
***
Kaisar Hong Li duduk di depan meja kerja sambil memijat kepala yang terasa sakit. Di atas meja banyak sekali catatan laporan dari berbagai sekte kecil menengah dan sekte besar.
Kebanyakan laporan yang di terimanya adalah masalah penyerangan, yang bikin pusing lagi bahwa yang menyerang mereka adalah pasukan mayat hidup, dan berbagai macam mayat siluman.
Laporan pertama kali tentang pasukan mayat hidup yang mulai menyerang adalah dari Sekte Gunung Es, dan saat ini laporan nya semakin banyak.
Kaisar sudah membagi tugas ke setiap jendral nya untuk membantu sekte-sekte yang di serang oleh para pasukan mayat tersebut yang jumlah nya mencapai ribuan.
Serangan tersebut bukan hanya terjadi di berbagai sekte, namun di desa-desa yang lain juga mendapat kan serangan serupa, sehingga jumlah korban jiwa dari para penduduk desa semakin banyak.
Saat ini ada empat laporan yang membuat Kaisar semakin sakit kepala, yaitu laporan penyerangan yang terjadi di empat sekte besar, dan laporan tersebut datang secara bersamaan.
Satu laporan penyerangan di sekte aliran netral yaitu Sekte Sisik Naga. Saat ini mereka sedang di serang oleh ribuan mayat siluman dari berbagai jenis.
Berikutnya adalah di sekte aliran Putih yaitu Sekte Bunga Teratai yang di serang oleh ribuan pasukan mayat hidup serta ribuan dari mayat siluman, dan ada laporan bahwa salah satu dari sekte menengah aliran hitam juga ikut menyerang Sekte Bunga Teratai, yaitu Sekte Srigala Hitam.
Berikutnya adalah penyerangan terhadap Kuil Lonceng Suci, mereka juga di serang oleh pasukan yang sama. Dan yang terakhir dari Sekte Hutan Siluman.
Kaisar terpaksa menarik empat jendral nya dan mengirim mereka ke empat tempat sekte tersebut untuk membantu, dan saat ini hanya menyisakan dua jendral bersama puluhan ribu prajurit untuk menjaga kota Anming sekaligus istana.
"Jika terus begini, bisa-bisa kekaisaran Yun akan lenyap..!." Kata Kaisar Hong Li dengan memijat kening nya.
Dia sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, sehingga merasa tertekan dengan situasi tersebut.
Di saat Kaisar sedang bingung memikirkan masalah tersebut, penasehat Yuwen datang menemui nya. "Ada apa penasehat Yuwen? Apa kamu mau melaporkan hal lain lagi?." Tanya Kaisar.
"Maafkan hamba yang mulia. Saya memang datang untuk memberikan laporan." Kata Penasehat Yuwen.
Jantung Kaisar berdetak kencang, dia berharap laporan yang akan di sampaikan oleh Yuwen bukanlah masalah yang sama. "Katakanlah!." Kata Kaisar Hong Li.
"Yang Mulia, saya menerima laporan bahwa ada sekitar 200 ribu pasukan mayat hidup dan mayat siluman sedang dalam perjalanan menuju ke sini, kemungkinan besok mereka akan tiba menyerang kota!." Kata Yuwen.
__ADS_1
Kaisar Hong menahan nafasnya, dia sudah menduga jika kota dan istana juga akan di serang, namun begitu mendapat laporan tersebut, rasanya lebih berat dari yang ia pikirkan.
"Cepat suruh Jendral Tao Bao dan Jendral Fai Xeng untuk memimpin pasukan ke depan kota, dan bertahan di sana!." Kata Kaisar.
Yuwen langsung melaksanakan perintah nya. Kaisar sengaja menyisakan dua jendral terkuat nya untuk menjaga istana dan kota, jendral Tao Bao dan Jendral Fai Xeng adalah dua jendral yang kekuatannya berada di Tingkat Alam puncak 3.
Kaisar berpikir tidak akan mudah untuk meminta kepada para penduduk kota untuk mengungsi, karena situasi dan waktu juga tidak memungkinkan.
Dia hanya memberi arahan dengan meminta kepada para empat bangsawan untuk memberi kabar kepada para warga untuk selalu waspada namun untuk tidak panik.
Malam itu semua prajurit istana segera menjaga di depan istana, dua ribu pasukan pemanah di letakkan di atas tembok dengan posisi siaga penuh.
Sedangkan Jendral Tao Bao dan Jendral Fai Xeng mempersiapkan ribuan pasukan elit yang semuanya menaiki kuda bersama puluhan ribu pasukan tombak pembawa perisai untuk menyambut kedatangan musuh.
Para Jendral sudah mengatur strategi dan posisi masing-masing prajurit dengan kekuatan dan tingkat keahlian masing-masing.
Suasana di seluruh kekaisaran Yun begitu mençekam, tidak ada orang yang bisa tidur dengan nyenyak, mereka di hantui rasa takut yang begitu menganggu ketenangan mereka.
Saat matahari mulai terbit, saat itu jugalah kekacauan terbesar kedua di kekaisaran Yun di mulai. Seluruh wilayah kekaisaran Yun menjadi kacau, semua sekte dan para pendekar saling membantu dan mereka berusaha sebisa mungkin untuk tetap bertahan.
Anehnya tidak satupun dari para jendral iblis yang terlihat ikut dalam penyerangan selama tiga tahun tersebut, hanya para pasukan iblis berkekuatan Tingkat Langit saja yang terlihat.
Setelah genap tiga tahun semenjak di mulainya kekacauan, banyak pendekar-pendekar muda yang membuat prestasi dan mengukir nama-nama mereka.
Qiao Lin di juluki sebagai Pendekar Dewi Salju karena Qiao Lin banyak mempelajari kitab-kitab es yang ada di perpustakaan kuno yang berada di Sekte nya, sekaligus di latih langsung oleh Qiao Ho.
Sudah banyak musuh dari para sekutu pasukan iblis yang mati akibat kekuatan Qiao Lin. Sekarang Qiao Lin sudah mencapai Tingkat Langit puncak 2 membuatnya semakin kuat dan umur serta wajahnya nya juga semakin dewasa.
Di kekaisaran sendiri juga muncul satu orang pemuda yang berhasil mengukir namanya, pemuda tersebut masih berumur belasan tahun, namun kekuatannya tidak diragukan lagi, saat ini dia sudah berada di Tingkat Bumi Awal 4.
Pemuda tersebut adalah murid ke enam jendral yaitu Shiao Lang yang di juluki Pendekar Beruang Perak, karena Shiao Lang juga memakai baju Zirah layaknya jendral istana yang berwarna perak dan di bahunya ada gambar berukir beruang.
Shiao Lang mahir dalam mengunakan berbagai senjata, bukan hanya satu melainkan enam senjata, mulia dari Pedang, Golok panjang, Tombak, Panah, Toya, dan Pisau terbang. Semua keahlian tersebut di pelajari dari ke enam gurunya, dan suatu saat nanti Shiao Lang di perkirakan akan menjadi jendral yang ke tujuh.
__ADS_1
Masih banyak lagi para pendekar muda baru yang tidak pernah muncul sebelumnya, kini menunjukkan kebolehannya di pertempuran, dan masing-masing mendapatkan gelar.
***
Di saat semua masih kacau, Ho Chen baru keluar dari ruang meditasinya. Sudah hampir empat tahun Ho Chen berada di Dunia Awan.
Hanzi, Ming Hao dan semua yang ada di sana menahan nafas mereka setelah merasakan energi yang keluar dari tubuh Ho Chen, kecuali Yinfei.
Tubuh Ho Chen memancarkan cahaya Emas yang menyilaukan setelah berhasil menyerap ke tujuh kelopak Bunga Lotus Emas.
Tidak ada yang mengetahui seberapa kuat Ho Chen saat ini, bahkan Hanzi yang selama ini sering berlatih tanding dengan Ho Chen saja sudah tidak sanggup lagi jika harus bertanding mengunakan energi.
Walau tidak terlihat, namun Ming Hao memastikan jika Ho Chen sudah melampui kekuatan Hanzi bahkan sangat jauh sekali, ini menandakan jika pemikiran mereka selama ini keliru.
Mereka beranggapan jika kekuatan yang dimiliki Hanzi serta gabungan ke enam energi adalah puncak segala kekuatannya, namun setelah melihat Ho Chen barulah mereka sadar jika masih ada yang lebih tinggi dari kekuatan yang di miliki oleh Hanzi.
"Senior Yin, terima kasih sudah membimbing saya hingga sekuat ini, saya tidak menyangka akan mencapai ke Tingkat Dewa Abadi!." Kata Ho Chen kepada Yinfei.
"Chen'er, kamu baru berada di Tingkat Raja Semesta! Butuh satu tingkatan lagi untuk bisa memasuki ke tingkat Dewa Abadi." Kata Yinfei.
Ho Chen tersedak nafasnya, dia tidak menduga jika kekuatan yang ia sudah rasa sangat besar dan juga luar biasa itu masih belum memasuki Tingkat Dewa Abadi.
"Jadi bagaimana cara saya agar bisa memasuki Tingkat itu?." Tanya Ho Chen.
"Kamu sudah berhasil membuka ke lima pintu, jadi untuk memasuki Tingkat Dewa, maka kamu harus bisa membuka pintu yang ke enam, yaitu Pintu Menuju Dewa." Kata Yinfei.
"Saya mengerti senior, mohon bimbingan nya!."
"Baiklah, sekarang ikut aku!." Kata Yinfei.
Mereka berjalan memasuki ruangan yang sebelumya pernah Ho Chen datangi bersama Yinfei.
setelah tiba di dalam ruangan yang berwarna emas, Yinfei meminta Ho Chen untuk duduk meditasi dan bersiap untuk membuka Pintu yang ke enam.
__ADS_1
"Apa kamu sudah siap untuk membuka Pintu yang ke enam?." Tanya lagi Yinfei dan di jawab oleh Ho Chen dengan anggukan.
"Baiklah, jika kamu berhasil membuka pintu yang ke enam, maka kamu akan berhasil mencapai Tingkat Dewa Abadi. jadi bersiaplah untuk membuka Pintu Menuju Dewa!." Kata Yinfei.