Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Tanda Bahaya


__ADS_3

Kang Jian bersama Wang Chungying, Jian Heeng, Liu Yin dan beberapa jagoan sekte Bukit Halilintar berkumpul, mereka semua membahas tentang pasukan iblis yang hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda menyerang.


“Aku bingung,,? Apa mereka sengaja mengulur waktu, atau mereka memang sudah tidak mau lagi membuat kekacauan?."


Kata Wang Chungying.


“Entahlah..! Yang penting kita tidak boleh lengah, kemungkinan mereka bisa menyerang ketika kita lengah." Kata Kang Jian berasumsi.


“Ketua, apa mungkin yang di perkiraan Chen'er keliru?." Tanya Jian Heeng.


Kang Jian menggelengkan kepala, dia juga punya pemikiran yang sama dengan Jian Heeng. “Andai perkiraan Chen'er keliru, setidaknya dia berhasil membuat sekte aliran putih, netral, dan hitam bersatu."


Para jagoan yang lain mengangguk termasuk Wang Chungying dan Liu Yin. Semenjak Ho Chen berhasil melumpuhkan kekuatan aliansi aliran hitam yang menyerang sekte Bukit Halilintar, banyak perubahan setelah kejadian tersebut, walau musuh yang akan datang selanjutnya akan lebih sulit.


“Kalau begitu aku ingin bantuan kalian semua untuk membuat perisai pelindung yang sangat kuat, sehingga ketika kami pergi, keamanan sekte kita bisa sedikit lebih aman." Kata Kang Jian kepada seluruh anggota yang berkumpul.


Setelah selesai membahas masalah tersebut mereka semua membubarkan diri dan hanya tersisa Kang Jian, Liu Yin, Wang Chungying dan Jian Heeng.


“Sudah lebih 10 bulan Chen'er berlatih di ruang dunia yang berbeda itu, aku tidak tahu bagaimana kondisi Chen'er sekarang.." Kang Jian berkata dengan menghela nafas.


“Biarkan dia berlatih dengan tenang, kita tidak perlu memikirnya, saat ini kita harus lebih fokus terhadap masalah di depan kita, dan jika memang kita tidak mampu menghentikan masalah ini, aku berharap ketika Chen'er keluar dari latihanya nanti, semoga dia yang mampu menghentikanya." Kata Wang Chungying.


“Benar, lagi pula kita juga masih memiliki sesepuh Feng bukan, dengan adanya sesepuh Feng, setidaknya masih ada harapan untuk kita." Liu Yin ikut bersuara.


Mereka terus membahas hal tersebut hingga sore hari.


***


Di depan rumah Jian Heeng, ada tujuh pemuda pemudi sedang berlatih bersama, dari ketujuh pemuda pemudi tersebut, hanya satu yang terlihat lebih kuat dari yang lainya, dia adalah Liu Wei.

__ADS_1


Liu Wei sudah berumur 16 tahun, dan sudah mencapai Tingkat Bumi awal 2. Sedangkan ke enam lainya adalah Kang Yelu, Wang Dunrui, dan ke empat temannya.


“Saudara Lu kemampuanmu semakin meningkat pesat." Kata Wang Dunrui sambil menyerang mengunakan pedang kayu, dan di aliri energi.


Wang Dunrui sudah berumur 25 tahun dan mencapai Tingkat Bumi puncak 1. Sedangkan Kang Jian sudah berumur 16 tahun, dan mencapai Tingkat Bumi Awal 1.


“Ini semua juga kerena latihan kita bersama..!." Jawab Kang Yelu menghentikan latihanya, dia melirik Liu Wei yang baru menyelesaikan latihannya juga.


Wang Dunrui tersenyum melihat Kang Yelu yang melirik Liu Wei. Dulu sewaktu Wang Dunrui masih anak-anak, dia sempat tertarik dengan Liu Wei yang waktu itu masih berumur 8 tahunan.


Namun semenjak mengetahui kalau Liu Wei menyukai Ho Chen, Wang Dunrui berhenti menyukainya.


Sekarang Wang Dunrui sudah dewasa, sifat dan karakternya pun juga lebih dewasa. Wang Dunrui sudah tidak lagi arogan seperti dahulu, yang hampir membuatnya di hukum oleh sang ayah.


“Saudari Wei, hanya kamu lah yang lebih tinggi tingkatannya di bandingkan kami semua yang berada di sini, aku jadi iri padamu.."


“Senior Dunrui memujiku terlalu berlebihan, jika di bandingkan dengan Saudara Chen, aku masih belum ada apa-apanya." Ucap Liu Wei dengan tersenyum lembut.


“Ahh.. tentu saudara Chen adalah pengecualian. Dia tidak bisa di bandingkan dengan kita semua yang ada di sini. Sekarang aku penasaran dengan saudara Rui, sudah sekuat apa dia sekarang?." Wang Dunrui dengan Jiu Rui masih satu generasi yang sama, dan Jiu Rui lebih muda setahun.


“Mungkin dia sudah mencapai tingkat Bumi juga, yang aku tahu sekarang dia berada di sekte Pilar Angin, mungkin dia juga berlatih di sana." Ucap Kang Yelu setelah berhasil mengendalikan dirinya dari tarikan senyuman Liu Wei.


“Sudah lama kita tidak bertemu dengan saudara Chen, mungkin dia juga sudah mencapai Tingkat yang lebih tinggi lagi."


Masih segar di ingatan Liu Wei dan Wang Dunrui ketika Ho Chen menunjukkan kekuatan yang begitu mengerikan ketika terjadi penyerangan saat itu.


“Ketika aku bertemu denganya terakhir kali di kota Anming, saudara Chen sudah berada di Tingkat Bumi, kalau sekarang aku yakin mungkin dia sudah mencapai Tingkat Langit."


Kang Yelu tidak mengetahui akan kejadian penyerangan di sektenya, sehingga dia tidak mengetahui kekuatan Ho Chen saat itu yang di kendalikan oleh Yu.

__ADS_1


Wang Dunrui dan Liu Wei hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Kang Yelu, mereka saling berbincang dan bercanda.


Kang Jian dan Jian Heeng bersama Liu Yin datang kerumah Jian Heeng. Mereka menyaksikan Kang Yelu beserta lainya yang sedang bercanda.


Melihat mereka yang sedang asik bercanda, Kang Jian hanya mengelengkan kepala. “Ada apa ketua?, Apa ada yang salah dengan mereka?." Tanya Liu Yin keheranan.


“Lihatlah mereka..! Mereka semua adalah calon jagoan sekte kita, mereka belum terlalu mengetahui akan situasi yang terjadi saat ini. Aku harap ketika pertempuran terjadi suatu saat nanti, mereka harus di ungsikan terlebih dahulu." Kata kang Jian.


Jian Heeng dan Liu Yin juga memiliki pemikiran yang sama, bagaimanapun keselamatan anak-anak dan seluruh pemuda yang lebih utamakan.


Jian Heeng sekarang sudah menjadi jagoan sekte Bukit Halilintar. Dia mencapai Tingkat Alam Awal 1. Sehingga manambah jumlah jagoan di sekte Bukit Halilintar.


Liu Wei menyadari kehadiran guru dan bibinya, dan dia juga melihat ketua sekte juga ikut bersama mereka.


“Guru, bibi, dan ketua..!." Mereka juga kaget begitu Liu Wei menyapa gurunya. Dan langsung ikut menyapa.


“Saudara Heeng, kamu memiliki murid yang begitu berbakat.." Kang Jian sangat kagum akan perkembangan Liu Wei.


Jian Heeng hanya tersenyum mendengar sanjungan Kang Jian. Jian Heeng mengakui akan bakat Liu Wei. Hingga saat ini hanya Liu Wei yang paling berbakat di sekte Bukit Halilintar.


“Wei'er begitu berbakat, jika kita memberinya bantuan sumber daya yang sekte kita miliki, aku yakin Wei'er akan mencapai Tingkat Langit sebelum berumur 30 tahun." Kata Kang Jian.


Wang Dunrui tercengang mendengar Kang Jian ingin memberikan Liu Wei sumber daya untuk kemajuan bakatnya. Sedangkan Liu Wei hanya diam mendengarkan.


Kang Jian terus membicaraka bakat Liu Wei sehingga membuat Kang Yelu sedikit iri,


Di tengah-tengah perbincangan mereka, sebuah tiang yang terbuat dari giok khusus berwarna putih di atas bukit sekte bercahaya sangat terang menandakan tanda bahaya


“Celaka.. sekte Pilar Angin sedang di serang..!."

__ADS_1


Wajah Kang Jian begitu buruk, tiang yang berdiri di atas bukit adalah tanda yang terhubung langsung dengan pelindung yang ia pasang di sekte Pilar Angin, jadi jika ada yang berusaha menghancurkannya, maka tiang tersebut akan bercahaya terang menandakan tanda bahaya dan pelindung yang ada di sekte Pilar Angin tersebut sedang berusaha di tembus musuh.


__ADS_2