Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Jendral iblis Jed dan Sui


__ADS_3

“Tehnik mata angin - pukulan


Ho Chen memusatkan energi pada kepalan tangannya, kemudian menyerang Touli dengan sangat cepat.


Touli cukup kesulitan menahan serangan Ho Chen yang begitu cepat, serangan Ho Chen membuat dirinya hanya bisa bertahan. “Dia juga ahli dalam bela diri!." Batin Touli yang cukup kesulitan bertahan.


Ho Chen memang lebih menguasai tehnik tangan kosong dari pada mengunakan pedang, karena itu serangan pukulan serta tendangannya begitu akurat dengan pola yang sulit di tebak.


“Tehnik patir - pukulan halilintar."


Saat Touli masih dalam posisi bertahan, Ho Chen menyerangnya mengunakan tehnik halilintar, pukulanya tidak mampu Touli tahan.


JDEAAAR."


Ledakan segera terdengar dengan sangat keras, Touli terlempar kebawah dan menghantam tanah, sehingga tercipta lubang kawah besar di tempat ia terjatuh.


Touli kembali bangkit dan menatap Ho Chen. Dia merapatkan gigi kemudian kembali melayang dan berhenti di hadapan Ho Chen.


“Kau tidak akan mampu melawanku, sebaiknya kau katakan saja di mana iblis itu berada!." Kata Ho Chen dengan dingin.


Touli mendengus kesal lalu berkata. “Kau ingin tahu keberadaan? baiklah!." Kata Touli kemudian berteriak dengan keras mengeluarkan seluruh energinya.


Haaaaaaaaaa.....!."


Touli berteriak bersamaan dengan mengeluarkan seluruh energinya yang besar. Tubuh Touli menyala sangat besar, seluruh langit dan bumi bergetar sangat dahyat, awan hitam terkumpul di langit malam di sertai dengan Sambaran petir yang menyambar tampa arah, angin bertiup sangat kencang membuat seluruh pepohonan banyak yang tumbang.


Api di tubuh Touli semakin besar kemudian meledakkan apinya sehingga membuat api tersebut menyebar sangat luas.


Qiao Lin Dan Jiu Rui yang masih berusaha bertahan dari guncangan dan angin besar tersebut, kini harus menelan ludah setelah melihat semburan api yang sangat besar dari arah Ho Chen berada.


“Celaka..! Bagaimana ini..?." Seru Jiu Rui.

__ADS_1


“Tehnik Es - perisai Es."


Qiao Lin langsung membuat pelindung dari esnya, dia berharap bisa menahan api tersebut agar tidak membakar dirinya bersama Jiu Rui dan ketiga kuda di belakangnya.


Api tersebut segera membakar dan menutupi perisai es yang di buat oleh Qiao Lin, namun karena energi yang dimiliki oleh Qiao Lin masih sedikit, perisai tersebut sedikit demi sedikit meleleh.


“A-aku sudah tidak kuat lagi..!." Kata Qiao Lin yang masih berusaha menahan perisai agar tidak hancur.


Qiao Lin hampir mencapai batas, dia sudah tidak tahan lagi dan akhirnya melepaskan perisainya. “Chen..!." Qiao Lin menyebut nama Ho Chen dengan suara kecil. Dia sudah pasrah akan apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Ihihihihik..…!."


Naga putih bersuara kemudian berjalan membelakangi Qiao Lin yang sudah duduk berlutut dengan kondisi lemas, kemudian dia membuat perisainya juga yang berwarna putih keperakan.


Jiu Rui bernafas lega setelah melihat perisai tersebut, dia sungguh takjub dengan kuda milik Ho Chen tersebut. “Terima kasih naga putih..!." Kata Jiu Rui kemudian berjalan membantu Qiao Lin berdiri.


Qiao Lin bangkit kemudian melihat perisai putih keperakan melindungi dirinya. “Apa ini perisainya Naga putih?." Tanya Qiao Lin.


Setelah api menghilang Qiao Lin mentap Ho Chen yang masih melayang agak jauh darinya. “Dia tidak menghawatirkan kami di yang berada di sini." Batin Qiao Lin.


Hati Qiao Lin terasa sakit karena Ho Chen sama sekali tidak memperdulikannya. Bahkan Jiu Rui juga heran karena tidak seperti biasanya Ho Chen bersikap seperti itu.


Ho Chen bukan tidak hawatir, namun dengan keberadaan Naga putih Ho Chen tidak lagi menghawatirkan mereka.


***


Getaran yang di timbulkan oleh energi milik Touli terasa ke seluruh kekaisaran Yun. Semua ketua sekte hitam putih dan netral sangat terkejut dengan energi yang sangat besar tersebut.


Mereka semua keluar dari kediamannya dan memandang kearah langit tempat energi itu berasal, terlihat awan hitam dan kilatan petir di kejauhan bahkan awan tersebut sedikit bercahaya merah.


“Energi milik siapa lagi ini?."

__ADS_1


“Ada apa lagi ini?."


“Energi yang besar, mungkin sedang ada pertarungan besar di sana!."


Masing-masing orang yang melihat serta merasakan energi tersebut berbicara kepada anggota mereka masing-masing di sektenya.


Ada yang mengira-ngira itu pertarungan iblis dengan Feng Ying, namun ada juga yang mengira itu adalah Feng Ying yang sedang berlatih, atau Ho Chen yang sedang berlatih


Bahkan para jendral kekaisaran juga keluar dari istana untuk melihat hal tersebut. Andai tempat itu tidak jauh mungkin mereka akan segera kesana untuk melihatnya.


Feng Ying juga merasakan energi tersebut, dia segera mengunakan Tehnik mata dewa nya untuk melihat apa yang sudah terjadi.


Feng Ying dapat melihat dengan jelas ada dua orang yang saling berhadapan dan melayang di udara. “Ohh..! Jadi Chen'er berhasil menemukan keberadaan mereka." Kata Feng Ying setelah melihat lawan Ho Chen.


Feng Ying ingin pergi membantunya, namun melihat musuh yang hanya sendirian Feng Ying membatalkan niatnya, menurutnya Ho Chen sendiri sudah cukup mampu mengalahkannya Tampa perlu campur tangan darinya. Kemudian Feng Ying kembali berjalan kedalam dengan kedua tangan berada di belakang pinggangnya.


Jendral Ori yang masih dalam perjalanan pulang langsung menghentikan terbangnya. Dia menatap ke arah tempat Touli berada. “Apa yang terjadi, apa dia mengetahui keberadaannya dan bertarung secepat ini?." Kata jendral Ori


Dia mengurungkan niatnya untuk kembali, kemudian melesat ke arah Touli karena dia tahu Touli bukan tandingan Ho Chen.


Saat dia sedang terbang untuk kembali, tiba-tiba asap hitam muncul di hadapannya. Jendral Ori kembali berhenti dan memandangi asap hitam tersebut. Kemudia asap tersebut beruabah menjadi dua sosok iblis lainnya. “Ori, kamu di tugaskan Raja iblis hitam untuk membantumu." Kata salah satu nya.


“Jendral Jed! Dan jendral Sui. Sejak kapan kalian berada di dunia manusia? Aku tidak melihat kalian sebelumnya?." Tanya Ori.


“Kami sudah lama berada di dunia ini, namun kami selalu menutup diri. Bukankah aku yang sudah menyelamatkan kalian saat kalah dari pertarungan dengan manusia itu? kau ingatkan?." Kata iblis yang bersuara perempuan.


Mereka berdua adalah jendral iblis Raja hitam. Jendral Jed memiliki energi api hitam, sedangkan yang perempuan bernama jendral Sui memiliki Energi Asap hitam.


Jendral Ori mengumpat dalam hatinya, andai dia tahu kalau ada jendral Sui mungkin tidak butuh waktu selama ini untuk pergi kemana-mana.


“Kita tidak punya banyak waktu, sekarang manusia sekutu Raja iblis merah sedang dalam bahaya, jadi mari kita kesana, sekaligus membunuh manusia muda yang di incar oleh Raja iblis hitam." Kata jendral Ori, dia sudah tidak sabar ingin melihat jendral Jed bertarung dengan Ho Chen, ditambah lagi dengan jendral Sui.

__ADS_1


Jendral Sui segera mengunakan asap hitamnya dan menyelimuti mereka bertiga, dan dalam sekejap mereka bertiga menghilang dari tempat tersebut, tujuan mereka adalah untuk membunuh Ho Chen.


__ADS_2