
Qiao Lin menaikan alisnya. Dia menoleh ke arah yang Ho Chen lihat, namun dia tidak melihat apa-apa disana kecuali tempat yang gelap. “Sepertinya latihannya mengganggu otaknya!." Pikir Qiao Lin yang melihat Ho Chen tersenyum ke tempat gelap tersebut.
Ho Chen menatap Qiao Lin namun senyum yang ia arahkan ke tempat gelap tersebut sudah hilang, justru Ho Chen terlihat dingin.
“Kau tunggu di sini sebentar, aku akan pergi menemui seseorang!." Kata Ho Chen kemudian mengeluarkan pedang lidah apinya dan terbang menaiki pedang tersebut.
Qiao Lin tidak menjawab, dia hanya bengong melihat Ho Chen yang bersikap dingin seolah-olah baru mengenalnya.
Ho Chen terbang ke arah tempat yang ia lihat, sedangkan Qiao Lin hanya bisa menunggu sambil duduk di dekat api unggun sambil menatap Jiu Rui yang sudah tertidur pulas.
***
Nafas Touli terhenti, keringat dingin mulai mengalir di keningnya ketika Ho Chen menatapnya dari jarak yang lumayan jauh. “Apa dia menyadari keberadaan ku?." Gumam Touli dengan sedikit menelan ludah.
Dia yakin sudah menyembunyikan seluruh energinya jadi mustahil Ho Chen akan mengetahui akan keberadaannya.
Dia menoleh kebelakang berharap jendral iblis segera datang dengan cepat. “Berapa lama dia akan datang kesini lagi?." Gumam Touli.
Kemudian dia menoleh ke tempat Ho Chen berada. “Eh..! Kemana perginya dia?." Kata Touli setelah melihat Ho Chen sudah tidak ada di tempatnya.
Yang ia lihat hanya Qiao Lin yang sedang duduk sendiri di Yani oleh Jiu Rui yang tertidur dengan pulas.
“Apa dia menuju kesini? Kalau ia sebaiknya aku segera pergi dari sini." Kata Touli dia memperhatikan ke sekelilingnya namun tidak melihat akan tanda-tandanya berada di dekatnya.
Touli perlahan-lahan bergerak mundur dia ingin pindah ke tempat lebih jauh untuk mengamatinya. Ketika dia bergerak mundur secara perlahan, tiba-tiba pundaknya ada yang menepuknya dari arah belakang.
“Sudah berapa lama kamu mengawasi kami?." Tepukan tersebut di sertai pertanyaan membuat jantung Touli berhenti berdetak.
“Kau...! Sejak kapan kau berada disini?." Tanya Touli yang kaget, sambil melangkah mundur.
__ADS_1
Ho Chen terdiam dia menatap wajah Touli dengan seksama kemudian ratapannya tertuju ke sesuatu di balik jubahnya.
“Kau ini masih berkeliaran ternyata, jadi dimana sekarang jendral iblis itu?." Tanya Ho Chen dengan dingin.
Touli sedikit berkeringat dingin, dia memang tidak merasakan energi milik Ho Chen, namun jika mengingat ketika sedang bertarung di sekte Pilar Angin, Touli sedikit hawatir, karena Wei Heng yang lebih kuat darinya waktu itu saja bisa di buat tidak berdaya di hadapannya.
“A-aku Ti-tidak tau dimana dia sekarang." Kata Touli dengan sedikit gugup.
“Kau pikir aku tidak tahu, kau sudah menekan seluruh energimu agar aku tidak mengetahui keberadaan mu, namun benda yang ada di balik jubahmu itu yang membuatku mengetahui keberadaan mu!." Kata Ho Chen menunjuk ke arah jubah Touli.
Touli keget, jelas dia mengetahui apa yang di maksud oleh Ho Chen. Dia tidak menduga jika Ho Chen bisa merasakan keberadaanya karena batu merah yang di berikan oleh jendral Ori padanya.
“Kau memang hebat, bisa mengetahui keberadaan ku hanya karena batu ini.!" Kata Touli dia mengeluarkan batu tersebut.
Batu merah yang mengeluarkan energi panas tersebut tentu bisa dirasakan oleh Ho Chen, karena Ho Chen juga memiliki ilmu tehnik api.
“Jadi kau mau mengatakan di mana jendral iblis itu?." Tanya lagi Ho Chen dengan nada dinginnya.
Bumi bergetar akibat energi yang di keluarkan oleh Touli, bahkan Qiao Lin yang duduk di api unggun bisa merasakannya. “Chen...!." Kata Qiao Lin sambil menatap ke arah sumber energi tersebut.
Ho Chen mengelengkan kepalanya, kini dia tidak bisa memaksa Touli untuk bicara lagi. “Sepertinya membunuhmu akan lebih berguna untuk mengurangi jumlah musuh-musuhku." Kata Ho Chen.
Wajah Touli mulai terlihat buruk, jika dia memilih memberitahukan keberadaan para Raja iblis berada, maka dia pasti akan di bunuh oleh para jendral iblis lainnya. Jalan satu-satunya dia harus melawannya dengan seluruh kemampuannya.
“Jangan banyak bicara lagi, ayo majulah tunjukkan kekuatan besar mu itu!." Kata Touli dengan memberanikan diri.
“Jika itu keinginanmu baiklah." Kata Ho Chen, dia memejamkan matanya dan tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.
“Kurang ajar, dia meremehkan ku." Kata Touli yang tidak terima melihat Ho Chen menutup kedua matanya, dia merasa di remehkan olehnya.
__ADS_1
Ho Chen tidak meremehkannya, dia berbuat seperti itu untuk menggabungkan salah satu energi milik Yu atau Ming Hao.
Touli bisa melihat banyak celah di tubuh Ho Chen, Tanpa mau menunggu lagi, Touli langsung menyerangnya.
“Tehnik api bumi- menembus langit."
Touli membentuk energi apinya menyerupai tombak yang berwarna merah menyala, kemudian dia melemparkannya kepada Ho Chen yang masih menutup matanya.
Tombak Touli melesat dengan cepat ke arah Ho Chen, dia tersenyum lebar karena Ho Chen tidak menghindar dan masih menutup matanya.
Namun senyumnya menghilang seketika. “Tunggu ini ada yang salah." Ucapnya ketika melihat Ho Chen tersenyum walau masih menutup matanya.
Begitu tombak tersebut sudah hampir mengenai dada Ho Chen, dengan cepat tombak api tersebut berhasil di tangkap dengan tangan kirinya Tampa menemui kesulitan sedikitpun.
“Tehnik Air Suci - tubuh naga air."
Seluruh badan Ho Chen terbungkus oleh air yang tipis, tombak api yang berada di tangannya pun juga ikut terbungkus sehingga tombak api tersebut padam.
Ho Chen membuka matanya dan terlihat cahaya putih menyala di kedua matanya. Itu menandakan dia sudah berhasil melakukan penggabungan energi miliknya.
Aura energi gabungan yang Ho Chen pancarkan mengterkan bumi, bahkan angin bertiup dengan sangat kencang sehingga api unggun yang jauh pun ikut beterbangan.
Jiu Rui bangun ketika merasakan bumi bergetar cukup besar di sertai angin kencang. “Apa yang terjadi? Di mana adik?." Tanya Jiu Rui kepada Qiao Lin yang mematung melihat Ho Chen dari kejauhan.
Mata Jiu Rui melebar setelah melihat Ho Chen di kejauhan yang mengeluarkan energi yang begitu bercahaya, namun seluruh tubuhnya tertutup oleh air, Jiu Rui bisa melihat cahaya Ho Chen dari jarak yang agak jauh. Yang ia lihat ada dua cahaya yaitu warna merah menyala, dan warna satunya warna putih namun kebiruan.
“Siapa itu yang bertarung dengan adik?." Kata Jiu Rui.
Di tempat pertarungan, Touli mulai terbang ke atas di ikuti oleh Ho Chen yang 8kit melayang di udara. “Mari kita lanjutkan!." Kata Ho Chen.
__ADS_1
Touli tidak mau ragu lagi, dia langsung melesat menyerang Ho Chen menggunakan tehnik pukulan dan tendangan, dia tidak mau mengunakan tehnik Api Bumi nya karena dia tau itu akan percuma.
Ho Chen juga maju dan menyambut serangan Touli Tampa kesulitan, bahkan kecepatannya di atas kecepatan Touli.