Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kematian Peiyu


__ADS_3

“A-a-ayah...! Apa maksud ibu? Bukankah ayahku sudah..!." Yin Fei kehabisan kata-kata. Tangisnya juga sudah terhenti akibat keterkejutannya.


“Apa maksudmu Pei? Apa kau mau bilang jika gadis ini adalah putriku?." Kang Jian juga bertanya.


Peiyu memejamkan mata sejenak lalu membuka kembali, kemudian dia mulai menceritakan kisahnya kepada mereka termasuk Ho Chen yang masih berusaha menyalurkan energi Kristal Es nya kepada Peiyu.


Peiyu menceritakan tentang bagaimana kondisinya ketika terakhir kali Kang Jian meninggalkan dirinya, hingga dia menceritakan kepada Yin Fei bahwa ayahnya sudah meninggal.


Wajah Kang Jian menjadi sedih, dia sadar sudah membuat seorang wanita yang baik-baik menjadi wanita jahat dan kejam, bisa di bilang dialah yang membuat Peiyu menjadi seperti ini.


“Pei! Maafkan aku! semua ini adalah salahku. Andai waktu itu aku tahu jika kau sedang hamil, aku pasti tidak akan meninggalkan mu dan tidak akan menuruti keinginan ayahku." Kata Kang Jian yang merasa bersalah karena sudah membuat Peiyu dan putrinya menderita.


“Jian! Apakah kamu masih... Mencintaiku?." Suara Peiyu mulai melemah.


Kang Jian menarik nafas, ketika dia menikah dengan Zhi Fingyin dia masih memiliki perasaan kepada Peiyu. Namun ketika Peiyu membunuh Zhi Fingyin, perasaan tersebut berubah menjadi kebencian, namun saat ini dia mengerti jika Peiyu melakukan itu karena rasa sakit hatinya.


Kang Jian mengangguk kepada Peiyu, membuat perasaan Peiyu sedikit lega. Dengan sisa nafasnya Peiyu berusaha berbicara kepada Kang Jian.


“Aku.. serahkan Kang... Yin Fei padam..!."


Peiyu meninggal sebelum menyelesaikan perkataannya. Ho Chen juga menghentikan mengalirkan Energi nya kepada Peiyu karena Peiyu sudah tidak bisa di selamatkan.


“Tidak..! Ibu! Ibu..! Ibuuu...!." Yin Fei menangis kencang sambil memeluk ibunya. Selama hanya Peiyu yang menjadi sosok ibu sekaligus ayah baginya. Hal itu membuatnya begitu sangat kehilangan.

__ADS_1


Semua yang bertempur juga sudah tidak ada yang berniat melanjutkan pertarungannya lagi setelah mengetahui ketua sekte Racun Langit sudah mati.


Kang Jian juga merasa sedih, dia yang selama ini berambisi ingin membunuh Peiyu akhirnya hanya menelan rasa bersalah yang sangat besar.


Andai dia tahu sejak awal tentu hal ini tidak perlu terjadi. Tampa terasa air matanya juga ikut jatuh. Hatinya mulai terasa sakit, rasa sakit yang sama ketika melihat kematian Zhi Fingyin.


Ho Chen berusaha menenangkan Yin Fei yang masih memeluk ibunya tersebut. Ho Chen juga tidak menduga jika wanita yang menolong Qiao Lin adalah Peiyu wanita yang di kenal sebagai ketua sekte Racun langit itu.


“Saudari Fei! Biarlah ibumu beristirahat dengan tenang." Ho Chen mencoba berbicara kepada Yin Fei.


Yin Fei tidak memperdulikan perkataan Ho Chen, dia tetap menangis dan masih memeluk jenasah mamanya yang sudah mulai membusuk.


Kang Jian mengelus kepala Yin Fei dan berkata. “Fei'er maafkan Ayah! Kalau kamu mau menyalahkan ayah atas hal ini, ayah siap. Ini akan menjadi tebusan atas dosa-dosa ayah yang telah membuat kalian menderita." Ucapnya.


Yin Fei mengangkat kepalanya, jelas ada sedikit kebecian di matanya ketika melihat Kang Jian yang dia baru ketahui jika dia adalah ayah kandungnya.


Hati Kang Jian sakit ketika Yin Fei mengatakan jika dirinya bukanlah ayahnya. Dia tidak menyalahkan perkataan Yin Fei karena dia tahu betapa menderitanya Peiyu merawat dan membesarkan putrinya seorang diri. Jadi wajar jika Yin Fei membencinya karena telah membuat ibunya yang sudah lama menderita kini harus berakhir di tangannya.


“Saudari Fei! Ingatlah pesan terakhir ibumu, jika ibumu mendengar hal itu dia akan sangat sedih, karena ibumu berharap agar kau hidup setelah mengetahui siapa ayahmu." Ho Chen berusaha menenangkan sekaligus mengingatkan akan pesan terakhir Peiyu.


“Apa yang kau tahu? Apa kau tahu sakitnya di tinggalkan oleh ibu yang selama ini menyayangi dan membesarkan dengan kasih sayang?." Kata Yin Fei.


“Aku tahu itu dan aku tahu perasaanmu. Tapi setidaknya sekarang kau masih punya ayah, dari pada aku yang sudah tidak punya siapa-siapa." Kata Ho Chen. Hatinya kembali sakit. Dia teringat akan ibu dan ayahnya yang juga mati di depannya.

__ADS_1


Tangis Yin Fei menghilang setelah Ho Chen berkata demikian, dia tidak menduga jika Ho Chen juga sudah mengalami hal yang sama dan bahkan kehilangan kedua orang tuanya.


Yin Fei menatap Kang Jian, bibirnya kembali bergetar sebelum kembali menangis. Dia bingung harus bersikap seperti apa. Dia ingin membenci Kang Jian karena dialah yang telah membunuh ibunya, namun di sisi lain dia juga ayahnya.


Butuh waktu cukup lama bagi Ho Chen untuk menenangkan Yin Fei. Namun pada akhirnya Yin Fei berhasil di tenangkan olehnya.


Pagi tiba setelah pertempuran itu sudah selesai. Kang Jian Ho Chen dan Yin Fei mengkremasi Peiyu, itu juga atas permintaan Yin Fei, karena dia ingin membawa abu ibunya kemanapun dia pergi.


Sedangkan anggota sekte yang lain hanya terdiam. Dalam pertempuran tersebut, ada beberapa orang yang mati dalam pertempuran. Dan yang mati hanya anggota sekte Racun Langit.


Dua di antaranya adalah Peiyu dan satu jagoan dari yang mati ketika berhadapan dengan Jian Heeng.


Walau pihak Kang Jian yang berhasil memenang kan pertempuran. Namun Kang Jian tidak merasakan kemenangan sama sekali. Justru yang ia rasakan adalah rasa kehilangan dan juga kesalahan.


“Karena ibu memintaku untuk ikut denganmu. Maka aku akan mengikuti keinginannya." Kata Yin Fei kepada Kang Jian, setelah selesai mengkremasi Peiyu.


Kang Jian memandang Yin Fei dengan pandangan senang namun juga sedih. “Fei'er terima kasih karena kamu sudah menerima dan mengakui diriku sebagai ayahmu. Mulai saat ini, aku akan berusaha menjadi ayah yang terbaik untukmu, itu untuk menebus semua kesalahanku." Kata Kang Jian


Yin Fei hanya diam. Dia menghampiri Ho Chen yang masih berdiri di samping Kang Jian. “Saudara Chen! Maafkan aku atas perkataan ku semalam, aku harap kau tidak membeciku dan juga kita masih bisa menjadi teman." Kata Yin Fei.


Ho Chen tersenyum kepada Yin Fei. “Tidak apa-apa saudari Fei, aku juga akan selalu menjadi temanmu."


“Terima kasih saudara Chen." Kata Yin Fei sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


Kematian Peiyu membuat sekte Racun Langit menjadi bingung. Apa mereka akan melanjutkan mendirikan sekte? Atau membubarkan sekte tersebut dan pergi mejalani hidup masing-masing.


Setelah selesai memakamkan beberapa anggota sekte langit yang mati dalam pertempuran tersebut. Kang Jian Dan Ho Chen meningalkan sekte Racun Langit menuju ke kota Longnan.


__ADS_2