Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Pertarungan dua siluman


__ADS_3

Ho chen terkejut ketika Zhu Yu mengatakan bahwa Pendekar Dewa Muda sudah Mati, dan yang menyebarkan kabar tersebut adalah anggota sekte Darah Iblis, di samping itu, penyebar berita tersebut mengumumkan secara terbuka dan anggota penyebar di kawal oleh puluhan pasukan iblis yang mengeluarkan energi Hitam namun panas.


"Bagus! Jika mereka mengatakan diriku sudah mati, berarti aku bebas berjalan di mana pun tanpa ada yang akan mengenali ku." Batin Ho Chen dengan tersenyum sendiri.


"Pendekar muda! Saya harap kedepannya untuk selalu berhati-hati, mereka sanggup membunuh Pendekar Dewa Muda, jadi bisa saja mereka akan mengincar pendekar lainnya mengingat mereka menyatakan perang dengan semua manusia yang tidak mau bersekutu dengan mereka." Kata Zhu Yu dengan sedikit khawatir terhadap keselamatan Ho Chen.


Ho Chen mengangguk, walau saat ini energi miliknya sendiri sudah meningkat, namun tetap dia belum bisa melawan raja iblis, karena itu dia akan lebih berhati-hati sebelum bertindak dan melawan para pasukan iblis.


"Apa lagi yang tuan ketahui selain dari itu?." Tanya lagi Ho Chen.


"Tidak ada lagi pendekar, hanya itu yang saya ketahui." Kata Zhu Yu menggelengkan kepala pelan, dia akui dirinya tidak terlalu mengerti akan dunia kependekaran, terlebih lagi dirinya lebih Fokus terhadap usaha dagangannya dari pada mencari informasi masalah pasukan iblis itu.


Ho Chen menghela nafas panjang, kali ini dia benar-benar harus lebih Fokus meningkatkan energinya.


"Dimana tempat desa yang di jadikan tempat Kak Rui dan Qiao Lin berada?." Kini Ho Chen ingin menanyai Jiu Rui.


"Mereka berada di desa Hutan Bambu, Letaknya cukup jauh dan terpencil, jika pendekar pergi kesana mengunakan kuda, pendekar akan tiba di sana setelah menempuh perjalanan selama satu minggu." Kata Zhu Yu menjelaskan.


"Terima kasih atas bantuan yang tuan berikan kepada mereka berdua, aku tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan tuan." Kata Ho Chen mengepalkan kedua tangannya kedepan.


"Apa yang anda katakan pendekar, Anda sudah menyelematkan nyawa saya dari kelomook Ular Hijau, Andai bukan karena bantuan pendekar saat itu, mungkin saya tidak akan ada di sini sekarang, jadi ini masih belum ada apa-apanya jika di bandingkan dengan batuan pendekar." Kata Zhu Yu yang juga mengepalkan kedua tangannya kedepan.


Mereka berdua ngobrol hingga larut malam, setelah Ho Chen melihat kondisi Liung Yu Huan yang sudah membaik, Ho Chen pamit untuk kembali ke penginapannya, namun bukan untuk istirahat melainkan berlatih di Alam Batinnya.


Keesokan paginya seluruh penduduk kota Dayuan heboh setelah mengetahui akan musibah yang menimpa walikota mereka, ada yang menyayangkan dan kasihan kepada seluruh keluarga Liung, ada juga yang mencibir dan bahkan bersyukur karena walikota sudah mendapat ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya.


Liung Bhao saat ini sedang menjaga ayahnya yang sudah koma, ayahnya sudah tidak bisa lagi mengingat dirinya sendiri akibat luka di kepalanya, bahkan kedua tangannya yang patah membuat kondisinya sangat memperhatikan.


Beruntung nya Zhu Yu menerima mereka dan mau merawat nya, hal itu yang membuat seluruh penduduk kota Dayuan semakin senang dan memuji kepedulian dan kebaikan Zhu Yu.


Seminggu kemudian Zhu Yu di angkat menjadi Walikota Dayuan, dan semua itu atas persetujuan seluruh orang terkemuka di kota tersebut.

__ADS_1


"Tuan Zhu, gunakanlah jabatan yang kau dapatkan untuk membantu sesama, dan buatlah kota ini menjadi kota yang damai, jangan pernah kau mempersalah gunakan jabatan ini untuk kepentingan pribadi mu, suatu saat nanti aku akan kembali kesini untuk menemuinya." Kata Ho Chen setelah Zhu Yu resmi menjadi Walikota Dayuan.


"Saya akan mengikuti nasehat Pendekar, saya tidak akan lupa akan siapa saya ini sebenarnya, dan saya berjanji akan menjadi Walikota yang bisa membuat perubahan kepada kota ini." Kata Zhu Yu.


"Baiklah! Aku akan pergi tolong jaga dan didik dengan baik Liung Yu Huan! Sampai jumpa." Kata Ho Chen melambaikan tangannya.


Zhu Yu ingin memberikan Ho Chen seekor kuda agar dia bisa cepat tiba di desa Hutan Bambu, namun Ho Chen sudah berjalan cukup jauh.


Zhu Yu hanya bisa menatap punggung Ho Chen yang mulai menghilang di kejauhan kemudia menghela nafas panjang, dan kembali ke rumahnya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai Walikota sekaligus melaksanakan amanat yang telah Ho Chen percayakan padanya, yaitu mendidik Liung Yu Huan dengan baik agar menjadi apa yang Ho Chen harapkan.


***


Setelah cukup jauh dari kota, Ho Chen mengamati ke sekelilingnya memastikan tidak ada orang lain yang akan melihatnya, Ho Chen mengeluarkan pedang lidah apinya dan segera terbang ke arah desa Hutan Bambu.


"Em..! Apa aku tidak salah lihat?." Ho Chen memperhatikan ke bawah dan melihat ada yang sedang bertarung di bawah.


Namun bukan pertarungan antar manusia melainkan pertarungan antar Hewan buas.


"Mereka Siluman! Kenapa ada siluman di daerah sini?." Gumam Ho Chen.


Siluman beruang berwarna merah dan tingginya hingga tiga meter melawan siluman Srigala berkepala tiga berwarna hitam gelap tingginya hampir dua meter, dan kekuatan mereka setara dengan jagoan yang berada di Tingkat Alam Awal 1.


Ho Chen mengamati ke sekelilingnya mencoba mengetahui apa yang sedang mereka perebutkan, namun Ho Chen tidak melihat apa-apa sehingga berasumsi mereka bertarung memperebutkan wilayah kekuasaan.


Groaar!!!


Siluman beruang berseru kemudian menyerang Srigala Hitam dengan cakaran nya yang tajam yang di aliri energi.


Siluman serigala melompat menghindari setiap cakaran tersebut dengan sangat gesit sehingga energi cakaran tersebut mengenai batang-batang pohon besar dan terpotong hingga roboh.


Auuuu!!!

__ADS_1


Lolongan salah satu kepala srigala terdengar kemudia kedua kepala yang berada di kedua samping nya menunjukkan taring-taring nya yang panjang dan tajam.


Grrrrr!!!


Seolah berbicara dengan kepala lainnya, masing-masing kepala segera membuat energi Hitam bulat dan menembakka nya ke arah siluman beruang.


Siluman beruang menepis masing-masing bola hitam tersebut sehingga bola-bola hitam terlempar ke berbagai arah, salah satunya mengarah ke Ho Chen yang sedang menyaksikan pertarungan tersebut dari atas.


Ho Chen menghindari bola hitam itu ke samping kemudia ketiga bola hitam meledak secara bersamaan.


Boooom!!!


Walau bola hitam tersebut hanya sebesar buah kelapa namun data ledaknya sangat besar bahkan membuat sepertiga hutan menjadi lubang kawah yang cukup besar.


"Jika bola-bola itu di jatuhkan di kota pasti akan lenyap semua penduduk nya!." Batin Ho Chen mengamati sisa ledakan bola energi tersebut


Grooar!!!


Kini beruang yang bergerak maju dengan berlari ke arah Srigala Hitam tersebut kemudia melepaskan serangan dari kedua cakarnya yang kemudian membentuk energi dengan bentuk huruf (X) dan segera mengarah ke tubuh srigala hitam tersebut.


Srigala Hitam bukannya menghindar justru berlari ke arah energi tersebut dan menyambut nya dengan teriakannya yang juga mengandung energi yang sangat besar.


Aauuu!!!


Aauuu!!!


Aauuu!!!


Ketiga kepala srigala saling bersahut-sahutan sehingga menimbulkan gelombang angin yang sangat besar dan menahan serangan dari gelombang cakaran (X) yang ada di depannya.


kedua gelombang saling mendorong dan meledak.

__ADS_1


Kbooom!!!


Kali ini ledakan lebih besar terdengar ke berbagai penjuru bahkan menimbulkan gelombang kejut yang sangat besar, membuat separuh dari hutan menjadi rata.


__ADS_2