Ho Chen.
Qiao Lin tetap tidak yakin, namun hanya bisa pasrah dan akhirnya menuruti nya.
"Aku akan mengembalikan kalian berdua, jadi kalian berdua tutup mata dan bayang kan rumah kalian masing-masing." Kata sosok tersebut.
__ADS_1
Qiao Lin mendekati Ho Chen dan memeluk nya dengan erat, air mata mulai membasahi pipinya. Ho Chen pun membalas pelukan tersebut. Ho Chen bisa merasakan isakan tangis kecil dari gadis yang memeluknya itu.
"Cepatlah kembali, aku akan selalu menunggu mu di sekte!." Kata Qiao Lin kemudian melepaskan pelukannya.
Dia sebenarnya enggan melepaskan pelukan tersebut, namun ia sadar jika dia tetap akan berpisah.
Entah kenapa Hati Ho Chen juga merasa tidak ingin berpisah dengan Qiao Lin, perasaan ini sebelumya belum pernah ada sama sekali, namun sekarang perasaan itu muncul secara tiba-tiba.
"Adik, aku akan menunggu mu di Sekte, aku harap kamu tidak akan melupakan ku setelah kamu kembali kesini!." Jiu Rui juga memeluk Ho Chen sebagai tanda perpisahan.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya saling merelakan untuk berpisah, Qiao Lin juga tidak lupa mengucapkan salam perpisahan kepada Niu, dan Niu pun juga membalasnya.
Jiu Rui serta Qiao Lin sama-sama menutup mata mereka, mereka membayangkan rumah mereka masing-masing, kemudian sosok tersebut menjentikan jarinya, dan keduanya menghilang dari pandangan Ho Chen.
"Selamat tinggal, jaga diri kalian baik-baik." Gumam Ho Chen kemudian menoleh ke arah Gou Shen yang masih menatap ke arah tempat Qiao Lin dan Jiu Rui menghilang dengan tatapan tidak percaya.
"Senior Gou, kemana tujuan mu setelah ini?." Tanya Ho Chen.
"Aku tidak memiliki tujuan, kemana kaki ku melangkah, di sana lah tujuan ku!." Kata Gou Shen.
Ho Chen kemudian menyuruh Gou Shen untuk pergi ke Sekte Hutan Bambu, karena bisa saja suatu saat nanti, Shi Yao dan Yun Lu akan mencarinya kembali.
Gou Shen setuju dan akan segera pergi mengikuti perkataan Ho Chen, dia akan ikut bergabung dengan Sekte Hutan Bambu.
"Senior, urusan ku sudah selesai." Kata Ho Chen.
Sosok tersebut mengangguk kemudian menjentikan jarinya, dalam waktu satu kedipan mata, Ho Chen, Niu, Naga Putih dan sosok tersebut menghilang dari tempat tersebut.
Gou Shen menghela nafas panjang, ini kedua kalinya dia bertemu dengan Ho Chen, dia melangkah pergi menuju ke Desa Tirai Kabut untuk beristirahat, dan akan pergi esok hari ke Desa Hutan Bambu.
Jiu Rui juga sudah muncul di depan rumah Jian Heeng tempat yang sudah lama ia tinggalkan, namun tidak terlihat siapapun di sana, karena hari masih malam.
Begitu juga dengan Qiao Lin, dia berdiri di taman beku sambil memeriksa ke sekeliling nya, kemudia menatap langit malam dengan air mata yang masih membasahi pipinya.
__ADS_1
Setelah pagi tiba, barulah kedua sekte menjadi heboh. kedatangan Jiu Rui di Sekte Bukit Halilintar, dan Qiao Lin di Sekte Gunung Es langsung menggemparkan masing-masing sekte, mereka berdua masing-masing di ketahui beberapa tahun ini pergi mengikuti Ho Chen, dan kini mereka sudah kembali.