Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Sosok misterius


__ADS_3

Ho Chen menempalkan telapak tangannya ke punggung Gou Shen untuk memulihkannya. Gou Shen merasakan energi yang sangat dingin masuk kedalam tubuhnya.


Ho Chen menggunakan energi Es nya yang berguna untuk menyembuhkan luka dan mengembalikan energi, namun jika orang yang ingin di bantu terkena racun, maka cara ini tidak akan berhasil.


Gou Shen baru kali ini mengetahui cara memulihkan kondisi seperti ini, dia tidak pernah mendengar jika energi Es bisa mengembalikan kondisi seperti semula, bahkan luka-luka yang di alaminya juga menutup.


Gou Shen sesekali memperhatikan Shi Yao dan Lun Yu yang berusaha menhindari serangan pedang lidah api di kejauhan.


Shi Yao dan Lun Yu tidak pernah menduga jika yang di lawannya adalah pendekar yang mereka anggap sudah mati. Sudah tersebar keseluruh kekaisaran Yun tentang pedang yang bisa terbang dan mengeluarkan energi panas, hampir semuanya mengetahui nya walau masih ada beberapa kelompok yang masih belum tahu.


Namun kelompok Harimau Merah memiliki markas yang cukup dekat dengan ibukota Anming sehingga mereka sudah mendapatkan berita tentang pendekar yang bisa membuat pedang nya melayang.


Mereka pernah mendengar bahwa pedang tersebut mampu membunuh Jagoan Tingkat Alam sekalipun, ketika sedang terjadi pertempuran di Sekte Pilar Angin.


Siapa lagi kalau bukan Pendekar Dewa Muda, yang sudah di isukan telah meninggal, namun nyatanya sekarang Gou Shen dan Lun Yu harus berhadapan langsung dengannya.


"Seharusnya aku mengetahui nya sejak awal..!." Kata Shi Yao yang kini menyesal tidak mendengarkan perkataan Gou Shen.


"Pergilah! Biar aku yang menghadapinya." Ucap Shi Yao kepada istrinya.


"Apa yang kamu bicarakan? Apa kamu sudah kehilangan akal, jika kamu menghadapinya sendiri, sama saja dengan cari mati, aku tidak mau!." Kata Lun Yu yang tidak mau pergi meninggalkan Shi Yao sendiri.


Dengan sambil bergerak menjauhi dan menghindari pedang lidah api yang terus menerus mengejarnya seolah-olah tidak ingin melepaskan mereka berdua, mereka masih mencari solusi dan jalan keluar agar bisa lolos dari pedang yang merepotkan itu.


"Aku ada rencana agar kita bisa lolos darinya.!." Kata Lun Yu kepada suaminya.


"Katakanlah apa itu?."


"Pedang itu memiliki energi api, jika kita lari dan masuk kedalam air danau, apa mungkin pedang itu masih berani mengikuti kita?."


Shi Yao terdiam berpikir sejenak, memang yang di katakan Lun Yu ada benarnya, lawan alami api adalah air sehingga Shi Yao memutuskan untuk mengikuti rencana istri nya.

__ADS_1


Mereka berdua segera bergerak secepat mungkin menuju ke arah danau. Lokasi danau dengan Ho Chen sangatlah jauh, namun pedang itu masih bisa terus mengejarnya walau sudah tidak terlihat lagi oleh Ho Chen.


Begitu sudah sampai di tepi danau, mereka berdua tidak menunggu lagi dan langsung melompat kedalam air danau tersebut.


Mereka mengatur nafas dengan energi agar bisa bertahan lama di dalam air, benar saja pedang lidah api tidak mengikuti mereka berdua, namun pedang tersebut tidak pergi justru berputar-putar di atas danau menunggu mereka keluar dari dalam air.


Ho Chen yang sudah selesai mengembalikan kondisi Gou Shen segera bangkit. "Senior tunggu di sini, aku akan pergi menyusul mereka!." Kata Ho Chen dia tidak menunggu reaksi dari Gou Shen dan segera pergi kearah pedangnya berada.


Gou Shen hanya bisa memandangi Ho Chen yang sudah menjauh hingga tidak terlihat lagi. Dia sudah lama mengetahui identitas Ho Chen yang sebenarnya. Namun dia baru tahu setelah kehilangan adiknya dan salah satu lengan nya.


Gou Shen duduk bersila menstabilkan kondisinya yang sudah pulih kembali. Sedangkan Ho Chen sudah tiba di tempat pedang lidah api berada.


"Hem.. kalian pikir dengan bersembunyi di dalam air bisa lolos begitu saja!." Gumam Ho Chen dan mengambil pedang lidah apinya.


Ho Chen mengeluarkan pedang Dewa Air nya dan mengalirkan Energi nya ke pedang tersebut.


"Tehnik Pedang Terbang - Roh Dewa."


Tehnik Pedang Terbang bisa di gunakan kesemua pedang terlebih lagi pedang pusaka tingkat tinggi seperti kedua pedang lidah api dan pedang Dewa Air nya.


Gou Shen dan Lun Yu jelas terkejut begitu merasakan kehadiran pedang yang sudah berada di dalam air.


Pedang tersebut seperti ikan yang bisa bergerak bebas dan juga lincah. "Kenapa pedang itu bisa mengejar sampai kedalam air, sialan...!." Gou Shen dan Lun Yu mengumpat dalam hati sebelum akhirnya melompat keluar dari dalam air dan mendarat agak jauh dari Ho Chen.


Ho Chen pun menarik kembali pedang Dewa Air nya dan melayang di atasnya. "Aku tidak akan membiarkan orang-orang seperti kalian yang sering membuat onar hidup di dunia ini." Kata Ho Chen yang mulai berjalan ke arah mereka.


Mereka berdua juga bergerak mundur secara perlahan, sebelumnya mereka dengan sesumbar nya berkata bahwa tidak ada pendekar di kekaisaran Yun yang bisa menandingi kekuatan mereka berdua, tapi kali ini mereka benar-benar tidak bisa berkutik di hadapan Ho Chen, terlebih lagi Ho Chen memiliki Tehnik yang beragam.


"Bagaimana ini? Tanpa pusaka kita tidak akan bisa apa-apa lagi." Kata Lun Yu.


Shi Yao hanya terdiam, dia sadar jika dirinya dan juga istrinya tidak ahli menggunakan pedang, sedangkan mereka ahli bertarung jarak dekat, sehingga jika bertemu lawan yang ahli menyerang dari jarak jauh, itu tidak akan menguntungkannya.

__ADS_1


Ho Chen sendiri mulai mengerakkan pedang nya, kali ini kedua pedang bersama-sama di buat melayang di udara, saat itu Shi Yao baru tahu jika yang mengejarnya bukan satu pedang yang sama, melainkan dua pedang memiliki unsur yang berbeda.


Mau tidak mau mereka berdua harus siap menghadapi kedua pedang yang akan menyerang nya.


"Maju..!." Seru Ho Chen di iringan dengan langkahnya.


Mereka berdua memasang wajah buruk setelah Ho Chen dan kedua pedangnya bergerak secara bersamaan. "Sudah berakhir..!." Kata Shi Yao dengan nada putus asa.


Ketika semua nya berpikir semua akan berakhir, mendadak langit menjadi gelap bahkan terasa ada getaran di bumi, angin pun juga berhembus kencang, sedang air danau beriak seolah ada bencana besar.


Ho Chen, Shi Yao dan Lun Yu sama-sama terkejut, begitu juga dengan Gou Shen yang berada sangat jauh dari mereka bertiga.


Ho Chen berusaha mencari sumber masalah tersebut, namun tidak juga berhasil. "Serangan..! Ah sepertinya bukan." Ho Chen mencoba menebak, namun dia tidak merasakan adanya ancaman sama sekali.


Namun. Setelah beberapa saat, air danau berputar membentuk pusaran besar, bahkan di  pinggir pusaran terlihat percikan-percikan listrik seperti kilatan petir kecil.


Dari dalam pusaran keluar sebuah cahaya Emas yang menyilaukan mata. Ho Chen segera menarik kedua pedangnya dan menggenggam erat kedua pedang tersebut bersiap jika ada serangan yang datang.


Semakin lama cahaya Emas tersebut semakin besar, hingga membentuk satu sosok yang memakai jubah mewah berwarna emas.


Setelah cahaya Emas itu menghilang, terlihat dengan jelas bentuk sosok misterius tersebut. Selain hanya jubahnya yang berwarna emas, di kepala nya terlihat sebuah mahkota emas yang memiliki beragam batu mulya dan berbagai warna.


Kulitnya putih seperti tuan putri, sedangkan rambutnya hitam dan panjang, matanya juga sangat indah.


Dia tersenyum lembut kepada Ho Chen, membuat bulu di leher Ho Chen terasa berdiri semua. Senyuman yang bisa membuat hati para pria jantungan malah menurut Ho Chen senyuman tersebut terlihat mengerikan.


Semua nya terpana melihat sosok yang mendadak muncul dari dalam air tersebut, termasuk Shi Yao dan Lun Yu. Shi Yao saja hampir jantungan setelah melihat senyuman dari sosok tersebut, padahal dia tidak tersenyum kepada dirinya.


Semua bisa melihat jika di hadapan mereka itu adalah sosok wanita cantik yang sangat sempurna, tidak ada yang bisa melampui nya sebelum akhirnya mereka terkejut setelah sosok itu berbicara kepada Ho Chen.


Ikutlah Dengan ku! Ada yang ingin aku tunjukkan padamu." Suara tersebut membuat semua nya hampir jatuh karena kaget, mata mereka melotot merasa tidak percaya akan apa yang mereka lihat.

__ADS_1


__ADS_2