
Ho Chen mendarat agak jauh di depan pintu masuk kota Anming, demi tidak menimbulkan kecurigaan Ho Chen melepas topeng nya namun menutup separuh mukanya dengan kain dan berjalan ke arah empat orang yang menjaga pintu masuk.
"Berhenti tuan! Anda mau kemana?." Tanya salah seorang penjaga dengan sopan.
"Uhuk! Uhuk! Uhuk! Tuan penjaga saya hanya mau mengembil barang-barang saya yang tertinggal di dalam,! Uhuk! Uhuk!." Ho Chen berpura-pura menjadi salah satu penduduk Anming yang ingin mengungsi dan batuk-batuk agar di kota sedang sakit.
Para penjaga memperhatikan Ho Chen dari atas sampai bawah, mereka yakin Ho Chen masih sangat muda, mereka juga tidak bisa mencurigai Ho Chen, karena mereka tidak mengenal seluruh penduduk kota Anming.
"Coba perlihatkan tanda pengenal mu!." Salah seorang penjaga dengan muka garang maju dan meminta tanda pengenal kepada Ho Chen.
Ho Chen jelas tidak memiliki tanda pengenal sebagai penduduk kota, yang ia miliki tanda pengenal dari sekte Bukit Halilintar dan beberapa sekte lainnya.
Ho Chen kembali batuk-batuk kemudian meraba-raba pakaiannya, seolah-olah mencari tanda mengenalnya.
"Apa yang kau katakan! biarkan saja dia lewat, apa kau tidak kasian sejak tadi dia batuk-batuk terus, jika di biarkan nanti makin parah." Kata salah satu penjaga kemudian berbalik menatap Ho Chen.
"Silahkan masuk dan ambil barang-barang anda yang tertinggal, jika sudah! Cepatlah pergi menyusul warga yang lainnya, dan jangan lupa untuk memeriksa kesehatan anda nanti." Kata penjaga yang membela Ho Chen dengan berbicara sangat ramah.
"Terima kasih banyak tuan,! Uhuk.! Saya akan mengingat nasehat tuan. Uhuk! Uhuk!."
Ho Chen masuk kedalam dan terus berakting dengan batuk-batuknya.
Ho Chen menoleh ke belakang setelah yakin para penjaga tersebut sudah tidak memperhatikannya, dia segera berjalan secepat mungkin, agar tidak dapat perhatian lagi dari para penjaga.
Ho Chen melihat ke sekeliling nya, kota yang biasanya sangat rame dan banyak orang yang berlalu-lalang, kini seperti kota mati yang sudah tidak berpenghuni.
"Sebaiknya aku menginap di salah satu rumah warga yang kosong saja." Gumam Ho Chen dan mencari rumah yang kecil untuk menginap.
***
Sekte yang terdekat dengan kota Anming adalah sekte Bukit Halilintar dan sekte Bintang Emas.
Mereka yang lebih dulu tiba di kota Anming setelah mendapatkan surat dari kaisar yang di kirim langsung oleh para jendral.
__ADS_1
Hanya butuh waktu 5 hari saja bagi mereka untuk tiba ke Kota Anming dan mereka langsung membuat perkemahan di luar kota Anming.
Qian Shin sedang berjalan menuju istana bersama Kang Jian, kedua ketua sekte tersebut di jemput oleh beberapa pengawal istana untuk datang menemui Kaisar.
"Jika berita itu benar, saya yakin pertempuran kali ini pasti akan lebih besar dari sebelumnya." Kata Qian Shin dengan wajah sedikit lesu.
Kang Jian hanya menghela nafas panjang dan tidak berbicara apa-apa, yang ada di pikirannya saat ini adalah Ho Chen.
Sejak mendengar kabar kematian Ho Chen, Kang Jian hanya memegang kepercayaan nya bahwa Ho Chen masih hidup.
Namun sudah hampir tujuh bulan dia tidak mendengar kabar apapun, sudah beberapa orang yang di kerahkan untuk menyelidiki kabar tersebut, namun tidak menemukan hasil apapun.
"Saudara Jian! Apa yang kamu pikirkan?."
Kang Jian langsung tersadar dari lamunan nya ketika Qian Shin bertanya padanya. "Tidak ada! Aku hanya mencari strategi, bagaimana cara menghadapi para pasukan iblis nantinya." Jawab Kang Jian.
"Jika sesepuh Feng tau, aku yakin dia pasti akan langsung membantu sekaligus membalas para iblis-iblis itu atas kematian muridnya." Kata Qian Shin dengan suara sedikit ragu karena dia tidak yakin Feng Ying mendengar akan kabar ini.
"Dia pasti datang membantu walau tanpa di beri surat dari Kaisar!." Kata Kang Jian.
Saat di perjalanan mereka melihat orang sedang berjalan ke arah rumah kecil tidak jauh dari tempat mereka berjalan, mereka tidak bisa melihat wajah orang tersebut karena wajahnya ditutupi oleh kain.
"Kenapa masih ada orang di sini? Bukankah Kaisar sudah memerintahkan para penduduk untuk mengungsi!." Tanya Qian Shin.
"Entahlah, mungkin masih ada orang yang belum pergi selain orang itu." Kata Kang Jian.
"Aku mau kesana dulu! Apa kau mau ikut?." Kata Qian Shin kemudian berjalan ke rumah kecil tersebut tanpa menunggu jawaban dari Kang Jian.
Beberapa prajurit hanya saling berpandangan sedangkan Kang Jian menggelengkan kepala dan mengehela nafas pelan kemudian menyusul Qian Shin yang menurutnya hanya melakukan hal yang membuang-buang waktu saja.
"Permisi tuan! Permisi!." Qian Shin mengetuk pintu sambil memanggil orang di dalamnya.
Ho Chen yang berada di dalam segera menutup kembali setengah wajah nya kemudian membuka pintu tersebut.
__ADS_1
"Maaf, anda cari siapa?." Tanya Ho Chen, namun tatapan nya tertuju kepada Kang Jian yang baru tiba.
"Semoga dia tidak mengenaliku!." Batin Ho Chen karena khawatir Kang Jian dapat mengenali suaranya.
Qian Shin memandangi Ho Chen dari atas sampai bawah kemudian mengangguk. "Pantas kamu berada di sini, apa kamu sengaja menunggu perang di sini?."
Pertanyaan Qian Shin membuat Ho Chen gelisah, seharusnya Qian Shin tidak mengenali nya mengingat dirinya hanya satu kali bertemu di pertemuan Pilar Angin.
"Apa maksud tuan, saya tidak mengerti." Kata Ho Chen dengan sedikit gugup.
"Kau masih mau mengelak? Aku tahu kamu adalah seorang pendekar, namun kamu juga harus tahu kalau musuh yang akan menyerang istana bukanlah tandingan pendekar seperti mu, jika kamu sudah berada di Tingkat Langit mungkin kamu bisa berguna, namun kamu masih lah berada di Tingkat Bumi, jadi aku sarankan agar kamu cepat pergi dari sini sebelum perang di mulai, sebelum kamu menyesal nantinya." Kata Qian Shin.
Ho Chen bernafas lega setelah mendengar perkataan Qian Shin kemudian menjawabnya. "Terima kasih atas nasehat dan peringatan senior, saya akan mempertimbangkan nya." Kata Ho Chen.
"Tunggu dulu!." Kang Jian segera menyela pembicaraan mereka berdua.
"Ada apa saudara Jian?." Tanya Qian Shin yang kaget.
Kang Jian memperhatikan Ho Chen lebih teliti, mulai dari atas sampai bawah. "Sepertinya suaramu terdengar seperti orang yang ku kenal!." Kata Kang Jian.
"Sudah banyak yang bilang seperti itu pada Saya, bahkan tetangga saya bilang suara saya mirip dengan suara penyair dari kekaisaran Liu." Jawab Ho Chen seraya tertawa pelan, namun hatinya mulai gelisah.
Qian Shin tertawa mendengar perkataan Ho Chen kemudian berbicara kapada Kang Jian. "Kamu ini ada-ada saja saudara Jian, suara orang itu banyak yang mirip! Suara mu saja mirip seperti suara yang ku kenal juga." Kata Qian Shin yang masih tertawa.
Kang Jian tersenyum canggung kemudian bertanya. "Memang nya suara ku mirip siapa?." Tanya Kang Jian.
"Jika di dengar baik-baik suaramu hampir sama dengan suara kerbau jantan." Kata Qian Shin kemudian tertawa terbahak-bahak.
Kang Jian melipat wajahnya kemudian berpaling dan berkata. "Ayo kita segera pergi ke istana." Kata Kang Jian kemudian melangkah pergi meninggalkan Qian Shin, namun pikirannya masih penasaran karena dia memang merasa mengenal suara Ho Chen yang memakai penutup setengah wajahnya.
Qian Shin segera menyusul nya, sedangkan prajurit yang menunggu mereka dengan sabar langsung berjalan di depan Kang Jian dan Qian Shin.
Ho Chen terus memandangi mereka kemudian berniat untuk masuk kedalam namun tiba-tiba
__ADS_1
Jdeaarr!!!
Suara ledakan yang tidak terlalu besar terdengar dari luar Kota, bahkan asap hitam juga mulai terlihat.