Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Terpaksa


__ADS_3

Mereka semua menjadi ragu, kemudian menatap Shou Jie yang sudah terlihat kelelahan.


Mereka mengumpat keras dalam hati karena Shou Jie lah yang membuat situasi kali ini begitu sulit, bukan hanya terpojok bahkan 2 jagoan kelompok Ular Hijau sudah tewas di tangan Ho Chen, membuat kekuatan 11 pelindung jadi melemah.


Ho Chen kembali menatap Shou Jie dengan dingin. “Maafkan aku senior! Jika aku membiarkanmu tetap hidup, kelak di masa depan kamu beserta seluruh anggota kelompok mu akan menjadi salah satu kelompok yang akan merepotkan seluruh kekaisaran Yun." Kata Ho Chen dengan dingin.


Shou Jie mulai berkeringat dingin, dia mengerti akan arti yang di ucapkan oleh Ho Chen, kemudian dia berusaha mencari simpati dan belas kasihan dari Ho Chen.


“Anak muda, Ah tidak! Pendekar! Ya pendekar muda, Tolong ampuni atas kelancangan saya kepada pendekar, saya tidak tau jika ada Gunung besar di depan saya.." Kata Shou Jie yang memelas dan merayu dengan kata-katanya yang berubah menjadi sopan.


"Pendekar Muda, anda masihlah sangat muda dan berbakat jadi saya Mohon kemurahan hati pendekar muda." Shou Jie kembali berusaha menarik simpati Ho Chen.


"Dasar anak muda aliran putih, segitu gampangannya kau aku rayu." Batin Shou Jie dengan tersenyum sangat tipis agar tidak di ketahui oleh Ho Chen bahwa dirinya sedang bersandiwara.


"Senior Shou! Aku mungkin bisa memaafkan mu,namun dengan satu syarat." Kata Ho Chen kemudian menarik kembali pedang lidah apinya yang masih terbang di depan 8 jagoan kelompok Ular Hijau yang tersisa.


"Baik-baik pendekar, katakan syarat apa itu?." Kata Shou Jie dengan cepat, dia senang karena Ho Chen termakan oleh rayuan nya.


Ho Chen turun kebawah di ikuti oleh Shou Jie, kemudian Ho Chen menancapkan pedangnya yang masih menyala ke tanah dan berkata. "Jika senior ingin agar junior ini mengampuni senior syaratnya sangat mudah! Tinggalkan Satu lengan kanan senior dan satu kaki kiri senior." Kata Ho Chen


Shou Jie kaget bukan main setelah mendengar syarat dari Ho Chen, bagaimana pun dirinya adalah salah satu dari pendekar terkuat di kekaisaran Yun. "Pendekar Muda! Apa tidak ada sarat lain lagi?." Tanya Shou Jie baginya mustahil menuruti persyaratan yang di minta oleh Ho Chen.


Ho Chen hanya tersenyum sinis. "Terserah kamu saja senior, mau atau tidak nya senior tahu sendiri apa akibatnya." Kata Ho Chen dengan nada dingin.


Shou Jie mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Pendekar Muda maafkan orang tua ini jika tidak menuruti ke inginan pendekar." Kata Shou Jie.


Ho Chen mengengguk dia mengerti maksud perkataan Shou Jie, dia lebih memilih mati dari pada hidup menanggung malu karena cacat dan juga akan sulit beraktivitas kerena tidak memiliki satu lengan dan satu kaki.


Ho Chen menarik pedang lidah apinya yang masih menancap di tanah, kemudian bersiap mengayunkan pedang tersebut ke arah Shou Jie.


Shou Jie sendiri sudah pasrah, andai dia memiliki sisa energi cukup banyak tentu dia akan melawan atau setidaknya melarikan diri.

__ADS_1


8 jagoan yang tersisa hanya bisa menyaksikan  ketua mereka yang sudah tidak berdaya di hadapan Ho Chen, mereka ingin menolong namun mereka sadar jika kekuatan mereka tidak akan mampu mengalahkan Ho Chen.


Sedangkan Shou Zie sudah lama pergi kembali ke markas, Shou Jie mengutuk tindakan keponakannya yang terlalu bertindak gegabah dan tidak mau menyelidiki dahulu siapa yang telah di singgung nya.


Di saat pedang Ho Chen sudah siap untuk menebas leher Shou Jie, hal aneh tiba tiba terjadi di hadapan nya.


Pedang lidah api yang di selimuti api biru tersebut mendadak mati dan energinya juga mulai menghilang.


"Ada apa ini..! Kenapa energi ku berkurang?." Ho Chen mundur beberpa langkah dia merasakan energi Raja apinya yang masih aktif seolah-olah terhisap oleh sesuatu namun Ho Chen tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Shou Jie yang masih duduk berlutut dengan kepala menunduk tidak menyadari akan hal itu, dia masih menunggu dirinya di eksekusi oleh Ho Chen, namun hal itu tidak juga kunjung tiba.


Ho Chen mengamati ke sekelilingnya dan berusaha mencari sumber akar masalahnya. "Tidak mungkin seharusnya aku bisa mengunakan energi ini selama sehari semalam, ada yang tidak beres." Batin Ho Chen.


"Senior, aku beri kamu kesempatan sekali lagi, namun jika kamu dan kelompok mu masih berbuat kejahatan aku bersumpah akan melenyapkan seluruh Kelompok Ular Hijau dari dunia ini." Kata Ho Chen yang terpaksa membiarkan Shou Jie tetap hidup karena dirinya ingin mencari sumber akan energi apinya yang saat ini semakin menghilang.


Shou Jie kaget mendengar Itu, dia membuka mata dan memandang Ho Chen ingin mengucapkan terima kasih, namun Ho Chen sudah terbang dengan kecepatan tinggi, namun arahnya bukan lagi ketempat rombongan Zhu Yu berada.


Shou Jie bangkit berdiri dan masih menatap ke arah tempat Ho Chen melayang yang saat ini sudah tidak lagi terlihat.


Semua jagoan datang menghampiri Shou Jie dan meminta maaf karena tidak bisa membantu Shou Jie saat dia hampir terbunuh oleh Ho Chen.


"Kalian tidak usah memikirkan hal itu lagi! Lagian jika kalian membantu kalian sama saja mengantarkan nyawa kalian." Shou Jie mulai melangkah ke arah rombongan Zhu Yu berada.


"Ketua! Apa ketua masih ingin menghabisi rombongan pedagang itu?." Tanya salah satu dari mereka.


Shou Jie tersenyum kecut lalu menjawab. "Saat ini mereka sedang beruntung, aku kesana hanya memberi ijin kepada mereka agar bisa melanjutkan perjalanannya dan akan di jamin keselamatan mereka hingga tiba di kota." Kata Shou Jie.


Dia terpaksa melakukan itu karena khawatir Ho Chen masih mengamati perceraiannya dari jauh dan sengaja pergi ke arah lain untuk memastikan apakah dia masih berbuat jahat setelah di beri kesempatan hidup oleh Ho Chen.


"Aku lupa siapa nama pendekar tadi?." Shou Jie sudah berkenalan namun dia lupa nama Ho Chen.

__ADS_1


"Seingat ku namanya adalah Hao Chen.!." Jawab salah satu dari mereka.


"Hao Chen pemuda yang menarik! Aku ingin kalian menyelidiki Hao Chen Itu! Dan cari tahu dari mana sebenarnya dia berasal! Kata Shou Jie.


Mereka berjalan selama hampir 2 jam dan tiba di tempat rombongan Zhu Yu, semua rombongan tersebut terkejut melihat kedatangan 9 jagoan Ular Hijau.


"Chen...!." Qiao Lin terlihat khawatir karena tidak melihat Ho Chen bersama mereka.


"Adik? Dimana adik Chen..?." Jiu Rui maju menghadang mereka dan menanyakan keberadaan Ho Chen.


Naga putih yang sedari tadi terlihat tenang juga mulai bergerak agresif, dia juga ikut Jiu Rui menghadang Shou Jie dan rombongannya.


Shou Jie menjawab pertanyaan tersebut dengan baik, dia berusaha bersikap sebaik mungkin, apa lagi setelah Jiu Rui menyebut Ho Chen sebagai adik.


Shou Jie berpikir mungkin Jiu Rui bisa lebih hebat dari adiknya, walau dia merasa jika Jiu Rui masih berada di Tingkat Bumi Awal 1, karena sebelumnya Ho Chen juga terlihat berada Di tingkat Bumi, namun nyatanya Ho Chen memiliki kekuatan yang melebihi Tingkat Alam puncak 3.


"Pendekar Chen pergi ke suatu tempat, dan dia berpesan agar mengijinkan kalian pergi ke kota sekaligus memastikan perjalan kalian aman hingga sampai ditujukan." Kata Shou Jie, walau sebenarnya Ho Chen tidak pernah berpesan seperti yang Shou Jie sampaikan.


Zhu Yu dan lainya menjadi senang setelah mendengar itu dan berkali-kali memuji kebaikan Ho Chen sekaligus berterima kasih.


Jiu Rui dan Qiao Lin sekaligus Naga putih tidak langsung percaya dengan perkataan Shou Jie, mereka masih curiga dan khawatir jika ini hanyalah jebakan.


***


**Selamat Idul Fitri 1441 H.


mohon maaf lahir dan batin.


maaf jika saya banyak mengecewakan kalian.


Insya allah mulai besok malam akan kembali up 2 episode selama tidak ada halangan**.

__ADS_1


__ADS_2