
"Jadi mereka sudah mendirikan sekte?." Kata Ho Chen seraya bertanya.
Lho Zian hanya mengangguk, Lho Zian tiba-tiba saja duduk bersujud hadapan Ho Chen seraya berkata. "Pendekar Muda, saya mohon tolong lah desa saya, saat ini desa saya sedang di serang oleh mereka." Kata Lho Zian memohon sambil bersujud.
Ho Chen langsung mengangkat Lho Zian, bagaimana pun Lho Zian lebih tua darinya, dan Ho Chen tidak akan mau jika ada orang yang lebih tua memohon sambil bersujud di hadapannya. "Bangunlah Tuan Luo, sekarang ceritakan lah dengan jelas apa yang telah terjadi." Kata Ho Chen.
Lho Zian mengangguk kemudian memulai menceritakan semuanya.
Awal mula sekte Ular Hijau berdiri, mereka tidak sejahat seperti sekarang ini, Lho Zian tidak mengerti apa yang menyebabkan mereka berubah, dari awal mereka sangat baik, bahkan sering membantu dan melindungi warga, namun suatu ketika mereka tiba-tiba berubah.
Mereka mulai meminta pajak yang sangat tinggi kepada warga, dan bahkan meminta orang-orang yang memiliki anak gadis agar di serahkan kepada mereka.
Mereka juga meminta para pendekar yang berada di desa Jinhu untuk bergabung dengan sekte mereka. Namun para warga dan para pendekar yang berada di desa Jinhu menolak akan permintaan mereka, sehingga membuat mereka marah.
Pada saat itu terjadi pertarungan antara pendekar Desa Jinhu dengan salah satu pendekar dari sekte Ular Hijau.
Pendekar dari Desa Jinhu hampir memenangkan pertarungan sebelum akhirnya cara curang pun di lakukan oleh mereka.
Beberapa rekan pendekar sekte Ular Hijau menangkap anak dan istri dari sang pendekar Desa Jinhu dan di jadikan sandera, mereka memaksa pendekar tersebut untuk mengalah, jika tidak maka mereka akan membunuh anak nya yang masih berumur Dua tahun beserta dengan istrinya.
Akhirnya pendekar tersebut mengalah demi keluarganya, namun setelah pendekar tersebut mengalah, mereka justru mengingkari janjinya. Anak beserta istrinya di bunuh didepan nya sehingga membuat pendekar tersebut gelap mata dan langsung membunuh dua orang yang berada di depannya kemudian berlari merangkul anak dan istrinya yang sudah tidak lagi bernyawa.
Mereka tentu marah karena dua rekannya mati kemudian berniat menyerang pendekar tersebut, untungnya para pendekar yang lain dari Desa Jinhu segera melindunginya, karena saat itu anggota sekte Ular Hijau hanya dua puluh orang saja, sedangkan pendekar dari Desa Jinhu berjumlah hampir delapan puluh orang membuat para anggota sekte Ular Hijau mengurungkan niatnya, kerena mereka kalah jumlah.
Mereka berjanji akan kembali ke desa dan akan melenyapkan Desa Jinhu, dan saat inilah mereka menepati janji mereka.
__ADS_1
Lho Zian kemudian menceritakan situasi yang terjadi di desa Jinhu, sampai di akhir ia bertemu dengan Ho Chen.
"Shuo Jie, sekarang aku berjanji akan melenyapkan sekte mu dan juga akan mengirimmu menemui Raja Neraka!." Kata Ho Chen yang sudah sangat marah.
Dia menoleh ke pada Jiu Rui kemudian bertanya. "Seberapa Jauh Desa Jinhu dari sini?." Tanya Ho Chen.
Jiu Rui membuka peta nya kemudian menjelaskannya. "Jika kita berjalan saat matahari terbit, mungkin hanya butuh hampir setengah hari saja, namun jika kuda kita berlari tidak akan selama itu dan akan lebih cepat sampai, apa lagi menggunakan ilmu meringankan tubuh, maka akan lebih cepat sampai di desa" Kata Jiu Rui menjelaskan secara detail.
"Baiklah aku akan kesana duluan, kalian menyusul dengan kuda! Tuan Luo, anda pergi bersama mereka dan segera susul saya ke desa!." Kata Ho Chen.
Lho Zian menurut saja walau dia agak bingung, kalau Ho Chen tidak menggunakan kuda untuk kesana, lalu dia akan memakai apa?, namun dia tidak berani menanyakan nya.
Ho Chen menghampiri Qiao Lin. "Lin, gunakan topeng ini sekaligus baju ini, agar orang tidak melihat mu, sekaligus tidak akan mengenali baju mu nantinya." Kata Ho Chen dan memberikan Topeng beserta Baju berwarna hitam.
Qiao Lin menerima ke dua barang tersebut, kemudian menggunakannya, Hati Qiao Lin begitu senang, bukan karena apa! Namun karena baju yang di berikan oleh Ho Chen, biar pun dia tidak terlalu menyukai baju berwarna Hitam, namun baju pemberian Ho Chen akan menjadi warna hitam yang pertama yang ia suka. Qiao Lin berjanji di dalam hatinya, dan akan menjaga baju tersebut seumur hidup.
Ho Chen menerima cincin tersebut kemudian berpesan kepada Naga Putih. "Jaga mereka semua!." Pesannya dengan singkat namun mengelus kepala Naga Putih.
Ho Chen mengeluarkan pedang lidah apinya kemudian terbang untuk menyelamatkan Desa Jinhu. Ho Chen terbang dengan kecepatan tinggi, dalam waktu dua terikan nafas saja, Ho Chen sudah menghilang dari pandangan Lho Zian dan semuanya.
Lho Zian menarik nafas dalam saat melihat Ho Chen yang bisa terbang dengan kecepatan tinggi, menurutnya pendekar yang bisa terbang hanya para pendekar yang sudah di beri gelar jagoan oleh pendekar lain, itu pun hanya Pendekar Tingkat Alam Puncak 3 ke atas Yang mampu melakukannya. Lho Zian berasumsi jika Ho Chen adalah Pendekar Muda Tingkat Alam Puncak 3. Ini akan di jadikan catatan sejarah kalau pemuda tersebut adalah pendekar termuda pertama yang mencapai Tingkat Alam.
"Kalian berdua memanggilnya Chen bukan? Maaf jika orang tua ini lancang, Sebenar nya siapa nama pendekar Muda itu?." Tanya Lho Zian, dia lupa menayakan nama Ho Chen.
Qiao Lin dan Jiu Rui saling berpandangan, mereka tahu jika Ho Chen sering menyembunyikan namanya. "Tuan Lho bisa memanggilnya Chen saja!." Kata Qiao Lin.
__ADS_1
Lho Zian tidak membantah atau menanyakan lebih jauh, sesama pendekar dia juga mengerti jika seorang menyembunyikan identitas aslinya, itu artinya orang tersebut sangat di kenal, namun Lho Zian tidak pernah mendengar jika ada pendekar hebat yang bernama Chen, yang ia ketahui hanya nama Pendekar Dewa Muda yang kini sudah tiada.
Qiao Lin pergi untuk mengganti bajunya dengan baju yang di berikan oleh Ho Chen, setelah selesai ia memakai baju dan dengan topeng nya, ia kembali lagi ke tempat Jiu Rui berada kemudian pergi bersama-sama menuju Desa Jinhu dengan menunggangi kuda.
Lho Zian menunggangi kuda milik Qiao Lin, sedangkan Qiao Lin memakai Kuda milik Ho Chen, mereka bertiga memacu kuda tersebut dengan sangat cepat.
***
"Cepat katakan kemana kalian melempar kepala Desa kalian itu?." Tanya salah salah satu pendekar Sekte Ular Hijau kepada para pendekar Desa Jinhu yang hanya tersisa Sembilan orang saja.
"Puihh...! Walau kalian membunuh ku sekalipun, aku tidak akan memberitahukan mu." Jawab salah seorang dari mereka dengan meludah ke tanah.
Kesembilan pendekar tersebut tidak dalan kondisi baik, mereka semua terluka cukup parah, namun pihak musuh justru mempermainkan mereka dengan cara menyiksa, kadang di pukul, di tendang, bahkan ada yang menambah goresan luka di tubuh mereka.
Mereka sangat menikmati penyiksaan tersebut dengan tertawa, seolah-olah mereka sangat bangga akan penyiksaan yang mereka perbuat.
Dari dalam desa, terlihat Shou Zie dan lainnya datang, mereka membawa belasan gadis muda yang menangis dengan kedua tangan mereka di ikat dan di masukkan ke dalam kereta.
Sebagian warga sudah pergi mengungsi, sedangkan yang belum sempat pergi harus menjadi korban kebiadapan mereka semua.
"Kenapa kalian masih bermain-main? Cepat habis mereka semua dan tinggalkan desa ini!." Kata Shou Zie.
"Maaf kan kami Tuan Muda Shuo, kami hanya ingin bersenang-senang." Jawab salah satu dari mereka.
"Kalau begitu cepat selesaikan! Lagi pula kita tidak menemukan cincin pengisap itu disini!." Kata Shuo Zie.
__ADS_1
"Baik Tuan Muda." Kata salah seorang dan bersiap untuk membunuh ke sembilan pendekar yang kini mereka tawan.
"Begitukah cara kerja sekte baru kalian? Sungguh hina sekali cara kerja kalian ini..!." Tiba-tiba seseorang memakai topeng berbicara dan berjalan mendekati mereka.