Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Qiao Lin dan Yihua


__ADS_3

"Bersiap-siaplah, nanti setelah siang kita akan berangkat!" kata Ho Chen sambil berjalan ke arah pintu.


"Pendekar, apa tidak sebaiknya kita..!" Yu Zhian mulai khawatir, dia takut jika dia pergi Desa Chisan akan diserang oleh anggota sekte Pedang Hitam.


"Kamu tidak perlu khawatir, mereka tidak akan pernah datang ke sini," kata Ho Chen.


Yu Zhian merasa heran atas perkataan Ho Chen, dia masih belum tenang jika tidak mengetahuinya secara langsung dan memastikan jika sekte Pedang Hitam benar-benar tidak akan datang ke desanya.


"Kita sudah memiliki kesepakatan ingat itu, jika kamu tidak mau menemani perjalananku hingga ke pelabuhan, maka saat ini juga aku akan membunuhmu,"


Yu Zhian menelan ludahnya, andai dia tidak mengetahui sehebat apa Ho Chen, mungkin dia akan tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman Ho Chen.


"Baiklah, saya akan mempersiapkan perbekalan dulu!" kata Yu Zhian dengan nada berat.


Ayah Yu Zhian sudah pergi sejak pagi bersama adiknya ke pasar, walau Ayah Yu Zhian adalah seorang pendekar, namun sebenarnya dia adalah seorang pedagang rempah-rempah.


Yu Zhian hanya menyiapkan baju ganti dan beberapa koin emas untuk perkenalannya. Setelah selesai semuanya sudah dikemas, mereka pun pergi untuk menuju ke pelabuhan.


Ketika mereka sudah berada di dekat pintu keluar desa, Yu Zhian mendengar pembicaraan para warga jika sebelum siang ada pertarungan di luar Desa.


Awalnya Yu Zhian mengira itu adalah pertarungan antar pendekar luar Desa, namun Yu Zhian terkejut ketika mendengar nama sekte Pedang Hitam disebut oleh mereka. 


"Pe.. pendekar, sepertinya mereka benar-benar akan datang, apa tidak sebaiknya kita pergi besok saja?" Yu Zhian kembali menjadi khawatir, namun ternyata Ho Chen masih terlihat tenang, bahkan seperti tidak mengkhawatirkan itu.


"Sial..!" Yu Zhian hanya bisa mengumpat dalam hati sambil merapatkan gigi melihat Ho Chen yang sama sekali tidak peduli dengan kabar kedatangan musuh.


Namun setelah beberapa saat, mata Yu Zhian melotot dan mulutnya terbuka lebar. Dia melihat ada ratusan mayat tergeletak di tempat yang agak jauh dari Desa.


Para warga desa juga berkerumun di tempat tersebut untuk melihat para mayat yang berserakan. 

__ADS_1


Masalahnya, semua mayat-mayat tersebut berasal dari sekte Pedang Hitam, dan tidak ada mayat lain selain dari mereka, mayat-mayat tersebut kebanyakan adalah para pendekar Tingkat Bumi, dan ada juga pendekar Tingkat Alam.


Yu Zhian melirik Ho Chen, dia heran, kenapa Ho Chen bisa bisa yakin jika orang-orang dari sekte Pedang Hitam tidak akan pernah datang, jika yang melakukan adalah Ho Chen itu mungkin pantas jika Ho Chen berkata seperti itu. Namun dari pagi hingga siang, Ho Chen berada di rumahnya dan tidak keluar sama sekali.


"Sekarang apa kamu percaya padaku?" tiba-tiba pertanyaan Ho Chen membuat Yu Zhian tersadar dari lamunannya.


"I.. iya pendekar, saya percaya," kata Yu Zhian dengan sedikit gugup.


"Biar para warga saja yang mengurus semua jenazah ini, kita lanjutkan saja perjalanan kita!" kata Ho Chen kemudian kembali melanjutkan perjalanannya.


Yu Zhian berjalan di depan, tidak satupun dari mereka yang saling bicara, sehingga perjalanan terasa sepi.


Ho Chen teringat akan perjalanan dirinya bersama Jiu Rui dan juga Qiao Lin. Tujuan Ho Chen berpetualang adalah untuk pergi ke Gunung Tirai Kabut, namun hingga saat ini ternyata dirinya belum juga sampai ke Gunung tersebut, semakin jauh malah ia.


"Hihihihi..!" Ho Chen tertawa kecil jika mengingat itu, dia kembali merindukan Jiu Rui dan Qiao Lin.


Andai ilmu mata dewanya mampu melihat hingga mencapai ke daerah kekaisaran Yun, maka Ho Chen pasti bisa melihat mereka walau letaknya jauh.


Mata Dewa Ho Chen hanya bisa mencapai 10 km saja, kekuatan besarnya ternyata tidak serta merta membuat dirinya memiliki kekuatan Mata Dewa dengan sempurna. Hanya ilmu ruang waktunya saja yang meningkat, sehingga hanya dengan pikirannya dia bisa memindahkan orang-orang ke tempat yang ia inginkan.


Yu Zhian merasa heran melihat Ho Chen yang tertawa sendiri tanpa sebab, menurutnya ada yang salah dengan otaknya. Tanpa ia sadari jika Ho Chen juga mengetahui akan apa yang ia pikirkan.


***


"Ketua Ho, lama kita tidak bertemu, ketua masih terlihat sama ketika terakhir kita bertemu, tidak menua sedikitpun,"


"Yang Mulia terlalu memujiku, anda juga semakin terlihat semakin berwibawa,"


Qiao Ho dan Kaisar Hong Li saling bertegur sapa. Qiao Ho datang ke istana bersama Lima orang, dan salah satunya adalah pendekar Putri Dewi Salju Qiao Lin.

__ADS_1


"Bukankah dia ini Putri Dewi Salju yang sering dibicarakan orang-orang? Ternyata dia sangat cantik sekali!" kata Hong Li ketika menyadari ada seorang gadis seumuran putrinya di samping Qiao Ho.


Qiao Lin memberi hormat kepada Kaisar Hong, namun dia tidak berbicara sepatah kata pun.


"Yang Mulia, aku datang kesini karena ada yang ingin aku sampaikan!" Qiao Ho kembali berbicara.


"Silahkan ketua Ho!" kata Sang Kaisar mempersilahkan Qiao Ho untuk berbicara.


Tujuan kedatangan Qiao Ho adalah ingin menyatukan semua pendekar aliansi dan semua dari sekte-sekte aliran Putih dan Netral. Qiao Ho ingin menyerang langsung ke markas para pasukan iblis yang sudah diketahui lokasinya.


Tentu saja Qiao Ho ingin agar Kaisar Hong mau meminta bantuan dari kekaisaran Ming, mengingat hubungan kedua kekaisaran tersebut cukup baik.


Qiao Ho juga sudah mengutus beberapa orang untuk pergi menyampaikan rencananya terhadap sekte-sekte aliansi yang lain, dan semuanya sudah disetujui oleh masing-masing ketua sekte.


"Ketua Ho, saya akan coba! Namun saya tidak bisa memastikan apakah Kaisar Ming mau membantu atau tidak," Kaisar Hong menggelengkan kepalanya, walau hubungan kedua kekaisaran sangat baik, namun dia tidak yakin jika pasukan dari kekaisaran Ming mau jika diminta bantuannya untuk ikut serta membantu mereka.


Ketika mereka sedang berdiskusi, seorang gadis cantik lainnya datang bersama anak laki-laki berumur enam tahun. Mereka adalah Yihua dan Hai Chuan.


"Hua'er, kenapa kamu membawa adikmu kesini? Ayah sedang ada tamu," kata Kaisar Hong.


"Chuan sendiri yang mau kesini, aku hanya menemaninya saja," kata Yihua namun pandangannya terarahkan ke gadis cantik yang seumuran dengannya.


"Tuan Putri ternyata sangat cantik, aku dengar banyak yang ingin melamarnya!" Kata Qiao Ho sekaligus mengatakan yang ia dengar.


Memang banyak yang ingin melamar Yihua, bahkan ada dari keluarga bangsawan yang berasal dari kekaisaran Ming. Namun semua lamaran di tolak oleh Kaisar Hong atas permintaan Yihua sendiri tanpa ada yang mengetahui alasan Yihua.


"Hua'er, perkenalkan dia adalah Ketua sekte Gunung Es Qiao Ho, dan di samping adalah cucunya Qiao Lin!" Kaisar memperkenalkan keduanya kepada Yihua, dan kedua-duanya memberi hormat kepada Yihua, bagai manapun juga status Yihua adalah Putri Kaisar.


Yihua terkejut ketika mengetahui jika gadis tersebut ternyata adalah Qiao Lin, gadis yang pernah menemani Ho Chen dalam petualangannya. Ini pertama kali dia melihat Qiao Lin secara langsung.

__ADS_1


Setelah saling bertegur sapa, Kaisar Hong meminta Yihua untuk mengajak Qiao Lin jalan-jalan di taman istana. Yihua menurut dan pergi bertiga bersama Hai Chuan berjalan menuju taman istana, Qiao Lin dan Yihua hanya berjalan namun tidak ada yang berbicara satupun diantara mereka berdua.


__ADS_2