Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Mengendalikan Alam Batin


__ADS_3

***


Jiu Rui duduk di kursi dengan kondisi mengantuk, dia berusaha terjaga agar tidak ada yang menganggu Ho Chen yang sedang terlihat seperti sedang meditasi.


Tidak lama Qiao Lin mengetuk pintu kamarnya. “Chen! Kak Rui! Apa kalian sudah tidur?." Panggil Qiao Lin sambil bertanya.


Jiu Rui segera membukakan pintu dan menyuruhnya masuk, kemudian kembali menutup pintu kamarnya.


“Saudari Lin! Saat ini adik sedang melakukan latihan jadi tidak boleh di ganggu." Kata Jiu Rui menjelaskan kepada Qiao Lin.


Qiao Lin memandangi Ho Chen yang sedang duduk bersila dan memejamkan matanya. “Aku mengerti, kalau begitu aku akan kembali saja ke kamarku." Ucapnya.


“Kamu kesini pasti ada yang ingin di sampaikan. Kenapa tidak kau katakan saja dulu." Kata Jiu Rui saat Qiao Lin ingin berdiri dari tempat duduknya.


Qiao Lin mengelengkan kepalanya. “Hanya Sesuatu yang tidak penting. Kalau begitu aku ke kamar dulu." Kata Qiao Lin kemudian bangkit dari tempat duduknya.


“Kenapa kamu tidak disini saja menemaniku menjaganya, aku bosan duduk sendiri." Kata Jiu Rui.


Qiao Lin menoleh ke Jiu Rui. “Kenapa kamu harus menjaganya? Bukannya dia cuma meditasi?." Kata Qiao Lin kemudian memandang Ho Chen yang masih duduk bersila.


“Katanya dia ini bukan meditasi biasa, jadi pesannya jangan ada yang mengganggu atau menyentuh tubuhnya saat di masih seperti ini."


Qiao Lin tidak mengerti apa yang di katakan Jiu Rui, namun dia tidak membantahnya. Dia kembali duduk di kursinya. Begitu baru duduk suhu di kamar tersebut tiba-tiba berubah-ubah, kadang panas, kadang dingin sekali.


“Kenapa seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi di sini?." Kata Jiu Rui, dia tidak mengerti akan suhu yang tiba-tiba berubah-ubah di kamarnya.


Berbeda dengan Jiu Rui, Qiao Lin bisa merasakan Aura energi yang keluar dari tubuh Ho Chen, kadang biru, kadang putih.


Ketika Aura energi Ho Chen berwarna biru, suhu di ruangan tersebut terasa panas, namun ketika Aura tersebut menjadi putih, justru suhu berubah menjadi dingin.


“Apa yang sebenarnya ia lakukan?." Batin Qiao Lin yang merasa penasaran.


Qiao Lin Dan Jiu Rui awalnya saling berbincang, namun lama-kelamaan, mereka tidak tahan dengan rasa kantuknya, sehingga mereka berdua tertidur dengan posisi duduk dan kepala di atas meja.

__ADS_1


***


Di Alam Batin. Ho Chen masih bertarung dengan penjaga Alam tersebut. Kali ini Ho Chen tidak segan-segan mengunakan Tehnik Penggabungan-nya.


Ho Chen tidak menduga ternyata penjaga tersebut mampu menahan serangan yang Ho Chen lepaskan, padahal dia sudah menggunakan kekuatan penuhnya.


“Tehnik petir - sambaran dewa petir."


Ho Chen menggunakan pukulan yang di selimuti aliran petir kecil seperti listrik, Tehnik ini pernah di gunakan oleh Kang Jian saat berusaha menghentikan Wang Chungying yang saat itu ingin membunuh Ho Chen.


Ho Chen terbang ke arah penjaga tersebut. Dengan tangan kanannya yang di selimuti aliran listrik, Ho Chen langsung memukul ke arah penjaga tersebut.


Penjaga tersebut menahan pukulan Ho Chen dengan kedua lenganya. Seketika aliran listrik terlihat menyebar dari lengan penjaga tersebut dan menyebar ke seluruh lengannya.


Arghh!!!."


Penjaga tersebut sedikit mengerang kesakitan menahan aliran listrik kecil yang menjalar ke seluruh lengannya. Energi yang Ho Chen gunakan lebih besar dari pada energi milik Kang Jian, karena itu serangannya cukup kuat.


Kali ini pertahanan penjaga Alam tersebut sudah mulai lemah, Ho Chen bisa melihat celah dari pertahanannya.


Karena tidak mau menyia-nyiakan celah tersebut, Ho Chen segera menyerang mengunakan Tehnik yang sama, namun dengan tahap yang sedikit lebih tinggi.


“Tehnik Petir - Pukulan naga halilintar."


Kali ini kepalan tangan Ho Chen di penuhi oleh energi listrik dan menyerupai kepala naga. Ho Chen langsung mengarahkannya ke dada penjaga tersebut.


Jdeaarrr!!!."


Arghhhh!!!."


Suara teriakan dan ledakan seperti suara halilintar terdengar, dan kepulan asap menutupi tubuh penjaga tersebut. Ho Chen yakin, kali ini pukulanya pasti akan membuatnya lemah.


Perlahan-lahan asap tersebut menghilang, dan terlihat pemuda tersebut masih berdiri di tempatnya. “Serangan mu ternyata lumayan sakit." Ucap penjaga tersebut sambil mengelus-elus dadanya yang mengeluarkan sedikit sisa asap.

__ADS_1


Ho Chen jadi heran, sebelumnya serangannya begitu efektif, namun sekarang dia baik-baik saja.


“Kita hentikan pertarungan ini. Aku sudah dapat apa yang aku inginkan darimu." Kata penjaga tersebut.


“Kenapa? Aku belum mengalahkan mu sepenuhnya? Kenapa tiba-tiba kamu minta untuk menghentikan pertarungan kita?." Tanya Ho Chen kebingungan.


“Maaf sebenarnya aku hanya ingin menguji mu, andai aku tadi bilang hanya ingin meguji mu, kamu tidak akan menggunakan kekuatan penuh mu." Ucapnya sehingga membuat Ho Chen semakin kebingungan.


“Apa tujuanmu yang sebenarnya?." Tanya Ho Chen yang terlihat kesal.


“Aku hanya ingin memastikan jika kamu memang layak untuk bisa mengendalikan Alam ini, ternyata kamu sangat pantas." Ucapnya Tampa memperdulikan kekesalan Ho Chen.


“Oh iya satu lagi, kamu tidak perlu hawatir akan Tehnik gabungan mu yang sudah kamu pakai. Di sini waktu pemakainya tidak terbatas, dan tidak memiliki waktu untuk menggunakannya kembali." Kata penjaga melanjutkan perkataannya.


Ho Chen terkejut mendengarnya, dia terlihat ragu untuk mempercayai nya, namun Ho Chen bisa merasakan bahwa energinya tidak berkurang sama sekali. Padahal sudah banyak energi yang ia gunakan untuk bisa mengalahkan penjaga tersebut.


Ho Chen menghela nafas panjang lalu turun kebawah, dia kembali ke kondisi seperti biasa. Penjaga tersebut kemudian juga turun di hadapan Ho Chen.


“Sekarang kamu akan aku ajari bagaimana caranya mengendalikan Alam Batinmu sendiri." ucapnya.


“Jadi apa yang kamu inginkan dengan Alam ini sekarang?." Tanya penjaga Alam tersebut.


Ho Chen terlihat berpikir sejenak kemudian menjawabnya. “Aku ingin agar Alam ini bisa memperlambat waktu, sehingga aku bisa berlatih di sini cukup lama.” kata Ho Chen.


pemuda tersebut menyuruh Ho Chen menutup matanya, kemudian di suruh memikirkan apa yang ia inginkan, jika sudah, Ho Chen di suruh menyebutnya dengan batinya. dan bukan dengan lisannya.


Ho Chen mencoba melakukan apa yang telah di katakan oleh pemuda tersebut. dia berpikir Waktu di Alam Batin agar berlangsung lebih lama, kemudian mengucapkan nya dalam hatinya.


Ho Chen membuka mata, dia melihat kunang-kunang putih tersebut bergerak sangat lambat. “Apa aku berhasil?." Gumamnya.


“Bagus! Kamu bisa melakukan setiap kali masuk kesini. Kecuali kau menciptakan alam seperti Pohon, air, dan angin. itu akan terus ada hingga kamu kembali lagi kesini.” jelasnya.


“Jadi Waktu yang ku buat akan hilang, dan tidak bersifat permanen?." Pikir Ho Chen. namun dia tidak mempermasalahkannya, selama dia bisa masuk ke Alam ini, dia akan membuat waktu yang sama kemudian berlatih Tampa harus memikirkan berapa lama tubuhnya ada di luar.

__ADS_1


__ADS_2