Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
menginginkanku mati


__ADS_3

Sudah lebih dari dua puluh hari Ho Chen berada di atas kapal layar, selama itu juga tidak ada hambatan dalam perjalanan, bahkan selama itu juga angin dan gelombang juga sangat bersahabat sehingga perjalanan jauh lebih cepat dari perkiraan.


"Em, aura ini!" samar-samar Ho Chen bisa merasakan aura yang ia kenal, sekarang Ho Chen bisa melihat puncak gunung yang masih terlihat jauh.


Menurut para anak buah kapal, itu adalah daratan Ming, atau wilayah kekaisaran Ming. Kekaisaran Ming dan Yun masih satu daratan, sedangkan kapal layar masih harus berputar lagi untuk menuju ke pelabuhan kekaisaran Yun.


daratan terluas adalah daratan kekaisaran Yun dan Ming. Namun wilayah terluas adalah wilayah kekuasaan kekaisaran Ming. Luas wilayah kekaisaran Liu pun masih seperempatnya kekaisaran Ming, itu menandakan betapa luas dan besarnya kekaisaran Ming.


Namun anehnya, walau gunung yang terlihat itu adalah wilayah kekaisaran Ming, dia dapat merasakan aura energi milik gurunya Feng Ying.


Ho Chen memejamkan matanya mencari aura energi milik Feng Ying, setelah beberapa saat, dia berhasil menemukan sumber energi tersebut, namun letaknya cukup jauh.


"Chen'er sekarang kamu bisa keluar dari kapal yang membosankan ini!" kata Ming Hao.


Ho Chen mengangguk, dia juga punya pemikiran yang sama dengan Ming Hao. Dia bisa merasakan kekuatan Feng Ying yang berada di kekaisaran Yun dari jarak yang masih sangat jauh.


Itu menandakan jika dirinya bisa pergi dan berpindah tempat dari sana ke tempat Feng Ying berada.


Ho Chen meletakkan dua keping koin emas di atas meja, kemudian dia menghilang dari dalam kamar kapal tersebut.


Setelah beberapa waktu, pelayan kapal yang sering datang membersihkan kamar Ho Chen mengetuk pintu kamar tersebut, namun tidak ada jawaban dari Ho Chen.


Pelayan tersebut berpikir jika Ho Chen sedang tidak ada di kamar dan mungkin berada di luar untuk melihat-lihat pemandangan di luar kamar.


Pelayan tersebut akhirnya masuk dan bersiap membersihkan kamar Ho Chen, namun dia menemukan sebuah kunci pintu dan dua keping koin emas di atas meja.


"Apa maksudnya ini? Apa tuan muda meninggalkan kamar, atau dia..! Celaka, dia pasti melompat ke laut..!" pelayan tersebut panik dan berlari keluar untuk melaporkannya kepada sang Kapten kapal.


"Apa maksudmu! Apa kamu pikir Tuan Muda di kamar itu bunuh diri?" Sang kapten kapal sedikit tidak percaya akan laporan pelayan kebersihan tersebut.


"Mungkin saja Tuan, soalnya saya sudah mencari ke seluruh kapal, namun tidak menemukan keberadaannya!" kata pelayan tersebut.


Sang kapten kapal terdiam sejenak berusaha berpikir logis, namun hasilnya sama, dia pun akhirnya juga ikut menduga jika Ho Chen pasti bunuh diri saat malam.

__ADS_1


"Kita tidak mungkin berputar balik, jadi kita lanjutkan saja, jika kita memaksa berputar untuk mencarinya, kemungkinan menemukannya akan sangat kecil!" kata Sang kapten.


Menurut kapten, jika benar Ho Chen lompat ke laut, maka kemungkinan besar dia sudah mati, dan bisa juga tubuhnya sudah dimakan oleh ikan-ikan besar di laut.


Akhirnya kapten memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Sang pelayan pun hanya bisa menurut saja, namun dia keping koin emas masih tetap berada di tangannya.


Dia sengaja tidak menceritakan kepada kapten kapal, jika dirinya mendapatkan dua keping koin emas tersebut, jika dia memberi tahukannya kepada sang kapten, maka uang tersebut pasti akan diambil olehnya.


Ho Chen muncul kembali di sebuah ruangan besar namun hanya ada dua orang yang sedang duduk di kursi tidak jauh dari dirinya.


Ho Chen mengenali salah satu dari mereka berdua, dia adalah Feng Ying. "Guru..!" Panggil Ho Chen dengan tersenyum lebar kearah gurunya yang menatap dirinya heran.


"Siapa kamu? Bagaimana caramu masuk keruangan ini?" tanya salah satu pria tersebut, dia adalah Ziu Huan, Ketua Sekte Pedang Mata Dewa.


Feng Ying sendiri terdiam, butuh waktu cukup lama sebelum akhirnya dia mengenali pemuda tersebut. "Chen'er..!" Feng Ying


langsung bangun dan menghampiri Ho Chen.


"Kau sudah besar, aku hampir tidak mengenalimu!" Feng Ying memegang pundak Ho Chen dan mengamatinya sedetail mungkin.


"Mungkinkah dia itu murid Guru sepuh yang dulu berada di Sekte Bukit Halilintar?" Batin Ziu Huan.


Ho Chen menatap Ziu Huan yang masih mematung, kemudian berbicara padanya. "Benar senior, saya adalah Ho Chen murid Guru Feng Ying yang dulu pernah berada di Sekte Bukit Halilintar!" kata Ho Chen menjawab pertanyaan pikiran Ziu.


"Ehh...!?"


Ziu Huan kaget bercampur bingung, dia hanya bertanya sendiri pada pikirannya, namun Ho Chen menjawab akan apa yang ia pikirkan.


"Chen'er, bagaimana? apa kamu sudah mencapai Tingkat itu?" tanya Feng Ying, dia sama sekali tidak merasakan kekuatan Ho Chen.


"Murid sudah berhasil mencapainya Guru!" kata Ho Chen.


"Benarkah, bisa kamu tunjukkan padaku kekuatan barumu itu?" Feng Ying penasaran dan meminta Ho Chen untuk menunjukkan kekuatannya.

__ADS_1


"Maaf Guru, murid tidak bisa melakukannya di sini, guru pasti mengerti akan maksudku ini," kata Ho Chen menolak secara halus.


Dii dunia Yinfei dia bisa mengeluarkan seluruh energinya, itu karena dunia buatan Yinfei sangat kuat, namun masih banyak gunung hancur.


Jika Ho Chen melepaskan kekuatannya di dunianya sendiri, Ho Chen khawatir dunianya tidak akan sanggup bertahan lebih dari 70 persen kekuatannya.


"Guru, kenapa aku merasa guru seperti habis terluka, apa guru habis bertarung?" tanya Ho Chen, dia bisa merasakan energi Feng Ying yang berkurang sekaligus wajahnya sedikit pucat.


"Benar, guru pernah bertarung dengan seseorang, dia sangat kuat, namun aku berhasil selamat!" kata Feng Ying.


"Seseorang? Apa dia bukan Raja iblis?" tanya lagi Ho Chen, se ingatnya tidak ada manusia yang mampu menyusul kekuatan Feng Ying, kacuali hanya para Raja iblis lah yang bisa membuat gurunya kerepotan.


"Tidak, dia benar-benar seorang manusia yang masih muda, mungkin lebih tua dari dirimu. Namun dia memiliki kekuatan Raja iblis, dan bisa mengunakan tiga jenis api yang berbeda secara bersamaan,"


"Itu adalah wadah, berarti benar, dia adalah manusia. Raja Iblis pasti menyatukan kekuatannya dan dimasukkan kedalam tubuh seseorang sebagai wadah," kata Ming Hao.


Mata Feng Ying terbuka lebar setelah mendengar suara Ming Hao. "Apa itu suaramu Ming?" tanya Feng Ying.


"Lama tidak berjumpa orang tua!" sapa Ming Hao.


"Kau.. Kau! bagaimana kamu masih berada di sini? Bukakah seharusnya kamu sudah..!" Feng Ying mengira Ming Hao sudah tidak ada, karena sudah menyatu dengan tubuh Ho Chen.


"Lama tidak bertemu, setelah bertemu sekarang kamu malah menginginkanku mati?" suara Ming Hao terdengar mendengus seperti sedang kesal.


"Bukan begitu maksudku! Ah.. sudahlah, yang penting sekarang kamu masih ada, namun nanti aku tetap akan minta penjelasan mengenai hal ini!" kata Feng Ying.


"Guru, apa yang telah terjadi dikekaisaran Yun saat ini?" tanya Ho Chen.


"Biar saya yang menjelaskannya Guru sepuh," kata Ziu Huan.


Ziu Huan mempersilahkan Ho Chen untuk duduk, kemudian dia mulai menceritakan semua situasi dari beberapa tahun terakhir hingga kabar yang terjadi saat ini.


"Apa..! Sekte Gunung Es akan di serang?" Ho Chen bangkit dari tempat duduknya karena terkejut mendengar informasi dari Ziu Huan.

__ADS_1


"Guru, aku akan menyembuhkan dan mengembalikan energimu dulu, setelah itu aku mau pergi ke Sekte Gunung Es," kata Ho Chen.


__ADS_2