
Wei Heng tersenyum sinis kemudian turun secara perlahan bersama Jendral Ori, sedangkan Raja iblis hitam masih melayang di atasnya.
"Mau apa kamu datang ke sini?." Tanya Wang Chungying namun dengan penuh kewaspadaan.
"Kamu pikir apa? Tentu saja untuk membunuh mu!." Kata Wei Heng dengan santai.
Wajah Wang Chungying terlihat buruk, dia sadar saat ini dia sudah bukan tandingan Wei Heng lagi. Jika pertarungan benar-benar terjadi, maka yang akan keluar menjadi pemenangnya sudah bisa di pastikan.
"Sepertinya memang aku yang mereka incar.!." Batin Wang Chungying yang menyadari jika dirinya lah yang di incar oleh Wei Heng dan juga Raja iblis.
"Wei Heng, biar aku saja yang bermain dengannya, kau mundur saja!." Kata Jendral Ori kemudian berjalan ke arah Wang Chungying.
Wei Heng menuruti perkataan Jendral Ori, dia mundur cukup jauh untuk memeberikan tempat yang lebih luas kepada mereka berdua untuk bertarung.
Tubuh Jendral Ori secara pelahan-lahan menyala seiring dia berjalan. Semakin lama semakin membesar, membuat seluruh hutan tersebut mulia terbakar.
Wei Heng juga mengeluarkan Aura Energi kematian di sertai dengan Energi apinya. Dua energi yang sama kini sedang berhadap-hadapan, namun terlihat jelas jika energi Jendral Ori jauh lebih kuat.
Wei Heng yang berada agak jauh berdiri tersenyum sinis melihat Wang Chungying. Sedangkan Raja iblis hitam hanya memandang dalam diam.
"Tehnik Neraka - Naga Raja Api."
Wang Chungying melepaskan Tehnik Api yang paling kuat dan mematikan. Selama ini dia tidak pernah mengunakan Naga Raja Api, kecuali musuhnya benar-benar sangat kuat seperti jendral iblis yang saat ini berada di hadapannya.
Seekor Naga api cukup besar muncul di hadapan Jendral Ori dengan auman yang sangat keras.
Munculnya Naga api membuat semua awan berkumpul dan terlihat mulai gelap. Auman nya mengetarkan seluruh wilayah sekte Bukit Halilintar.
"Ada apa ini? Kenapa awan menjadi gelap?." Kang Jian yang sedang beristirahat segera bangkit begitu merasakan getaran tersebut. Tidak lama kemudian suara auman juga ia dengar tidak jauh dari sekte nya.
"Ketua! Ketua...!." Salah seorang murid berlari ke depan Kang Jian dengan panik.
"Ada apa..?." Tanya Kang Jian penasaran.
"Di hutan ketua, di hutan ada Naga Api yang sedang mengamuk ketua." Kata murid tersebut yang terlihat panik.
"Naga Api..!?." Kang Jian bingung sekaligus kaget.
"Kau boleh pergi, biar aku yang kesana!." Kata Kang Jian kemudian bergegas keluar untuk melihat sendiri Naga tersebut.
"Itu..! Siapa yang di hadapi Saudara Chungying?." Batin Kang Jian. Menurutnya Wang Chungying tidak akan mungkin mengeluarkan Naga Apinya kecuali musuh yang ia hadapi memang benar-benar sangat kuat.
"Aku harus cepat kesana..!."
__ADS_1
Kang Jian segera pergi menuju ke Hutan. Bukan hanya Kang Jian yang pergi kesana, melainkan Jian Heeng dan semua jagoan Tingkat Alam dan anggota yang lainnya juga pergi ke Hutan, salah satunya adalah Wang Dunrui.
"Naga lemah..!." Kata Jendral Ori yang kemudia melayang ke udara dan berhenti tepat di depan wajah Naga Api.
Tanpa menunggu lagi, Naga Api langsung menyemburkan api yang sangat besar dari mulutnya ke Jendral Ori yang saat ini sudah berada di depan wajahnya.
Api yang semburkan oleh Naga Api membuat Jendral Ori tidak terlihat kerena tertutup api. Setelah beberapa saat api yang masih menyembur terbelah menjadi dua cabang.
Jendral Ori membelah api tersebut dengan sebelah tangannya saja, kemudian mendorong api tersebut hingga ke mulut Naga Api.
"Lenyap lah!." Ucap Jendral Ori sekaligus melepaskan semburan energi api yang lebih besar dari pada semburan api Naga Api.
Semburan api milik Jendral Ori sangat besar dan mampu menutupi tubuh Naga Api sepenuhnya.
Wang Chungying yang berada di bawah terkejut ketika melihat semburan api yang begitu besar juga mengarah kepadanya. Dengan cepat dia membuat perisai pelindung menggunakan energinya, namun itu tidak cukup untuk menahan api yang begitu besar sehingga sebagian tubuhnya terbakar.
Seluruh hutan kini tertutup oleh Api, sehingga terlihat seperti lautan api yang sangat mengerikan.
Setelah Jendral Ori menghentikan serangannya, api mulai mereda, namun hutan tetap terbakar.
Wang Chungying duduk bersimpuh, seluruh energinya terkuras habis hanya demi menahan serangan Jendral Ori, namun sebagian kulitnya melepuh, dan hampir seluruh bajunya terbakar.
"Raja, sekaranglah saatnya..!." Kata Jendral Ori.
Api Hitam tersebut kemudian turun ke arah Wang Chungying dan kemudian masuk kedalam tubuh Wang Chungying.
Wang Chungying berteriak sangat keras kemudian terdiam dengan posisi berlutut dengan kepala menghadap ke bawah.
Jendral Ori dan Wei Heng segera mendekat dan berranya. "Apa kita berhasil?." Tanya Wei Heng.
"Tentu saja..!." Kata Wang Chungying kemudian mengangkat kepala nya dan membuka mata. Kedua mata tersebut kini sudah berwarna Hitam, yang artinya, tubuh Wang Chungying di ambil alih oleh Raja iblis hitam.
***
Semua anggota bergerak secepat mungkin untuk bisa sampai ke tempat Naga Api yang kini sudah menghilang.
Kang Jian sendiri merasakan firasat buruk setelah melihat Naga Api menghilang. Dia juga melihat semburan api yang sangat besar menelan Naga tersebut sebelum akhir menghilang.
"Saudara Chungying, bertahanlah...!." Kata Kang Jian yang semakin mempercepat gerakakan nya.
Wang Dunrui juga merasakan firasat yang tidak enak, dia juga sebisa mungkin bergerak untuk bisa mencapai lokasi tersebut.
Akhirnya Kang Jian dan belasan Jagoan Tingkat Alam tiba di lokasi. Kang Jian melihat Wang Chungying yang sedang duduk berlutut di hadapan dua sosok yang ia kenal.
__ADS_1
"Wei Heng..! Apa yang kau lakukan kepada saudara Chungying..!." Seru Kang Jian dengan suara yang di aliri energi sehingga terdengar seperti suara Guntur yang menggelegar.
Kang Jian dan semua Jagoan Tingkat Alam termasuk Jian Heeng lansung bergerak maju untuk menyerang kedua sosok tersebut dan berusaha untuk menjauhkan Wang Chungying dari mereka berdua.
"Tehnik Petir - Pukulan Naga Halilintar."
Kang Jian mengarahkan kepalan tangannya yang kini berubah sepeti kepala seekor Naga petir dan mengarah kepada Wei Heng yang saat ini menatap ke arah lain dengan tersenyum lebar.
"Akhirnya, orang yang di tunggu-tunggu akan segera tiba di sini, kini saat nya kita menjalankan renacana kita!." Kata Wei Heng.
Wei Heng dan jendral Ori sama-sama menatap ke arah yang sama, membuat Kang Jian sedikit heran, namun dia tidak menghentikan serangan nya.
Tepat ketika pukulannya hampir mencapai tubuh Wei Heng, secara tiba-tiba Wang Chungying menghadang nya sehingga pukulan tersebut mengenai nya.
"!!!??."
Semua terkejut sekaligus di penuhi tanda tanya, begitu juga dengan Kang Jian.
"Saudara Chungying..? Kau..!."
Kang Jian bingung serta panik setelah pukulannya menembus jantung Wang Chungying,
Anehnya Wang Chungying tidak berteriak kesakitan sama sekali setelah jantung nya di tembus oleh tangan Kang Jian.
Hal itu juga di saksikan Oleh Wang Dunrui. "Ayah..!." Wang Dunrui yang baru tiba mematung setelah melihat Ayahnya yang kini berdiri dan tangan Kang Jian yang di selimuti Energi petir menembus jantung nya.
"Ketua Jian..! Kenapa..?." Banyak yang menjadi pertanyaan dan kebingungan di pikiran Wang Dunrui.
Raja iblis hitam tersenyum sesaat kemudian membuka mata dan menatap Kang Jian. Kang Jian menahan nafasnya saat melihat tatapan Wang Chungying yang kedua matanya kini menjadi hitam sepenuhnya.
"Saudara Chungying, kenapa kau!." Kang Jian ingin bertanya akan tindakan Wang Chungying sekaligus perubahan kedua bola matanya yang hitam, namun tubuh Wang Chungying maju dan berhenti tepat di siku lengan Kang Jian yang masih berada di tubuhnya.
Tangan sebelah Wang Chungying terangkat dan mengarah ke Wang Dunrui yang kini mematung melihat kejadian tersebut.
Kang Jian segera menarik lengannya yang sekarang di penuhi dengan darah, begitu lengannya tercabut, tubuh Wang Chungying jatuh ke tanah.
"Ayaaah....!!!." Wang Dunrui berteriak ketika melihat tubuh ayahnya terjatuh. Dia berlari sekuat tenaga agar cepat sampai ke tempat ayahnya.
***
Ilustrasi Naga Api.
maaf kalau Jelek.
__ADS_1