
Ledakan dari gabungan kedua energi tersebut terdengar setelah berbenturan dengan Tongkat milik pendekar tersebut.
Setelah asap ledakan menghilang, ternyata Tongkat tersebut masih berputar walau tidak secepat sebelumnya.
"Lumayan!." Ucapnya kemudian menghentikan putaran tongkat tersebut dan menatap Qiao Lin. "Jadi kamu berasal dari sekte Gunung Es, dan kau! Jika tebakan ku benar kau pasti berasal dari sekte Bukit Halilintar." Kata sosok tersebut.
"Kalau memang benar, apa itu sangat penting bagimu? Lagi pula masalah ini tidak ada kaitannya dengan sekte kami." Ucap Jiu Rui.
"Memang tidak penting bagiku kalian ini mau berasal dari sekte mana. Namun ini adalah sebuah keberuntungan bagiku bisa membunuh kalian berdua yang berasal dari sekte besar ternama." Ucapnya kemudian menghentakkan tongkatnya ke tanah, dan seketika itu juga muncul 7 orang lainnya yang memiliki Tingkat kekuatan yang sama.
"Kalian ini ternyata adalah pendekar pengecut, apa kalian tidak cukup berani bertarung satu lawan satu." Ucap Qiao Lin setelah melihat ke tujuh orang pendekar tersebut.
Sosok pria tersebut tertawa lantang kemudian menjawab perkataan Qiao Lin. "Sebenarnya mereka tidak akan ikut membantu, namun melihat wajahmu yang cantik itu, alangkah baiknya jika mereka bisa mencicipi sedikit dari kecantikan mu itu." Ucapnya.
Qiao Lin mengigit bibirnya, sejak dia meninggalkan sekte nya dan mengikuti Ho Chen, banyak sekali orang-orang yang tertarik akan kecantikan dan keindahan bentuk tubuhnya.
Andai saja yang mengatakan hal seperti itu adalah kelompok perampok tadi, dia pasti akan menganggap nya angin lalu, namun saat ini yang mengatakannya adalah pendekar yang Tingkat tanya jauh lebih tinggi dari nya.
"Kurang ajar!." Jiu Rui tidak terima akan perkataan sosok tersebut kemudian maju menyerangnya.
"Masih mau melawan ku? Butuh seratus tahun lagi bagimu untuk bisa mengalahkan ku." Kata sosok tersebut yang segera menahan pedang Jiu Rui dengan Tongkat nya yang di pegang dengan sebelah tangannya kemudian menyerang balik Jiu Rui dengan pukulan tongkat nya sehingga mengenai dada Jiu Rui dengan sangat keras.
Jiu Rui terpental belasan meter dan jatuh dengan posisi berlutut kemudian muntah darah.
Qiao Lin segera bergerak untuk menolong Jiu Rui namun segera di hadang oleh pendekar lainnya. "Mau kemana gadis cantik? Tidak usah memperdulikan nya di sini saja kau menemani kami menari!." Ucapnya dengan tertawa keras dan di ikuti oleh lainnya.
"Brengsek kalian semua..!." Teriak Jiu Rui dia berusaha bangkit untuk menyelamatkan Qiao Lin yang sudah terkepung oleh mereka ber tujuh, namun segera di tendang kembali oleh sosok pemegang tongkat tersebut sehingga Jiu Rui kembali terlempar dan muntah darah lebih banyak dari sebelumnya.
__ADS_1
"Hentikan jangan sakitu dia!." Teriak Qiao Lin kemudian tubuhnya mengeluarkan hawa dingin.
"Hei-hei! Kau sudah mau menari? Baiklah ayo tunjukkan tarian yang menarik kepada kami." Kata salah satu dari mereka.
Qiao Lin merapatkan giginya kemudian mengarahkan pedangnya kepada mereka dan segera bergerak maju menyerang tanpa memikirkan resiko yang akan dia terima jika melawan mereka semua sekaligus.
Qiao Lin melepaskan Energi Es dari pedangnya dan menyerang mereka dengan kekuatan penuhnya. Setiap serangan akan mampu membekukan lawan nya itu pun jika lawannya berada di Tingkat Bumi, namun kali ini lawannya adalah 7 pendekar yang berada di Tingkat Langit Puncak 4. Sehingga energi yang Qiao Lin kerahkan tidak cukup kuat untuk melumpuhkan mereka.
Salah seorang pendekar dengan cepat menahan serangan pedang Qiao Lin kemudia menangkap pergelangan tangannya dan menarik tubuh Qiao Lin sehingga tubuh Qiao Lin berhasil dia tangkap.
"Lepaskan aku, lepaskan!." Qiao Lin berusaha sekuat tenaga melepaskan dekapan pendekar tersebut, namun sekuat apapun Qiao Lin memberontak, tetap saja tidak berhasil, karena pendekar tersebut sangat kuat.
Jiu Rui sendiri sudah terluka parah, namun begitu melihat Qiao Lin yang berhasil mereka tangkap dia berusaha kembali bangkit, namun semua sia-sia karena pendekar pemegang Tongkat tersebut lagi-lagi memukul Jiu Rui dengan Tongkat nya sehingga Jiu Rui tersungkur, namun Jiu Rui berusaha menahan diri agar tidak kehilangan kesadaran, tubuhnya sudah tidak lagi mampu di gerakkan, sedangkan mulutnya tidak mampu bersuara karena di penuhi darah, Jiu Rui hanya bisa menatap ketujuh pendekar tersebut yang sudah ingin memulai aksinya untuk mempermainkan Qiao Lin.
"Gadis cantik, lebih baik kau diam dan jangan melawan." Ucap pendekar yang mendekap tubuh Qiao Lin.
Qiao Lin hanya bisa meronta di benaknya saat ini hanya ingin mati, dia tidak rela jika dirinya menjadi pelampiasan para pendekar hidung belang tersebut.
"Bagus! Begini kan lebih baik!." Kata pendekar yang masih mendekap tubuh Qiao Lin setelah menyadari Qiao Lin sudah tidak terlalu melawan karena sudah tidak berdaya.
"Kalian nunggu apa lagi? Cepat kalian lepas kan baju gadis ini?." Ucap nya karena melihat ke enam rekannya hanya melongo saja.
Mereka terpana melihat kecantikan Qiao Lin yang sudah tidak berdaya sehingga tersadar ketika di bentak oleh temannya yang masih belum melepaskan dekapan nya itu.
Jangan mereka, pemimpin para perampok saja juga menelan ludah dia juga tidak sabar ingin ikut bergabung dengan mereka semua.
"Kalian akan menyesalinya!." Kata Qiao Lin yang sudah tidak berdaya karena aliran energinya yang sudah tidak lagi berfungsi.
__ADS_1
"Kami akan lebih menyesal jika tidak mencicipi tubuh mu." Kata salah seorang dari mereka kemudia maju dan merobek lengan baju Qiao Lin sehingga kulit lengannya yang putih dan halus terlihat sangat jelas.
Tatapan Jiu Rui di penuhi kebencian setelah melihat mereka merobek lengan baju Qiao Lin, ingin rasanya dia berteriak namun tidak ada suara yang mampu keluar, luka dalam serta banyaknya darah yang keluar dari mulutnya membuat dirinya hanya mampu mengutuk dalam hati.
Qiao Lin menutup matanya air matanya mulai menetes dan mengaliri pipinya yang bening. Qiao Lin berusaha kembali mengumpulkan tenaga agar bisa berteriak, Walau energinya terkunci namun tenaganya masih bisa untuk bersuara dan berteriak.
"Ho Cheeen...!."
Teriakan Qiao Lin yang memanggil Ho Chen dengan sangat keras mengagetkan mereka semua termasuk Jiu Rui.
Mereka semua menoleh mencari sosok yang bernama Ho Chen tersebut kemudian kembali menatap Qiao Lin dengan tertawa keras.
"Siapa yang kau panggil? Percuma kau memanggil sampah lagi kesini, tidak ada orang yang mampu melawan Delapan pendekar dari Goa Tengkorak." Kata pendekar pemegang Tongkat kemudia mendekati Qiao Lin dan merobek lengan sebelahnya.
"Ayo gadis cantik, sekarang temani kami semua." Ucapnya.
"Bagaimana jika aku saja yang menemani kalian semua nya!."
Tiba-tiba terdengar suara keras yang menggelegar bagai suara guntur dan suara tersebut berasal dari atas mereka.
Segera saja mereka menoleh ke atas dan melihat sesosok manusia yang mengenakan Topeng putih dan menaiki sebilah pedang, sedangkan tubuhnya secara perlahan-lahan mulai mengeluarkan Energi berwarna biru.
"Cheeen...!." Ucap Qiao Lin dengan mata di penuhi harapan setelah melihat sosok yang melayang di udara yang ia yakini adalah Ho Chen.
"Kalian tidak akan aku ampuni...!." Kata Ho Chen yang sudah sangat marah ketika melihat baju Qiao Lin yang sudah robek di bagian lengannya.
"Matilah kalian semuanya...!." Dengan murka dan amarah yang meluap-luap! Ho Chen segera turun dan menyerang mereka semua dengan sangat buas, bagai monster yang sangat menakutkan.
__ADS_1