Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Penjaga alam


__ADS_3

Ho Chen masuk kedalam kamarnya. Dia tinggal berdua dengan Jiu Rui, sedangkan Qiao Lin di kamar lain.


“Bagaimana sekarang?." Tanyanya kepada Naga putih yang sudah berada di salah satu permata di gelangnya.


“Ketika jiwamu memasuki Alam batin usahakan tidak ada yang mengusik atau mengganghu tubuh mu, karena ini sangat berbahaya bagi jiwamu yang berada di alam batin." Kata Naga putih.


Ho Chen berpikir sesaat. “Aku akan menunggu kak Rui terlebih dahulu dan memintanya agar tidak ada yang memasuki kamarku ketika aku sedang berlatih nanti." Kata Ho Chen.


Tidak lama Jiu Rui memasuki kamar tersebut. Ho Chen segera mengatakan kepada Jiu Rui akan apa yang ia inginkan. Jiu Rui langsung mengerti. “Kamu tenang saja, serahkan semuanya padaku, ku pastikan tidak ada yang akan mengganggumu." Kata Jiu Rui dengan penuh keyakinan.


Jiu Rui segera menutup pintu sedangkan Ho Chen mulai melakukan apa yang disarankan oleh Naga Putih.


“Duduklah seperti saat kamu bermeditasi. Fokuskan pikiranmu pada satu titik di dalam dirimu, dan rasakanlah aura yang akan menarik jiwamu kedalam batinmu yang terdalam."


Ho Chen melakukan akan apa yang naga putih katakan. Awalnya Ho Chen sulit berkonsentrasi, karena cara ini berbeda dengan cara merasakan dan menyerap energi.


Setelah beberapa saat Ho Chen berhasil memfokuskan pikiranya, dia bisa merasakan sesuatu menarik jiwanya, perlahan-lahan pandangan Ho Chen menjadi gelap dan pendegaranya semaikin samar, kemudian Ho Chen tidak merasakan apa-apa lagi.


Ho Chen mulai melihat sebuah cahaya kecil berada di depannya bergerak ke arahnya, semakin lama semakin besar. Setelah cahaya besar tersebut menyentuh tubuh Ho Chen, Ho Chen merasakan sensasi hangat pada tubuhnya.


Pandangan Ho Chen kembali terang dan pendengarannya juga sudah kembali jelas. Setelah pandangannya menjadi jelas, ternyata dia tidak lagi berada di dalam kamarnya, melainkan di tempat yang asing baginya.


Di hadapannya terlihat banyak cahaya kecil beterbangan seperti kunang-kunang namun berwarna putih. “Apa aku sudah berada di Alam batin?." Pikir Ho Chen sambil melihat ke sekelilingnya.


Ho Chen tidak melihat adanya pohon atau tumbuhan apapun, yang ia lihat hanya seperti ruangan lebar dan terang membentuk segi empat.


“Bagus kamu sudah berhasil memasukinya!." Suara naga putih terdengar di telinganya.


“Apa yang bisa aku lakukan di alam ini?." Tanya Ho Chen.

__ADS_1


“Banyak yang bisa kau lakukan, mulai dari meditasi, berlatih tehnik, kamu juga bisa mengubah alam ini sesuai dengan apa yang kau inginkan."


Dalam arti Alam batin adalah alam yang di miliki oleh pemilik orang pemakainya, tempat Ho Chen saat ini bisa di bilang sebagai wujud alam yang terbuat dari pikiranya sendiri.


Alam tersebut terlihat kosong karena baru terbentuk, jika Ho Chen menginginkan ada pohon atau sungai, maka alam tersebut bisa mengeluarkannya.


Ho Chen berpikir ingin menciptakan manusia buatan yang kuat untuk berlatih, dan benar saja! Muncullah seorah pemuda di hadapannya.


“Bagus jika begini aku bisa berlatih." Kata Ho Chen.


Setelah Ho Chen berkata demikian, pemuda tersebut malah menjawabnya.


“Kau ingin berlatih denganku? Kau sungguh bodoh. Seharusnya kau pikir dulu sebelum memanggil ku kesini." Ucapnya dengan sinis.


“Ehh...? Bukannya dia manusia yang aku ciptakan dari pikiranku? Kenapa dia juga bisa memiliki kesadarannya sendiri?." Pikir Ho Chen dengan sedikit bengong.


“Kau tidak perlu terkejut seperti itu." Pemuda tersebut menghela nafas. “Baiklah begini saja, aku akan mengajakmu bertanding, jika kamu bisa mengalahkanku, aku akan mengajarimu bagaimana cara mengendalikan tempat ini." Ucapnya.


Pemuda tersebut tertawa kecil kemudian maju menyerang. Pemuda tersebut menyerang mengunakan serangan tendangan dan pukulan yang mengandung energi angin. Dengan cepat dia melakukan serangannya kepada Ho Chen.


Ho Chen menahan semua serangannya, namun Ho Chen merasa familiar dengan jurus tersebut. “Ini.. jurus ilmu mata angin!."


Ilmu mata angin adalah ilmu yang di ajarkan oleh Feng Ying saat pertama kali menjadi muridnya, namun memiliki serangan yang lebih kuat dari pada miliknya, Ho Chen hampir melupakan itu jurus itu karena lebih fokus mempelajari ilmu Tehnik api es bumi dan petir..


Ho Chen bertahan beberapa jurus dari serangan tersebut. Karena dia mengetahui pola serangan jurus tersebut. “Em.. tidak buruk, sekarang bagaimana dengan ini." Pemuda tersebut meningkatkan serangannya dan mengubah pola seranganya.


Kali ini Ho Chen sedikit kesulitan menahan serangan tersebut, dia tidak menduga jika pola seranganya akan berubah namun tetap menggunakan ilmu yang sama.


Ho Chen tidak mampu menahan serangan yang begitu sulit, dia terpukul mundur karena terkana pukulan di bagian perutnya. Ho Chen bangkit walau tidak terlalu sakit, namun Ho Chen sulit mencerna.

__ADS_1


“Itulah salah satu kelemahan mu, kau terlalu mengandalkan energimu untuk menyerang dan bertahan, sehingga tidak mampu menahan serangan jarak dekat dalam kondisi normal." Ucap pemuda tersebut.


Ho Chen diam, dia masih berpikir bagaimana caranya agar bisa mengalahkanya, karena dia tidak menduga jika ilmu Mata Angin masih memiliki tingkat yang lebih tinggi.


Belum selesai Ho Chen memikirkannya, pemuda tersebut kembali menyerang. Tampa berpikir lagi Ho Chen segera mengaktifkan Tehnik Raja apinya.


Seluruh tubuh Ho Chen di selimuti api berwarna biru yang sangat panas, dia juga maju menyerang pemuda tersebut, namun pemuda tersebut seolah-olah tidak merasakan efek dari panasnya Raja api yang berada di tubuh Ho Chen.


Mereka bertukar beberapa jurus sebelum akhirnya Ho Chen kembali terpukul mundur. “Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dia tidak terbakar ketika menyentuh tubuh ku?." Ho Chen semakin bingung.


“Bagaimana bisa?." Pikir Ho Chen, dia tidak habis pikir orang yang ia pikirkan untuk menjadi lawan berlatihnya ternyata sangat kuat.


“Apa kau pikir aku ini orang yang tercipta dari keinginan mu? Kau keliru! aku ini bukan orang yang kau pikirkan."


Ho Chen mengerutkan dahinya setelah mendengar perkataan pemuda tersebut. “Kalau kamu memang bukan berasal dari pikiranku.. jadi siapa kamu sebenarnya?." Tanya Ho Chen


“aku adalah penjaga Alam batin milikmu." Jawabnya.


Kemudian dia kembali berbicara namun sambil menyerang Ho Chen. “Aku berada di sini sejak kamu baru di lahirkan, sekarang kamu sudah bisa memasuki Alam ini jadi tugasku adalah memastikan mu menjadi kuat." Ucapnya namun tetap menyerang.


Ho Chen menahan serangannya sambil mendengarkan pemuda tersebut yang sedang berbicara, konsentrasinya terpecah dimana dia harus fokus bertarung dan juga fokus mendengarkan perkataanya.


Ho Chen kagum kepada penjaga Alam tersebut karena bisa membagi konsentrasinya. Setelah Ho Chen mundur beberapa meter, Ho Chen kembali bertanya, namun tetap dengan posisi siap untuk bertahan.


“Jika aku sudah bisa menjadi apa yang kau harapkan,,! apa yang akan kau lakukan selanjutnya?." Tanya Ho Chen.


“Sudah ku katakan itu adalah tugasku, jika tugasku sudah selesai maka aku akan menghilang, karena pemilik Alam Batin sudah layak untuk menjaganya sendiri." Kata penjaga Alam.


“Emm... Begitu, baiklah ayo kita bertarung dengan serius.!" Ajak Ho Chen dengan semangat.

__ADS_1


“Bagus-bagus, gunakanlah seluruh kekuatanmu dan jangan lupa gunakan Tehnik penggabungan mu.!." Kata sang penjaga Alam dengan tertawa kecil kemudian melesat dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya.


Ho Chen sedikit terkejut ketika penjaga tersebut menyuruhnya menggunakan Tehnik Penggabungan-nya, kemudian ikut tersenyum. “Baik jika itu maumu." Ucap Ho Chen kemudian maju menyambut serangan penjaga tersebut.


__ADS_2