Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kelicikan jendral Ori


__ADS_3

Jendral Ori dan Sui tiba di tempat raja iblis berada, cukup lama bagi mereka untuk tiba ke tempat tersebut, semua itu akibat energi mereka yang tersisa kurang dari 50 persen saja akibat terkena pukulan Ho Chen.


"Ku harap kalian berdua memberikan penjelasan yang tepat, kenapa Jed bisa mati? Dan apa yang sedang kalian lakukan di sana sehingga Jed bisa mati?." Ucap raja iblis hitam  dengan suara menekan seluruh ruangan.


Jendral Ori dan jendral Sui saling menatap kemudian mulai menjelaskan kejadian itu.


"Aku terlalu menganggap remeh manusia itu! Sebenarnya siapa musuh mu itu Zhao?." Tanya raja iblis hitam kepada raja iblis merah.


"Bukankah sudah ku ceritakan kepadamu tetang siapa manusia itu?." Kata raja iblis merah.


Raja iblis hitam menghela nafas. "Aku tau! namun seharusnya dia masih belum sekuat ini untuk mengalahkan jendral Jed dengan mudah bukan?." Kata raja iblis hitam.


Raja iblis hitam sangat mengetahui seberapa besar kekuatan yang di miliki jenderal Jed walau jendral Jed bukan jendral yang terkuat dari semua jendral yang ia miliki, namun tidak akan mudah bagai manusia untuk mengalahkan nya.


"Jika memang demikian mulai hari ini kita harus berhati-hati, aku akan mendatangkan dua jendral yang memiliki kekuatan di atas kekuatan milik jendral Jed, kita lihat apa dia masih bisa menghadapi mereka berdua." Kata raja iblis hitam.


"Kapan itu raja ku?." Tanya jendral Sui dengan penasaran.


"Mungkin butuh waktu sekitar dua tahun, saat ini kita fokus dulu untuk membangun tempat ini, kita masih membutuhkan banyak bantuan dari para manusia sekutu agar pekerjaan kita lebih ringan." Jawab raja iblis hitam.


Jendral Ori setuju dengan rencana raja iblis hitam, menurutnya saat ini kekuatan manusia lebih di butuhkan dari pada kekuatan para pasukan iblis.


Wei Heng tiba setelah mereka selesai membahas rencana raja iblis hitam, dia datang bukan untuk mengetahui rencana mereka, namun Wei Heng datang karena tidak melihat keberadaan Touli bersama mereka.


"Jendral! Kemana saudara Touli? Sejak kalian datang aku tidak melihat nya datang bersama mu."


Biasanya ketika Touli pulang dari manapun dia pasti akan mendatangi Wei Heng terlebih dahulu, namun kali ini Touli bukan hanya tidak menemuinya, melainkan juga tidak terlihat sama sekali.

__ADS_1


"Temanmu itu sudah mati ketika bertarung dengan manusia itu! Kami tiba bisa menolongnya karena ketika tiba manusia itu sudah membekukan temanmu dan menghancurkan tubuhnya menjadi serpihan es kecil." Kata jendral Ori dengan wajah berpura-pura penuh penyesalan.


"Tidak mungkin...! Itu mustahil, kau tidak sedang ber bohong kan jendral?." Wei Heng tidak percaya akan apa yang telah di sampaikan oleh jendral Ori.


"Apa untungnya aku berbohong padamu..! Bukan hanya temanmu yang mati, bahkan jendral Jed yang lebih kuat dariku saja juga ikut mati di tangan manusia itu." Jendral Ori kembali meyakinkan agar Wei Heng percaya akan ceritanya.


Wei Heng termakan oleh perkataan jendral Ori, wajah Wei Heng  tiba-tiba merah menyala, dia begitu marah dan juga di penuhi dendam lebih besar lagi kepada Ho Chen.


Selama ini Wei Heng sudah menganggap Touli sebagai saudaranya, setiap ada kesulitan Touli lah yang selalu memberi solusi untuknya, sehingga kematian Touli membuat Wei Heng begitu sangat kehilangan.


"Aku akan membalas mu berpuluh-puluh kali lipat..! Tunggu saja nanti, aku akan berlatih dan akan mencari mu..!." Kata Wei Heng  yang hatinya sudah di penuhi dendam kepada Ho Chen.


"Dasar manusia bodoh! Begitu mudahnya hatimu bisa ku hasut..!." Gumam jendral Ori yang merasa puas telah berhasil membuat hati Wei Heng  semakin di penuhi api kebencian.


Jendral Ori yakin jika Wei Heng mengetahui jika yang membunuh Touli sebenarnya adalah dirinya, tentu dia tidak mungkin lagi mau untuk bersekutu dengan mereka.


Saat ini kekuatan dan tenaga Wei Heng sangatlah dia butuhkan untuk kelancaran rencana raja iblis hitam.


"Biar aku yang akan meningkatkan kekuatanmu! Aku juga akan mengajarkan mu api hitam agar kamu menjadi lebih kuat dari manusia lainnya." Kata raja iblis hitam.


"Terima kasih raja iblis hitam..." Wei Heng bersudut  sampai tiga kali kemudian bangkit berdiri di hadapan kedua raja iblis.


Jendral Ori semakin tersenyum lebar, selama ini kaum mereka memang lebih suka menghasut dan memfitnah para kaum lainya termasuk kaum manusia.


Wei Heng meninggalkan tempat tersebut setelah beberapa berada di sana, dia pergi menuju ke kediaman Touli.


"Saudara Touli! Ber istirahatlah dengan tenang, aku ber sumpah akan membalas kan kematian mu kepada anak muda itu." Kata Wei Heng dengan kedua tangannya mengepal keras.

__ADS_1


Wei Heng mengumpulkan semua barang-barang milik Touli kemudian memindahkan nya ke rumahnya untuk di simpan agar dia bisa mengingat nya.


Di tempat raja iblis berada, setelah Wei Heng sudah tidak terlihat tubuh Touli di keluarkan oleh jendral Sui untuk di jadikan pasukan mayat.


"Kau memang hebat, teruslah kau hasut manusia yang bernama Wei Heng itu agar dia percaya kepada kita dan semakin membenci manusia itu." Kata raja iblis hitam.


"Raja hitam tidak perlu khawatir, serahkan saja semua nya kepada saya."


Jendral Ori yakin dengan kelicikan dan juga sandiwara nya dia yakin akan mampu membuat Wei Heng menjadi lebih membenci Ho Chen.


Setelah beberapa hari Wei Heng di bantu oleh raja iblis hitam untuk meningkatkan energinya, selama beberapa bulan kedepannya sekte tersebut mulai berkembang sedikit pesat.


***


Di sekte Bukit Halilintar, Liu Wei sedang duduk berdua dengan Yin Fei mereka berdua terlihat sangat akrab.


Sejak kedatangan Yin Fei ke Bukit Halilintar, Liu Wei menjadi lebih bersemangat setelah mendapatkan teman yang sama dengannya.


"Saudari Wei! Apa kau tau? Selama ini aku merasa sangat tidak berguna." Kata Yin Fei.


Liu Wei kaget mendengar ucapan Yin Fei. "Kenapa kamu berkata seperti itu..?." Tanya Liu Wei.


"Selama ini ibu ku menyuruhku untuk belajar ilmu agar bisa menjadi orang kuat dan bisa melindungi orang-orang yang sangat aku sayangi! Namun nyatanya aku tidak pernah mau menuruti kemauan ibuku hingga ibu ku meninggal." Kata Yin Fei.


Liu Wei berdiri di depan Yin Fei. "Kalau sekarang apa kamu mau berlatih denganku?.' Tanya Liu Wei.


Yin Fei menatap Liu Wei kemudian menggelengkan kepala. "Bukan kah sudah terlambat bagiku untuk berlatih?." Tanya Yin Fei dia merasa terlambat karena usianya yang sudah menginjak dewasa.

__ADS_1


"Tidak ada kata terlambat jika kau memiliki tekad untuk berlatih.."


Suara seorang laki-laki dari belakang berbicara kepada Yin Fei, dia berjalan mendekati kedua nya yang sedang mengobrol.


__ADS_2