Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Lang Yu


__ADS_3

Setelah siang, Ho Chen pergi ke danau dengan  biksu Gu Lixin di temani beberapa murid, letak danau tersebut hanya 50 meter di belakang Kuil.


"Saudara Muda, di sanalah tempat Bunga Lotus Emas itu berada." Biksu Gu Lixin menunjuk ke tengah danau.


Ho Chen tidak melihat apa-apa selain air danau yang berwarna hijau. "Senior, apakah Bunga Lotus Emas berada di dasar danau?." Tanya Ho Chen.


Biksu Gu Lixin mengangguk kemudian berkata. "Air danau ini memang terlihat air biasa, namun berenang ke danau itu maka seluruh energi dan tenaga orang yang berenang akan di serap oleh air itu." Kata biksu Gu Lixin menjelaskan.


Jelasnya energi serta tenaga orang yang di serap akan di hisap oleh Bunga Lotus Emas melalui perantara air tersebut, penjaga Bunga Lotus Emas sengaja memasangnya agar tidak ada orang yang berani mengambilnya jika suatu saat nanti para penjaga kuil tidak sanggup menahan orang-orang yang berniat jahat dan ingin merebut paksa bunga tersebut.


Mendengar penjelasan dari Biksu Gu Lixin, Ho Chen mulai mengerti dan tahu apa yang harus di lakukan.


"Para senior semua, tolong mundur sejauh mungkin, junior tidak bisa menjamin akan apa yang akan terjadi nantinya!." Kata Ho Chen.


Mereka semua saling berpandangan, walau terlihat bingung, mereka tetap menuruti perkataan Ho Chen.


Mereka segera mundur cukup jauh, kemudian Ho Chen membuat perisai pelindung di sekeliling air danau untuk berjaga-jaga.


"Guru apa yang sebenarnya yang ingin di lakukan oleh pemuda itu?." Tanya salah satu biksu kepada Biksu Gu Lixin.


"Entahlah, kita lihat saja apa yang ingin dia lakukan dengan air itu!." Jawab Biksu Gu Lixin karena dia juga tidak mengerti.


Perisai pelindung tidak akan bisa di lihat oleh siapa pun kecuali orang itu adalah pendekar yang memiliki energi yang bisa melihat nya.


Sesaat kemudian semua para biksu yang berada di tempat itu terkejut, mata mereka melebar dan mulut mereka juga menganga, mereka takjub dengan apa yang mereka lihat.


"Ini kekuatan Dewa, pemuda itu memiliki kekuatan Dewa sama seperti dalam catatan kuno!." Kata Biksu Gu Lixin karena dia sudah membaca catatan kuno peninggalan leluhur penjaga kuil.


***


Setelah membuat perisai pelindung mengunakan energinya. Ho Chen mulai melayang di atas danau tersebut dan kemudian mengarahkan telapak tangannya ke tengah-tengah danau.


"Tehnik Air Suci - Pusaran Naga Air."


Danau tersebut mulai bergerak dan kemudian berputar-putar di tengah membentuk sebuah pusaran air yang semakin lama semakin membesar sehingga dasar dari danau tersebut terlihat.


Ho Chen dapat melihat cahaya berwarna emas yang menancap di dasar danau tersebut kemudian segera turun untuk mengambil Bunga Lotus Emas.


Belum sempat Ho Chen mencapai pertengahan danau yang berputar, tiba-tiba Bunga Lotus Emas bergerak dan terbang ke atas melewati Ho Chen.

__ADS_1


Ho Chen tentu mengejarnya ke atas berusaha meraih Bunga Lotus Emas tersebut. Namun sesosok manusia tiba-tiba menghadangnya. Sosok tersebut memakai baju berwarna emas, seperti kesatria berzirah emas.


Sosok tersebut memegang Toya panjang yang juga terbuat dari emas yang di letakkan di pundaknya dan menatap Ho Chen dengan dingin.


"Hem..! Apa kamu manusia yang aku tunggu?." Kata sosok tersebut mengamati Ho Chen.


Ho Chen jelas terkejut melihat kemunculan sosok tersebut karena tidak merasakan keberadaannya. "Senior, nama saya Ho Chen, maaf jika saya menganggu, namun saya harus tetap mengambil bunga itu!." Kata Ho Chen.


Sosok tersebut terus meneliti Ho Chen kemudian berkata. "Aku tidak keberatan, namun kamu harus melawan ku terlebih dahulu, jadi apa kamu bersedia menerima tantangan sekaligus ujian dari ku?." Tanya Sosok tersebut.


Ho Chen terdiam sesaat, dia mengetahui kekuatan sosok tersebut sangat tinggi, bisa saja dia sekuat Feng Ying atau bahkan mendekati kekuatan Hanzi. Namun dia tidak punya pilihan, walau sosok tersebut lebih kuat dari dirinya, namun Ho Chen akan tetap berusaha.


"Baik senior, saya akan menerima nya!." Kata Ho Chen.


Sosok tersebut mengamati kesekelilingnya lalu tersenyum lebar. "Bagus, ternyata kamu sudah memasang perisai pelindung di sini, jadi kita bisa bertarung tampa ada yang harus di khawatirkan lagi." Sosok tersebut menatap Ho Chen lalu berkata lagi. "Nama Ku Lang Yu, mari kita mulai!." Ucapnya.


"Senior Lang, mohon bimbingan nya!." Kata Ho Chen kemudian maju menyerang Lang Yu dengan kepalan tangan yang di aliri petir.


"Tehnik Petir - Pukulan Naga Halilintar."


Ho Chen mengalirkan Energi nya ke kepalan tangannya dan energi petir terlihat menyerupai kepala naga siap menghantam nya. Lang Yu tersenyum lebar, dia sama sekali tidak berusaha menghindar namun justru menunggu kepalan tersebut mendekat.


Ho Chen langsung berputar dan menangkis Toya tersebut, dia sudah mengunakan sihir logam untuk mengeraskan tubuhnya.


Taannk!!!


Bunyi benturan logam keras terdengar akibat pukulan Toya Emas bertemu dengan lengan Logam milik Ho Chen.


Ho Chen terpental dan menabrak perisai yang ia buat. Sedangkan Lang Yu sama sekali tidak berubah dari posisinya.


"Kekuatannya sangat besar!." Gumam Ho Chen setelah menyadari akan kekuatan Lang Yu yang sangat jauh perbedaannya dengan dirinya.


Ho Chen merapat kan gigi lalu berteriak mengeluarkan seluruh energi yang ia miliki.


Arrrgh!!!."


Tubuh Ho Chen mulai bercahaya putih menyilaukan, langit mulai tertutup awan hitam disertai sambaran petir ke berbagai arah, angin kencang pun juga muncul akibat energi Yang di keluarkan oleh Ho Chen, bahkan Bumi juga ikut bergetar.


Walau Ho Chen sudah memasang perisai pelindung, namun getaran Bumi yang menyerupai gempa masih bisa dirasakan bahkan sampai ke istana Raja Tang Li.

__ADS_1


Mereka beranggapan jika gempa tersebut akibat gunung meletus, di tambah dengan angin dan langit cerah yang tiba-tiba menjadi mendung, membuat mereka semakin mengira jika ini bencana gabungan dari alam.


Yang mengetahui semua itu adalah para biksu yang menyaksikan kejadian itu secara langsung, mereka sedikit kesulitan menjaga keseimbangan tubuh mereka akibat getaran Bumi. Ini pertama kalinya mereka menyaksikan kekuatan besar seperti itu.


Kedua mata Ho Chen bercahaya putih, dia memandang Lang Yu yang masih menatapnya dengan tersenyum lebar. "Ternyata memang benar, kamulah yang aku tunggu selama ini." Kata Lang Yu.


Ho Chen kembali menyerang dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kali ini dia mengunakan gabungan tehnik dangan sihir.


"Tehnik Air Suci - Serangan Naga Air."


"Sihir Es."


Se ekor Naga Air raksasa muncul dari danau, Naga tersebut berputar mengelilingi Lang Yu kemudian tubuh sang Naga berubah menjadi Naga Es yang siap membekukan apapun yang ada di hadapannya.


Ho Chen mengerakkan tangannya kemudian Naga tersebut bergerak dan menyerang Lang Yu dengan semburan menyerupai angin dingin, dan Naga tersebut bergerak sesuai keinginan Ho Chen.


Lang Yu melayang lebih tinggi menghindari setiap serangan dari semburan Naga yang bisa membekukan udara. Setelah cukup tinggi, Lang Yu langsung mengangkat Toya panjangnya dan memukul ke arah kepala Naga.


Toya tersebut berubah menjadi besar dan panjang sehingga Ho Chen tidak sempat membuat Naga tesebut menghindar. Kepala Naga berbenturan dengan Toya sehingga Naga tersebut hancur menjadi bongkahan Es.


Para Biksu merasa takjub melihat pertarungan mereka berdua, tidak pernah terlintas di pikiran mereka akan bisa melihat pertarungan dua orang yang di yakini berkemampuan Dewa. Andai tidak ada perisai yang melindungi tempat mereka, mungkin tempat mereka akan hancur akibat pertempuran tersebut.


"Sihir Logam."


Ho Chen membuat senjata berbentuk Toya yang sama dengan milik Lang Yu namun berwarna hitam, karena Ho Chen bisa mengendalikan logam, jadi dia bisa membuat Toya tersebut menjadi panjang dan besar.


"Tehnik Raja Api - Membakar Jiwa."


Ho Chen menyelimuti tubuhnya dengan api biru, karena dia akan menyerang dari jarak dekat, berharap bisa membuat Lang Yu sedikit kesulitan menahan panasnya.


Ho Chen juga tidak lupa mengunakan Tehnik Pedang terbangnya dan ternyata juga bisa di gunakan kepada Toya hitamnya. Dengan gabungan ketiga kekuatan Tehnik dan sihir. Ho Chen menyerang Lang Yu dengan sangat sengit.


Lang Yu mulai kesulitan menghadapi Ho Chen, itu di karenakan Api biru yang menyelimuti tubuh Ho Chen, terkadang Toya Ho Chen bisa terbang dan menyerang dari arah yang berbeda, membuat Lang Yu merasa takjub dan cukup kerepotan menghadapinya.


Ho Chen mejentikan jarinya dan kemudian waktu berhenti. Ho Chen berniat menyerang ketika Lang Yu sudah tidak bergerak akibat sihir penghentian waktunya


Namun siapa sangka sosok lain muncul dan menangkis Toya milik Ho Chen yang hampir sampai di tubuh Lang Yu. Sesosok Wanita Cantik yang terlihat berumur 20 tahunan dengan memakai baju berwarna putih perak.


Ho Chen terkejut karena kemunculan sosok tersebut, yang ternyata ilmu penghentian waktunya tidak berpengaruh kepada sosok yang baru muncul.

__ADS_1


"Tampan, sebaiknya kamu jangan memakai cara curang seperti ini!." Kata sosok wanita tersebut dengan suara nya yang sangat lembut dan juga merdu.


__ADS_2