Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Zirah sisik naga


__ADS_3

Ho Chen terus berusaha menghindari serangan gabungan dari kedua jendral iblis itu, Ho Chen bisa merasakan kekuatan jendral iblis Jed lebih kuat dari jendral Sui.


“Aku mungkin bisa mengalahkan salah satunya, namun aku tidak yakin jika harus mengalahkan kedua-duanya sekaligus." Pikir Ho Chen, dia terus mencari cara agar bisa mengatasi mereka sambil menghindari serangan mereka berdua dan sesekali Ho Chen melepaskan beberapa tehnik airnya.


Jendral Ori tersenyum lebar ketika melihat Ho Chen yang kesulitan menghadapi serangan jendaral Jed dan Sui. “Lebih baik aku ikut membantu mereka agar manusia tidak bisa berkonsentrasi." Kata jendral Ori, di melesat ke arah Ho Chen yang terus terbang menghindari serangan tersebut.


Qiao Lin terus mengamati pertarungan Ho Chen yang kini melawan tiga jendral iblis yang bekekuatan sangat tinggi, nafas Qiao Lin terhenti ketika melihat salah satu dari ketiganya.


“It-itu..! Itu mahluk yang ada di dalam mimpiku..!." Kata Qiao Lin sambil menunjuk ke arah mahluk yang memiliki dua tanduk.


“Benarkah..?." Jiu Rui juga ikut terkejut.


Kini perasaan Qiao Lin tidak tenang, dia takut mimpi itu akan benar-benar menjadi kenyataan. Semuanya mirip dengan yang ia mimpikan, dimana Ho Chen yang tidak memperdulikannya dan pergi melangkah menuju ketempat yang sudah tidak ada esnya. Lalu di serang oleh mahluk seram dengan memngunakan api hitam hingga membuat Ho Chen mati tebakar.


Tubuh Qiao Lin bergetar hebat, dia tidak kuasa jika mimpi yang di alaminya akan menjadi kenyataan.


Dia jatuh lemas dengan posisi duduk sambil menangis. “Siapapun tolong bantu Ho Chen..!." Kata Qiao Lin dengan tangisnya.


Naga putih akhirnya tidak mau tinggal diam. Dia menciptakan perisai nya untuk melindungi Qiao Lin Dan Jiu Rui, kemudia berlari ke arah Ho Chen untuk membantunya.


“Naga putih tunggu kamu jangan kesana..!." Jiu Rui berusaha ingin mengejar naga putih namun dia menabrak perisai dan jatuh terlentang sambil memegang mukanya yang sakit akibat membentur perisai tersebut.


“Aduh duh duh duh.. Sakit..!." Kata Jiu Rui sambil memegang mukanya yang kesakitan.


Ho Chen terus berusaha menghindar sambil menyerang kini dia harus berhadapan dengan tiga jendral sekaligus dan posisi mereka juga terpisah.


Tiga tehnik berbeda segera mengarang dengan kecepatan tinggi, Ho Chen berhasil menghindari dua tehnik tersebut , namun satu yang tidak bisa dia hindari yaitu api hitam. Api hitam tersebut mengenai pergelangan tangannya, Ho Chen segera turun dan berusaha mematikan api tersebut namun tidak berhasil.


Dengan tubuh yang di selimuti energi air, nyatanya Ho Chen masih bisa Merakan panasnya api hitam tersebut.

__ADS_1


Ho Chen mengumpulkan energi airnya ke arah api hitam di lenganya kemudian melemparkannya agar terpisah dari tubuhnya.


“Puff. Untungnya berhasil." Kata Ho Chen yang merasa lega sudah berhasil membuang api hitam yang tidak mau padam tersebut.


“Naga putih, kenapa kamu kesini? Bagaimana dengan mereka berdua di sana?." Tanya Ho Chen setelah melihat naga putih tiba di dekatnya.


“Kau tidak usah menghawatirkan nya, mereka berdua sekarang berada di tempat yanga aman dan terlindungi, sekarang kau perlu fokus untuk menghadipi mereka." Kata naga putih.


“Apa kau memiliki ide?." Tanya Ho Chen.


Aku tidak sempat memikirkannya, namun hanya ada satu saat ini yaitu serang!." Kata naga putih.


“Tunggu dulu! Apa kau akan membantu dengan mengubah wujud aslimu?." Tanya Ho Chen penasaran.


“Benar! Memangnya ada masalah?." Naga putih balik bertanya.


“Bukan begitu! Aku takut dengan menampakkan wujud aslimu di dunia ini akan banyak yang akan terkejut melihat betapa besarnya tubuhmu itu." Kata Ho Chen.


Ho Chen menoleh ke arah Qiao Lin Dan Jiu Rui dia hawatir mereka berdua akan kaget jika melihat tubuh asli naga putih. “Terserah kamu saja..!." Kata Ho Chen yang tidak mau berdebat dengan naga putih.


“Aku akan memberikanmu baju pelindung agar tubuhmu tidak terbakar dari kobaran api hitam." Kata naga putih.


Ho Chen tidak mengerti namun dia tidak menolak pemberian yang naga putih katakan.


Naga putih meminta Ho Chen menyentuh kepala naga putih, Ho Chen menurutinya kemudian muncul cahaya merah menyala dan menutupi tubuh Ho Chen.


Setelah beberapa saat tubuh Ho Chen sudah memakai baju layaknya seperti baju zirah berwarna merah, dan bahannya seperti terbuat dari sisik naga. Tangan dan kakinya juga tertutup oleh zirah hitam dengan memikiki banyak benda tajam di betis juga di jari-jari tangannya.


“Ini adalah zirah sisik naga, kau akan terlindungi dari semua serangan berbahaya apapun, tidak akan ada yang mampu melukaimu bahkan ketiga iblis itu pun juga tidak mungkin mempu untuk menghancurkan bajumu." Kata naga putih.

__ADS_1


“Apa baju ini akan terus seperti ini, apa nantinya aku bisa membukanya? Aku tidak enak jika harus berjalan dengan mengenakan pakaian seperti ini di tempat umum." Kata Ho Chen sambil menggerakkan-gerakkan tangannya yang tertutup oleh zirah hitam.


“Kamu bisa menghilangkannya jika selesai bertarung, jadi kau akan terlihat biasa lagi." Kata naga putih.


“Terima kasih, sekarang saatnya kita fokus kepada mereka!." Kata Ho Chen kemudian kembali menatap ketiga jendral iblis yang masih melayang-layang di udara.


“Jed! Apa kamu melihat itu?." Jendral Sui menghampiri jendral Jed, dia bertanya setelah melihat Ho Chen yang sudah memakai baju seperti zirah berwarna merah.


“Aku tidak buta, mau apapun yang ia gunakan belum tentu mampu menahan apiku ini." Kata jendral Jed dengan penuh keyakinan.


Jendral Ori juga mendekat dan menghampiri mereka, dia juga sama penasarannya dengan jendral Sui namun dia tidak mau bertanya.


“Ayo kita serang bersama mengunakan ilmu kita bertiga." Kata Sui.


Mereka bertiga segera melepaskan masing-masing ilmu terunik mereka.


Jendral Ori menyemburkan api merah dan besar, jendral Jed juga melakukan hal yang sama namun apinya berwarna, sedangkan jendral Sui memgelurakan Asap hitamnya.


Ketiga energi tersebut berputar kemudian menyatu jadi satu. “Matilah kau..!." Kata jendral Jed


Api tersebut melesat kebawah menujun ke arah Ho Chen, namun Ho Chen tidak bergeming sama sekali. Dia berniat ingin menggunakan tehnik gabungan juga setelah berpikir beberapa saat dia dapat ide tersebut.


Namun sebelum sempat melakukan apa-apa, ketiga energi gabungan itu sudah lebih dulu sampai dan mrnghantam tubuh Ho Chen dan juga Naga putih.


“Tidak! Tidak! Cheeeen...!."


Qiao Lin berteriak sekuat tenaga ketika melihat Ho Chen yang tertutup oleh dua api merah dan hitam di tambah asap hitam yang tebal.


Dia mencoba berlari untuk pergi ke tempat Ho Chen namun dia terhalang oleh Perisai buatan naga putih. Qiao Lin terus menangis semakin lama semakin lemah kemudian dia duduk bersimpuh sambil memukul-mukul tanah.

__ADS_1


Jiu Rui bangun setelah mendengar teriakan Qiao Lin, namun rasa sakit di wajahnya masih sedikit terasa. Dia menghampiri Qiao Lin Dan berusaha menenangkannya.


“Saudari Lin, kamu tidak usah hawatir, aku yakin adik tidak akan semudah itu." Ucapnya, namun dia sendiri juga tidak yakin.


__ADS_2