Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
meninggalkan pelabuhan


__ADS_3

Ada satu sekte besar aliran putih yang jarang sekali menampakkan dirinya, bahkan disaat sedang terjadi kekacauan sekalipun, sekte tersebut juga tidak pernah menampakkan dirinya. Sekte tersebut adalah sekte Pedang Mata Dewa.


Ziu Huan adalah Ketua sekte Pedang Mata Dewa. Alasan mereka menutup diri dari dunia bukan karena tidak ingin ikut campur atau ingin berdiam diri, namun karena Feng Ying.


Pertempuran antara Feng Ying melawan Wang Dunrui membuat Feng Ying kehilangan hampir seluruh energinya, andai saja saat itu dia tidak berhasil membuat Wang Dunrui lari karena ilmu sihir segel mataharinya, mungkin dia sudah mati saat itu juga.


Feng Ying sudah dalam kondisi kritis menggunakan sisa energinya untuk berpindah tempat, dan ternyata dia muncul di Sekte Pedang Mata Dewa.


Ziu Huan langsung mengenali Feng Ying, karena Feng Ying adalah Guru sepuh mereka. Saat kekacauan mulai terjadi, Ziu Huan berencana menggerakkan semua murid-muridnya sekaligus semua kelompok pendekar dan jagoan yang dimilikinya, namun Feng Ying melarang mereka.


Ziu Huan bingung, sudah lama sektenya tidak pernah ikut dalam masalah apapun, sekalinya ingin ikut justru Feng Ying yang melarangnya.


Masih segar dalam ingatan Feng Ying akan kekuatan lawan terakhir yang di hadapinya, sehingga dia khawatir ini hanyalah sebuah jebakan.


"Guru sepuh, pihak Kaisar saat ini mengumpulkan seluruh Sekte untuk menyerang markas mereka. Bagaimana menurut anda?" Ziu Huan mendapatkan kabar tersebut dari Sekte yang mendapatkan surat dari Kaisar Hong dan meminta pendapat Feng Ying.


"Apa semua sekte sudah mendapatkan surat tersebut?" tanya Feng Ying.


"Tidak, menurut kabar yang saya terima. Semua ini atas usulan dari Ketua Sekte Gunung Es, jadi kemungkinan besar, mereka akan kembali membentuk Aliansi gabungan, namun hingga saat ini beberapa sekte lainnya belum mendapatkan kabar tersebut,"


Feng Ying mengelus jenggotnya sambil berpikir keras, kali ini dia akan bertindak lebih hati-hati mengingat para iblis saat ini memiliki seorang pendekar yang sangat hebat.


"Apa kalian mendapatkan informasi mengenai pergerakan para iblis itu?" tanya Feng Ying, dia sudah memerintahkan kepada Ziu Huan untuk aktif mencari informasi dari pada ikut bertempur.


"Ada, mereka berencana akan menggempur wilayah ini dangan kekuatan penuh, bahkan ada sekitar 12 dari para iblis yang memiliki kekuatan setara dengan anda," kata Ziu Huan.


"Sebanyak itu?" Feng Ying mengerutkan dahi, dia yakin yang dimaksud adalah para Jendral iblis, hanya saja dia tidak menyangka akan sebanyak itu.


"Dengan kekuatan sebesar itu, mereka akan mampu menguasai seluruh wilayah dan daratan didunia ini," batin Feng Ying.


"Bagaimana, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Ziu Huan.


"Saat ini kita hanya bisa menunggu! Tidak lama lagi, dia akan datang," kata Feng Ying.

__ADS_1


"Dia? siapa maksud guru sepuh?" tanya Ziu Huan, dia sangat penasaran.


"Seorang pemuda yang akan membawa kedamaian di dunia ini," kata Feng Ying, dia menatap langit dan bergumam pelan. "Cepatlah datang, hanya kamu yang bisa menghentikan kekacauan ini!," gumam Feng Ying disertai dengan helaan nafas pelan.


***


"Jadi di sini pelatihannya!" Ho Chen tersenyum kecut, dia tidak menduga jarak antara Desa Chisan dengan pelabuhan hanya butuh tiga hari perjalanan saja.


"Pendekar Chen, apa saya sudah boleh pergi sekarang?" Yu Zhian bertanya kepada Ho Chen.


Ketika masih di perjalanan menuju pelabuhan, Yu Zhian jarang sekali berbicara kepada Ho Chen. Dia takut jika setibanya di pelabuhan, dirinya akan dibunuh oleh Ho Chen.


Dia berpikir keras hingga nafsu makannya hilang, bahkan Ho Chen pernah menawarinya makan namun dia tolak dengan alasan jika dirinya masih kenyang.


Sebenarnya Ho Chen juga mengetahui apa yang dipikirkan oleh Yu Zhian, namun dia membiarkannya. Ho Chen sudah tidak lagi memiliki keinginan untuk membunuh Yu Zhian. Dia mengerti, Yu Zhian bergabung dengan sekte Pedang Hitam karena terpakasa demi menyelamatkan adik perempuannya.


"Kamu boleh pergi, namun satu pesanku. Jangan pernah lagi bergabung dengan Sekte Pedang Hitam!" kata Ho Chen.


"Tentu pendekar, saya tidak akan bergabung lagi dengan Sekte itu," jawab Yu Zhian dengan cepat.


Yu Zhian awalnya menolak pemberian Ho Chen, namun Ho Chen memaksanya untuk menerimanya. Akhirnya Yu Zhian pulang setelah menerima koin emas tersebut. Dia tidak menduga jika dirinya dibiarkan tetap hidup dan ditambah lagi dia diberi uang oleh Ho Chen.


Ho Chen sengaja tidak memberinya uang lebih karena di kekaisaran Liu itu sangat banyak sekali perampok dan begal, bisa saja Yu Zhian bertemu dengan para gerombolan perampok sebelum dirinya tiba di rumahnya.


Walau Yu Zhian adalah seorang pendekar Tingkat Langit, bis saja para perampok juga merupakan kumpulan pendekar Tingkat Langit.


"Semoga dia benar-benar mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi," gumam Ho Chen setelah Yu Zhian sudah tidak terlihat.


Ho Chen berjalan di dermaga kayu, banyak sekali perahu-perahu kecil yang berlabuh di sana. Ada satu kapal besar yang juga berlabuh di dermaga tersebut.


"Tuan, apakah tuan sedang mencari perahu untuk disewa?" tanya salah satu orang yang sedang berdiri di pinggir dermaga.


"Benar, apakah ada perahu yang bisa saya sewa?" kata Ho Chen sekaligus bertanya.

__ADS_1


"Tentu ada Tuan, ini perahu saya, jika Tuan mau," orang tersebut menunjuk perahu kecil yang hanya mampu memuat tiga orang saja.


"Apakah perahu ini bisa mengatarkan saya menuju ke wilayah kekaisaran Yun?" tanya Ho Chen.


"Apa Tuan sedang bercanda? Perahu ini terlalu kecil untuk ke sana. Jika Tuan mau kesana harus menggunakan kapal layar itu," orang tersebut menunjuk kapal yang paling besar kepada Ho Chen.


Kapal yang terbuat dari bahan kayu, namun ukurannya cukup besar dan memiliki tiga tiang menjulang ke atas, dan tiang yang paling tinggi adalah tiang yang berada di depan.


Terlihat ada banyak tali mengikat dari atas tiang ke samping dan ke kebin kapal. Di ujung atas ada gulungan beberapa gulungan kain, fungsinya sebagai layar.


Ho Chen berjalan kearah kapal tersebut dan melihat dua orang berasa di dekat tali kapal.


"Maaf, apakah kapal ini akan berlayar menuju kearah kekaisaran Yun?" tanya Ho Chen.


"Benar Tuan, kapal kami memang akan berlayar kesana, apakah Tuan juga akan kesana?"


"Benar, saya akan kesana," jawab Ho Chen.


"Kebetulan sekali kami sedang bersiap mau berangkat, jika Tuan mau silahkan naik, namun tuan harus membayar sebanyak satu dua keping emas. Bagaimana, apa tuan mau?"


Tanpa melakukan tawar menawar terlebih dahulu, Ho Chen langsung memberikan dua keping emas kepada mereka.


Mereka berdua saling berpandangan, biasanya orang akan melakukan tawar menawar terlebih dahulu sebelum akhirnya mau membayar walau harganya akan turun.


Namun pemuda dihadapan mereka justru mengeluarkan dua keping emas tanpa berbicara sepatah katapun.


"Mari tuan silahkan naik! Lagi pula kami sudah tidak menunggu siapa-siapa lagi," kata orang tersebut kemudian mulai melepaskan tali yang terikat di dermaga.


"Bersiap, kapal akan segera berlayar..!" seru salah seorang yang berada di depan kapal.


Secara perlahan-lahan, kapal tersebut menjauhi dermaga, semakin lama semakin menjauh, setelah beberapa saat, kain layar diturunkan dan kapal pun mulai bergerak lebih cepat meninggalkan pelabuhan.


"Ramai sekali di sini!" Ho Chen masuk kedalam dan ternyata di dalam sudah ada belasan orang penumpang.

__ADS_1


***


Untuk bonus besok malam saja.


__ADS_2