Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Bunga Lotus Emas


__ADS_3

"Tidak semua bisa memiliki kekuatan Dewa bahkan tubuh keabadian sekalipun, kekuatan tersebut hanya bisa di miliki oleh tubuh manusia dan bukan yang lain." Yinfei.


"Senior, bukan kah senior Hanzi sudah mencapai ke tingkat Dewa Abadi?." Tanya Ho Chen.


"Dewa Abadi!." Yinfei tersenyum kemudian berkata. "Hanzi belum mencapai ke tingkat itu, dia baru berada di Tingkat Raja Alam, namun kekuatan itu saja sudah sangat besar di dunia manusia bahkan di Dunia Astral."


Yinfei menjentikan jarinya kemudian seluru ruangan berubah seperti berada di luar dunia,  bintang-bintang yang biasa terlihat kecil, kini terlihat seperti bola raksasa yang sangat besar, dan banyak batu besar yang beterbangan.


"Ini adalah Alam semesta, seperti yang di katakan kekuatan tertinggi adalah kekuatan Tingkat Dewa Abadi. Hanzi masih membutuhkan dua tingkatan lagi untuk mencapai Tingkat itu.


Tingkat Raja Alam, kemudian berlanjut ke Tingkat Raja Semesta, barulah ke Tingkat Dewa Abadi. Aku akan membantu mu memiliki ke Tingkat itu." Yinfei menarik jarinya dan seketika itu juga mereka seperti terbang di alam semesta.


"Jika kamu ingin memiliki kekuatan itu, kamu tidak perlu menghisap Qi hidup milik Ming, Yin, Yang, Yu, Kun, Niu, dan Roh milik Hanzi. Itu kerana tubuh mu adalah tubuh manusia seperti diriku.


Jika kamu ingin mereka semua tetap ada untuk menemani mu, maka kamu harus memenuhi syarat ini." Kata Yinfei.


"Apa syaratnya Senior?." Ho Chen begitu bersemangat, tentu dia tidak mau kehilangan sosok seperti Ming Hao dan yang lainnya, terlebih lagi kedua pedangnya.


"Syarat nya muda, kamu harus mencari bunga Lotus Emas!." Kata Yinfei.


"Lotus Emas..?." Ho Chen kebingungan dia tidak pernah mendengar akan adanya Lotus Emas.


"Benar, Bunga Lotus Emas akan menggantikan ke tujuh energi, sehingga mereka semua tidak perlu lagi menyatu dengan dirimu."


Senior dimana aku bisa menemukan Lotus Emas ini? Apa di dunia ku ada?." Tanya Ho Chen.


"Di dunia mu tidak ada, bahkan di sini pun juga tidak ada." Kata Yinfei.


"Lalu dimana aku bisa mendapatkan Bunga Lotus Emas ini?." Tanya Ho Chen yang semakin kebingungan.

__ADS_1


"Di dunia ini!." Yinfei menunjuk ke arah bola raksasa biru, mereka sudah berhenti tidak lagi terlihat melayang. "Itu adalah Dunia manusia juga, jadi aku akan mengirimmu ke sana nanti, jadi kamu harus bisa men dapatkan bunga Lotus Emas dengan usaha mu sendiri." Kata Yinfei.


"Aku mengerti Senior..!." Kata Ho Chen.


Fenyin kembali menjentikan jarinya dan kemudian semuanya berubah menjadi ruangan seperti semula.


"Sambil menunggu sebelum dirimu pergi kesana, sebaiknya kamu meningkatkan Qi milik mu dari pada waktu terbuang sia-sia!." Kata Yinfei yang berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Ho Chen bersama Ming Hao pergi keluar, sedangkan Naga Putih dan Niu memilih beristirahat.


"Chen'er, dari mana kamu mendapatkan cincin itu?." Tanya Ming Hao yang sejak tadi mengamati cincin Ho Chen.


Ho Chen menepuk jidatnya, dia lupa ingin menanyakan masalah cincin ini. "Senior mengenali cincin ini?." Tanya Ho Chen.


"Tentu saja, itu adalah cincin penghisap milik Ratu Sihir. Dulu cincin itu sudah banyak makan korban sebelum akhirnya Hanzi berhasil membunuh Ratu Sihir." Kata Ming Hao.


"Tentu saja tidak bereaksi, karena masih kurang satu lagi, yaitu ilmu sihir. Dengan mengunakan ilmu sihir, maka mata cincin itu akan terbuka dan akan menghisap apapun yang berada di hadapan nya." Kata Ming Hao.


Ho Chen kini tahu dan juga mengerti kenapa cincin ini tidak bereaksi sama sekali ketika dia mencoba berkali-kali, ternyata membutuhkan matra sihir untuk bisa menggunakan nya.


Namun masalah nya Ming Hao tidak tahu dengan mantra sihir tersebut, karena pemilik mantra adalah ratu sihir sendiri beserta pengikutnya.


Ho Chen hanya menghela nafas, dia hanya bisa menyerahkan semuanya pada keberuntungan saja, namun dia juga tidak akan membiarkan cincin itu jatuh ke tangan para Raja iblis, karena bisa sangat berbahaya jika jatuh ke tangan mereka.


Ho Chen menatap ke arah segerombolan burung yang sangat besar-besar sedang terbang di udara, burung tersebut terbagi menjadi beberapa kelompok, satu kelompok adalah burung yang seluruh tubuhnya di selimuti Api berwarna merah ke unguan.


Satu kelompok lagi adalah burung yang berwarna biru muda hampir ke putih-putihan, seluruh tubuhnya mengeluarkan Energi Es di udara.


Satu kelompok lainnya memiliki bulu berwarna merah kehitam hitaman, dan ekor mereka sangat panjang, begitu hinggap di salah satu atap bangunan, ekornya yang panjang bisa melebar seperti kipas dan terlihat indah dengan warna yang bervariasi.

__ADS_1


"Ini seperti surga saja!." Gumam Ho Chen yang matanya selalu di manjakan oleh berbagai pemandangan yang sangat indah, tanpa ia sadari jika Ming Hao sudah tidak ada di sampingnya. Ming Hao kembali berkumpul dengan Naga Putih dan Niu di dalam.


Ho Chen duduk di bawah pohon besar yang sangat besar, dia duduk bersila dan bermidatasi untuk menyerap Energi Alam yang sangat tebal.


Perlahan-lahan Ho Chen mengatur nafas nya, sedikit demi sedikit dia merasakan energi mulai terhisap dan berkumpul di pusaran perut.


Sensasi hangat mulai terasa setelah Energi mulai masuk kedalam tubuhnya. Saat ini Ho Chen memiliki 2000 Energi murni nya sendiri, dimana energi tersebut sebanding dengan energi yang dimiliki jagoan Tingkat Alam puncak 3. Dan tambahan 4000 Energi yang Ho Chen serap dari Taman Energi Bunga. Sehingga totalnya mencapai 6000 Energi. Jika di gabungkan dengan Tehnik gabungan maka Ho Chen memiliki kekuatan Tingkat Alam Dewa.


Secara perlahan-lahan Energi Murni Ho Chen meningkat ketika menyerap Energi di Dunia Awan tersebut, dari 2000 meningkat ke 2100, 2200,2300, dan terus meningkat.


Sensasi panas dingin dapat di rasakan oleh Ho Chen, tubuhnya terasa mau meledak ketika dia berusaha menyerap Energi Alam. Batas energi yang di miliki pendekar Tingkat Alam puncak 3 adalah 2000, jadi ini melebihi kapasitas yang seharusnya dia serap.


Entah sudah berapa lama Ho Chen duduk di bawah Pohon menyerap Energi Alam. Ming Hao dan Yinfei datang menghampiri, namun mereka tidak mengganggu Ho Chen yang sedang meditasi dan memilih kembali ke dalam.


Tiba-tiba terdengar suara pecah dan juga retakan Dantian di dalam tubuh Ho Chen ketika dia sudah menyerap hingga mencapai 3000 Energi. Tubuh Ho Chen mengeluarkan cahaya putih menyilaukan dan juga mulai melayang di udara, sedangkan Dantian nya berubah menjadi lebih besar ukurannya dan memiliki daya tampung lebih banyak.


Ho Chen tidak menyadari jika saat ini dia sudah mencapai Tingkat Alam Puncak 3, namun sebenarnya sudah melebihi dari itu.


Setelah menyerap sebanyak hingga mencapai 3600 Energi yang ia miliki, dia menghentikan meditasinya dan membuka matanya. Dia merasa tubuhnya sangat ringan, lebih ringan dari kapas yang di tiup angin.


Dia baru sadar jika tubuhnya melayang. "Ah.. sensasi ini tidak asing..!." Batin Ho Chen yang merasakan tubuhnya seperti sedang melakukan Tehnik penggabungan Energi sehingga tubuhnya bisa melayang di udara tampa alat bantu.


Ho Chen mencoba menyesuaikan kekuatan barunya, dia mengarahkan satu telapak tangannya ke arah awan tebal di atas, dengan sekali tekan, gelombang Energi angin keluar dari telapak tangannya dan menyapu awan tersebut hingga bersih.


Ho Chen tidak langsung merasa puas dengan hasilnya, dia sadar jika tujuan yang ia ingin capai masih jauh. Dia turun secara perlahan-lahan kebawah, setelah berada di bawah dia menatap langit sambil bertanya sendiri dalam hati. "Perasaan ku saja, atau memang matahari ini tidak bergeser sama sekali?." Batinnya.


Ho Chen merasa sangat lama dia meditasi Setidak nya selama beberapa hari atau satu bulan, namun dia tidak merasakan jika matahari tersebut menunjukkan tanda-tanda mau sore atau lainnya, posisi matahari masih di tempat yang sama sebelum dia memulai meditasi.


Ho Chen segera menepis pikirannya sendiri dan memilih kembali masuk kedalam untuk menemui Yinfei ingin membahas tetang pencarian Bunga Lotus Emas.

__ADS_1


__ADS_2