
Mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali setelah selesai mengubur jasad tersebut.
Perjalanan kali ini tidak ada satupun yang berbicara, suasana terlihat canggung dan juga terlihat waspada.
Ho Chen sendiri berjalan di depan dengan santai, namun sebenarnya Ho Chen masih memikirkan tentang kelompok Ular Hijau.
Setiap orang yang ingin membunuh seseorang pasti akan mengeluarkan energi kematiannya karena nafsu ingin membunuhnya yang besar.
Namun Ho Chen tidak merasakan nya semalam ketika salah satu rombongan ada yang di bunuh, menurut Ho Chen pembunuhnya pasti sangat profesional dan juga hebat bisa menyembunyikan Aura energi kematian miliknya.
"Apa mungkin salah satu dari kelompok Ular Hijau benar dengan rombongan Zhu Yu?." Batin Ho Chen.
Ho Chen menoleh ke arah rombongan yang ada di belakang dan mengamati semua rombongan tersebut. "Kalau pembunuh itu memang benar-benar ada di antara mereka, bagaimana caraku menemukannya?." Pikirnya dan menghadap ke depan.
Qiao Lin berjalan di dekat Ho Chen dan sesekali melirik pendekar semalam yang telah merendahkan nya.
Pendekar tersebut awalnya menatap Qiao Lin namun begitu Qiao Lin melirik ke arahnya pendekar tersebut langsung menundukkan kepala.
"Seberapa jauh lagi kita akan sampai di kota?." Ho Chen bertanya kepada Jiu Rui, karena dia memiliki peta.
"Kalau kita berjalan seperti ini kemungkinan akan sampai 3 hari lagi, namun jika kuda kita berlari seharusnya kita akan tiba besok." Kata Jiu Rui.
Ho Chen mengangguk kemudian menoleh ke arah Qiao Lin. "Apa kau tidak keberatan jika kita berjalan dengan mereka hingga tiba ke kota nanti?." Tanya nya.
Qiao Lin menoleh kembali ke arah pendekar yang ia benci lalu berkata. "Selama orang itu diam maka aku tidak keberatan, namun jika dia berkata yang tidak-tidak lagi maka aku tidak keberatan juga untuk membekukannya." Jawab nya dengan tatapan dingin sehingga membuat pendekar tersebut menelan ludah.
"Kamu tenang saja, aku yakin dia tidak akan berani berbicara macam-macam lagi! Bukan kah begitu tuan pendekar?." Kata Ho Chen kemudian bertanya dengan nada sedikit keras agar bisa di dengar oleh pendekar tersebut.
Pendekar tersebut mengangguk berkali-kali dengan cepat hingga rasanya kepala nya ingin terlepas dari tubuhnya.
Setelah berjalan cukup lama, Ho Chen merasa ada yang aneh. Dia dapat merasakan akan adanya kelompok orang yang sangat banyak namun berpencar ke berbagai penjuru.
__ADS_1
Ho Chen menghentikan langkah kudanya dia ingin memberikan tanda waspada, namun belom sempat Ho Chen memberi tanda suara siulan terdengar dari tengah-tengah rombongan dan sekaligus menikam salah salah satu pendekar dengan belati yang sama dengan belati yang membunuh salah satu rombongan semalam.
Orang tersebut kemudian lompat tinggi dengan mengunakan ilmu meringankan tubuhnya kemudian berdiri agak jauh dari rombongan.
"Jadi kau pelaku pembunuhan semalam?." Kata Zhu Yu kemudian menoleh ke arah pendekar yang terkena tusukan belati di dadanya sehingga pendekar tersebut tewas.
"Kau benar! Akulah pembunuh itu." Jawabnya.
"Sejak kapan kau menyusup di rombongan kami?." Tanya salah satu pendekar yang terlihat berumur 35 tahunan dan memiliki kekuatan di Tingkat Bumi puncak 1.
Orang tersebut tersenyum tipis. "Sejak pertama kali kalian berangkat, sebenarnya besok malam kalian akan kami bunuh, namun sepertinya ada tambang emas yang lebih bagus untuk di jual." Katanya sambil menatap Qiao Lin kemudian kembali berkata.
"Aku akan membawanya dan akan kami jual di pasar." Ucapnya sambil menunjuk ke arah Qiao Lin.
Tidak lama setelah itu muncul banyak orang dari berbagai arah, semakin lama semakin banyak jumlahnya sehingga mencapai lebih dari 300 orang.
Pakaian yang mereka kenakan semuanya berwarna Hijau dan memiliki gambar ular di punggungnya.
"Kakak ketua..!." Kata orang tersebut ketika melihat seorang laki bertubuh kekar dan memakai baju hitam namun memiliki gambar ular berwarna hijau di pundak nya.
Maaf kan saya. Ini memang di luar rencana kita! Namun saat Ini kita kedatangan cucu Ketua Sekte Gunung Es." Kata orang tersebut sambil menunjuk ke arah Qiao Lin yang masih berada di atas kudanya.
Qiao Lin sendiri mengerutkan dahi setelah di tunjuk oleh orang tersebut, firasat tidak enak setelah pria yang memakai pakaian warna hitam juga menatapnya.
"Bagus-bagus! Itu artinya kita mendapatkan tangkapan yang sangat berharga." Ucap pria baju hitam tersebut dengan tersenyum lebar.
Ho Chen menghela nafas panjang, melihat sikap dan sifat orang yang terlihat seperti pimpinan mereka tersebut, Ho Chen yakin pertarungan tidak mungkin akan bisa di hindari.
Semua semua rombongan Zhu Yu mulai panik ketika melihat anggota Kelompok Ular Hijau sebanyak itu, bahkan para pendekar yang di sewa juga merasa takut, sebab jumlah musuh 10 kali lebih unggul dari pada jumlah mereka yang hanya 30 orang.
"Naga putih! Tolong lindungi semua orang jika pertarungan ini harus terjadi." Kata Ho Chen berpesan kepada naga putih, dia tidak mungkin bisa bertarung jika harus melindungi orang sebanyak itu.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, serahkan keamanan mereka padaku..!." Kata Naga putih.
Ho Chen turun dari kudanya dan menempatkan naga putih di dekat Qiao Lin. "Chen apa yang ingin kau lakukan?." Qiao Lin bertanya karena dia tahu kali ini sikap Ho Chen tidak lagi seperti dulu.
"Kamu tenang saja! Jika memang pertarungan ini tidak bisa di hindari maka ku minta sampaikan kepada dengan orang untuk tidak keluar dari rombongan, karena naga putih akan melindungi kalian." Jawab Ho Chen.
"Apa kau berniat bertarung dengan mereka?." Tanya Qiao Lin dan memperhatikan musuh yang jumlahnya sangat banyak.
"Tidak, aku hanya ingin bernegosiasi dengan mereka mudah-mudahan mereka mau di ajak negosiasi agar tidak perlu terjadi pertempuran yang tidak perlu." Kata Ho Chen kemudian berbalik dan melangkah ke arah pimpinan Ular Hijau.
Jiu Rui tidak khawatir, karena dia sudah melihat kekuatan Ho Chen ketika bertarung dengan anggota Kelompok Rantai Besi yang sama jumlahnya dengan mereka.
Melihat Ho Chen yang berjalan ke arah pimpinan Ular Hijau, para pendekar yang lain menjadi heran. "Apa yang ia ingin lakukan?." Tanya salah satu pendekar.
"Entahlah! Sepertinya dia ingin mengantarkan nyawa nya." Jawab pendekar yang lainya.
Setelah beberapa saat dimana mereka masih di landa kebingungan! Jiu Rui segera menyampaikan tentang apa yang sudah di pesan oleh Ho Chen sekaligus meminta mereka untuk tidak keluar dari rombongan.
"Sombong sekali dia! Dia pikir bisa mengatasi musuh sebanyak itu seorang diri?."
Mereka semua hanya bisa menatap Ho Chen yang sudah tiba di hadapan pimpinan tersebut.
"Mau apa kau kesini? Apa kau berencana ingin bernegosiasi dengan kami? Jangan mimpi, sebaiknya kau pergi meninggalkan tampat ini, dan biarkan mereka semua di sini."
"Pemikiran anda memang benar, saya hanya tidak ingin terjadi pertempuran yang tidak perlu, jadi tolong biarkan kami lewat."
Mereka semua tertawa keras mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Ho Chen.
"Dasar bodoh, dari pada kami membiarkan kalian lolos lebih baik kalian mati." Kata pimpinan tersebut.
"Jadi kalian benar-tidak mau di ajak bicara baik-baik?." Tanya Ho Chen.
__ADS_1
"Persetan dengan kompromi, lebih baik kalian musnah saja." Ucap nya kemudian memberi kode dengan tangan lurus ke atas, dan dalam sekejap mereka semua mengelilingi para rombongan membuat semuanya semakin panik.
Ho Chen menggelengkan kepala. "Ternyata kalian lebih suka menyelesaikan masalah dengan kekerasan.