
Seekor naga air besar memiliki penjang ratusan meter terbang ke langit. Tubuh panjangnya meliuk liuk sehingga memenuhi langit malam.
Semua orang menghentikan pertarungannya, mereka semua terkejut ketika menyaksikan seekor tubuh naga yang terbuat dari air berada tepat di atas mereka semua.
“Tehnik milik siap lagi ini...?" Wajah Wei Heng menjadi buruk ketika menyaksikan tubuh naga air tersebut yang berada di atasnya. Dia menoleh ke arah Ming Mei yang ternyata masih ada di tempatnya bertahan.
Ming Mei juga tidak kalah terkejutnya dengan Wei Heng, namun dia segera tersenyum lebar. “Ini adalah Tehnik Air Suci.." kata Ming Mei dan di dengar oleh Biksu Shao Sheng dan Guru An Xuan dan juga Xiu Huan dan Whu Zhi.
“Ini artinya murid sesepuh sudah keluar dari latihanya..!" Kata Biksu Shao Sheng.
Kang Jian dan Yuen segera menghampiri Ming Mei. “Saudari Ming! Siapa yang memiliki tehnik air sekuat ini?." Tanya Kang Jian karena hanya sekte Bunga teratai lah yang menguasai Tehnik air terkuat di kekaisaran Yun.
“Ini adalah Tehnik Air Suci, kitab yang aku berikan kepada murid sesepuh Feng. Mungkin dia sudah keluar dari latihanya.." jawab Ming Mei.
Kang Jian dan Yuen terkejut mendengar penjelasan Ming Mei. “Berarti ini adalah kekuatan Chen'er..?"
Shilin juga menghampiri mereka, dia sudah berhasil melukai Peiyu dengan cukup serius, sedangkan dia sendiri juga mengalami beberapa luka ringan.
Xiu Huan segera menghampirinya dan menceritakan semua yang ia dengar kepada Shilin.
Shilin tidak kaget mendengarnya, karena sebelumnya dia sudah merasakan sendiri kekuatan Ho Chen, bahkan saat itu dia dengan Wie Heng hampir mati.
Wei Heng menatap ke arah sumber ular tersebut berasal. “SaudarabTouli, aku serahkan di sini padamu! Aku akan pergi mengurus pemilik Tehnik ini." Kata Wei Heng dengan penuh percaya diri.
“Baik ketua...!" Jawab Touli.
Wei Heng segera terbang menuju ke belakang sekte. Namun beberapa saat kemudian naga air tersebut mengeluarkan auman dengan sangat keras di sertai tekanan energi aneh yang membuat seluruh orang terkena dampak tekanan tersebut tidak peduli lawan atau kawan, bahkan auman nya menggetarkan seluruh puncak gunung.
Wei Heng yang awalnya ingin kesana, kini menjadi ragu begitu merasakan tekanan energi yang di pancarkan. Namun demi mengetahui rasa penasarannya dia memberanikan diri untuk tetap pergi kesana.
__ADS_1
Tubuh naga tersebut bergerak dan melilit puncak gunung tersebut. Kini seluruh puncak gunung di kurung di dalam air, sehingga terlihat seperti puncak gunung yang di tutup dengan air.
Wei Heng hampir tiba di lokasi, namun mendadak energinya terhisap secara perlahan-lahan sebelum sampai ke tempat pengguna tersebut. Dia jatuh dengan posisi berlutut. Nafasnya kini mulai memburu.
“Kurungan ini mampu menghisap energiku..?" gumanya, dia melihat ke arah Tuoli yang ternyata juga energinya juga terlihat terhisap. Wei Heng akhirnya mengerti, dinding tersebut hanya menyerap energi orang yang memiliki energi api, karena banyak pasukan iblis yang perlahan-lahan menjadi gumpalan asap hitam.
Wei Heng berjalan ke arah belakang sekte, begitu tiba ternyata semua pasukan iblis sudah tidak terlihat, begitu pula dengan anggotanya, sudah banyak yang mati, bahkan Wei Heng juga melihat ada 7 pasukan iblis yang sudah terbaring, dan tubuh mereka mulai menghilang.
Begitu dia menatap kedepan dia melihat seorang pemuda berdiri dengan pedang di punggungnya sedang menatapnya dengan dingin. Wei Heng segera mengenali pemuda tersebut walau pemuda tersebut sudah banyak berubah ketika terakhir kali dia bertemu. “Kau.. kau...!" Wei Heng sulit berkata-kata.
Pemuda tersebut kini menghilang dari pandangannya. Wei Heng menyelusuri seluruh tempat tersebut mencari keberadaanya. Namun yang ia lihat hanya Qiao Ho yang berdiri di samping seekor kuda yang aneh. “Kemana perginya dia..?" Gumamnya.
“Aku di sini senior..!" Suara pemuda tersebut terdengar di atasnya. Dia menoleh ke atas dan melihat pemuda tersebut melayang di udara, bahkan pedang yang ada di punggungnya juga ikut melayang mengitarinya.
“Senior, perbuatanmu kali ini sudah tidak bisa lagi aku maafkan.." ucapnya sehingga membuat punggung Wei Heng berkeringat. Dia ingin lari, namun kakinya segera tertahan oleh tanah yang menutupi kedua kakinya.
“Senior Ho! Aku serahkan dia padamu. senior tidak perlu hawatir. dia tidak akan berbuat macam-macam, karena aku sudah menghilangkan separuh dari energinya.". Kata pemuda tersebut kepada Qiao Ho.
“Baiklah aku akan mengurusnya.." kata Qiao Ho. Dia masih sulit mencerna akan semua yang terjadi, yang lebih anehnya adalah seekor kuda yang berdiri di sampingnya yang memiliki bentuk unik tidak seperti kuda pada umumnya.
“Kun! Ayo kita pergi membantu guruku.."
Kuda tersebut berjalan mendekatinya. Setelah pemuda tersebut naik di atas punggungnya. Kuda tersebut segera berlari keluar, di ikuti oleh pedang yang melayang di belakangnya.
Qiao Ho ingin mengatakan sesuatu namun mengurungkan niatnya dan hanya memandang pemuda tersebut yang sudah pergi keluar menuju ke arah pasukan musuh.
***
“Chen'er...?" Seru Kang Jian ketika melihat pemuda yang menaiki kuda aneh datang menghampirinya, pemuda tersebut tidak lain adalah Ho Chen.
__ADS_1
Ho Chen terlihat sangat berbeda, tubuhnya di selimuti oleh aura putih keperakan. Di tambah lagi dengan aura kudanya juga tidak kalah mengerikan.
“Ketua Jian! Maaf kalau aku datang terlambat." Ucap Ho Chen dengan tersenyum lembut.
Kang Jian mengeleng kepala. “Tidak Chen'er.! Kamu datang di waktu yang tepat."
Ho Chen mengangguk kemudian menoleh kepada pasukan musuh yang sudah mulai berkurang jumlahnya. Namun tetap saja jumlah mereka masih melebihi jumlah kekuatan yang ada di sekte Pilar Angin.
Ho Chen melihat ada sekitar 60 pasukan iblis yang memiliki Tingkat Alam dan 20 jagoan di Tingkat alam. “Terlalu banyak jagoan disini..." Ucap Ho Chen.
“Chen'er! Gurumu sedang bertarung dengan jendral iblis di sana, sebaiknya kamu segera menyusulnya karena gurumu terlihat kesulitan menghadapinya." Kata Kang Jian sambil menunjuk ke arah luar. Karena tertutup oleh air, mereka tidak bisa melihat dengan jelas keluar.
“Kalau aku kesana maka Tehnik ini juga akan menghilang, apa itu tidak apa-apa?." Tanya Ho Chen memastikan.
“Saudara muda! Serahkan saja di sini kepada kami, kami akan berusaha dengan kemampuan kami. Cepat pergilah dan bantu sesepuh Feng." Biksu Shao Sheng menjawab dengan penuh keyakinan.
Ho Chen melihat ke sekelilingnya. Memang benar, jika Tehnik tersebut di batalkan, maka para pasukan iblis akan mendapatkan kembali kekuatanya. Berbeda dengan Wei Heng. Dia tidak akan bisa mengembalikan energinya. Karena Ho Chen sudah menghilangkan sebagian energinya dengan mengunakan Tehnik Bumi.
“Baiklah senior. Pedangku akan membantu kalian. Serahkan saja 20 jagoan itu pada pedangku, kalian urus pasukan iblisnya saja.". Setelah berkata demikian. Ho Chen membatalkan Tehnik Air Suci nya. Air yang semula menutupi puncak gunung tersebut turun dan menghilang.
Semua pasukan iblis beserta anggotanya bangkit kembali. Touli juga ikut bangkit dan mundur beberapa meter. Dia berusaha mencari keberadaan Wei Heng.
Ho Chen mengerutkan dahi ketika mengetahui energi yang di miliki Touli. Dia juga bisa mengetahui jika Touli sedang mencari-cari sesuatu. “Kamu tidak perlu mencarinya, karena aku sudah melumpuhkannya." Ucap Ho Chen kemudian pergi menunggangi kudanya meninggalkan mereka semua.
Semuanya kaget mendengar perkataan Ho Chen. Mereka saja yang sudah menggabungkan kekuatan masih sangat kesulitan untuk mengalahkannya, jangankan mengalahkannya bahkan melupuhkanya pun sangat sulit.
Tidak ada yang berani menghentikan kuda yang di naiki Ho Chen, bahkan mereka memberikan jalan untuk kuda Ho Chen.
“Touli masih mematung memandangi Ho Chen yang sudah jauh, dia sendiri tidak percaya akan perkataan Ho Chen, namun melihat Wei Heng tidak muncul juga maka Touli yakin kalau ketua sektenya benar-benar sudah di kalahkan.
__ADS_1