Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Orang yang tidak dikenal


__ADS_3

"Apa kamu tuli? Cepat menyingkir dari jalan kami! Jika tidak, kamu akan menyesal," pendekar tersebut kembali bersuara kepada pemuda yang berada di hadapannya dengan tatapan tajam.


Pemuda tersebut tidak lain adalah Ho Chen, lebih tepatnya bayangan Ho Chen, karena Ho Chen yang asli masih berada di dalam desa.


"Aku tidak akan mengijinkan kalian untuk masuk ke desa, lagi pula yang kalian cari sekarang sudah berada di hadapan kalian," kata Ho Chen sambil menatap mereka semua.


Ye Gou mendengar perkataan Ho Chen langsung turun dari keretanya. Dia berjalan kedepan dan memperhatikan Ho Chen dari atas sampai bawah.


"Coba kamu ulangi ucapanmu tadi!" kata Ye Gou.


Ho Chen tertawa kecil kemudian berkata. "Ternyata telingamu sudah tua. Aku yakin suaraku tadi cukup keras, mustahil kamu tidak mendengarnya," kata Ho Chen sengaja memancing Ye Gou dengan perkataannya.


"Kurang ajar, berani sekali kamu bicara seperti itu kepada ketua kami. Cepat bersujud! maka kami akan membiarkanmu tetap hidup," kata salah satu jagoan lainnya dengan sangat murka.


"Aku harus bersujud padanya? Dalam mimpimu itu akan terwujud," kata Ho Chen sambil menjulurkan lidahnya.


"Sialan, kubunuh kau!." jagoan tersebut sudah tidak bisa menahan emosinya, dia langsung mencabut pedangnya kemudian menyerang Ho Chen.


Jagoan tersebut mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat, dia menebas ke arah leher Ho Chen, dia yakin serangannya pasti akan berhasil karena dia menganggap Ho Chen bukanlah seorang pendekar, karena dirinya sama sekali tidak merasakan energi dalam tubuh Ho Chen.


Namun yang terjadi berikutnya membuat mata semuanya melotot. Ho Chen ternyata dapat menghindari tebasan tersebut dengan menundukkan badannya dan melompat ke kanan.


"Eit! Tidak kena! Tidak kena! Week!" Ho Chen bertingkah seperti orang konyol.


Jagoan tersebut merasa kesal karena dipermainkan oleh Ho Chen. Wajah jagoan tersebut berubah merah padam karena emosi, setiap serangan tidak satupun yang mengenai Ho Chen, malah Ho Chen tidak henti-hentinya meledek dengan berkali-kali menjulurkan lidahnya, bahkan sering menunjukkan bokongnya kepada jagoan tersebut.


"Apa yang kamu lakukan? Cepat habisi dia!" Ye Gou yang sejak tadi melihat jagoan tersebut seperti dipermainkan oleh seorang pemuda akhirnya tidak tahan dan meminta jagoan tersebut segera menyelesaikannya.


"Matilah kau!"

__ADS_1


"Tehnik Angin - Tebasan Angin Gunung,"


Jagoan tersebut langsung menggunakan Tehniknya dan melepaskan energi angin dari pedangnya dan menebas ke arah Ho Chen yang sejak tadi hanya melompat dan menghindar.


Hembusan angin ribut tercipta dari ayunan pedang yang dilepaskan oleh jagoan tersebut.


Angin tersebut berputar secara acak dan memotong kayu-kayu yang dilewatinya. Ho Chen menunjuk ke arah angin yang mengarah padanya dengan jari telunjuknya, seketika itu juga pusaran angin raksasa juga keluar dari jari telunjuk Ho Chen dan berhasil menghilangkan hembusan angin ribut tersebut.


"Dia seorang pendekar Alam..!" semua terkejut melihat pusaran angin raksasa keluar dari telunjuk Ho Chen, bukan hanya mampu menghilangkan hembusan angin ribut tersebut, melainkan pusaran angin tersebut bergerak terus ke arah jagoan tersebut sekaligus ke arah mereka semua.


"Cepat bentuk perisai pelindung..!" seru Ye Gou, semua jagoan dan pendekar Tingkat Langit menggabungkan kekuatan untuk membuat perisai penghalang.


Perisai energi yang begitu kuat segera terbentuk. Tidak lama pusaran angin tersebut membentur perisai energi dan terus berputar berusaha menembus perisai tersebut.


Semuanya sempat bernafas lega, mereka berpikir tidak mungkin pusaran angin tersebut akan mampu menembus perisai yang tercipta dari 18 jagoan Tingkat Alam bersama 170 pendekar Tingkat Langit.


Namun apa yang mereka pikirkan ternyata salah. Setelah beberapa saat terlihat sebuah retakan dari perisai tersebut. Mereka terlihat panik sekaligus berusaha menambah kembali energi perisai agar bertambah kuat.


Retakan semakin besar dan terus melebar dan akhirnya perisai tersebut tidak mampu menahan kekuatan pusaran angin tersebut.


Pusaran angin raksasa langsung menggulung mereka semua tampa pandang bulu. Para pendekar Tingkat Bumi hampir semuanya mati, sedangkan para pendekar Langit hanya tersisa belasan orang.


Para jagoan Tingkat Alam tidak ada yang mati, namun kondisi mereka cukup kritis. "Si.. siapa kamu sebenarnya?" Ye Gou hanya mengalami luka ringan, dia masih mampu berdiri normal, namun nafasnya terengah-engah.


"Apa untungnya bagiku memberitahukan namaku padamu? Yang jelas, akulah yang membunuh cucuku," kata Ho Chen berjalan mendekati Ye Gou. 


Perlahan-lahan telapak tangan Ye Gou yang di sembunyikan dibelakang pinggangnya berniat menyerap energi kehidupan Ho Chen setelah Ho Chen mendekat nantinya.


"Kamu pasti bukan berasal dari kekaisaran Liu, kami tidak memiliki dendam denganmu, kenapa kamu justru membunuh cucuku?" Tanya Ye Gou namun telapak tangannya sudah sangat siap untuk menyentuh ubun-ubun Ho Chen, dia hanya menunggu kesempatan saja.

__ADS_1


"Kekaisaran manapun diriku berasal, semuanya sama saja, kekaisaran Mu, kekaisaran Ming, kekaisaran Liu, kekaisaran Yun. Mereka semua masih berada di dunia yang sama dan tidak ada bedanya," Ho Chen sudah berdiri tepat di hadapan Ye Gou.


Ye Gou mengerutkan dahi, perkataan Ho Chen terdengar aneh baginya. "Aku tidak tahu apa yang kamu katakan, namun kamu harus tahu, mencari masalah denganku sama saja dengan mencari mati," tangan Ye Gou dengan cepat bergerak ingin menyentuh kepala Ho Chen.


Namun Ho Chen menangkap pergelangan tangan Ye Gou dengan tangan kirinya. "Trik murahan seperti itu tidak akan mempan padaku," kata Ho Chen dengan tersenyum dingin.


Ho Chen mengetahui rencana itu karena dia bisa mendengar kata hati Ye Gou sehingga dengan mudah menangkap pergelangan tangannya.


Ye Gou menelan ludahnya, dia tidak menduga pemuda di hadapannya sangatlah kuat dan juga hebat, walau hingga saat ini dia masih belum bisa merasakan kekuatan Ho Chen sama sekali.


"Kau mempelajari ilmu iblis, jadi dengan terpaksa aku akan membunuhmu," Ho Chen balik memegang kepala Ye Gou, namun bukan untuk menyerap energinya, melainkan membakar Ye Gou.


"Arghh..!"


Ye Gou berteriak kepanasan. Namun teriakannya hanya sesaat saja, karena tubuhnya sudah menjadi arang hanya dalam lima tarikan nafas saja.


Semua jagoan dan pendekar yang masih selamat hanya bisa menyaksikan ketua sekte mereka meregang nyawa di tangan Ho Chen.


Ye Gou yang berniat pergi untuk membalas kematian cucunya, malah kehilangan nyawanya di tangan orang yang telah membunuh cucunya.


Ho Chen menatap para jagoan yang tersisa kemudian berseru. "Aku hitung sampai lima, jika masih ada orang di sini hingga hitungan kelima, itu berarti dia memang ingin mati!" kata Ho Chen.


Ternyata mereka yang masih hidup tidak menunggu Ho Chen memulai hitungannya, dengan sekuat tenaga yang tersisa, para jagoan serta pendekar lari secepat yang mereka bisa, tampa menoleh lagi kebelakang.


Ho Chen tidak membunuh mereka bukan karena kasihan, dia bukan orang yang berasal dari kekaisaran Liu, andai kejadian tersebut terjadi di kekaisaran Yun, maka Ho Chen tidak akan membiarkan mereka hidup walau satupun.


Para jagoan dan pendekar yang berhasil selamat hanya bisa menerima kenyataan jika ketua sekte mereka telah mati di tangan orang yang tidak dikenal.


Penerus ketua sekte berikutnya jelas akan pegang oleh cucu Ye Gou yang pertama, yaitu Ye Gang Zie, seorang pendekar Tingkat Langit awal 3.

__ADS_1


Walau masih berada di Tingkat Langit, Ye Gang Zie sama kejamnya dengan kakeknya, namun dia tidak cukup gila jika ingin membalas kematian kakeknya.


Jika kakeknya saja yang memiliki kekuatan Tingkat Alam Puncak 3 saja bisa kalah, apa lagi dengan dirinya yang masih berada di Tingkat Langit.


__ADS_2