Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
11 pelindung Ular Hijau


__ADS_3

Ho Chen membalikakn badan dan melihat 11 orang yang sudah terlihat sepuh datang satu di antaranya datang dengan cara terbang di udara.


Ho Chen bisa melihat 10 orang memiliki kekuatan di Tingkat Alam awal 3 dan satu orang yang terbang memiliki kekuatan Tingkat Alam puncak 3, bahkan kekuatannya sebanding dengan kekuatan milik Qiao Ho.


Ho Chen mulai mengerti kenapa mereka di juluki kelompok besar dan sebanding dengan sekte-sekte besar lainya, karena banyak jagoan di kelompok tersebut, bahkan mereka tidak takut saat mengetahui jika Qiao Lin adalah cucu dari ketua sekte Gunung Es.


"Anak muda, ku akui keberanian mu.! Bukan hanya berani melukai keponakanku bahkan kau tidak terlihat takut ketika melihat kekuatan dari 11 pelindung Ular Hijau." Kata salah satu orang yang bisa terbang tersebut sambil mengangkat tubuh keponakannya yang tidak mampu menyembuhkan diri dari pukulan Ho Chen.


"Maafkan atas sikap ku senior, aku hanya berusaha melindungi diri dari serangan keponakan mu itu! andai aku tidak membela diri, mungkin aku akan bernasib sama seperti keponakan mu." Kata Ho Chen dengan sikap tenang.


"Apa aku tidak salah lihat, seorang pemuda yang baru memiliki kekuatan di Tingkat Bumi bisa membuat pendekar Tingkat Langit terluka seperti Ini?." Kata salah satu dari jagoan lainya.


"Anak muda siapa nama mu?." Tanya lagi pendekar tersebut setelah selesai mengalirkan tenaganya kepada keponakannya tersebut.


"Aku hanyalah seorang yang sedang berpetualang, namaku Hao Chen." Kata Ho Chen yang mengubah nama marganya dan mengambil nama Gurunya di depan namanya.


"Namaku adalah Shou Jie, dan aku adalah pendiri Kelompok Ular Hijau, sedangkan yang kau lukai ini adalah keponakan ku Shou Zie." Kata Shou Jie dia berharap Ho Chen mengetahui namanya dan kemudian meminta maaf setelah mengetahui namanya.


"Aku baru memasuki dunia ke pendekaran, jadi belum mengetahui nama dan tokoh besar manapun. Jadi aku tidak tau apakah kamu tokoh besar atau memiliki gelar besar. Jadi maaf kalau aku tidak mengenali mu."


Perkataan Ho Chen membuat mata Shou Jie melotot lebar. "Kau masih muda namun tidak punya sopan santun berbicara kepada orang yang lebih senior dari mu, mungkin jika ku beri kamu pelajaran baru kamu tahu akan siapa diriku." Kata Shou Jie dengan geram.

__ADS_1


Shou Zie tersenyum lebar melihat Shou Jie menjadi murka, dia berharap agar Shou Jie tidak hanya memberi pelajaran kepada Ho Chen, namun dia berharap agar Ho Chen di bunuh supaya dia bisa merasa lega.


Di tempat Zhu Yu berada, mereka sudah bisa bernafas dengan lega karena suara yang sebelumnya membuat telinga mereka sakit kini sudah hilang.


Namun dengan kedatangan 12 orang ke tempat tersebut mereka bisa mengetahui jika semua jagoan yang dimiliki kelompok Ular Hijau sudah berkumpul di tempat ini dan artinya mereka menganggap masalah ini menjadi masalah serius.


Jiu Rui menghampiri salah satu dari mereka dan mulai bertanya akan siapa sebenarnya kelompok Ular Hijau tersebut.


Mereka saling bertatapan satu dengan yang lainya sebelum menceritakan tentang siapa sebenarnya kelompok Ular Hijau dan siapa orang yang sedang berhadapan dengan Ho Chen saat ini.


Awalnya Kelompok Ular Hijau adalah kelompok kecil yang di dirikan oleh Shou Jie dan terus berkembang sedikit demi sedikit.


Namun hadapan tersebut ternyata tidak sejalan dengan yang Shou Jie harapkan. Ketika kelompok Ular Hijau sudah sedikit lebih besar dan bisa di bilang sudah sejajar dengan sekte-sekte kecil aliran hitam, markas mereka lebih dulu di serang oleh beberapa sekte menengah aliran netral sehingga banyak dari anggota mereka yang menjadi korban.


Kemudian Shou Jie memindahkan markasnya dan membawa sisa anggotanya yang selamat untuk kembali mendirikan kelompok nya di tempat lain.


Seiring berjalannya waktu, kelompok tersebut kembali berkembang dengan lebih cepat, dan banyak jagoan dari sekte kecil aliran hitam yang menjadi pelarian bergabung dengan kelompok tersebut.


Saat ini jumlah keseluruhan anggota Kelompok Ular Hijau sudah mencapai ratusan ribu dan mereka membagi beberapa markas di berbagai daerah di seluruh kekaisaran Yun.


Sedangkan markas pusat meraka dijaga oleh 11 jagoan sebagai pelindung dari markas utama termasuk Shou Jie, dan kemudian dikenal sebagai 11 pelindung Ular Hijau.

__ADS_1


Setiap markas juga memiliki 4 sampai 5 jagoan pelindung, dan jika mereka di kumpulkan semuanya, maka kekuatan mereka sebanding dengan sekte-sekte besar lainya.


Bagi pendekar muda baru yang segenerasi dengan Jiu Rui atau Ho Chen jelas tidak akan mengenal kelompok tersebut, namun untuk yang segenerasi dengan Jian Heeng pasti sudah mengetahui tentang kelompok Ular Hijau.


Sudah lama kelompok tersebut menjadi incaran sekte besar aliran Putih dan Netral, namun mereka tidak mengetahui di mana markas kelompok tersebut sehingga kelompok tersebut bertahan dan semakin besar hingga seperti saat ini.


"Jika begitu markas utama mereka pasti berada di daerah ini." Batin Jiu Rui kerena dia yakin dengan munculnya 11 pelindung Ular Hijau maka pastinya markas mereka tidak jauh dari lokasi dirinya berada.


Jiu Rui kembali melihat ke arah Ho Chen, dia mulai khawatir dengan Ho Chen, kali ini musuh  yang akan di hadapi oleh nya lebih banyak dari pada musuhnya yang dari kelompok Rantai Besi yang hanya ada 3 orang jagoannya.


Namun Jiu Rui masih bisa melihat ketenangan sikap  Ho Chen saat menghadapi 11 jagoan pelindung tersebut, di tambah lagi salah satunya memiliki kekuatan setara dengan Qiao Lin.


"Semoga dia bisa mengatasi masalah ini dengan baik, atau setidaknya dia bisa selamat dan dapat melewati semuanya." Gumam Jiu Rui berusaha memberikan kepercayaan penuh nya kepada adik angkatnya tersebut.


Ho Chen saat ini masih bersikap biasa saja, tidak sedikitpun terlihat rasa takut atau lainnya, sehingga membuat anggota Kelompok Ular Hijau lainnya menjadi heran.


"Kau harus tahu anak muda, tidak peduli kau dari sekte mana, jika siapapun yang berani mencelakai keponakan ku atau anggota Ular Hijau lainnya! Maka dia harus menerima akibatnya, dan nyawanya yang akan menjadi taruhannya." Kata Shou Jie.


Ho Chen ingin tertawa mendengar nya kemudian menjawab perkataan Shou Jie. "Kalian ini sungguh lucu, kalian datang dengan mencari masalah dan ingin mencelakai orang lain! Namun kalian sendiri tidak terima ketika kalian sendiri yang celaka, kalian sungguh lucu..." Kata Ho Chen dia tidak bisa lagi menahan tawanya sehingga tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya yang sakit akibat tawanya sendiri.


Shou Jie semakin tidak terima mendengar perkataan Ho Chen yang mengolok-olok dirinya. "Kurang ajar sekali kau anak muda! Kalian semua cepat bunuh anak ini dan gantung mayatnya di depan markas kita..!." Kata Shou Jie yang sudah sangat murka.

__ADS_1


__ADS_2