Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kabar Baik


__ADS_3

***


Di dalam istana kaisar Yun, semua para petinggi istana berkumpul, termasuk para jendral perang. Mereka baru tiba dua hari dari sekte Pilar Angin.


Para jendral menceritakan tentang aksi Ho Chen yang berhasil memukul mundur jendral iblis dan berhasil menyelamatkan sekte Pilar Angin dari kehancuran.


“Aku memang tidak meragukan kekuatan Ho Chen. Namun jika Ho Chen mengatakan ini baru awal permulaan, itu artinya kita kembali menghadapi situasi yang sama, dan mungkin lebih besar.." Kata Kaisar Hong.


“Yang mulia, jika memang yang di katakan Pendekar Dewa, maka jika terjadi pertempuran yang jauh lebih besar dalam waktu dekat! Maka bisa di pastikan kehancuran kekaisaran Yun tidak bisa di bantahkan." Kata salah satu petinggi berpendapat.


“Aku tahu itu.! Apa kalian ada usulan lain?." Tanya kaisar Hong kepada para orang yang hadir.


“Yang Mulia, jika yang mulia berkenan, lebih baik kita meminta kerja sama dengan kaisar Ming, bukan kah masalah ini juga akan sampai kesana, dan pasti suatu hari jika kekaisaran Yun lenyap bukan kah target berikutnya kekaisaran yang lain." Kata Penasehat Yuwen.


Kaisar Hong terdiam, dia tidak yakin jika kekaisaran Ming mau di ajak kerja sama, mengingat kekaisaran Ming memiliki kekuatan 10 kali lipat di bandingkan dengan kekuatan kekaisaran Yun.


“Penasehat Yuwen, usulan mu memang bagus, namun yang jadi pertanyaan? Apakah mereka akan setuju jika di ajak bekerja sama? Setahuku, mereka memiliki pendekar tingkat tinggi yang lebih banyak di bandingkan dengan kita. Kemungkinan mereka juga memiliki pendekar kuat dan setara dengan sang legenda juga." Ucap jendral Zhen.


“Saudara Zhen, tidak ada salahnya jika kita mencoba, sekaligus meyakinkannya akan bahaya yang akan mengancam seluruh dunia." Kata jendral Shing.


“Baiklah aku akan mengutus penasehat Yuwen bersama dengan jendral Shing dan jendral Chyou untuk pergi mengantarkan surat, sekaligus menjelaskan masalah ini.!" Kata kaisar Hong.


Jendral Chyou jendral Shing dan penasehat Yuwen maju menerima titah kaisar. Jendral Chyou juga salah satu jendral perang dari 6 jendral perang terkuat, kekuatanya saat ini berada di Tingkat Alam puncak 2, dan memimpin dua ratus ribu pasukan di bawah komandonya.


Kaisar segera menulis surat dan memberinya tanda segel kekaisaran. Penasehat Yuwen menerima surat tersebut, kemudian mereka segera melakukan perjalan menuju kekaisaran Ming.


“Semoga semua bisa berjalan sesuai yang di harapkan." Kata kaisar Hong setelah ketiga orang tersebut sudah keluar.


Sebenarnya bisa saja Kaisar Hong mengutus orang suruhannya. Namun karena tujuannya adalah Kekaisaran Ming maka tidak bijak rasanya jika harus mengutus seorang utusan biasa.


“Yang mulia kita harus merekrut para pendekar sebanyak mungkin, dan kita akan mencari di negara-negara yang berdekatan dengan kita." Jendral Zhen memberi saran.

__ADS_1


“Baiklah aku serahkan urusan ini kepada kalian berdua." Kata kaisar Hong menyerahkan urusan tersebut kepada jendral Zhen dan jendral Yin Lun.


Mereka berdua segera bangkit dan menerima titah tersebut kemudia segera pergi untuk membuat pengumuman.


Kaisar Hong menghela nafas, masalah kekacauan pertama sudah dapat di atasi, sekarang harus bersiap menghadapi kekacauan yang kedua, sehingga membuat kaisar Hong sedikit frustasi.


Kaisar Hong bangun dan meninggalkan ruangan tersebut, dia pergi ke meja kerjanya, dan duduk memandangi beberapa kertas yang berada di atas mejanya.


“Andai yang di katakan Ho Chen benar, semoga dia juga dapat menemukan solusi dan dapat mengatasinya.!" Gumam Kaisar Hong.


Di tempat latihan Yihua sedang berlatih pedang dengan Miu Yimin.


“Ayo gunakan seluruh energimu jangan ragu..!" Kata Miu Yimin yang melatih Yihua.


Yihua sudah mencapai Tingkat Bumi Awal 1 dia sudah mampu menggunakan energinya dan mengalirkanya ke padangnya


Yihua menyerang dengan sangat gesit, setiap tebasanya mengeluarkan energi yang sangat tajam. Namun tetap saja Miu Yimin menahan serangan tersebut hanya mengunakan sarung pedang yang di pegang dengan sebelah tangannya saja.


Sarung pedang berhasil memukul tangan Yihua sehingga pedang yang di pegang nya terjatuh. “Guru curang..!" Ucapnya.


“Hua'er! dalam pertempuran yang sesungguhnya, tidak ada kata curang. Yang ada hanyalah berusaha menang. Aturan apapun tidak berlaku jika yang di pertaruhkan adalah hidup dan mati. Yang ada hanyalah yang kuat dia yang menang itu saja." Kata Miu Yimin.


“Aku tahu itu, tapi kan ini cuma latihan.!" Kata Yihua yang masih belum mau mengalah, dia masih memegang tangannya yang sedikit sakit.


“Kalau latihan tidak di berikan kekesaran, maka apa kamu bisa menerima kekerasan pertarungan dengan lawanmu yang sesungguhnya?." Tanya Miu Yimin dengan tersenyum.


Yihua mengelengkan kepala. “Bagus! Intinya kamu jangan ragu menyerang dan memukul lawanmu." Kata Miu Yimin.


Yihua hanya menggangguk dia memungut pedangnya kemudian kembali menyerang Miu Yimin. Mereka berdua kembali melanjutkan latihanya.


Permaisuri melihat latihan mereka. Dan tersenyum tipis. “Permaisuri, sepertinya Tuan Putri begitu bersemangat." Kata salah seorang dayang di belakangnya.

__ADS_1


“Aku tahu itu!." Kata permaisuri kemudian kembali berjalan menuju ke ruangan kaisar.


“Kalian pergilah." Perintah permaisuri kepada ke empat dayangnya


Mereka berempat membungkuk dan segera meninggalkan permaisuri sendiri.


“Apa ada masalah lagi?." Tanya permaisuri


Kaisar Hong mengangguk, kemudian menceritakan masalah yang ia hadapi kepada istrinya. Permaisuri mendengarkan cerita suaminya Tampa memotong setiap cerita tersebut.


“Kita berharap semoga semuanya baik-baik saja. Dan aku Mambawa kabar baik untukmu..!." Kata permaisuri dengan tersenyum lebar.


Kaisar Hong menoleh ke istrinya. “Kabar apa itu? Apa kabar mengenai perkembangan Yihua?." Tanya Kaisar Hong.


Permaisuri mengelengkan kepala. Dia memegang tangan kaisar dan meletakkannya ke perutnya. “Ini dia kabar baiknya..!." Kata permaisuri


“Kamu serius.?." Tanya kaisar Hong dengan penasaran. Dan balas dengan anggukan permaisuri.


Kaisar Hong lansung bangkit dari duduknya dan memeluk erat permaisuri. “Akhirnya aku akan memiliki anak lagi, terima kasih sayang..!" Kata kaisar Hong memeluk permaisuri dengan erat.


“Sa-sayang aku.. tidak bisa bernafas..!" Kata Permaisuri dengan suara sedikit sesak.


“Ehh maaf kan aku! Aku terlalu bersemangat. Mulai sekarang kamu harus lebih menjaga kesehatan. Dan jangan memikirkan masalah apa pun. Aku akan mengabarkan ini kepada Yihua, dia pasti senang kerana akan segera memiliki seorang adik..!" Kata kaisar Hong dengan semangatnya.


Permaisuri mengangguk sambil tersenyum hangat. Kaisar Hong tidak henti-hentinya berbicara sambil memegang perut istrinya itu, semua permasalahan yang membuatnya frustasi kini hilang bagaikan tidak pernah ada masalah apapun.


Kaisar keluar mencari keberadaan Yihua berada karena dia juga ingin memberikan kabar gembira ini padanya.


“Benarkah? Ayah tidak sedang bercanda?." Yihua kaget bercampur senang.


“Untuk apa ayah berbohong padamu.!" Jawab kaisar Hong. Yihua begitu senang dan berlari mencari permaisuri. Kabar tentang kehamilan permaisuri segera tersebar ke seluruh istana.

__ADS_1


Semua orang di istana ikut berbahagia mendengar kabar tersebut. Kaisar Hong segera mengadakan pesta untuk merayakan kehamilan permaisuri, banyak tamu yang di undang, dari kalangan bangsawan dan berbagai sekte, bahkan seluruh sekte aliansi putih hitam dan netral yang ikut bergabung dengan Pilar Angin mendapat undangan.


__ADS_2