
Yin dan Yang sendiri di gambarkan dengan simbol, dan arus mereka saling berputar, walau memiliki sifat bertentangan, namun kenyataannya Yin-Yang adalah energi yang saling berhubungan.
Simbol dari Yin adalah sisi hitam dengan titik putih pada bagian atasnya dan simbol dari Yang adalah sisi putih dengan titik hitam pada bagian atasnya.
Hubungan antara Yin dan Yang sering digambarkan dengan bentuk sinar matahari yang berada di atas gunung dan di lembah.
Yin (secara harafiah yaitu tempat yang teduh) adalah daerah gelap yang merupakan bayangan dari gunung, sementara Yang (secara harafiah yaitu tempat yang terang atau cerah) adalah bagian yang tidak terhalang oleh gunung.
Saat matahari bergerak, Yin dan Yang secara bertahap bertukar tempat satu sama lain, mengungkapkan apa yang tidak jelas dan menyembunyikan yang sudah terungkap.
Yin ditandai dengan sesuatu yang lambat, lembut, menghasilkan, menyebar, dingin, basah, dan pasif. Berhubungan dengan air, bumi, bulan, feminitas dan malam hari.
Yang sebaliknya ditandai dengan cepat, keras, padat, fokus, panas, kering, dan agresif. Berhubungan dengan api, langit, matahari, maskulinitas dan siang hari.
“Ketua menurutmu apa yang di katakan jendral benar? Jika benar kenapa dia malah lemah ketika siang? Bukankah seharusnya dia menjadi kuat ketika siang?." Touli bertanya bingung.
“Kenapa kamu tidak tanya saja sendiri." Jawab Wei Heng ketus.
Touli diam kalau masalah itu tidak seharusnya dia bertanya karena hawatir jendral iblis akan salah mengira jika Touli ingin mencari kelemahannya.
“Apa tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk bisa mengalahkannya?." Kali ini giliran Wei Heng yang bertanya.
“Jika aku sudah selesai meningkatkan kekuatan pasukan ku, maka secepatnya kita bergerak, namun jangan sampai menyerang kumpulan orang yang memiliki Tehnik Air dan Es.
Jika kita berhasil membuat Raja iblis terlepas dari segelnya, maka hanya Raja yang mampu memberikan ku kekuatan agar bisa kuat." Jelas Sang Jendral.
“Bukankah kamu sudah sangat kuat, mau ingin sekuat apa lagi kamu ini?.” Batin Wei Heng yang merasa bingung.
Yang di inginkan jendral iblis adalah ingin menjadi juara ketika siang, jadi dia bisa mengambil panas matahari sebagai sumber kekuatannya. Alasan jendral beserta pasukan iblis melemah ketika siang, tentu karena kekuatan utamanya masih di segel bersama Raja iblis.
“Aku akan kembali ke pasukan ku. Butuh dua bulan lagi baru bisa selesai semua, jadi jangan bertindak sesuatu Tampa per setujuanku, kalian paham?."
Wei Heng dan Touli mengangguk, mereka hanya bisa menuruti perintah jendral iblis, karena tidak memiliki kekuatan dan keberanian untuk melawannya.
__ADS_1
Namun hati Wei Heng begitu kesal karena terus-menerus di perintah oleh jendral Ori, bagaimana pun dia adalah ketua dari sektenya, dan sekarang terasa bagaikan pengawal jendral Ori saja.
***
Jian Heeng beserta yang lainya pulang kembali ke sekte Bukit Halilintar. Setelah menempuh perjalanan hampir satu Minggu, mereka akhirnya tiba di sekte. Kang Yelu begitu antusias ketika dia tiba di pintu gerbang sekte.
Sesampainya mereka semua di dalam, mereka segera menemui Kang Jian. Kang Jian sangat senang melihat kehadiran putranya yang sudah lama tidak ia temui.
“Saudara Chungying, terima kasih sudah membawa putra ku."
“Tidak perlu mengucapkan terima kasih, itu sudah menjadi tugas kami untuk melindunginya.
“Ketua seharusnya berterima kasihlah kepada Chen'er, karna dia lah yang yang telah menyelamatkan Tuan muda Yelu dari usaha pembunuhan yang di lakukan oleh orang para pembunuh bayaran." Ucap Jian Heeng.
Kang Jian mengerutkan dahinya, dia segera menoleh ke arah anaknya. “Apa itu benar? Siapa yang ingin membunuhmu?."
“Benar, mereka bilang di suruh oleh sekte Racun Langit." Jawab Kang Yelu.
“Pengecut kau Peiyu..!." Kang Jian terlihat geram.
“Beruntungnya saudara Chen datang dan menolong ku saat itu, sehingga aku bisa selamat."
Kang Jian ingin mengatakan sesuatu namun dia mengurungkan niatnya dan hanya menghela nafas.
“Lalu bagaimana kabar Chen'er sekarang?." Tanya Kang Jian setelah sedikit tenang.
“Sekarang dia sudah melanjutkan kembali perjalanannya bersama Rui'er." Jawab Jian Heeng sehingga membuat Kang Jian kembali kaget.
“Murid Rui ikut Chan'er? Kenapa kalian mengijinkannya..?." Kang Jian tidak habis pikir kenapa Jiu Rui bisa pergi mengikuti Ho Chen.
“Itu semua juga keputusan murid Rui sendiri, dan Chen'er juga tidak keberatan akal hal itu." Wang Chungying menjelaskan.
Kang Jian memijat keningnya yang terasa sakit. “Bukan itu masalahnya, ini akan sangat berbahaya bagi murid Rui dan juga akan sangat menghambat perjalanan Chen'er.."
__ADS_1
“Saya tahu itu ketua, namun bagaimanapun juga, Chen'er tetap butuh teman untuk perjalanannya, dan juga bisa membuat Rui'er memiliki pengalaman lebih luas agar bisa meningkatkan tingkat kekuatanya." Kata Jian Heeng berusaha menjelaskannya.
Kang Jian hanya bisa pasrah, semua itu sudah terjadi, dan mungkin menurutnya itu jalan yan terbaik bagi Jiu Rui, agar bisa memiliki pengalaman dan wawasan yang lebih luas.
Mereka berbincang cukup lama sebelum akhirnya datang berita tidak terduga. Salah seorang murid masuk dengan tergesa-gesa.
“Lapor ketua, sekte Gagak Hitam dan sekte Hutan Siluman berada di depan pintu gerbang."
“Apa...! Mereka menyerang kita secepat ini? Berapa jumlah kekuatan mereka?." Kang Jian langsung kaget kembali, seharian ini dia terus menerus di bikin kaget.
Jian Heeng dan Wang Chungying sama-sama menepuk jidat, mereka lupa menceritakan akan kerja sama yang sudah mereka rencanakan.
“Mereka... hanya 10 orang..!." Kata sang pelapor.
Kang Jian langsung menjadi bingung. “Sebenarnya ini hari apa?. Kenapa tidak habis-habisnya aku di buat bingung." Gerutu Kang Jian.
Dia ingin menyambut kepulangan anaknya dengan tenang karena sudah lama tidak pernah bertemu, namun kenyataannya dia hanya di bikin kaget dan bingung.
“Suruh saja mereka masuk..!." Perintah Wang Chungying hingga membuat Kang Jian melotot ke arahnya.
“Saudara Jian, kami lupa memberitahukan satu hal..!." Wang Chungying dan Jian Heeng menceritakan semuanya agar Kang Jian tidak salah paham, dan menuduh yang mereka bukan-bukan.
“Chen'er juga menyetujui rencana ini..?." Tanya Kang Jian setelah selesai mendengar semua cerita mereka.
Wang Chungying dan Jian Heeng mengangguk, mereka tahu Kang Jian tidak akan setuju, namun dengan persetujuan Ho Chen mereka yakin Kang Jian tidak akan membantahnya.
“Kalau memang begitu baiklah, aku akan berusaha bekerja sama dengan mereka."
Kata Kang Jian yang terlihat pasrah.
Tidak lama 10 orang memasuki aula pertemuan. Terlihat juga dua orang hebat yang berjalan paling depan, meraka berdua adalah Xiu Huan ketua sekte Hutan Siluman, dan Whu Zhi ketua sekte Gagak Hitam.
Tentu saja Kang Jian dan Wang Chungying mengenali kedua sosok tersebut, walau tidak pernah bertemu, kedua sosok tersebut cukup terkenal, mereka berdua masih satu generasi denga Kang Jian dan Wang Chungying.
__ADS_1